Jumat, 02 Mei 2014

Awas! "Kiamat" Bisa Saja Segera Datang

Awas! "Kiamat" Bisa Saja Segera Datang.

Sobat! Dalam pepatah Jawa dinyatakan "belo melu seton". Pepatah ini secara harfiah berarti seperti belo (anak kuda) ikut seton (setu-an).

Seton adalah sebuah acara latihan menunggang kuda, dan perang tombak, yang biasa dilakukan oleh raja-raja Jawa di masa lalu.

Biasanya acara ini dilakukan pada setiap hari Sabtu, dan kebiasan yang dilakukan di hari Sabtu (dalam bahasa jawa disebut Setu) inilah yang kemudian menjadi istilah seton yang berasal dari kata dasar setu + an.

Dalam acara seperti itu kadang belo ikut serta induknya. Jelas saja belo tidak terlibat apa pun dalam acara seton tersebut. Belo ikut datang pada acara seton tanpa bisa ikut andil dan juga belum pantas untuk ikut ambil bagian dalam acara penting ini.
Kondisi ini kemudian menjadi perumpamaan bagi setiap orang yang hanya ikut-ikutan dalam suatu urusan tanpa mengerti maksud dan juga tidak punya kapasitas untuk ambil bagian dalam urusan tersebut.

Dapat ditebak betapa besar kekacaun yang terjadi, bila orang yang tidak memiliki kapasitas baik secara fisik maupun nalar atau lainnya ikut ambil bagian dalam suatu masalah.

Wajar saja bila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu keras memperingatkan ummatnya agar mewaspadai orang-orang yang seperti tergambar dalam pepatah di atas. Beliau bersabda:
( إذا ضيعت الأمانة فانتظر الساعة ) . قال كيف إضاعتها يا رسول الله ؟ قال ( إذا أسند الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة )
Bila amanat telah disia-siakan maka nantikan saja datangnya kiamat (kehancuran). Salah seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! bagaimana amanat dapat disia-siakan? Beliau menjawab: Bila suatu urusan telah diserahkan kepada orang yang tidak pantas menerimanya, maka nantikanlah kiamat (kehancuran). (Bukhary)

Bangsa kita pernah melakukan kesalahan besar ini, yaitu disaat mempercayakan kepemimpinan negri tercinta ini kepada orang yang tidak tepat. Betapa banyak pundi pundi emas negri ini di jual kepada asing, hutan dijarah ramai - ramai, preman merajalela, kekacauan di mana- mana, pasukan "ngebor" menebar pornografi dan porno aksi, PKI dibela dengan dihapusnya UU anti PKI, dan sebagian bumi pertiwi berhasil dirampas oleh orang lain, dan masih banyak lagi kerusakan yang hingga kini masih terasa dampaknya.

Dan orang-orang yang kemarin telah merusak bangsa ini, kini sedang berupaya keras untuk dapat kembali memimpin negri tercinta ini. Ya Allah lindungilah kami dari kejahatan para penjahat dan selamatkan negri kami dari orang-orang yang akan menuntun kami ke jurang kehancuran. AMiin.


..͡▹ Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR.Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعال

Jum'at, 3 Rajab 1435/2 Mei 2014 M


✽¸.••.¸✽¸••.¸✽¸••.¸✽¸.••.¸✽

SELAMATKAN DIRI KITA DAN KELUARGA DARI LAKNAT ALLAH DENGAN MENUNTUT ILMU SYAR'I DAN MENGAJARKANNYA

•» SELAMATKAN DIRI KITA DAN KELUARGA DARI LAKNAT ALLAH DENGAN MENUNTUT ILMU SYAR'I DAN MENGAJARKANNYA «•

Oleh: أُسْتَاذُ Muhammad Wasitho Abu Fawaz -hafizhahullahu ta'ala-

» Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ الدُّنْيَا مَلْعُونَةٌ مَلْعُونٌ ما فيها إلا ذِكْرُ اللَّهِ وما وَالَاهُ وَعَالِمٌ أو مُتَعَلِّمٌ

Artinya:
“Sesungguhnya dunia itu terlaknat, terlaknat segala isinya, kecuali Dzikir kepada Allah dan amalan- amalan ketaatan, demikian pula seorang yang 'alim (paham ilmu agama dan mengajarkannya) atau orang yang mempelajari ilmu (syar'i, pent).” (HR. At-Tirmidzi no.2322, dan Ibnu Majah no.4112. Dan derajatnya dinyatakan HASAN oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Shohih al-Jami’, no:1609).

» Imam Al-Munawi rahimahullah berkata. dalam menjelaskan hadits ini:
“Dunia ini terlaknat, disebabkan karena ia memperdaya jiwa-jiwa manusia dengan keindahan dan kenikmatannya, yang memalingkannya dari beribadah kepada Allah, lalu mengikuti hawa nafsunya.” (Lihat Tuhfatul Ahwadzi Syarhu Jami' At-Tirmidzi, karya Al-Mubarokfuri, VI/504).

•» Makna LAKNAT ialah Diusir dan dijauhkan dari rahmat Allah dan kebaikan-Nya.

» Berdasarkan hadits ini, marilah kita selamatkan dan lindungi diri kita dari Laknat Allah Ta'ala dengan banyak berdzikir dan melakukan amalan-amalan ketaatan kepada-Nya, serta bersemangat di dlm menuntut ilmu syar'i dan mengajarkannya kpd manusia.

•» Semoga Allah ta'ala memberikan taufiq dan bimbingan-Nya kpd kita semua agar selalu istiqomah dlm menuntut ilmu, mengamalkan dan mengajarkannya kpd orang lain dengan ikhlas dan sesuai tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam hingga akhir hayat. Amiin. (Klaten, 7 April 2014).

✽¸.••.¸✽¸••.¸✽¸••.¸✽¸.••.¸✽

MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA

MEMBUAT ORANG LAIN BAHAGIA

Coba bayangkan jika kita bisa:

mengangkat kesulitan orang yang kesusahan …

mengenyangkan yang lapar …

melepaskan orang yang terlilit utang …

Membuat orang lain bahagia,
keutamaannya, itu lebih baik dari melakukan ibadah i’tikaf di Masjid Nabawi sebulan penuh. Sungguh ini adalah amalan yang mulia.

Keutamaan orang yang beri kebahagiaan pada orang lain dan mengangkat kesulitan dari orang lain disebutkan dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاللَّهُ فِى عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِى عَوْنِ أَخِيهِ

“Allah senantiasa menolong hamba selama ia menolong saudaranya.” (HR. Muslim no. 2699).

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ كَانَ فِى حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِى حَاجَتِهِ

“Siapa yang biasa membantu hajat saudaranya, maka Allah akan senantiasa menolongnya dalam hajatnya.” (HR. Bukhari no. 6951 dan Muslim no. 2580).

Dari Ibnu ‘Umar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ , وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ , أَوْ تَكَشِفُ عَنْهُ كُرْبَةً , أَوْ تَقْضِي عَنْهُ دَيْنًا , أَوْ تَطْرُدُ عَنْهُ جُوعًا , وَلأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخِ فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ شَهْرًا

“Manusia yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling memberikan manfaat bagi manusia. Adapun amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia, mengangkat kesusahan dari orang lain, membayarkan utangnya atau menghilangkan rasa laparnya. Sungguh aku berjalan bersama saudaraku yang muslim untuk sebuah keperluan lebih aku cintai daripada beri’tikaf di masjid ini -masjid Nabawi- selama sebulan penuh.” (HR. Thabrani di dalam Al Mu’jam Al Kabir no. 13280, 12: 453. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan sebagaimana disebutkan dalam Shahih Al Jaami’ no. 176).

Lihatlah saudaraku, bagaimana sampai membahagiakan orang lain dan melepaskan kesulitan mereka lebih baik dari i’tikaf di Masjid Nabawi sebulan lamanya.

Al Hasan Al Bashri pernah mengutus sebagian muridnya untuk membantu orang lain yang sedang dalam kesulitan. Beliau mengatakan pada murid-muridnya tersebut, “Hampirilah Tsabit Al Banani, bawa dia bersama kalian.”
Ketika Tsabit didatangi, ia berkata, “Maaf, aku sedang i’tikaf.” Murid-muridnya lantas kembali mendatangi Al Hasan Al Bashri, lantas mereka mengabarinya.

Kemudian Al Hasan Al Bashri mengatakan, “Wahai A’masy, tahukah engkau bahwa bila engkau berjalan menolong saudaramu yang butuh pertolongan itu lebih baik daripada haji setelah haji?”

Lalu mereka pun kembali pada Tsabit dan berkata seperti itu. Tsabit pun meninggalkan i’tikaf dan mengikuti murid-murid Al Hasan Al Bashri untuk memberikan pertolongan pada orang lain.

Rajinlah membuat orang lain bahagia dan bantulah kesusahan mereka. Hanya Allah yang memberi taufik.

Jaami’ul ‘Ulum wal Hikam, 2: 294.

Penulis: أُسْتَاذُ Muhammad Abduh Tuasikal, ST MSc حفظه الله تعال Di Imogiri, 2 Rajab 1435 H

٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭

HADITS DHO’IF TENTANG DOA MEMASUKI AWAL BULAN RAJAB

HADITS DHO’IF TENTANG DOA MEMASUKI AWAL BULAN RAJAB

Ditulis oleh : Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, MA - حفظه الله تعالى




عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه كَانَ رسول الله صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ رَجَب قَالَ : « اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبٍ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ »

“Dari Anas bin Malik radhiyallohu anhu, (ia berkata): “Adalah Nabi shallallahu alaihi wasallam apabila memasuki bulan Rajab, beliau berdoa: “Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban serta sampaikanlah kami hingga bulan Ramadhan.”

(*) TAKHRIJ HADITS:
Hadits ini dikeluarkan oleh imam Ahmad di dlm Al-Musnad I/259, Ibnu As-Sunni di dalam Amal Al-Yaum wa al-Lailah no.659, Al-Baihaqi di dalam Syu’ab al-Iman III/375, Abu Nu’aim di dalam Al-Hilyah VI/269, Al-Bazzar di dalam Musnadnya I/285 no.402, dan Ath-Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Ausath IV/189, dan di dalam kitab Ad-Du’a I/284.

(*) DERAJAT HADITS:
Hadits ini derajatnya DHO’IF (Lemah), karena di dalam sanad (jalur periwayatan)nya ada dua cacat, yaitu:

(1) Zaidah bin Abu Ruqqad Al-Bahili. Dia seorang perawi yang haditsnya mungkar.

» Abu Hatim Ar-Rozi berkata tentangnya: “Dia meriwayatkan dari Ziyad An-Numairi dari Anas bin Malik hadits-hadits yang marfu’ namun mungkar, dan kami tidak mengetahui (kemungkaran, pent) itu darinya atau dari Ziyad, dan sy jg tidak mengetahui bahwa ia meriwayatkan (hadits) dari selain Ziyad..dst”.

» Imam al-Bukhari dan Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata tentangnya: “Dia seorang perowi yang haditsnya mungkar.”

» Abu Daud berkata: “saya tidak mengenal beritanya.”

» An-Nasai berkata: “Saya tidak mengetahui siapa dia.”

» Imam Adz-Dzahabi berkata: “Dia tidak dapat dijadikan hujjah.”

(2) Ziyad bin Abdullah An-Numairi al-Bashri. Dia seorang perowi hadits yg Dho’if (lemah).

» Yahya bin Ma’in berkata tentangnya: “Dia seorang yg Dho’if (lemah) haditsnya.”

» Ad-Daruquthni berkata: “Dia bukan orang yg kuat (haditsnya).”

» Abu Hatim Ar-Rozi berkata: “Haditsnya boleh ditulis namun tidak dapat dijadikan sebagai hujjah”.

» Ibnu Hibban di dalam kitabnya Al-Majruhin menerangkan: “Dia seorang yang haditsnya mungkar. Dia meriwayatkan dari Anas hadits-hadits yang tidak menyerupai hadits yg diriwayatkan para perowi tsiqoh (terpercaya), tidak boleh berhujjah dengannya.”

» Al-Hafizh Ibnu Hajar berkata: “Dia seorang perowi hadits yg Dho’if (lemah).”

(*) PERKATAAN PARA ULAMA TENTANG HADITS INI:

» Imam Al-Baihaqi berkata di dalam Syu’ab al-Iman III/375: “Ziyad an-Numairi bersendirian dlm meriwayatkan hadits ini. Dan Zaidah bin Abi Ruqqad meriwayatkan darinya. Imam Al-Bukhari berkata: “Zaidah bin Abi ar-Ruqqod dari Ziyad an-Numairi adalah mungkar haditsnya.”

» An-Nawawi berkata di dalam kitab Al-Adzkar hal.274: “dan kami meriwayatkannya di dalam Hilyatul Auliya dengan sanad yang mengandung sisi Lemah (Dho’if).”

» Syaikh Ahmad Syakir berkata dalam takhrijnya terhadap kitab Al-Musnad nomor hadits: 2346: “Isnad hadits ini Dho’if (Lemah).”

» Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin berkata: “Hadits ini Dho’if dan mungkar, tidak Shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam. Oleh karenanya, tidak sepantasnya bagi seorang (muslim) berdoa dengan doa tsb.”

Demikian penjelasan singkat tentang derajat hadits yg menerangkan anjuran doa ketika memasuki awal bulan Rajab. Semoga bermanfaat bagi kita semua , n smg kita semakin berhati-hati dalam beramal ibadah kepada Allah Ta’ala. Yakni, kita tidak akan pernah beribadah kpd Allah kecuali berdasarkan dalil-dalil syar’i yg bersumber dari Al-Quran al-Karim dan Hadits-hadits Shohih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam dan dengan pemahaman yg benar. Wallahu a’lam bish-showab. Wabillahi at-Taufiq. (Klaten, 22 Mei 2012).


٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭

SEHAT ADALAH NIKMAT

SEHAT ADALAH NIKMAT

Akhi wa ukhti …

Sehat adalah nikmat.

Bisa sarapan pagi pun termasuk nikmat.

Merasakan aman adalah nikmat.

Ini setiap paginya yang kita peroleh.

Namun nikmat tersebut bisa menjadi bencana dan malapetaka kala tidak disyukuri dengan melakukan ketaatan.

Lihatlah apa yang dikatakan oleh seorang tabi’in terkemuka berikut ini.

Al Hasan Al Bashri berkata, “Allah memberikan nikmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Jika nikmat tersebut tidak disyukuri, nikmat itu berubah jadi azab (siksa).”

Jadi jangan tertipu dengan suatu nikmat, baik nikmat sehat, rasa aman maupun harta.

Makhlad bin Al Husain pernah berkata, “Asy syukru tarkul ma’ashi, namanya syukur adalah dengan meninggalkan maksiat.”

Jangan sampai kesehatan, harta dan rasa aman malah kita gunakan untuk maksiat pada Sang Khaliq pemberi berbagai nikmat.

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersyukur.

Referensi: Iddatush Shobirin wa Dakhirotusy Syakirin, karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah, hal. 148 dan 159.

Penulis: أُسْتَاذُ Muhammad Abduh Tuasikal, ST MSc حفظه الله تعال

٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭

Mungkin Kita Lupa

Mungkin Kita Lupa.

Beragam cara dilakukan ‘tuk menggapai tujuan..

Menyemangati diri…
Juga mewaspadai musuh..
Diantaranya kaum kafir..

A. Mereka Terpecah.

Allah Ta’ala menjelaskan keadaan kaum kafir,

“Kalian mengira mereka itu bersatu, padahal hati mereka berpecah-belah” (QS al-Hasyr: 14)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اِفْتَرَقَ الْيَهُوْدُ عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً، وَتَفَرَّقَتِ النَّصَارَى عَلَى إِحْدَى أَوْ ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِيْنَ فِرْقَةً

“Kaum Yahudi terpecah-belah menjadi 71atau 72 golongan.

Dan kaum Nasrani terpecah-belah menjadi 71 atau 72 golongan,

(Shahih, HR Abu Dawud: 4596, At-Tirmidzi: 2778, Ibnu Majah: 3991; ash-Shahihah: 203 Al-Albani)

Sesungguhnya kaum kafir pun terpecah-belah..

Mungkin kita lupa…

B. Hanya Atas Kehendak Allah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَاعْلَمْ أَنَّ الْأُمَّةَ لَوْ اجْتَمَعَتْ عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ وَلَوْ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَضُرُّوكَ بِشَيْءٍ لَمْ يَضُرُّوكَ إِلَّا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ عَلَيْكَ

“Ketahuilah, seandainya seluruh umat bersatu padu untuk memberi manfaat kepadamu, maka tidaklah akan mampu memberi manfaat itu melainkan sebatas yang Allah tetapkan bagimu.

Dan seandainya mereka bersatu padu guna menimpakan mudharat atas dirimu, maka tidaklah akan bisa kecuali yang telah ditetapkan Allah atasmu…”

(Shahih at-Tirmidzi: 2516)

Bilapun seluruh jin dan manusia berkumpul untuk memberi manfaat maupun menimpakan madharat, tidaklah akan terjadi kecuali atas kehendak Allah

Mungkin kita lupa…

Perkuatlah aqidah, ilmu, dan dakwah..!!

Jangan takut-takuti kami dengan makar kaum kafir.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَكَرُوا مَكْرَاللهِ وَ اللهُ خَيْرُ المَاكِرِينَ

“Mereka membuat makar (tipu daya) dan Allah juga membuat makar. Dan Allah adalah sebaik-baik pembuat makar” (QS Ali Imran: 54)

Mungkin kita lupa…

@sahabatilmu


٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭

INGAT MATI MERUPAKAN OBAT PENYAKIT AMBISI TERHADAP DUNIA

INGAT MATI MERUPAKAN OBAT PENYAKIT AMBISI TERHADAP DUNIA

Ditulis oleh : Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz, MA - حفظه الله تعالى


» Imam Adz-Dzahabi rahimahullah menyebutkan di dlm kitab Siyaru A’laami An-Nubala’, bahwa ada seorang laki-laki menemui Abu Darda radhiyallahu ‘anhu (seorang sahabat) dan mengatakan, “Berilah aku nasehat!” Maka Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu berkata kepadanya:

» “Ingatlah kepada Allah di waktu lapang dan senang, niscaya Dia akan mengingatmu di saat engkau dalam keadaan susah dan sempit.
» Dan jika engkau mengingat (keadaan) orang-orang yang telah mati, maka jadikan dirimu seakan-akan engkau termasuk salah seorang dari mereka yg telah mati.
» Dan jika jiwamu condong (untuk berambisi) mengejar (harta benda dan kemewahan) dunia, maka perhatikanlah keadaan (dan tempat kembali) orang yang telah mati itu.”

(Sumber: Siyaru A’laami An-Nubala’ karya imam Adz-Dzahabi, II/349-350).

(*) Makna INGAT kepada ALLAH ialah:
» Bertakwa kepada Allah dengan senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya berdasarkan petunjuk Al-Quran dan Hadits yg Shohih.

» Dan termasuk bentuk ber-TAKWA kpd ALLAH adalah berdzikir kpd Allah dengan lisan, hati dan anggota badan kita, mempelajari agama-Nya yg bersumber dr Al-Quran dan Hadits yg shohih, mengamalkannya, dan mengajarkannya.

Demikian Faedah ilmiyah dan Mau’izhoh hasanah yg dpt kami smpkn pd hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. (Klaten, 20 April 2014).


⌣̊┈»̶·̵̭̌✽����✽·̵̭̌«̶┈⌣̊