Minggu, 29 September 2013

Dengan Siapa Berteman?

Dengan Siapa Berteman?

Bercengkrama bersama teman sungguh menyenangkan. Apalagi di akhir pekan.

Namun hendaklah pilah-pilih teman sebelum kita menyesal.

Demikian pula, perhatikan dengan siapa putra-putri kita berkawan.

Perhatikan kisah yang sangat menarik dari detik-detik kematian paman Nabi  shallallahu 'alaihi wa sallam yaitu Abu Thalib.

"Tatkala menjelang kematian Abu Thalib, Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam datang kepadanya. Ternyata di samping Abu Thalib sudah ada Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah bin Mughirah.

Nabi pun berkata kepada Abu Thalib,

أَيْ عَمِّ قُلْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ كَلِمَةً أُحَاجُّ لَكَ بِهَا عِنْدَ اللَّهِ

"Wahai pamanku, ucapkanlah laa ilaha illallah, yaitu sebuah kalimat yang dapat aku jadikan hujjah untuk menolongmu di sisi Allah"

Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah segera menimpali seraya berkata,
أَتَرْغَبُ عَنْ مِلَّةِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ

"(Wahai Abu Thalib), Apakah engkau membenci agamanya Abdul Muthalib (yaitu agama kesyirikan)...?"

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam selalu mengulangi ucapannya.

Namun mereka berdua juga selalu menimpali dan mengulang-ulang ucapannya.

Hingga akhir dari ucapan Abu Thalib adalah sebagaimana ucapan Abu Jahal dan Abdullah bin Abi Umayyah.
Abu Thalib enggan untuk mengucapkan Laa ilaha illallah..." (HR. Bukhari: 4399)

Kisah ini menggambarkan betapa meruginya berkawan dengan teman yang buruk agama.

Benarlah sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

"Agama seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya..." (HR. Abu Daud, Tirmidzi, Silsilah Ash-Shahihah: 927)

Waspadalah sebelum menyesal...!!

Dengan siapa kita dan anak-anak kita berteman...?

@SahabatIlmu


»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tidak ada komentar:

Posting Komentar