Belajar Menjadi Pendengar Yg Baik
Banyak orang yang lebih suka jika dialah sang pembicara, sementara yang lain mendengarkan perkataannya…
Banyak diantara kita tatkala mendengarkan saudaranya berbicara, maka segera dia potong…padahal saudaranya belum selesai berbicara…
Bahkan, ia membantah pembicaraan saudaranya, sebelum saudaranya selesai menyampaikan argumentasinya…
Diantara adab yang tinggi yang diajarkan oleh salaf adalah mendengarkan pembicaraan saudara dengan baik…
عن عطاء: إِنَّ الرَّجُلَ لَيُحَدِّثُنِي بِالْحَدِيْثِ، فَأُنْصِتُ لَهُ كَأَنِّي لَمْ أَسْمَعْهُ، وَقَدْ سَمِعْتُهُ قَبْلَ أَنْ يُوْلَدَ
'Atoo rahimahullah berkata, "Sesungguhnya seseorang menyampaikan kepadaku tentang suatu pembicaraan, maka akupun seksama mendengarkannya, seakan-akan aku tidak pernah mendengarnya. Padahal aku telah mengetahuinya, sebelum ia dilahirkan" (Siyar A'laam An-Nubalaa 5/86)
Tidak semua orang bisa sabar mendengar pembicaraan orang lain, terutama pembicaraan yang mutar-mutar tdk karuan (berbelit-belit), terlebih lagi pembicaraan yang sudah ia ketahui dan telah ia dengarkan sebelumnya…
Belajar mendengarkan pembicaraan saudara dengan baik, merupakan akhlak yang sangat mulia, karena :
- Sikap ini menunjukkan ketawadhu'an seseorang…
- Menunjukkan penghargaannya. terhadap saudaranya…
- Menjaga perasaan saudaranya…
- Menyenangkan hati saudaranya yang tentunya senang jika pembicaraannya didengarkan dengan seksama.
Barakallahfikum.
✒ Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja, MA حفظه الله تعالى.
***
Tampilkan postingan dengan label سْتَاذُ Firanda Andirja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label سْتَاذُ Firanda Andirja. Tampilkan semua postingan
Senin, 08 Juni 2015
Jumat, 27 Februari 2015
MELAWAN LUPA
MELAWAN LUPA
Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA
Allah berfirman :
إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya".
(QS. Al-'Adiyaat : 6)
Al-Hasan rahimahullah berkata :
هُوَ الَّذِي يَعُدُّ الْمَصَائِبَ، وَيَنْسَى نِعَمَ رَبِّهِ.
Yaitu orang yang menghitung-hitung musibah (yang sedikit, -pen) dan melupakan kenikmatan-kenikmatan Robbnya (yg telah banyak diberikan kepadanya, -pen).
(Tafsir Ibnu Katsir 8/467)
Akan terlihat hakikat kita sesungguhnya tatkala kita ditimpa musibah, apakah kita termasuk كَنُوْد (ingkar) ?
Atau termasuk sabar (yang tidak lupa dengan karunia-karunia Allah sehingga menjadikan kita lebih sabar dalam menerima keputusan Allah) ?
Musibah yang menimpa kita hanyalah sesekali, sementara kenikmatan terus tercurah kepada kita tiada hentinya dengan berbagai macam modelnya. Namun demikianlah karena kurang kuatnya iman sebagian kita sehingga tatkala terkena musibah yang diingat-ingat hanyalah beratnya musibah tersebut, sementara anugerah dan karunia Allah terlupakan…
Contoh kecil :
- Ada yang mobilnya mogok, maka iapun mengeluh sejadi-jadinya, ia lupa bahwa mobilnya mogok hanya sekali-sekali, selama ini sekian ribu kilo meter mobilnya jalan dengan baik tanpa halangan.
- Ada yang uangnya hilang, iapun marah dan mengeluh, padahal selama ini uang yang Allah berikan kepadanya tidak pernah hilang, namun ini semua terlupakan, yang diingat hanya uangnya yang hilang tersebut.
- Ada yang tubuhnya sakit, lalu iapun mengeluh dan tidak sabar, padahal puluhan tahun Allah menjadikan tubuhnya sehat, lantas apakah sakit yang sebentar tersebut membuatnya lupa dengan kesehatan puluhan tahun lamanya?
- Ada yang mengalami kegagalan, maka iapun marah, padahal kegagalan tersebut hanya sesekali, dan bisa jadi sekali saja. Sementara kemudahan dan keberhasilan sudah sering ia raih, namun terlupakan karena kegagalan tersebut.
- Yang lebih berat, adalah ada yang anaknya meninggal karena sakit atau sebab yang lainnya. Maka iapun meronta dan menangis sejadi-jadinya dengan mengangkat suara, seakan-akan protes dengan keputusan Allah. Ia lupa bahwasanya Allah telah banyak memberikan kepadanya banyak anak, dan yang lainnya dalam kondisi sehat wal afiyat.
Jika kita terkena musibah maka berusahalah mengingat kebaikan-kebaikan Allah kepada kita, sehingga hal ini akan meringankan beban musibah kita dan kita tetap berhusnuzon (berbaik sangka) kepada Allah.
As-Suddiy rahimahullah berkata :
تَسَاقَطَ لَحْمُ أَيُّوْبَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ إِلاَّ الْعَصبُ وَالْعِظَامُ، فَكَانَتْ امْرَأَتُهُ تَقُوْمُ عَلَيْهِ وَتَأْتِيْهِ بِالزَّادِ يَكُوْنُ فِيْهِ، فَقَالَتْ لَهُ امْرَأَتُهُ لَمَّا طَالَ وَجْعُهُ: يَا أَيُّوْبُ، لَوْ دَعَوْتَ رَبَّكَ يُفَرِّجُ عَنْكَ؟ فَقَالَ: قَدْ عِشْتُ سَبْعِيْنَ سَنَةً صَحِيْحًا، فَهَلْ قَلِيْلٌ للهِ أَنْ أَصْبِرَ لَهُ سَبْعين سنة؟
"Daging Nabi Ayub berjatuhan (karena sakit parah) maka tidak tersisa di tubuhnya kecuali urat dan tulang. Istrinya mengurusnya dan membawakan makanan diletakan di sisi Nabi Ayub. Maka istrinya berkata tatkala lama sakitnya Nabi Ayub : "Wahai Ayub, kenapa engkau tidak berdoa kepada Robbmu untuk menghilangkan sakitmu?" Maka Nabi Ayub 'alaihis salam berkata,
"Aku telah hidup selama 70 tahun dalam kondisi sehat, maka bukankah perkara yang sedikit karena Allah jika aku bersabar karena-Nya 70 tahun pula?"
(Tafsir Ibnu Katsir : 5/360)
Disebutkan bahwa Nabi Ayub sakit selama 7 tahun atau 18 tahun –sebagaimana disebutkan dalam buku-buku tafsir-, maka bagi beliau itu ringan dibandingkan kenikmatan kesehatan yang Allah telah berikan kepadanya selama 70 tahun.
Demikianlah mengingat-ingat kenikmatan menjadikan musibah terasa lebih ringan. Wallahu A'lam bis-showab.
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 06-05-1436 H / 26-02-2015 M
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja
Oleh : Ustadz Firanda Andirja, MA
Allah berfirman :
إِنَّ الْإِنسَانَ لِرَبِّهِ لَكَنُودٌ
"Sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya".
(QS. Al-'Adiyaat : 6)
Al-Hasan rahimahullah berkata :
هُوَ الَّذِي يَعُدُّ الْمَصَائِبَ، وَيَنْسَى نِعَمَ رَبِّهِ.
Yaitu orang yang menghitung-hitung musibah (yang sedikit, -pen) dan melupakan kenikmatan-kenikmatan Robbnya (yg telah banyak diberikan kepadanya, -pen).
(Tafsir Ibnu Katsir 8/467)
Akan terlihat hakikat kita sesungguhnya tatkala kita ditimpa musibah, apakah kita termasuk كَنُوْد (ingkar) ?
Atau termasuk sabar (yang tidak lupa dengan karunia-karunia Allah sehingga menjadikan kita lebih sabar dalam menerima keputusan Allah) ?
Musibah yang menimpa kita hanyalah sesekali, sementara kenikmatan terus tercurah kepada kita tiada hentinya dengan berbagai macam modelnya. Namun demikianlah karena kurang kuatnya iman sebagian kita sehingga tatkala terkena musibah yang diingat-ingat hanyalah beratnya musibah tersebut, sementara anugerah dan karunia Allah terlupakan…
Contoh kecil :
- Ada yang mobilnya mogok, maka iapun mengeluh sejadi-jadinya, ia lupa bahwa mobilnya mogok hanya sekali-sekali, selama ini sekian ribu kilo meter mobilnya jalan dengan baik tanpa halangan.
- Ada yang uangnya hilang, iapun marah dan mengeluh, padahal selama ini uang yang Allah berikan kepadanya tidak pernah hilang, namun ini semua terlupakan, yang diingat hanya uangnya yang hilang tersebut.
- Ada yang tubuhnya sakit, lalu iapun mengeluh dan tidak sabar, padahal puluhan tahun Allah menjadikan tubuhnya sehat, lantas apakah sakit yang sebentar tersebut membuatnya lupa dengan kesehatan puluhan tahun lamanya?
- Ada yang mengalami kegagalan, maka iapun marah, padahal kegagalan tersebut hanya sesekali, dan bisa jadi sekali saja. Sementara kemudahan dan keberhasilan sudah sering ia raih, namun terlupakan karena kegagalan tersebut.
- Yang lebih berat, adalah ada yang anaknya meninggal karena sakit atau sebab yang lainnya. Maka iapun meronta dan menangis sejadi-jadinya dengan mengangkat suara, seakan-akan protes dengan keputusan Allah. Ia lupa bahwasanya Allah telah banyak memberikan kepadanya banyak anak, dan yang lainnya dalam kondisi sehat wal afiyat.
Jika kita terkena musibah maka berusahalah mengingat kebaikan-kebaikan Allah kepada kita, sehingga hal ini akan meringankan beban musibah kita dan kita tetap berhusnuzon (berbaik sangka) kepada Allah.
As-Suddiy rahimahullah berkata :
تَسَاقَطَ لَحْمُ أَيُّوْبَ حَتَّى لَمْ يَبْقَ إِلاَّ الْعَصبُ وَالْعِظَامُ، فَكَانَتْ امْرَأَتُهُ تَقُوْمُ عَلَيْهِ وَتَأْتِيْهِ بِالزَّادِ يَكُوْنُ فِيْهِ، فَقَالَتْ لَهُ امْرَأَتُهُ لَمَّا طَالَ وَجْعُهُ: يَا أَيُّوْبُ، لَوْ دَعَوْتَ رَبَّكَ يُفَرِّجُ عَنْكَ؟ فَقَالَ: قَدْ عِشْتُ سَبْعِيْنَ سَنَةً صَحِيْحًا، فَهَلْ قَلِيْلٌ للهِ أَنْ أَصْبِرَ لَهُ سَبْعين سنة؟
"Daging Nabi Ayub berjatuhan (karena sakit parah) maka tidak tersisa di tubuhnya kecuali urat dan tulang. Istrinya mengurusnya dan membawakan makanan diletakan di sisi Nabi Ayub. Maka istrinya berkata tatkala lama sakitnya Nabi Ayub : "Wahai Ayub, kenapa engkau tidak berdoa kepada Robbmu untuk menghilangkan sakitmu?" Maka Nabi Ayub 'alaihis salam berkata,
"Aku telah hidup selama 70 tahun dalam kondisi sehat, maka bukankah perkara yang sedikit karena Allah jika aku bersabar karena-Nya 70 tahun pula?"
(Tafsir Ibnu Katsir : 5/360)
Disebutkan bahwa Nabi Ayub sakit selama 7 tahun atau 18 tahun –sebagaimana disebutkan dalam buku-buku tafsir-, maka bagi beliau itu ringan dibandingkan kenikmatan kesehatan yang Allah telah berikan kepadanya selama 70 tahun.
Demikianlah mengingat-ingat kenikmatan menjadikan musibah terasa lebih ringan. Wallahu A'lam bis-showab.
Kota Nabi -shallallahu 'alaihi wa sallam-, 06-05-1436 H / 26-02-2015 M
Abu Abdil Muhsin Firanda Andirja
Jumat, 09 Mei 2014
HAKEKAT UJIAN dan MUSIBAH
HAKEKAT UJIAN dan MUSIBAH
Ditulis oleh: Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
Ibnul Qoyyim ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ berkata :
“Allah mempersiapkan bagi hamba²-Nya
kedudukan (yang tinggi) di surga yang mereka tidak akan mampu
mencapai kedudukan tsb hanya dengan amalan sholeh mereka.
Dan mereka tidak mencapainya kecuali dengan ujian dan
musibah.
Maka Allah pun menyiapkan sebab² yang menggiring mereka kepada ujian dan musibah”
(Zaadul Ma’aad 3/221)
KITA TIDAK BERHARAP UNTUK DIUJI APALAGI TERTIMPA MUSIBAH,
AKAN TETAPI JIKA HAL ITU MENDATANGI
KITA BERSABAR…
ingat perkataan Ibnul Qoyyim ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ini…,
siapa tahu dengan ujian dan musibah ini kita bisa meraih kedudukan yang lebih tinggi di surga yang tidak mungkin kita raih dengan amalan kita.
-------๑๑•°°•๑๑-------
Ditulis oleh: Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
Ibnul Qoyyim ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ berkata :
“Allah mempersiapkan bagi hamba²-Nya
kedudukan (yang tinggi) di surga yang mereka tidak akan mampu
mencapai kedudukan tsb hanya dengan amalan sholeh mereka.
Dan mereka tidak mencapainya kecuali dengan ujian dan
musibah.
Maka Allah pun menyiapkan sebab² yang menggiring mereka kepada ujian dan musibah”
(Zaadul Ma’aad 3/221)
KITA TIDAK BERHARAP UNTUK DIUJI APALAGI TERTIMPA MUSIBAH,
AKAN TETAPI JIKA HAL ITU MENDATANGI
KITA BERSABAR…
ingat perkataan Ibnul Qoyyim ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ini…,
siapa tahu dengan ujian dan musibah ini kita bisa meraih kedudukan yang lebih tinggi di surga yang tidak mungkin kita raih dengan amalan kita.
-------๑๑•°°•๑๑-------
Rabu, 07 Mei 2014
Setimpal
Setimpal
Ditulis oleh: Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
Salman berkata :
إذا أسأتَ سيئةً في سريرةٍ، فأحسن حسنة في سريرةٍ، وإذا أسأتَ سيئةً في علانية، فأحسن حسنةً في علانية، لكي تكونَ هذه بهذه.
“Jika engkau berbuat keburukan secara tersembunyi maka lakukanlah kebajikan juga secara tersembunyi, dan jika engkau melakukan keburukan secara terang terangan maka lakukanlah kebajikan secara terang terangan, agar yang ini setimpal dengan yang ini.”
(Jamiul uluum wal hikam).
8 Rajab 1435H / 8 Mei 2014
-------๑๑•°°•๑๑-------
Ditulis oleh: Ustadz Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
Salman berkata :
إذا أسأتَ سيئةً في سريرةٍ، فأحسن حسنة في سريرةٍ، وإذا أسأتَ سيئةً في علانية، فأحسن حسنةً في علانية، لكي تكونَ هذه بهذه.
“Jika engkau berbuat keburukan secara tersembunyi maka lakukanlah kebajikan juga secara tersembunyi, dan jika engkau melakukan keburukan secara terang terangan maka lakukanlah kebajikan secara terang terangan, agar yang ini setimpal dengan yang ini.”
(Jamiul uluum wal hikam).
8 Rajab 1435H / 8 Mei 2014
-------๑๑•°°•๑๑-------
Senin, 05 Mei 2014
Waspadalah !
Waspadalah !
** Jika seseorang mendatangimu lalu menggibah dan menjatuhkan saudaramu di hadapanmu maka waspadalah…bisa jadi engkau adalah korban berikutnya…
** Jika engkau mendapati seseorang memujimu dengan pujian yang berlebihan yang tidak pantas dengan hakekat dirimu maka waspadalah… suatu hari jika ia membencimu maka ia akan merendahkanmu juga dengan perendahan yang berlebihan.
Maka janganlah terpedaya dengan pujiannya…!
∙̣̇∙̣̇∙̣̇∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙ Oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
-------๑๑•°
°•๑๑-------
** Jika seseorang mendatangimu lalu menggibah dan menjatuhkan saudaramu di hadapanmu maka waspadalah…bisa jadi engkau adalah korban berikutnya…
** Jika engkau mendapati seseorang memujimu dengan pujian yang berlebihan yang tidak pantas dengan hakekat dirimu maka waspadalah… suatu hari jika ia membencimu maka ia akan merendahkanmu juga dengan perendahan yang berlebihan.
Maka janganlah terpedaya dengan pujiannya…!
∙̣̇∙̣̇∙̣̇∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙ Oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
-------๑๑•°
Jumat, 02 Mei 2014
PRAHARA SENYUMAN....
PRAHARA SENYUMAN....
Oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
- "Jangan pernah meremehkan kebaikan apapun meskipun hanya senyum tatkala bertemu saudaramu" al-hadits...
Bisa jadi senyumanmu yang tulus dan ikhlas karena Allah adalah sebab diampuninya dosamu...sebagaimana sang wanita pezina yang tulus memberi minum kepada seekor anjing, atau sang lelaki yang mengilangkan gangguan ranting dahan yang ada di tengah jalan...lalu mereka diampuni...
Atau senyumanmu ternyata memperberat timbangan kebaikanmu di akhirat sehingga selamatlah engkau dari siksaan yang sangat pedih...
jika senyumanmu karena Allah maka merupakan sedekah, memasukan kebahagiaan dalam hati saudara kita, ia akan merasa dihargai..., merasa hatinya dekat denganmu...
- tapi jika senyum dengan sinis karena mengejek atau merendahkan, maka ini menunjukan kesombongan..., dan kesombongan tempatnya hanya cocok di neraka
- hanya saja senyum kepada wanita yang lajang..., senyum yang tidak pada tempatnya sungguh berbahaya...menjatuhkan hati sang wanita...dan membuat sang wanita besar kepala dan muncul prasangka-prasangka...
- demikian sebaliknya senyuman wanita yg tdk pada tempatnya pada seorang lelaki...
- tebarkankah senyum..., senyum merupakan kerjaan yang ringan akan tetapi berat pada sebagian orang... terutama orang yang merasa tinggi untuk senyum kpd orang yang dia rendahkan, atau tdk ada keuntungan dunia yg dia raih dari senyumannya..., ternyata senyumannya telah ia "tarif-kan"....
- tebarlah pesona...namun pada tempatnya...raihlah pahala dan bukan malah meraih dosa
✽¸.•
•.¸✽¸•
•.¸✽¸•
•.¸✽¸.•
•.¸✽
Oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
- "Jangan pernah meremehkan kebaikan apapun meskipun hanya senyum tatkala bertemu saudaramu" al-hadits...
Bisa jadi senyumanmu yang tulus dan ikhlas karena Allah adalah sebab diampuninya dosamu...sebagaimana sang wanita pezina yang tulus memberi minum kepada seekor anjing, atau sang lelaki yang mengilangkan gangguan ranting dahan yang ada di tengah jalan...lalu mereka diampuni...
Atau senyumanmu ternyata memperberat timbangan kebaikanmu di akhirat sehingga selamatlah engkau dari siksaan yang sangat pedih...
jika senyumanmu karena Allah maka merupakan sedekah, memasukan kebahagiaan dalam hati saudara kita, ia akan merasa dihargai..., merasa hatinya dekat denganmu...
- tapi jika senyum dengan sinis karena mengejek atau merendahkan, maka ini menunjukan kesombongan..., dan kesombongan tempatnya hanya cocok di neraka
- hanya saja senyum kepada wanita yang lajang..., senyum yang tidak pada tempatnya sungguh berbahaya...menjatuhkan hati sang wanita...dan membuat sang wanita besar kepala dan muncul prasangka-prasangka...
- demikian sebaliknya senyuman wanita yg tdk pada tempatnya pada seorang lelaki...
- tebarkankah senyum..., senyum merupakan kerjaan yang ringan akan tetapi berat pada sebagian orang... terutama orang yang merasa tinggi untuk senyum kpd orang yang dia rendahkan, atau tdk ada keuntungan dunia yg dia raih dari senyumannya..., ternyata senyumannya telah ia "tarif-kan"....
- tebarlah pesona...namun pada tempatnya...raihlah pahala dan bukan malah meraih dosa
✽¸.•
Jangan Pernah Malu Beristighfar
Apabila sudah malu minta ampun kpd Allah, itulah yang dimaui syaithan.
-----------------------
Ustadz Firanda Andirja
"Jangan Pernah Malu Beristighfar"
Dikatakan kepada Hasan Al-Bashri rahimahullah
ألا يستحيي أحدُنا من ربه يستغفِرُ من ذنوبه، ثم يعود، ثم يستغفر، ثم يعود
"Apakah salah seorang dari kita tidak malu kepada Allah, ia beristighfar atas dosa-dosanya lalu ia kembali lagi berdosa lalu istighfar lagi, lalu berdosa lagi?"
Maka Hasan Al-Bashri berkata :
ودَّ الشيطانُ لو ظَفِرَ منكم بهذه، فلا تملُّوا من الاستغفار.
"Syaitan berangan-angan kalau bisa menjatuhkan kalian kepada perasaan malu seperti ini, maka janganlah kalian bosan untuk terus beristighfar"
(Jamiul Uluum wal Hikam 2/485
✽¸.•
•.¸✽¸•
•.¸✽¸•
•.¸✽¸.•
•.¸✽
-----------------------
Ustadz Firanda Andirja
"Jangan Pernah Malu Beristighfar"
Dikatakan kepada Hasan Al-Bashri rahimahullah
ألا يستحيي أحدُنا من ربه يستغفِرُ من ذنوبه، ثم يعود، ثم يستغفر، ثم يعود
"Apakah salah seorang dari kita tidak malu kepada Allah, ia beristighfar atas dosa-dosanya lalu ia kembali lagi berdosa lalu istighfar lagi, lalu berdosa lagi?"
Maka Hasan Al-Bashri berkata :
ودَّ الشيطانُ لو ظَفِرَ منكم بهذه، فلا تملُّوا من الاستغفار.
"Syaitan berangan-angan kalau bisa menjatuhkan kalian kepada perasaan malu seperti ini, maka janganlah kalian bosan untuk terus beristighfar"
(Jamiul Uluum wal Hikam 2/485
✽¸.•
Introspeksi Diri…
Introspeksi Diri…
Oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
Sekedar Renungan…
Sungguh aneh seseorang yang tatkala terkena musibah, dirampas hartanya… atau terusir dari kampungnya… atau hilangnya kenikmatan yang selama ini dibanggakannya…
Lalu masih belum juga instropeksi diri atas kesalahan masa silam…
Firman Allah
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
Seakan-akan ayat ini tidak mencakup dirinya…
Seakan-akan justru musibah tersebut malah membuktikan imannya yang tinggi ?!!
Sungguh tatkala ia terkena musibah masih saja tersirat nuansa ujub dari dirinya,
Musibah hendaknya disambut dengan istighfar dan instropeksi diri, bukan dengan bangga dan keras kepala, masih terus bangga dengan sikapnya selama ini…
Yang hobi menjatuhkan saudara-saudaranya atau mencari-cari kesalahan saudaranya…atau memaksakan sesuatu yang bukan kesalahan sebagai suatu kesalahan, bahkan kebenaran yang ada pada suadaranya ditutup-tutupi dan digambarkan sebagai kesesatan ??
Hasad dimunculkannya dengan baju “nasehat”, dengki ditampakan dengan gaun “bernahi mungkar”
Jika ia tidak sadar dengan teguran Allah di dunia haruskah ia baru sadar jika baru ditegur di akhirat ???
(Nasehat buat penulis dan para pembaca)
Kamis, 2 Rajab 1435/1 Mei 2014 M
⌣̊✽̈⌣̊✽̈⌣̊✽̈⌣̊
Oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, MA, حفظه الله تعالى
Sekedar Renungan…
Sungguh aneh seseorang yang tatkala terkena musibah, dirampas hartanya… atau terusir dari kampungnya… atau hilangnya kenikmatan yang selama ini dibanggakannya…
Lalu masih belum juga instropeksi diri atas kesalahan masa silam…
Firman Allah
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”
Seakan-akan ayat ini tidak mencakup dirinya…
Seakan-akan justru musibah tersebut malah membuktikan imannya yang tinggi ?!!
Sungguh tatkala ia terkena musibah masih saja tersirat nuansa ujub dari dirinya,
Musibah hendaknya disambut dengan istighfar dan instropeksi diri, bukan dengan bangga dan keras kepala, masih terus bangga dengan sikapnya selama ini…
Yang hobi menjatuhkan saudara-saudaranya atau mencari-cari kesalahan saudaranya…atau memaksakan sesuatu yang bukan kesalahan sebagai suatu kesalahan, bahkan kebenaran yang ada pada suadaranya ditutup-tutupi dan digambarkan sebagai kesesatan ??
Hasad dimunculkannya dengan baju “nasehat”, dengki ditampakan dengan gaun “bernahi mungkar”
Jika ia tidak sadar dengan teguran Allah di dunia haruskah ia baru sadar jika baru ditegur di akhirat ???
(Nasehat buat penulis dan para pembaca)
Kamis, 2 Rajab 1435/1 Mei 2014 M
⌣̊✽̈⌣̊✽̈⌣̊✽̈⌣̊
Rabu, 16 April 2014
Bersyukurlah…
Bersyukurlah…
Engkau terpesona dengan rumah mewah sahabatmu…
Engkau tergiur dengan banyaknya dan mewahnya mobil sahabatmu..
Apakah engkau tergiur untuk dihisab lebih lama oleh Allah ??
Syukurilah apa yang kau miliki … Apa yang kau miliki itupun sudah akan merepotkanmu untuk mempersiapkan jawabannya tatkala hisab kelak…!!
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA حفظه الله تعال
✽¸.•♥•.¸✽¸•♥•.¸✽¸•♥•.¸✽¸.•♥•.¸✽
Engkau terpesona dengan rumah mewah sahabatmu…
Engkau tergiur dengan banyaknya dan mewahnya mobil sahabatmu..
Apakah engkau tergiur untuk dihisab lebih lama oleh Allah ??
Syukurilah apa yang kau miliki … Apa yang kau miliki itupun sudah akan merepotkanmu untuk mempersiapkan jawabannya tatkala hisab kelak…!!
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA حفظه الله تعال
✽¸.•♥•.¸✽¸•♥•.¸✽¸•♥•.¸✽¸.•♥•.¸✽
Tidak Qona’ah
Tidak Qona’ah
Ditulis oleh: Ustadz Firanda Andirja, Lc MA حفظه الله تعالى
Barang siapa yang sedikit dunianya maka sedikit pula hisabnya..
Lantas kenapa engkau terlalu bersedih jika kurang hartamu?
Carilah harta secukupnya…, tumbuhkan sifat qona’ah…, jangan terlalu ambisi dengan berlimpahnya harta yang hanya memperpanjang dan menyulitkan hisabmu…
Kebanyakan orang celaka bukan karena kurang harta, sebenarnya hartanya sudah cukup baginya untuk menjalani kehidupannya, akan tetapi kebanyakan orang tdk puas dan tidak qona’ah…inilah yang membuat mereka celaka dan tenggelam dalam dunia serta berlomba-lomba mengejarnya…
Akhirnya kehidupannya diatur oleh hartanya, ibadahnya pun diatur oleh hartanya, jadilah ia milik hartanya bukan ia pemilik hartanya…
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Ditulis oleh: Ustadz Firanda Andirja, Lc MA حفظه الله تعالى
Barang siapa yang sedikit dunianya maka sedikit pula hisabnya..
Lantas kenapa engkau terlalu bersedih jika kurang hartamu?
Carilah harta secukupnya…, tumbuhkan sifat qona’ah…, jangan terlalu ambisi dengan berlimpahnya harta yang hanya memperpanjang dan menyulitkan hisabmu…
Kebanyakan orang celaka bukan karena kurang harta, sebenarnya hartanya sudah cukup baginya untuk menjalani kehidupannya, akan tetapi kebanyakan orang tdk puas dan tidak qona’ah…inilah yang membuat mereka celaka dan tenggelam dalam dunia serta berlomba-lomba mengejarnya…
Akhirnya kehidupannya diatur oleh hartanya, ibadahnya pun diatur oleh hartanya, jadilah ia milik hartanya bukan ia pemilik hartanya…
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Minggu, 16 Februari 2014
SEANDAINYA ENGKAU MEMBONGKAR AIBKU...
SEANDAINYA ENGKAU MEMBONGKAR AIBKU...
Al-Imam Abu Muhammad Al-Qohthooni Al-Andalusi (ulama abad ke 7 hijriyah) dalam nuniyahnya berkata :
وزرعــــت لـــي بين القلوب محبة *** والعطف منك برحمة وحنان
Engkaulah (Ya Allah) yang telah menanamkan rasa mencintaiku di hati-hati manusia...
dan kelembutan dariMu serta rahmat dan kasih sayang
ونشرت لي في العالمين محاسناً *** وسترت عن أبصارهم عصياني
Engkaulah yang menebarkan di alam ini kebaikan-kebaikanku...
Dan Engkaulah yang telah menutupi kemaksiatan-kemaksiatanku dari pandangan-pandangan mereka...
وجعلت ذكــــري في البرية شائعاً *** حتى جعلت جميعهم إخواني
Engkau menjadikan diriku dikenang harum tersebar di kalangan manusia...
Hingga engkau jadikan mereka semuanya adalah saudara-saudaraku...
والله لو علموا قبيح ســــــــريرتي *** لأبى السلام علي من يلقاني
Demi Allah seandainya mereka mengetahui buruknya rahasia diriku...
Tentu setiap orang yang bertemu denganku enggan menyalamiku...
ولأعرضوا عني وملــــــوا صحبتي *** ولبؤت بعد قرابة بــــهـــــــــوان
Dan sungguh mereka akan berpaling dariku dan bosanlah mereka bersahabat denganku..
Dan sungguh aku akan kembali dengan membawa kehinaan setelah tadinya dekat dgn mereka...
لكن سترت معايبي ومثالبي *** وحلمت عن سقطي وعن طــغياني
Akan tetapi Engkau telah menutupi aib-aib dan kekuranganku.... Engkau telah bersabar atas terjatuhnya diriku dan sikap melampaui batas dari diriku...
فلك المحامد والمدائح كلها *** بخواطري وجوارحي ولســــــــــــاني
Segala pujian hanya untukMu demikian juga segala sanjungan dari hatiku, tubuhku, dan lisanku...
Ditulis oleh : Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Al-Imam Abu Muhammad Al-Qohthooni Al-Andalusi (ulama abad ke 7 hijriyah) dalam nuniyahnya berkata :
وزرعــــت لـــي بين القلوب محبة *** والعطف منك برحمة وحنان
Engkaulah (Ya Allah) yang telah menanamkan rasa mencintaiku di hati-hati manusia...
dan kelembutan dariMu serta rahmat dan kasih sayang
ونشرت لي في العالمين محاسناً *** وسترت عن أبصارهم عصياني
Engkaulah yang menebarkan di alam ini kebaikan-kebaikanku...
Dan Engkaulah yang telah menutupi kemaksiatan-kemaksiatanku dari pandangan-pandangan mereka...
وجعلت ذكــــري في البرية شائعاً *** حتى جعلت جميعهم إخواني
Engkau menjadikan diriku dikenang harum tersebar di kalangan manusia...
Hingga engkau jadikan mereka semuanya adalah saudara-saudaraku...
والله لو علموا قبيح ســــــــريرتي *** لأبى السلام علي من يلقاني
Demi Allah seandainya mereka mengetahui buruknya rahasia diriku...
Tentu setiap orang yang bertemu denganku enggan menyalamiku...
ولأعرضوا عني وملــــــوا صحبتي *** ولبؤت بعد قرابة بــــهـــــــــوان
Dan sungguh mereka akan berpaling dariku dan bosanlah mereka bersahabat denganku..
Dan sungguh aku akan kembali dengan membawa kehinaan setelah tadinya dekat dgn mereka...
لكن سترت معايبي ومثالبي *** وحلمت عن سقطي وعن طــغياني
Akan tetapi Engkau telah menutupi aib-aib dan kekuranganku.... Engkau telah bersabar atas terjatuhnya diriku dan sikap melampaui batas dari diriku...
فلك المحامد والمدائح كلها *** بخواطري وجوارحي ولســــــــــــاني
Segala pujian hanya untukMu demikian juga segala sanjungan dari hatiku, tubuhku, dan lisanku...
Ditulis oleh : Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Minggu, 09 Februari 2014
Tanda Bakti Seorang Anak
Anak yang berbakti, memberi kepada orang tuanya sebelum orang tuanya meminta kepadanya…., terlebih lagi jika sang ana memiliki kelebihan harta…, hendaknya ia berusaha menjaga kehormatan dan harga diri orang tuanya…
Karena…
(1) Sebagian orang tua malu untuk meminta kepada anaknya…, sementara sang anak tidak pernah malu meminta kepada orang tua, terutama tatkala masih dibawah tanggungan orang tua.
(2) Sebagian orang tua bahkan tetap berusaha memberi kepada anak-anaknya bukan meminta…, ini menunjukan bahwa jika orang tua meminta berarti ia telah berada dalam kondisi sangat membutuhkan…
(3) Meskipun yang lebih utama adalah sang anak berusaha mengenal dan mencari-cari kebutuhan orang tuanya lalu memberinya sebelum orang tua meminta, akan tetapi tidak ada salahnya juga untuk bertanya kepada ayah dan ibunya, apa yang mereka berdua butuhkan ?
(4) Sebagian orang tua tidak ingin tinggal santai dirumah anaknya, karena ia merasa masih kuat dan bisa bekerja serta merasa belum jompo. Akan tetapi sang anak jangan lupa terus untuk menawarkan agar orang tuanya bisa hidup bersamanya…tentunya dengan tawaran yang menyenangkan hati tanpa ada terkesan perendahan sedikitpun…
Janganlah pernah pelit kepada orang tuamu yang pernah mengorbankan harta, waktu, bersusah payah untuk merawatmu….
Jika engkau dengan mudahnya berkorban demi anak-anakmu, itulah dahulu gambaran orang tuamu terhadapmu tatkala engkau masih dalam perawatannya.
Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang berbakti kepada kedua orang tua.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc, MA - حفظه الله تعالى
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Sabtu, 08 Februari 2014
Antara Ghibah dan Saldo Rekening...
Antara Ghibah dan Saldo Rekening...
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
Jika seandainya setiap kita bergibah ria maka pihak bank langsung memotong saldo rekening uang kita lalu mentransferkannya ke rekening orang yang kita gibahi, maka kita akan lari dari gibah untuk menjaga keutuhan saldo rekening kita.
Lantas apakah harta kita di dunia ini yang fana ini lebih bernilai dari ganjaran kebaikan kita yang abadi di akhirat?
Gibah tidak mengkosongkan rekening dunia kita, akan tetapi mengurangi ganjaran pahala kita di akhirat, dan dikawatirkan saldo kita di akhirat menjadi mines...
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
Jika seandainya setiap kita bergibah ria maka pihak bank langsung memotong saldo rekening uang kita lalu mentransferkannya ke rekening orang yang kita gibahi, maka kita akan lari dari gibah untuk menjaga keutuhan saldo rekening kita.
Lantas apakah harta kita di dunia ini yang fana ini lebih bernilai dari ganjaran kebaikan kita yang abadi di akhirat?
Gibah tidak mengkosongkan rekening dunia kita, akan tetapi mengurangi ganjaran pahala kita di akhirat, dan dikawatirkan saldo kita di akhirat menjadi mines...
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Tiga Keutamaan Mengingat Mati
Tiga Keutamaan Mengingat Mati
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
«أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ»،
“Perbanyaklah mengingat pemutus kledzatan (kematian)”
(HR An-Nasai dan dinilai oleh Syaikh Al-Albani : Hasan Shahih)
Sebagian ulama berkata :
من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثةٍ: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، والنشاط في العبادة. ومن نسيه عوقب بثلاثة أشياء: تسويف التوبة وعدم الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة.
Barang siapa banyak mengingat kematian maka ia akan dimuliakan dengan tiga perkara :
(1) selalu bersegera bertaubat
(2) hati yang qona’ah/nerimo, dan
(3) semangat dan rajin beribadah.
Dan barang siapa yang melupakan kematian maka ia akan dihukum dengan tiga perkara :
(1) menunda-nunda taubat
(2) tidak rido dengan pemberian Allah, dan
(3) malas dalam beribadah
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
«أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ»،
“Perbanyaklah mengingat pemutus kledzatan (kematian)”
(HR An-Nasai dan dinilai oleh Syaikh Al-Albani : Hasan Shahih)
Sebagian ulama berkata :
من أكثر ذكر الموت أكرم بثلاثةٍ: تعجيل التوبة، وقناعة القلب، والنشاط في العبادة. ومن نسيه عوقب بثلاثة أشياء: تسويف التوبة وعدم الرضا بالكفاف، والتكاسل في العبادة.
Barang siapa banyak mengingat kematian maka ia akan dimuliakan dengan tiga perkara :
(1) selalu bersegera bertaubat
(2) hati yang qona’ah/nerimo, dan
(3) semangat dan rajin beribadah.
Dan barang siapa yang melupakan kematian maka ia akan dihukum dengan tiga perkara :
(1) menunda-nunda taubat
(2) tidak rido dengan pemberian Allah, dan
(3) malas dalam beribadah
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Nasehat2 “Untuk para Istri Sholihah”
Nasehat2 “Untuk para Istri Sholihah”
Oleh : أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
Syaikhul Islam berkata: “Tdk ada hak yg lebih wajib ditunaikan seorg wanita- setelah hak Allah-drpd hak suami” (Majmuu’Al-Fataawaa 32/260)
Ibnul Jauzi berkata : “Seyogyanya seorg wanita yg berakal jika ia mendapatkan seorg suami yg sholeh yg cocok dgn nya utk bersungguh-sungguh berusaha utk mencari keridhoan suaminya dan menjauhi seluruh perkara yg menyakiti suaminya. Krn kapan saja ia menyakiti suaminya atau melakukan sesuatu yg dibenci suaminya maka akan membuat suaminya bosan dgn nya, dan kebencian tersebut akan tersimpan di hati suaminya. Bisa jadi sang suami mendapatkan kesempatan maka sang suami akan meninggalkannya atau mengutamakan istri nya yang lain. Krn sang suami bisa jadi mendapatkan ( Istri yg baru) sedangkan ia belum tentu mendpt kan (Suami yg baru).
Pdhal rasa bosan itu bisa menimpa pd perkara yg baik, bagaimana lagi terhadap perkara yg dibenci” (Ahkaamun Nisaa’ li Ibnil Jauzi)
Imam Ahmad pernah berkata tentang Istri nya Ummu Sholeh ‘Abbasah binti Al-Fadhl :
“Ummu Sholeh tinggal bersamaku selama 30 thn, tdk pernah kami berselisih dlm satu permasalahpun” (Taarikh Bagdaad 14/438)
Utk yg sdh berkeluarga. Marilah kita saling menjaga satu sama lain. Memberikan nasehat satu sama lain. Lembutkan tutur kata pd satu sama lain.
Komunikasi merupakan salah satu elemen penting utk keluarga. Diskusi2 kecil utk mengetahui akan rasa satu sama lain.
Yg kita sering lupa, taruh jauh2 alat komunikasi kita (BB atau iPad) jika sdg berbicara dgn keluarga kita.
Atau jika sedang bermain dgn si kecil, taruh lah alat komunikasi kita. Jadikan Quality time buat dia secara maksimal.
Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” [HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbas. Dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no: 285].
Rasulullah selalu mencium salah seorang istri nya kemudian keluar untuk sholat. – (HR Abu Dawud)
Kami kembali mengajak teman. Yuk kita saling menjaga Suami/istri kita. Tetap lemah lembutkan hati.
Banyak perkara sepele yang terlalu dipermasalahkan, karena emosi maka mungkin akhirnya bias berujung kepada perceraian.
Dan utk suami mari lakukan perhatian2 walau kecil. Krn perhatian-perhatian kecil seperti inilah yg menyebabkan istri merasa bahwa ia sangat diperhatikan oleh suami
Semoga bermanfaat. :)
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Oleh : أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
Syaikhul Islam berkata: “Tdk ada hak yg lebih wajib ditunaikan seorg wanita- setelah hak Allah-drpd hak suami” (Majmuu’Al-Fataawaa 32/260)
Ibnul Jauzi berkata : “Seyogyanya seorg wanita yg berakal jika ia mendapatkan seorg suami yg sholeh yg cocok dgn nya utk bersungguh-sungguh berusaha utk mencari keridhoan suaminya dan menjauhi seluruh perkara yg menyakiti suaminya. Krn kapan saja ia menyakiti suaminya atau melakukan sesuatu yg dibenci suaminya maka akan membuat suaminya bosan dgn nya, dan kebencian tersebut akan tersimpan di hati suaminya. Bisa jadi sang suami mendapatkan kesempatan maka sang suami akan meninggalkannya atau mengutamakan istri nya yang lain. Krn sang suami bisa jadi mendapatkan ( Istri yg baru) sedangkan ia belum tentu mendpt kan (Suami yg baru).
Pdhal rasa bosan itu bisa menimpa pd perkara yg baik, bagaimana lagi terhadap perkara yg dibenci” (Ahkaamun Nisaa’ li Ibnil Jauzi)
Imam Ahmad pernah berkata tentang Istri nya Ummu Sholeh ‘Abbasah binti Al-Fadhl :
“Ummu Sholeh tinggal bersamaku selama 30 thn, tdk pernah kami berselisih dlm satu permasalahpun” (Taarikh Bagdaad 14/438)
Utk yg sdh berkeluarga. Marilah kita saling menjaga satu sama lain. Memberikan nasehat satu sama lain. Lembutkan tutur kata pd satu sama lain.
Komunikasi merupakan salah satu elemen penting utk keluarga. Diskusi2 kecil utk mengetahui akan rasa satu sama lain.
Yg kita sering lupa, taruh jauh2 alat komunikasi kita (BB atau iPad) jika sdg berbicara dgn keluarga kita.
Atau jika sedang bermain dgn si kecil, taruh lah alat komunikasi kita. Jadikan Quality time buat dia secara maksimal.
Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” [HR. At Tirmidzi no: 3895 dan Ibnu Majah no: 1977 dari sahabat Ibnu ‘Abbas. Dan dishahihkan oleh Al Albani dalam Ash Shahihah no: 285].
Rasulullah selalu mencium salah seorang istri nya kemudian keluar untuk sholat. – (HR Abu Dawud)
Kami kembali mengajak teman. Yuk kita saling menjaga Suami/istri kita. Tetap lemah lembutkan hati.
Banyak perkara sepele yang terlalu dipermasalahkan, karena emosi maka mungkin akhirnya bias berujung kepada perceraian.
Dan utk suami mari lakukan perhatian2 walau kecil. Krn perhatian-perhatian kecil seperti inilah yg menyebabkan istri merasa bahwa ia sangat diperhatikan oleh suami
Semoga bermanfaat. :)
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Jumat, 10 Januari 2014
KARENA CINTA PADAMU...
KARENA CINTA PADAMU...
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
Jika istrimu mengomel karena melihat no hp seorang wanita di hp-mu...
Maka ingatlah ia ngomel karena sangat cinta kepadamu...
Jika istrimu membeli peralatan kecantikan yang mahal ....
Maka maafkanlah dia...
Karena ia melakukannya demi menyuguhkan servis yang memuaskan untukmu...
Jika istrimu cemberut dan ngamuk tatkala mendengarmu berbicara dengan seorang wanita...
Sesungguhnya ia sangat takut kehilangan engkau...
Maka mengertilah sikapnya tersebut...
Seringkali seorang istri bersikap dengan sikap-sikap aneh, konyol, dan kekanak-kanakan disebabkan kecintaan dan kecemburuannya...
Maka seorang suami jangan sampai memarahi istrinya yang salah bersikap karena mencintainya...
Akan tetapi nasehatilah ia dengan bahasa cinta...
Karena kecintaannya padamu lah yang telah membutakannya sehingga terjatuh dan aneh dalam bersikap.
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
Jika istrimu mengomel karena melihat no hp seorang wanita di hp-mu...
Maka ingatlah ia ngomel karena sangat cinta kepadamu...
Jika istrimu membeli peralatan kecantikan yang mahal ....
Maka maafkanlah dia...
Karena ia melakukannya demi menyuguhkan servis yang memuaskan untukmu...
Jika istrimu cemberut dan ngamuk tatkala mendengarmu berbicara dengan seorang wanita...
Sesungguhnya ia sangat takut kehilangan engkau...
Maka mengertilah sikapnya tersebut...
Seringkali seorang istri bersikap dengan sikap-sikap aneh, konyol, dan kekanak-kanakan disebabkan kecintaan dan kecemburuannya...
Maka seorang suami jangan sampai memarahi istrinya yang salah bersikap karena mencintainya...
Akan tetapi nasehatilah ia dengan bahasa cinta...
Karena kecintaannya padamu lah yang telah membutakannya sehingga terjatuh dan aneh dalam bersikap.
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥
Sabtu, 04 Januari 2014
CURHAT KEPADA ALLAH
CURHAT KEPADA ALLAH
Jika seseorang terbiasa detail menjelaskan
keluhannya tatkala curhat kepada sahabatnya....
Lantas.... kenapa ia tidak mencoba untuk
membiasakan diri untuk curhat kepada Allah.
Seorang dai berkata, "Tumpahkanlah keluh
kesahmu kepada Allah tatkala engkau sujud,
jangan engkau bangkit dari sujudmu hingga telah
lega hatimu dengan mencurahkan seluruh keluh
kesahmu kpd Penguasa alam semesta"
Syaikh Abdurrahman bin Naashir As-Sa'di
berkata :
ﺏﺎﺒﺤﺘﺳﺍﻦﻴﻴﺒﺘﺑ ﺀﺎﻋﺪﻟﺍ،ﺎﻬﺣﺮﺷﻭ ﻝﺎﺤﻟﺍﻮﻟ ﻭﻪﻠﻟﺍ ﻥﺎﻛ
ًﺎﻤﻟﺎﻋﻪﻧﻷ ؛ﺎﻬﻟﻰﻟﺎﻌﺗﺐﺤﻳﻉﺮﻀﺗﻩﺪﺒﻋﻭﺭﺎﻬﻇﺇﻪﻟﺫﻭ
ﻪﺘﻨﻜﺴﻣ.
"Disukai tatkala berdoa dengan menjelaskan
kondisi, meskipun Allah telah mengetahui
kondisi tersebut. Karena Allah suka tatkala sang
hamba merendah dan menampakan kehinaan
dan kerendahannya"
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇
Jika seseorang terbiasa detail menjelaskan
keluhannya tatkala curhat kepada sahabatnya....
Lantas.... kenapa ia tidak mencoba untuk
membiasakan diri untuk curhat kepada Allah.
Seorang dai berkata, "Tumpahkanlah keluh
kesahmu kepada Allah tatkala engkau sujud,
jangan engkau bangkit dari sujudmu hingga telah
lega hatimu dengan mencurahkan seluruh keluh
kesahmu kpd Penguasa alam semesta"
Syaikh Abdurrahman bin Naashir As-Sa'di
berkata :
ﺏﺎﺒﺤﺘﺳﺍﻦﻴﻴﺒﺘﺑ ﺀﺎﻋﺪﻟﺍ،ﺎﻬﺣﺮﺷﻭ ﻝﺎﺤﻟﺍﻮﻟ ﻭﻪﻠﻟﺍ ﻥﺎﻛ
ًﺎﻤﻟﺎﻋﻪﻧﻷ ؛ﺎﻬﻟﻰﻟﺎﻌﺗﺐﺤﻳﻉﺮﻀﺗﻩﺪﺒﻋﻭﺭﺎﻬﻇﺇﻪﻟﺫﻭ
ﻪﺘﻨﻜﺴﻣ.
"Disukai tatkala berdoa dengan menjelaskan
kondisi, meskipun Allah telah mengetahui
kondisi tersebut. Karena Allah suka tatkala sang
hamba merendah dan menampakan kehinaan
dan kerendahannya"
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇
Kamis, 02 Januari 2014
17 Perkara Sihir Halal Pemikat Suami.
17 Perkara Sihir Halal Pemikat Suami.
1. Istri mengutamakan pelayanan terhadap suami( tidak menunda-nunda ).
2. Istri mentaat perintah suaminy selama tidak menyelisihi syariat Allah dan RasulNya.
3. Istri berusaha untuk selalu berhias/berpenampilan indah dihadapan suaminya.
4. Istri hendaknya berbicara dengan kata-kata yang baik dan indah dihadapan suaminya.
5. Istri tidak menyuruh pekerjaan wanita kepada suaminya, kecuali suami ridho terhadapnya.
6. Istri meminta ijin tatkala keluar rumah.
7. Istri memperhatikan waktu istirahat dan waktu makan suaminya.
8. Istri berusaha melayani keluarga suaminya yang dapat menyebabkan suami sayang terhadapnya.
9. Istri segera meminta maaf tatkala melakukan kesalahan terhadap suaminya.
10. Istri menyambut kedatangan suami dengan indah seperti tradisi cium tangan kepada suami.
11. Adanya kerjasama dalam beribadah kepada Allah.
12. Boleh sesekali suami istri sholat berjamaah.
13. Istri tidak membuka rahasia-rahasia suaminya kepada orang lain.
14. Istri bersifat qana'ah / menerima kondisi suami dan tidak banyak menuntut kepada suami.
15. Istri harus tau kapan kondisi saat suami marah, suami tidak suka kepada istrinya dan kapan suami cemburu kepada istrinya.
16. Tidak menceritakan wanita lain yang cantik kepada suaminya yang dapat dibayangkan oleh suaminya.
17. Tatkala suami melakukan kesalahan maka seorang istri jangan pernah bilang bahwa tidak pernah melakukan/melihat kebaikan suaminya.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇
1. Istri mengutamakan pelayanan terhadap suami( tidak menunda-nunda ).
2. Istri mentaat perintah suaminy selama tidak menyelisihi syariat Allah dan RasulNya.
3. Istri berusaha untuk selalu berhias/berpenampilan indah dihadapan suaminya.
4. Istri hendaknya berbicara dengan kata-kata yang baik dan indah dihadapan suaminya.
5. Istri tidak menyuruh pekerjaan wanita kepada suaminya, kecuali suami ridho terhadapnya.
6. Istri meminta ijin tatkala keluar rumah.
7. Istri memperhatikan waktu istirahat dan waktu makan suaminya.
8. Istri berusaha melayani keluarga suaminya yang dapat menyebabkan suami sayang terhadapnya.
9. Istri segera meminta maaf tatkala melakukan kesalahan terhadap suaminya.
10. Istri menyambut kedatangan suami dengan indah seperti tradisi cium tangan kepada suami.
11. Adanya kerjasama dalam beribadah kepada Allah.
12. Boleh sesekali suami istri sholat berjamaah.
13. Istri tidak membuka rahasia-rahasia suaminya kepada orang lain.
14. Istri bersifat qana'ah / menerima kondisi suami dan tidak banyak menuntut kepada suami.
15. Istri harus tau kapan kondisi saat suami marah, suami tidak suka kepada istrinya dan kapan suami cemburu kepada istrinya.
16. Tidak menceritakan wanita lain yang cantik kepada suaminya yang dapat dibayangkan oleh suaminya.
17. Tatkala suami melakukan kesalahan maka seorang istri jangan pernah bilang bahwa tidak pernah melakukan/melihat kebaikan suaminya.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇
Sabtu, 28 Desember 2013
Buah Berbakti Kepada Ayah
Buah Berbakti Kepada Ayah
Sahabat dekatku (seorang polisi di kota Madinah) bercerita kepadaku kemarin malam di masjid Nabawi setelah isya, tanggal 19 Desember 2013):
"Pamanku, kakak ayahku adalah seorang yang sangat berbakti kepada ayahnya. Pada suatu hari –seperti kebiasaannya- ia menyiapkan sendal/sepatu dan memakaikan sendal ke kedua kaki ayahnya. Namun pada saat itu, ada sesuatu hal yang lain yang tidak biasa dilakukan oleh pamanku. Tatkala ia memakaikan kedua sendal/sepatu ke kedua kaki ayahnya, pamanku terus memandang wajah ayahnya sambil memakaikan kedua sendalnya. Maka sang ayahpun tertegun, dan berkata bahkan menghardiknya, "Kenapa engkau memandangku terus?".
Maka pamanku –yang tatkala itu masih muda belia dan belum menikah- berkata : "Wahai ayahanda, aku ingin puas memenuhi kedua mataku dengan memandang wajahmu…"
Mendengar jawaban pamanku maka sang ayah langsung sujud syukur seketika itu juga lalu mendo'akan agar Allah memberkahi pamanku, memberkahi hartanya, dan anak keturunannya.
Sekarang pamanku masih hidup, sedangkan ayahku sudah meninggal, padahal pamanku lebih tua dari ayahku. Pamanku setelah itu menikahi 4 orang wanita, dan dianugrahi 29 anak laki-laki, anak perempuan entah berapa. Dan rizkinya dilapangkan oleh Allah ta'ala.
Jika pamanku membeli makanan di kios, selalu ia membeli sayuran berkarton-karton, membeli roti berdos-dos, membeli sesuatu dalam jumlah yang banyak. Sehingga pemilik kios kaget melihat pamanku, seakan-akan ia mau menyiapkan makanan untuk orang sekampung?!. Ini semua karena pamanku adalah keluarga yang sangat besaaar…!
Anak lelaki yang paling kecil seumuran denganku (yaitu sekitar 45 tahunan). Yang menakjubkan, seluruh anak-anaknya berbakti kepada pamanku".
Demikianlah tuturan sahabatku, mengingatkan kepada kita bahwa berbakti bukan hanya kepada ibu, ayahpun memiliki hak yang besar untuk kita berbakti.
Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang berbakti, dan menjadikan anak-anak kita kelak juga berbakti kepada kita.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡.
Sahabat dekatku (seorang polisi di kota Madinah) bercerita kepadaku kemarin malam di masjid Nabawi setelah isya, tanggal 19 Desember 2013):
"Pamanku, kakak ayahku adalah seorang yang sangat berbakti kepada ayahnya. Pada suatu hari –seperti kebiasaannya- ia menyiapkan sendal/sepatu dan memakaikan sendal ke kedua kaki ayahnya. Namun pada saat itu, ada sesuatu hal yang lain yang tidak biasa dilakukan oleh pamanku. Tatkala ia memakaikan kedua sendal/sepatu ke kedua kaki ayahnya, pamanku terus memandang wajah ayahnya sambil memakaikan kedua sendalnya. Maka sang ayahpun tertegun, dan berkata bahkan menghardiknya, "Kenapa engkau memandangku terus?".
Maka pamanku –yang tatkala itu masih muda belia dan belum menikah- berkata : "Wahai ayahanda, aku ingin puas memenuhi kedua mataku dengan memandang wajahmu…"
Mendengar jawaban pamanku maka sang ayah langsung sujud syukur seketika itu juga lalu mendo'akan agar Allah memberkahi pamanku, memberkahi hartanya, dan anak keturunannya.
Sekarang pamanku masih hidup, sedangkan ayahku sudah meninggal, padahal pamanku lebih tua dari ayahku. Pamanku setelah itu menikahi 4 orang wanita, dan dianugrahi 29 anak laki-laki, anak perempuan entah berapa. Dan rizkinya dilapangkan oleh Allah ta'ala.
Jika pamanku membeli makanan di kios, selalu ia membeli sayuran berkarton-karton, membeli roti berdos-dos, membeli sesuatu dalam jumlah yang banyak. Sehingga pemilik kios kaget melihat pamanku, seakan-akan ia mau menyiapkan makanan untuk orang sekampung?!. Ini semua karena pamanku adalah keluarga yang sangat besaaar…!
Anak lelaki yang paling kecil seumuran denganku (yaitu sekitar 45 tahunan). Yang menakjubkan, seluruh anak-anaknya berbakti kepada pamanku".
Demikianlah tuturan sahabatku, mengingatkan kepada kita bahwa berbakti bukan hanya kepada ibu, ayahpun memiliki hak yang besar untuk kita berbakti.
Semoga Allah menjadikan kita anak-anak yang berbakti, dan menjadikan anak-anak kita kelak juga berbakti kepada kita.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡.
Kamis, 19 Desember 2013
Kamu Pilih Yang Mana?
Kamu Pilih Yang Mana?
Wanita yang Cantik Kulitnya, akan Takut Terbakar Panas Matahari,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Akhlaknya akan Takut Terbakar Api Neraka..
Wanita yang Cantik Wajahnya akan Berseri- seri Menikmati Duniawi,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Hatinya akan Tunduk, Patuh dan Takut pada Illahi.
Wanita yang Cantik Dirinya, akan Menangis jika Dunia pergi Darinya,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Jiwanya akan tercukupi Hidupnya dengan Aqidahnya..
Wanita yang Cantik Hidupnya akan Bangga dengan Kemewahaannya,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Akhiratnya akan Berpuasa dan Bersedekah dengan Hartanya..
Dan Wanita yang Cantik Zamannya, akan mengikuti Akal, Nafsu dan Segala kehendaknya,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Waktunya, akan menemukan Hikmah, Ilmu dan Segala Amal Soleh untuknya..
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡.
Wanita yang Cantik Kulitnya, akan Takut Terbakar Panas Matahari,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Akhlaknya akan Takut Terbakar Api Neraka..
Wanita yang Cantik Wajahnya akan Berseri- seri Menikmati Duniawi,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Hatinya akan Tunduk, Patuh dan Takut pada Illahi.
Wanita yang Cantik Dirinya, akan Menangis jika Dunia pergi Darinya,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Jiwanya akan tercukupi Hidupnya dengan Aqidahnya..
Wanita yang Cantik Hidupnya akan Bangga dengan Kemewahaannya,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Akhiratnya akan Berpuasa dan Bersedekah dengan Hartanya..
Dan Wanita yang Cantik Zamannya, akan mengikuti Akal, Nafsu dan Segala kehendaknya,,
Sedangkan,,
Wanita yang Cantik Waktunya, akan menemukan Hikmah, Ilmu dan Segala Amal Soleh untuknya..
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc MA - حفظه الله تعالى
⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡.
Langganan:
Postingan (Atom)












