Kamis, 26 September 2013

Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah Memiliki Keistimewaan Sebagaimana Halnya Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan.

Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzul Hijjah Memiliki Keistimewaan Sebagaimana Halnya Sepuluh Malam Terakhir Bulan Ramadhan.


Bilamana seseorang bertanya,
“Manakah yang lebih afdhal (utama); sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan ataukah sepuluh hari pertama bulan Dzul Hijjah….?”
Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,
“Maka yang benar ialah, bahwa malam-malam sepuluh hari terakhir bulan Ramdhan lebih afdhal dan utama dari malam-malam sepuluh hari Dzul Hijjah.
Dan hari-hari sepuluh awal bulan Dzul Hijjah lebih afdhal lagi utama daripada hari-hari sepuluh terakhir bulan Ramadhan….
Yang menguatkan hal ini ialah, bahwa malam-malam sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan menjadi lebih istimewa dengan keberadaan malam lailatul qadar.
Sementara hari-hari sepuluh awal bulan Dzul Hijjah menjadi lebih istimewa dengan keberadaan hari-hari mulia seperti hari Nahr (kurban), hari Arafah dan hari Tarwiyah…”
(Zaadul Ma’ad jilid 1 hal. 57)
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ
“Apabila engkau telah usai (dari sebuah amal kebaikan), maka beralihlah dengan sungguh-sungguh (menuju amal kebaikan lainnya)…” (QS. al-Insyirah: 6)
Apabila kita telah melalui Ramadhan dengan beragam amal shalih, maka lanjutkan dengan bersungguh-sungguh menghidupkan 10 hari pertama Dzul Hijjah kelak.

@SahabatIlmu

*•☆°• •°☆•**•☆°• •°☆•**•☆*•☆°• •°☆•

Tidak ada komentar:

Posting Komentar