The Rabbaanians Present lastnight ..
" MEET & GREET WITH RAMADHAN "
Oleh: Ustadz Nuzul Dzikri, Lc Hafidzahullah
Bismillahirrahmanirrahim ...
Ada kaidah yaitu: "Seringnya berinteraksi bisa mematikan sensifitas", dlm arti jika sdh terbiasa apapun mjd biasa2 saja. Masalahnya jadi berbahaya jika terjadi dlm ibadah. Seorg jamaah umroh, saat kali pertama mlihat ka'bah, ia pasti mnangis dn ingin brlama2 dekat ka'bah, jadi salting dan melupakan apapun. Hari ke 2 hgg ke 4 sdh terlihat biasa, hri ke 7 tawafnya pindah di zam zam tower, mgapa dmkn ? Sebabnya krn keterbiasaan. Seringnya berinteraksi bisa membunuh sensifitas. Dan Bahaya tsb bisa tjd pula di bln Ramadan di bln ampunan.
Tahukah kita?
Bhw jika bahaya tsb tidak disikapi dgn benar, maka bisa mjdi mimpi buruk di hari kiamat kelak.. Krn Nabi shallallahu 'alaihi wasallan bersabda, "celakalah seseorang yg memasuki ramadhan lalu ia menjalani hari2nya di ramadhan namun dosanya belum di ampuni, padahal smua akses dimudahkan, atmosfer mndukung, klewatan jika tak terampuni. Ini kdg dilupakan umat Islam. Jika tak kta manfaatkan tamu teristimewa ini maka berat prtggjwbnnya kelak di hari kiamat.
Lalu apa persiapan kita di 7 hari mendatang.. Jangan lakukan blunder! celakalah ia!
1. Lakukan pemanasan, ibadah ramadhan itu perlombaan (Al Baqarah ayat 148). Olimpiadenya ahli taqwa.
Tanya diri sendiri..? Apakah kita ahli tahajud papan atas? Ahli sedekah? Ahli ibadah lainnya. Di Ramadhan, ibadah hrs berada di level atas hgg akhir ramadhan. Tanpa pemanasan di hari2 ini, 7 hari kedepan ini, sulit bsa sukses. Para Ulama sdh mulai pemanasan di Sya'ban. Tantangan ramadhan itu besar, Jangn kebanyakn bukber yg akhirnya shalat maghrib trlalaikan. Manfaatkan waktu hanya untuk meningkatkan ibadah. Di stiap masjid ibadah mkin habis Ramadhan makin habis juga Smangat ibadah, maka hrus pemanasan dri skrg.
2. Pastikan sblm 1 ramadhan ilmu ttg ramadhan puasa telah komplit, doanya, tarawehnya, hrus lengkap ,, al ilmu qoblal amal " ilmu dlu baru amal, surat Al Isra ayat 36, pndengaran smua akan ditanya .. Panduannya dipahami sblm Ramadhan.
Nabi brsabda, "brp banyk yg puasa hnya dpt lapar dn haus saja". Komponen ilmu hrus komplit, browsing, googling, konfirmasi dg ustadz yg ahlinya.
3. Tujuh hari ini, hrus tahu makna dibalik ibadah ramadhan, apa hikmahnya, al imam ibnu khudamah mjlsk faktor kegagalan ibadah ssorg krn ia tidak tau maksud ibadahnya. Maknanya hrs tau.
Contoh ..salah satumakna pntig nya adlh Allah ingin mngajak kta hrs injak pedal rem ktika ada maksiat di depan kita, itu yg di latih, bahagia hrus mainkan rem, tak bisa injak gas terus. Rem itu penting ..!! Sbuah perjalanan sja butuh rem, apalagi ibadah ! Surga tanpa rem mustahil .. Maksiat ga boleh gas terus, haram hukumnya .. Dlm hidup ktika rem blong, maka akan galau terus krn maksiat di tabrak smua. Fitrah manusia maunya nge gas, neraka itu dikelilingi oleh syahwat kta. Gak akan bahagia mnuruti hawa nafsu terus.
Ktika ada harta haram tetep aja injak gas .. Mengapa?
Krn trlalu bermain dg matematika, dgn logika kita, itung2an, tidak bisa spt itu. ..Matematika itu bagus tpi itu bukan pondasi kta. 1-1=3. Surat At Talaq ayat 3, jika brmain dg logika tak akan pernah ada ayat tsb..
4. Perbanyak istighfar, ingat dosa2 kta .. Korelasinya, surat Al Mutafifin ayat 14, dosa besar mberatkan dlm ibadah, dosa mngundang maksiat bukan ibadah. Istighfar yg bnyk.
5. Syiar kta : lahawla wallaquwata illaa billaah ..,
jgn andalkan ilmu dn pngalamn sndiri saja, ibadah itu taufik, bertumpulah kpd Allah, al Imam at Tobari mengatakan.. Iyyakana budu ,, iyyakanastain, tak mgkn bsa tanpa pertolongan Allah, surat At Taubah ayat 25.. Allahlah yg mnolong dlm brbagai peperangn, dlm pasukan tsb ada Rosulullah, krn ada sglintir yg ujub, perang mjd kalah ..
Minta Allah agar mudahkan, jgn andalkan kemampuan sndiri.
6. Buat target, buat schedul, korbankan aktifitas dunia, baca Al Quran, lbh baik dri th lalu, ... Harus ada target, prioritaskan akherat, korbankan dunia di bln ramadhan. Iblis mbwt sibuk mcari dunia. Berkah ramadhan berusaha dicari. Fastabikhul khairat ..
7. Doktrinkan diri, bangun perasaan .. Siapa tau ini ramadhan trakhir ?
Kelas akselerasi .. Anggplah stiap ibadah sbg yg terakhir untk mnjaga kekhusyuan.
🌱🌸🌱
¤¤(*)¤¤
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry. Tampilkan semua postingan
Rabu, 10 Juni 2015
Rabu, 27 November 2013
Kenapa Islam Terpecah 73 Golongan?
Kenapa Islam Terpecah 73 Golongan?
Setiap kelompok mengaku dalilnya quran dan hadist tapi mengapa bisa berbeda, umat Islam berpecah belah?
Umar juga mempertanyakan Hal Ini. Lalu Umar berdiskusi dg Abdullah bin Abbas
Umar bertanya : hai abdullah bin Abbas mengapa umat Islam Ini berpecah belah? Padahal kitabnya 1, صلى اللّه عليه وسلمRasulullah nya sama, kiblatnya sama
Abdullah bin Abbas : ya amirul mukminin sesungguhnya alquran ini diturunkan ditengah2 kita, kita yg pertama kali membacanya, kita memahami isinya, kita memahami seluruh tafsir alquran, kita paham benar bagaimana Cara mengamalkannya. Wahai amirul mukminin setelah kita meninggal maka Akan lahirlah generasi selanjutnya, mereka membaca quran tp tidak memahami apa yg dimaksud, apa tafsir yg benar, ketika mereka tidak paham maka mulailah keluar pemahaman2 yg menurut pemikiran mereka sendiri.
Apabila setiap kelompok sudah berani mentafsirkan alquran menurut pemahaman masing2 maka umat Islam akan berpecah belah ..
__________________
Sumber: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - حفظه الله
┈┈»̶✽♈̷̴✽«̶┈┈
Setiap kelompok mengaku dalilnya quran dan hadist tapi mengapa bisa berbeda, umat Islam berpecah belah?
Umar juga mempertanyakan Hal Ini. Lalu Umar berdiskusi dg Abdullah bin Abbas
Umar bertanya : hai abdullah bin Abbas mengapa umat Islam Ini berpecah belah? Padahal kitabnya 1, صلى اللّه عليه وسلمRasulullah nya sama, kiblatnya sama
Abdullah bin Abbas : ya amirul mukminin sesungguhnya alquran ini diturunkan ditengah2 kita, kita yg pertama kali membacanya, kita memahami isinya, kita memahami seluruh tafsir alquran, kita paham benar bagaimana Cara mengamalkannya. Wahai amirul mukminin setelah kita meninggal maka Akan lahirlah generasi selanjutnya, mereka membaca quran tp tidak memahami apa yg dimaksud, apa tafsir yg benar, ketika mereka tidak paham maka mulailah keluar pemahaman2 yg menurut pemikiran mereka sendiri.
Apabila setiap kelompok sudah berani mentafsirkan alquran menurut pemahaman masing2 maka umat Islam akan berpecah belah ..
__________________
Sumber: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - حفظه الله
┈┈»̶✽♈̷̴✽«̶┈┈
Senin, 18 November 2013
SYI'AH YG MEMBINGUNG KAN
SYI'AH YG MEMBINGUNG KAN
"Wahai syi'ah !!! Kenapa engkau membenci Umar bin Khatab dan mencintai Ali bin abu Thalib sangat berlebihan ??
Tahukah kalian Ali sangat mencintai Umar ??? "
Kecintaan Ali kepada Abu Bakar dan Umar
Tahukah engkau wahai saudaraku bahwa Ali bin Abi Thalib menikah lagi setelah Fatimah meninggal dunia, diantaranya:
1. Dengan Laila binti Mas’ud dan dari rahimnya Ali dikaruniai 2 orang anak dan salah satunya diberi nama Abu Bakar.
2. Dengan Ummu Habib dan dari rahimnya Ali dikaruniai 2 orang anak dan salah satunya beliau beri nama Umar.
Mungkin ada yg bertanya: apa faidahnya mengetahui fakta ini?
Jawab:
Fitrah manusia mengatakan seseorang memberi nama anaknya dengan nama yg ia sukai, kagumi, cintai bukan dengan nama yang ia benci apalagi musuh besarnya yg kafir dan terlaknat.
Ini adalah fakta penting yang menunjukkan betapa dalamnya cinta Ali bin Abi thalib kepada Abu Bakar dan Umar bin Khatab.
Maka apakah masih layak atau pantas seseorang mengaku mencintai ahlul bait dan loyal dengan Ali bin Abi Thalib tapi ia mencela, mengkafirkan, bahkan melaknat orang yang sangat dicintai oleh Ali bin Abi Thalib yaitu Abu Bakar dan Umar Rodiyallohu Anhuma???
Semoga ALLAH memberikan hidayah kepada kita semua.
Kranggan , ba'da maghrib
(Disarikan dari ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - حفظه الله تعالى)
-------๑๑•°♥°•๑๑-------
"Wahai syi'ah !!! Kenapa engkau membenci Umar bin Khatab dan mencintai Ali bin abu Thalib sangat berlebihan ??
Tahukah kalian Ali sangat mencintai Umar ??? "
Kecintaan Ali kepada Abu Bakar dan Umar
Tahukah engkau wahai saudaraku bahwa Ali bin Abi Thalib menikah lagi setelah Fatimah meninggal dunia, diantaranya:
1. Dengan Laila binti Mas’ud dan dari rahimnya Ali dikaruniai 2 orang anak dan salah satunya diberi nama Abu Bakar.
2. Dengan Ummu Habib dan dari rahimnya Ali dikaruniai 2 orang anak dan salah satunya beliau beri nama Umar.
Mungkin ada yg bertanya: apa faidahnya mengetahui fakta ini?
Jawab:
Fitrah manusia mengatakan seseorang memberi nama anaknya dengan nama yg ia sukai, kagumi, cintai bukan dengan nama yang ia benci apalagi musuh besarnya yg kafir dan terlaknat.
Ini adalah fakta penting yang menunjukkan betapa dalamnya cinta Ali bin Abi thalib kepada Abu Bakar dan Umar bin Khatab.
Maka apakah masih layak atau pantas seseorang mengaku mencintai ahlul bait dan loyal dengan Ali bin Abi Thalib tapi ia mencela, mengkafirkan, bahkan melaknat orang yang sangat dicintai oleh Ali bin Abi Thalib yaitu Abu Bakar dan Umar Rodiyallohu Anhuma???
Semoga ALLAH memberikan hidayah kepada kita semua.
Kranggan , ba'da maghrib
(Disarikan dari ustadz Muhammad Nuzul Dzikry, Lc - حفظه الله تعالى)
-------๑๑•°♥°•๑๑-------
Senin, 19 Agustus 2013
APAKAH ENGKAU INGIN DI DO'AKAN MALAIKAT??
APAKAH ENGKAU INGIN DI DO'AKAN MALAIKAT??
» Oleh: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
Dalam Riwayat Ibnu Majah,rasulullah Shallallahualaiyhi Wa Salam Bersabda: do'a(do'a Kebaikan)seorang hamba kepada saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya tersebut dikabulkan oleh Allah. Dan Diatas Kepalanya Ada Malaikat yang berkata: "AMIIN, Ya Allah Kabulkanlah Do'a Orang Ini Dan Semoga Engkau wahai orang yang berdo'a mendapatkan hal yang sama"
Jika Kita mendo'akan saudara2 kita se indonesia semoga mendapat hidayah maka malaikat berodo'a semoga engkau istiqomah dalam hidayah..
tak heran jika para ulama salaf terdahulu kalau menginginkan sesuatu sebelum mereka berdo'a untuk diri mereka,mereka mendo'akan saudara2 mereka dg berharap agar malaikat2 ALLAH Mendo'akan Mereka.
jika yg berdo'a malaikat makhluk ALLAH Yang Selalu Tunduk Kdpa NYA,... APAKAH TERTOLAK???
Wallahu'alam.
.•°•..•°•.•°••..°•..•°•..•°•.•°••..°•.
Minggu, 11 Agustus 2013
Lumbung Pahala Dibalik Kehilangan Pembantu
Lumbung Pahala Dibalik Kehilangan Pembantu
» Oleh: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
Saudariku... Apakah tumpukan piring kotor anda menjulang? Lalu pakaian kotor menggunung? Rumah bak kapal pecah!? Sedangkan pembantu meninggalkan anda mudik k kampung halaman.
Jangan meratap dan berkeluh kesah!!
Simaklah solusi nabawi bagi seorang ibu yang ditinggal mudik oleh pembantunya.
Ali bin Abi Thalib -radhiyallaahu anhu- berkata: "Fathimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang dirasakan tangannya. Maka Fathimah pun mendatangi Nabi guna meminta seorang pembantu dari beliau, namun saat tiba di rumah beliau tidak ada seorangpun yang dapat ia temui kecuali Aisyah. Lalu ia mengutarakan maksud kedatangannya kepada Aisyah.
Dan pada saat Nabi pulang, Aisyah memberitahu beliau perihal kedatangan putri beliau Fathimah. Maka beliaupun mendatangi kami (Ali & Fatimah) pada saat kami hendak tidur.
Akupun secara spontan berdiri, namun beliau berkata: "Tetaplah di tempatmu". Lalu beliau duduk ditengah-tengah kami, hingga aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku.
Beliau berkata: "Ketahuilah, aku akan ajarkan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari apa yg kalian minta kepadaku, "Jika kalian hendak tidur maka bertakbirlah 34x, bertasbihlah 33x dan bertahmidlah 33x, maka itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu". (HR Bukhari)
Wahai saudariku... Inilah solusi nabawi saat fatimah merasa capek karena banyaknya pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan, karena dzikir yang dilafazhkan dengan lisan dan diresapi di dalam qolbu serta diamalkan dengan anggota badan akan memberikan kekuatan ke dalam jiwa dan raga kita saat kita mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah kita. Kita akan lebih bersemangat dan bertenaga serta mengerjakan seluruh tugas kita dengan penuh keikhlasan.
Ingatlah seberat-berat sebuah pekerjaan, jika kita lakukan dengan ikhlas maka akan terasa ringat dan nikmat.
Hadits inipun memberikan pelajaran kepada kita bahwa amalan akhirat jauh lebih berharga dibanding amalan dunia.
Nikmat dapat beribadah di bulan Ramadhan lalu ditutup dengan kemenangan pada hari raya iedul fitri jauh lebih berharga daripada hanya sekedar kehilangan pembantu dalam beberapa hari saja. Maka janganlah kita penuhi pikiran kita dengan keluhan ditinggal mudik pembantu kita atau kekhawatiran ia tidak akan kembali.
Marilah kita isi pikiran ini dengan merenungi betapa besar anugerah ALLAH saat kita dapat merasakan indahnya ramadhan dan hari raya.
Referensi: Hasyiah assindi ala shahih bukhari Fathul bari Syarah shahih bukhari libni batthal, dll.
.•°•..•°•.•°•..•°•.
Senin, 08 Juli 2013
Jangan Sok Tahu
Jangan Sok Tahu
» Oleh: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
-Orang yang tidak tahu maka dia kewajibannya adalah bertanya, bukan berfatwa, menjelaskan atau sekedar menjawab “iya” atau “tidak” tentang agama Allah taala.
Selain mendapat dosa, orang berbicara tanpa ilmu sangatlah rentan terjatuh dalam kesalahan yang fatal. Bahkan bisa jadi dapat merenggut nyawa seseorang.
Para ulama sangat berhati-hati dalam berfatwa. Lihatlah Imam Malik. Beliau pernah ditanya dengan 50 pertanyaan dan tidak ada satupun pertanyaan yang beliau jawab.
Imam Malik pernah berkata,” Barang siapa yang hendak menjawab pertanyaan tentang suatu permasalahan (agama), maka sebelum menjawab, hendaklah ia bayangkan bahwa didepannya ada surga dan neraka, serta bagaimana dia bisa mempertanggung jawabkannya, barulah ia menjawab.”
Guru besar imam Malik; Rabiah bin Abdirrahman pernah berkata,” Diantara orang yang berfatwa pada zaman ini lebih layak masuk penjara daripada para pencuri….”
Abul Husain al Asadi mengatakan,” Salah seorang dari kalian berfatwa tentang sebuah permasalahan yang seandainya permasalahan ini diangkat di hadapan Umar bin Al-Khaththab tentu ia akan mengumpulkan Ahli Badar (untuk bermusyawarah mencari jawabannya).”
Lantas, mengapakah kita begitu mudah berfatwa ?
(*) BBG Al-Ilmu (*)
.•°•..•°•.•°•..•°•..•°•..•°•.•°•..•°•.
» Oleh: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
-Orang yang tidak tahu maka dia kewajibannya adalah bertanya, bukan berfatwa, menjelaskan atau sekedar menjawab “iya” atau “tidak” tentang agama Allah taala.
Selain mendapat dosa, orang berbicara tanpa ilmu sangatlah rentan terjatuh dalam kesalahan yang fatal. Bahkan bisa jadi dapat merenggut nyawa seseorang.
Para ulama sangat berhati-hati dalam berfatwa. Lihatlah Imam Malik. Beliau pernah ditanya dengan 50 pertanyaan dan tidak ada satupun pertanyaan yang beliau jawab.
Imam Malik pernah berkata,” Barang siapa yang hendak menjawab pertanyaan tentang suatu permasalahan (agama), maka sebelum menjawab, hendaklah ia bayangkan bahwa didepannya ada surga dan neraka, serta bagaimana dia bisa mempertanggung jawabkannya, barulah ia menjawab.”
Guru besar imam Malik; Rabiah bin Abdirrahman pernah berkata,” Diantara orang yang berfatwa pada zaman ini lebih layak masuk penjara daripada para pencuri….”
Abul Husain al Asadi mengatakan,” Salah seorang dari kalian berfatwa tentang sebuah permasalahan yang seandainya permasalahan ini diangkat di hadapan Umar bin Al-Khaththab tentu ia akan mengumpulkan Ahli Badar (untuk bermusyawarah mencari jawabannya).”
Lantas, mengapakah kita begitu mudah berfatwa ?
(*) BBG Al-Ilmu (*)
.•°•..•°•.•°•..•°•..•°•..•°•.•°•..•°•.
Jumat, 05 Juli 2013
OBAT PENYAKIT HATI (Sub 5/5...Kholas)
OBAT PENYAKIT HATI
» Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
(Sub 5/5)
8. Membuang berbagai kotoran hati.
Agar hati menjadi sehat, maka seorang muslim harus selalu berusaha untuk membuang seluruh kotoran hati, seperti cinta dunia, sombong, ujub (bangga diri), tidak bersikap jujur, dan yang lainnya. Hati setiap muslim harus senantiasa dibersihkan.
Di awal-awal diutusnya Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- sebagai Rasul, beliau diperintah oleh Allah ta'ala: "Dan pakaianmu hendaklah engkau bersihkan." (QS. Al Mudatstsir: 4)
Yang dimaksud dengan pakaian disini menurut penjelasan para ulama adalah hati, maksudnya adalah: "Dan hatimu hendaklah engkau bersihkan."
9. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfa'at.
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yanh lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfa'at bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata: 'Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu,' tetapi katakanlah: 'Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki,' karena ucapan 'seandainya' akan membuka (pintu) perbuatan syaithan." (HR. Muslim)
Setiap mukmin dan mukminah hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfa'at. Betapa banyak orang muslim yang terlihat sibuk namun tidak melakukan hal-hal yang bermanfa'at bagi dunia dan akhiratnya, seperti membicarakan aib orang lain, bermain-main yang tidak bermanfa'at, berangan-angan kosong, dan sebagainya.
10. Zuhud terhadap dunia.
Orang yang zuhud terhadap dunia adalah orang yang dicintai Allah dan manusia. Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda: Dari Abul 'Abbas Sahl bin Sa'd as Sa'idi -radhiyallahu 'anhu-
¤ SELESAI ¤
(*) BBG Al-Ilmu (*)
.•°•..•°•.•°•..•°•..•°•..•°•.•°•..•°•.
» Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
(Sub 5/5)
8. Membuang berbagai kotoran hati.
Agar hati menjadi sehat, maka seorang muslim harus selalu berusaha untuk membuang seluruh kotoran hati, seperti cinta dunia, sombong, ujub (bangga diri), tidak bersikap jujur, dan yang lainnya. Hati setiap muslim harus senantiasa dibersihkan.
Di awal-awal diutusnya Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- sebagai Rasul, beliau diperintah oleh Allah ta'ala: "Dan pakaianmu hendaklah engkau bersihkan." (QS. Al Mudatstsir: 4)
Yang dimaksud dengan pakaian disini menurut penjelasan para ulama adalah hati, maksudnya adalah: "Dan hatimu hendaklah engkau bersihkan."
9. Menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfa'at.
Rasulullah -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda: "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yanh lemah; dan pada keduanya ada kebaikan. Bersungguh-sungguhlah untuk mendapatkan apa yang bermanfa'at bagimu dan mintalah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusanmu) serta janganlah sekali-kali engkau merasa lemah. Apabila engkau tertimpa musibah, janganlah engkau berkata: 'Seandainya aku berbuat demikian, tentu tidak akan begini dan begitu,' tetapi katakanlah: 'Ini telah ditakdirkan Allah, dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki,' karena ucapan 'seandainya' akan membuka (pintu) perbuatan syaithan." (HR. Muslim)
Setiap mukmin dan mukminah hendaknya menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfa'at. Betapa banyak orang muslim yang terlihat sibuk namun tidak melakukan hal-hal yang bermanfa'at bagi dunia dan akhiratnya, seperti membicarakan aib orang lain, bermain-main yang tidak bermanfa'at, berangan-angan kosong, dan sebagainya.
10. Zuhud terhadap dunia.
Orang yang zuhud terhadap dunia adalah orang yang dicintai Allah dan manusia. Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- bersabda: Dari Abul 'Abbas Sahl bin Sa'd as Sa'idi -radhiyallahu 'anhu-
¤ SELESAI ¤
(*) BBG Al-Ilmu (*)
.•°•..•°•.•°•..•°•..•°•..•°•.•°•..•°•.
Rabu, 03 Juli 2013
OBAT PENYAKIT HATI (Sub 4/5)
OBAT PENYAKIT HATI
» Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
(Sub 4/5)
7. Berbuat baik kepada manusia.
Berbuat baik, membantu, dan menolong manusia akan menjadikan hati itu menjadi sehat dan hidup. Adapun orang yang lebih berhak supaya kita berbuat baik kepadanya adalah kedua orang tua kita. اللهُ memerintahkan kepada umat manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. اللهُ berfirman: "Dan sembahlah اللهُ dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..." (QS. An Nisaa: 36)
Berbuat baik kepada orang tua akan melapangkan dada, memudahkan urusan dan dapat memasukkan seseorang ke dalam surga.
Kemudian setelah kepada orang tua, maka kita harus berbuat baik kepada suami atau istri, kepada anak, kepada sanak kerabat, kepada tetangga dan seluruh kaum muslimin. Seorang muslim harus bermanfa'at bagi dirinya dan bagi orang lain.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfa'at bagi orang lain." (HR. Thabrani)
(*) BBG Al-Ilmu (*)
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶
» Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
(Sub 4/5)
7. Berbuat baik kepada manusia.
Berbuat baik, membantu, dan menolong manusia akan menjadikan hati itu menjadi sehat dan hidup. Adapun orang yang lebih berhak supaya kita berbuat baik kepadanya adalah kedua orang tua kita. اللهُ memerintahkan kepada umat manusia untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. اللهُ berfirman: "Dan sembahlah اللهُ dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua..." (QS. An Nisaa: 36)
Berbuat baik kepada orang tua akan melapangkan dada, memudahkan urusan dan dapat memasukkan seseorang ke dalam surga.
Kemudian setelah kepada orang tua, maka kita harus berbuat baik kepada suami atau istri, kepada anak, kepada sanak kerabat, kepada tetangga dan seluruh kaum muslimin. Seorang muslim harus bermanfa'at bagi dirinya dan bagi orang lain.
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfa'at bagi orang lain." (HR. Thabrani)
(*) BBG Al-Ilmu (*)
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶
OBAT PENYAKIT HATI (Sub 3/5)
OBAT PENYAKIT HATI
» Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
(Sub 3/5)
5. Membaca Al Qur'an setiap hari.
Allah ta'ala berfirman: "Dan Kami turunkan dari Al Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian." (QS. Al Isra': 82)
Allah ta'ala berfirman: "Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur'an) dari Rabb-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS. Yunus: 57)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah seperti kuburan, karena sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al Baqarah." (HR. Muslim)
Setiap muslim dan muslimah harus membaca Al Qur'an setiap hari, disertai tadabbur (mempelajari dan memahami isinya) dan mengamalkannya. Sebab, di dalam Al Qur'an itu terkandung penawar hati yang sakit.
6. Selalu bertaubat kepada اللهُ ta'ala.
Seorang yang beriman harus selalu bertaubat kepada اللهُ setiap hari. Nabi صلى الله عليه وسلم bertaubat sebanyak 100 kali dalam sehari. Bahkan pernah dalam satu majelis Nabi صلى الله عليه وسلم seratus kali mengucapkan: "Rabbigh firlii wa tub 'alayya innaka antat tawwaabul ghafuur", "Ya اللهُ, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Pengampun." (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم mengucapkan: "Rabbigh firlii wa tub 'alayya innaka anta tawwaabur rahiim", "Ya اللهُ, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang."
(*) BBG Al-Ilmu (*)
*•☆°• •°☆•**•☆°• •°☆•**•☆*•☆°• •°☆•
» Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «
(Sub 3/5)
5. Membaca Al Qur'an setiap hari.
Allah ta'ala berfirman: "Dan Kami turunkan dari Al Qur'an (sesuatu) yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang yang beriman, sedangkan bagi orang yang zhalim (Al Qur'an itu) hanya akan menambah kerugian." (QS. Al Isra': 82)
Allah ta'ala berfirman: "Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Al Qur'an) dari Rabb-mu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman." (QS. Yunus: 57)
Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda: "Janganlah kalian jadikan rumah-rumah seperti kuburan, karena sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan padanya surat Al Baqarah." (HR. Muslim)
Setiap muslim dan muslimah harus membaca Al Qur'an setiap hari, disertai tadabbur (mempelajari dan memahami isinya) dan mengamalkannya. Sebab, di dalam Al Qur'an itu terkandung penawar hati yang sakit.
6. Selalu bertaubat kepada اللهُ ta'ala.
Seorang yang beriman harus selalu bertaubat kepada اللهُ setiap hari. Nabi صلى الله عليه وسلم bertaubat sebanyak 100 kali dalam sehari. Bahkan pernah dalam satu majelis Nabi صلى الله عليه وسلم seratus kali mengucapkan: "Rabbigh firlii wa tub 'alayya innaka antat tawwaabul ghafuur", "Ya اللهُ, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Pengampun." (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Dalam riwayat yang lain disebutkan bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم mengucapkan: "Rabbigh firlii wa tub 'alayya innaka anta tawwaabur rahiim", "Ya اللهُ, ampunilah aku, terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang."
(*) BBG Al-Ilmu (*)
*•☆°• •°☆•**•☆°• •°☆•**•☆*•☆°• •°☆•
Senin, 01 Juli 2013
☆ Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى ☆
☆ Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى ☆
(Sub 2/5)|
» OBAT PENYAKIT HATI «
3. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.
Urutan dosa dan maksiat dari yang paling besar adalah syirik, kemudian bid'ah, lalu kemaksiatan secara umum. Kesemuanya ini harus dijauhkan dari amalan seorang muslim sehari-hari. Imam Ibnul Qayyim رحمه الله membahas hal ini secara khusus dalam kitab tersendiri berjudul Ad Daa' wad Dawaa' (Penyakit dan
Obatnya)
.
4. Berdzikir dan istighfar.
Berdzikir yang sesuai dengan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم dapat mengobati hati yang sakit. Maka hendaknya setiap muslim dan muslimah membiasakan diri berwirid dengan dzikir-dzikir yang berasal dari sunnah-sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم , seperti dzikir ketika mau tidur, bangun dari tidur, dzikir pagi petang dan dzikir-dzikir yang lainnya, serta banyak beristighfar dan memohon ampun kepada اللهُ ta'ala. Sebab dalam dzikir akan mendapatkan ketenangan hati, sebagaimana firman اللهُ ta'ala:
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat اللهُ. Ingatlah, hanya dengan mengingat اللهُ hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra'du: 28)
Allah ta'ala berfirman: "Dan di akhir malam mereka memohon ampunan (kepada اللهُ)." (QS. Adz Dzarriyaat: 18)
(*) BBG Al-Ilmu (*)
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶
(Sub 2/5)|
» OBAT PENYAKIT HATI «
3. Menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat.
Urutan dosa dan maksiat dari yang paling besar adalah syirik, kemudian bid'ah, lalu kemaksiatan secara umum. Kesemuanya ini harus dijauhkan dari amalan seorang muslim sehari-hari. Imam Ibnul Qayyim رحمه الله membahas hal ini secara khusus dalam kitab tersendiri berjudul Ad Daa' wad Dawaa' (Penyakit dan
Obatnya)
.
4. Berdzikir dan istighfar.
Berdzikir yang sesuai dengan sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم dapat mengobati hati yang sakit. Maka hendaknya setiap muslim dan muslimah membiasakan diri berwirid dengan dzikir-dzikir yang berasal dari sunnah-sunnah Nabi صلى الله عليه وسلم , seperti dzikir ketika mau tidur, bangun dari tidur, dzikir pagi petang dan dzikir-dzikir yang lainnya, serta banyak beristighfar dan memohon ampun kepada اللهُ ta'ala. Sebab dalam dzikir akan mendapatkan ketenangan hati, sebagaimana firman اللهُ ta'ala:
"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat اللهُ. Ingatlah, hanya dengan mengingat اللهُ hati menjadi tenteram." (QS. Ar Ra'du: 28)
Allah ta'ala berfirman: "Dan di akhir malam mereka memohon ampunan (kepada اللهُ)." (QS. Adz Dzarriyaat: 18)
(*) BBG Al-Ilmu (*)
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶
Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى (1/5)
Seri Tazkiatun Nufus أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى
(1/5)
» OBAT PENYAKIT HATI «
Setiap penyakit pasti ada obatnya, dan tidaklah اللهُ ta'ala menurunkan penyakit melainkan Dia juga menurunkan obatnya. Hati yang sakit masih dapat diobati, dan diantara obat penyakit hati ialah:
1. Mentauhidkan اللهُ dan menjauhkan syirik.
Obat yang paling mujarab untuk membersihkan hati adalah dengan mentauhidkan اللهُ dan menjauhkan syirik, ikhlas, serta beriman dengan keimanan yang benar. Tidak ada kebaikan, kelezatan, kenikmatan, dan kebaikan hati melainkan jika اللهُ sebagai Rabb-nya, Penciptanya Yang Maha Esa, satu-satunya Dzat yang diibadahinya, puncak tujuannya, dan paling dicintainya daripada yang lain. Setiap muslim wajib meyakini semua yang ada di langit, di bumi dan diantara keduanya, semua itu adalah milik اللهُ ta'ala, segala puji bagi-Nya. Oleh karena itu, wajib bagi makhluk untuk mentauhidkan اللهُ, beribadah hanya kepada-Nya, merasa takut, harap, cinta, tawakkal, taubat, memohon, meminta hanya kepada اللهُ ta'ala. اللهُ berfirman:
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." (QS. Al Fatihah: 5)
Dengan mentauhidkan اللهُ, hati menjadi hidup, sehat, selamat dan bahagia.
Ketahuilah, bahwa nanti di hari kiamat setiap manusia akan ditanya tentang beberpa perkara:
Pertama: bagaiman kita beribadah kepada اللهُ ta'ala?
Kedua: bagaimana kita mengikuti Nabi صلى الله عليه وسلم?
2. Menuntut ilmu syar'i dan mengamalkannya, serta menerima kebenaran dan mengamalkannya.
Menuntut ilmu syar'i adalah ladang penyubur iman. Nabi صلى الله عليه وسلم diutus oleh اللهُ ta'ala kepada seluruh umat manusia dengan membawa dua hal, yaitu ilmu yang bermanfa'at dan amal shalih. Karenanya, konsekuensi dari menuntut ilmu adalah menerima kebenaran dan mengamalkannya. Orang yang paling bahagia adalah orang yang menuntut ilmu syar'i, ikhlas karena اللهُ dan mengamalkannya.
Bersambung
(*) BBG Al-Ilmu (*)
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶
(1/5)
» OBAT PENYAKIT HATI «
Setiap penyakit pasti ada obatnya, dan tidaklah اللهُ ta'ala menurunkan penyakit melainkan Dia juga menurunkan obatnya. Hati yang sakit masih dapat diobati, dan diantara obat penyakit hati ialah:
1. Mentauhidkan اللهُ dan menjauhkan syirik.
Obat yang paling mujarab untuk membersihkan hati adalah dengan mentauhidkan اللهُ dan menjauhkan syirik, ikhlas, serta beriman dengan keimanan yang benar. Tidak ada kebaikan, kelezatan, kenikmatan, dan kebaikan hati melainkan jika اللهُ sebagai Rabb-nya, Penciptanya Yang Maha Esa, satu-satunya Dzat yang diibadahinya, puncak tujuannya, dan paling dicintainya daripada yang lain. Setiap muslim wajib meyakini semua yang ada di langit, di bumi dan diantara keduanya, semua itu adalah milik اللهُ ta'ala, segala puji bagi-Nya. Oleh karena itu, wajib bagi makhluk untuk mentauhidkan اللهُ, beribadah hanya kepada-Nya, merasa takut, harap, cinta, tawakkal, taubat, memohon, meminta hanya kepada اللهُ ta'ala. اللهُ berfirman:
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan." (QS. Al Fatihah: 5)
Dengan mentauhidkan اللهُ, hati menjadi hidup, sehat, selamat dan bahagia.
Ketahuilah, bahwa nanti di hari kiamat setiap manusia akan ditanya tentang beberpa perkara:
Pertama: bagaiman kita beribadah kepada اللهُ ta'ala?
Kedua: bagaimana kita mengikuti Nabi صلى الله عليه وسلم?
2. Menuntut ilmu syar'i dan mengamalkannya, serta menerima kebenaran dan mengamalkannya.
Menuntut ilmu syar'i adalah ladang penyubur iman. Nabi صلى الله عليه وسلم diutus oleh اللهُ ta'ala kepada seluruh umat manusia dengan membawa dua hal, yaitu ilmu yang bermanfa'at dan amal shalih. Karenanya, konsekuensi dari menuntut ilmu adalah menerima kebenaran dan mengamalkannya. Orang yang paling bahagia adalah orang yang menuntut ilmu syar'i, ikhlas karena اللهُ dan mengamalkannya.
Bersambung
(*) BBG Al-Ilmu (*)
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶
Dari: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى
Abdullah bin 'abbas -pakar tafsir no 1- pernah mengungkapkan isi hatinya:
"Sesungguhnya setiap aku membaca sebuah ayat dari Kitabullah (Al Qur'an), aku berharap seluruh manusia memahaminya sebagaimana yang aku pahami."
سُبْحَانَ اللَّهِ
Seorang pakar tafsir no wahid umat ini berharap seluruh manusia memiliki ilmu yang beliau miliki tentang ayat-ayat Al Qur'an.
Sudahkan keinginan & harapan ini menancap di dalam hati kita?
Saat jiwa kita tenang karena berada di atas aqidah yang benar, sudahkah kita memiliki harapan agar setiap orang berada di atas aqidah yang benar?
Saat kita berbahagia buah dari berpegang teguh dengan sunnah Nabi, sudahkah kita menginginkan setiap orang berpegang teguh dengan sunnah?
Saat kita merasakan manisnya hidup di atas jalan yang ditempuh Rasulullah dan para shahabatnya, apakah kita memiliki impian agar setiap orang menempuh jalan yang sama?
Jika ya, apa sudah kita lakukan?
Marilah kita berusaha sekuat tenaga sesuai dengan kapasitas kita masing-masing agar setiap orang dapat menikmati mata air hidayah.
Ingatlah sabda Nabi:
"Tidak beriman salah seorang dari kalian dengan iman ƴǝng sempurna sampai ia menginginkan untuk saudaranya apa yang ia inginkan untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari & Muslim)
♥♥ Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى
(*) BBG Al-Ilmu (*)
.•°•..•°•.•°•.•°•.•°•..•°•.•°•.•°•
"Sesungguhnya setiap aku membaca sebuah ayat dari Kitabullah (Al Qur'an), aku berharap seluruh manusia memahaminya sebagaimana yang aku pahami."
سُبْحَانَ اللَّهِ
Seorang pakar tafsir no wahid umat ini berharap seluruh manusia memiliki ilmu yang beliau miliki tentang ayat-ayat Al Qur'an.
Sudahkan keinginan & harapan ini menancap di dalam hati kita?
Saat jiwa kita tenang karena berada di atas aqidah yang benar, sudahkah kita memiliki harapan agar setiap orang berada di atas aqidah yang benar?
Saat kita berbahagia buah dari berpegang teguh dengan sunnah Nabi, sudahkah kita menginginkan setiap orang berpegang teguh dengan sunnah?
Saat kita merasakan manisnya hidup di atas jalan yang ditempuh Rasulullah dan para shahabatnya, apakah kita memiliki impian agar setiap orang menempuh jalan yang sama?
Jika ya, apa sudah kita lakukan?
Marilah kita berusaha sekuat tenaga sesuai dengan kapasitas kita masing-masing agar setiap orang dapat menikmati mata air hidayah.
Ingatlah sabda Nabi:
"Tidak beriman salah seorang dari kalian dengan iman ƴǝng sempurna sampai ia menginginkan untuk saudaranya apa yang ia inginkan untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari & Muslim)
♥♥ Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى
(*) BBG Al-Ilmu (*)
.•°•..•°•.•°•.•°•.•°•..•°•.•°•.•°•
Langganan:
Postingan (Atom)

