Senin, 30 September 2013

Shalat Itu…


Shalat Itu…

Merupakan kewajiban yang paling sering dilaksanakan, minimal 5 kali sehari. Berbeda dengan puasa, zakat, haji, dan lainnya.
A. Meninggalkan Shalat.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menegaskan:
العهد الذى بيننا وبينهم الصلاة فمن تركها فقد كفر
“Ikatan perjanjian antara kita dan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti dia telah kafir…” (Shahih, HR Ahmad)
Seorang yang meninggalkan shalat, akan lebih mudah meninggalkan kewajiban Islam lainnya.
B. Dapat Bagian Kecil.
Selepas melaksanakan shalat, seseorang pun terkadang hanya mendapat bagian kecil saja dari pahalanya.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
ﺇﻥ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﻟﻴﻨﺼﺮﻑ ﻭﻣﺎ ﻛﺘﺐ ﻟﻪ ﺇﻻ ﻋﺸﺮ ﺻﻼﺗﻪ ﺗﺴﻌﻬﺎ ﺛﻤﻨﻬﺎ ﺳﺒﻌﻬﺎ ﺳﺪﺳﻬﺎ ﺧﻤﺴﻬﺎ ﺭﺑﻌﻬﺎ ﺛﻠﺜﻬﺎ ﻧﺼﻔﻬﺎ
“Sesungguhnya seseorang tatkala selesai dari shalatnya hanya tertulis baginya sepersepuluh, sepersembilan, seperdelapan, sepertujuh, seperenam, seperlima, seperempat, sepertiga, separuh dari shalatnya…”
(Hasan, HR. Abu Daud: 796; Ahmad: 4/321)
C. Seakan Shalat Terakhir.
Abu Ayub al-Anshari radhiyallahu ‘anhu berkata,
“Seorang lelaki menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Wahai Rasulullah, berilah aku nasehat singkat…”
Maka beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا قُمْتَ فِي صَلَاتِكَ فَصَلِّ صَلَاةَ مُوَدِّعٍ …
“Apabila engkau mengerjakan shalat, maka shalatlah seakan-akan shalatnya orang yang hendak berpisah (dengan dunia)…” (Hasan, HR Ahmad: 5/412, Ibnu Majah: 4171, ash-Shahihah: 401)
Shalat terakhir, tentu akan penuh dengan kekhusyu’an dan tuma’ninah.
Bila saja seluruh shalat kita dapat demikian.


@SahabatIlmu

*•☆°• •°☆•**•☆°• •°☆•**•☆*•☆°• •°☆•



Tidak ada komentar:

Posting Komentar