Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Mei 2015

Kunci Keberhasilan Rumah Tangga

Kunci Keberhasilan Rumah Tangga

Saudaraku, mungkin selama ini Anda bersama pasangan hidup Anda, terus berusaha mencari pola rumah tangga yang dapat mendatangkan kebahagiaan untuk Anda berdua.

Anda berhasil menemukannya?

Bila Anda berhasil, maka saya ucapkan selamat berbahagia. Adapun bila belum, maka segera temukan kunci keberhasilan rumah tangga Anda pada firman Allah berikut,

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.” (Qs. al-Baqarah: 228)

Hak pasangan Anda setimpal dengan kewajiban yang ia tunaikan kepada Anda. Semakin banyak Anda menuntut hak Anda, maka semakin banyak pula kewajiban yang harus Anda tunaikan untuknya.

Shahabat Abdullah bin ‘Abbas memberikan contoh nyata dari aplikasi ayat ini dalam rumah tangganya. Pada suatu hari, beliau berkata, “Sesungguhnya, aku senang untuk berdandan demi istriku, sebagaimana aku pun senang bila istriku berdandan demiku, karena Allah Ta’ala telah berfirman,

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ‘Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.’ Aku pun tidak ingin menuntut seluruh hakku atas istriku, karena Allah juga telah berfirman,

وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ‘Akan tetapi, para suami mempunyai kelebihan satu tingkat daripada istrinya.’” (Hr. Ibnu Abi Syaibah dan ath-Thabari)

Bagaimana dengan dirimu, wahai saudara dan saudariku? Kapankah Anda berdandan? Ketika sedang berada di rumah atau ketika hendak keluar rumah? Selama ini, sejatinya, untuk siapa Anda berdandan? Benarkah Anda berdandan untuk pasangan Anda, ataukah Anda berdandan dan tampil menawan untuk orang lain?

Saudaraku, bahu-membahu, saling melengkapi kekurangan, dan saling pengertian adalah salah satu prinsip dasar dalam membangun rumah tangga. Tidak layak bagi Anda untuk berperan sebagai penonton setia ketika pasangan Anda sedang mengerjakan pekerjaannya. Usahakan sebisa Anda untuk turut menyelesaikan pekerjaannya. Demikianlah, dahulu Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam mencontohkan dalam rumah tangga beliau.

Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan,

كَانَ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ، فَإِذَا سَمِعَ الأَذَانَ خَرَجَ “Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sebagian pekerjaan istrinya, dan bila beliau mendengar suara azan dikumandangkan, maka beliau bergegas menuju ke mesjid.” (Hr. Bukhari)

Constance Gager, ketua studi sekaligus asisten profesor di Montclair State University, Montclair, New Jersey, mengadakan penelitian tentang hubungan perilaku suami-istri dengan keromantisan dalam bercinta. Ia mengelompokkan para suami yang menjadi objek penelitiannya ke dalam dua kelompok.

Kelompok pertama adalah suami-suami yang tidak peduli dan jarang membantu pekerjaan istri. Kelompok kedua adalah suami-suami yang sering turut serta dalam mengerjakan pekerjaan rumah tangga istri.

Hasilnya luar biasa! Suami di kelompok kedua, yaitu yang sering membantu pekerjaan istrinya, terbukti lebih romantis dan lebih sering memadu cinta dengan pasangannya. Hubungan yang harmonis dan indah, begitu kental dalam rumah tangga mereka.

Sejatinya, penemuan ini bukanlah hal baru, karena secara logika, suami yang dengan rendah hati membantu pekerjaan istrinyapastilah lebih dicintai oleh istrinya. Tentunya, ini memiliki hubungan erat dengan keromantisan suami-istri dalam bercinta.

Sebaliknya, istri yang peduli dengan pekerjaan suami, pun akan mengalami hal yang sama.

Nah, bagaimana dengan diri Anda, wahai Saudaraku?

Selamat membuktikan resep manjur ini! Semoga berbahagia, dan hubungan Anda berdua semakin romantis dan harmonis.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi Anda. Mohon maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan. Wallahu a’lam bish-shawab.

✏ Penulis: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri, M.A. حفظه الله تعالى

Sumber:

PengusahaMuslim.com

¤¤(*)¤¤

Selasa, 13 Mei 2014

Islam Anti Politik, Benarkah ? (Klarifikasi)

Islam Anti Politik, Benarkah ? (Klarifikasi)
Oleh: أُسْتَاذُ DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى


Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Akhir-akhir ini dengan sengaja saya sering mengangkat masalah-masalah yang berbau politik, dan black campaign (kampanye hitam) terhadap salah seorang capres di halaman facebook saya.

Beragam komentar dan sikap yang bermunculan melihat dan membaca status status saya. Ada yang berhusnuzzan, ada yang menerima dan ada pula yang bersuuzzon dan bahkan memaki. Banyak pengunjung halaman saya yang mendesak agar saya membuat klarifikasi, ada pula yang melontarkan sanggahan, dan ada pula yang beranggapan bahwa halaman saya telah dihack oleh dedemit maya.

Berbagai sikap dan tanggapan itu saya anggap wajar, karena itu adalah bagian dari dinamika kehidupan dunia, pro dan kontra. Dahulu sebagian orang bijak berpetuah:
رضا الناس غاية لا تدرك

“Kepuasan semua orang adalah satu cita-cita yang mustahil dapat anda gapai.”

Sengaja saya memilih untuk diam, dan menunggu waktu yang tepat untuk memberi klarifikasi dan penjelasan masalah ini, dengan mempertimbangkan beberapa alasan berikut:

1. Kebanyakan orang terbiasa untuk menolak atau mengkritisi atau paling kurang mewaspadai hal-hal baru, walau pada akhirnya terbukti bahwa hal tersebut benar dan baik. Dengan menunda, saya bertujuan meminimalisasi debat kusir dengan orang-orang yang kurang berkompeten, atau orang-orang yang asal berkomentar tanpa pikir panjang. Saya juga bertujuan agar sebagian dari saudara saya yang pro atau kontra kembali mempelajari masalah ini lebih mendalam, dengan demikian semakin banyak dari saudara kita yang memahami masalah ini secara komprehensif.

وكم من عائب قولا صحيحا …….. وآفاته الفهم السقيم

“Betapa banyak orang yang mencela satu ucapan yang benar dan terbukti latar belakangnya adalah kesalah pahamannya sendiri.”

2. Memberi ruang kepada berbagai pihak yang pro dan kontra untuk saling berdiskusi, sehingga nuansa keilmuan menggeliat.

3. Adanya satu kondisi beragama yang kurang sehat yang menyelimuti sebagian kita. Secara perlahan namun pasti, kondisi ini telah melahirkan sikap kultus kepada sebagian figur. Sehingga sebagian kita terbelenggu dengan beberapa ungkapan ceroboh sebagian figur, tanpa ada kesiapan untuk mengkaji ulang apalagi menerima perbedaan.

Dengan menunda klarifikasi, saya ingin memberi ruang kepada saudara saudara kita yang terlanjur terbelenggu dengan kultus untuk sedikit berpikir dan menerima kenyataan bahwa setiap manusia, sampaipun seorang ustadz senior juga dapat salah atau paling kurang salah paham demikian juga halnya dengan selain mereka .
Terlebih kita semua telah mengetahui bahwa dalam masalah ini para ulama’ telah berfatwa, dan pada kenyataannya terjadi perbedaan pendapat. Masing-masing ulama’ dalam fatwanya mengutarakan dalil dan alasannya. Dan sudah barang tentu setiap ulama’ berusaha menyuguhkan fatwanya semaksimal mungkin agar nampak sisi kekuatan fatwanya.
Namun demikian, di tengah-tengah kita bermunculan sikap-sikap yang beraneka ragam dalam menyikapi perbedaan ini, seakan masalah ini adalah masalah yang disepakati.
Dahulu Qatadah As Sadusi berkata:
مَن لم يعرف الاختلاف لم يشم رائحة الفقه بأنفه

“Orang yang belum kuasa memahami perselisihan pendapat, maka itu indikasi bahwa ia belum mampu mencium aroma ilmu fiqih.”
4. Melatih diri sendiri untuk dapat lebih bijak ketika berhadapan dengan umpatan orang yang benci dan hujatan orang yang berbeda sikap atau pendapat. Kesiapan mental untuk menghadapi kondisi semacam ini sangat penting bagi seorang juru dakwah, karena makian dan umpatan pasti akan terjadi, bisa banyak dan juga bisa sedikit. Allah Ta’ala berfirman:
(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِ فَسَوْفَ يَأْتِي اللّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُ أَذِلَّةٍ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى الْكَافِرِينَ يُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ وَلاَ يَخَافُونَ لَوْمَةَ لآئِمٍ ذَلِكَ فَضْلُ اللّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَاء وَاللّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ)

“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Al Maidah 54)



Saudaraku! Menurut hemat saya, sebenarnya sangat naif bila orang sekelas saya membicarakan masalah ini, terlebih kita semua telah mengetahui bahwa para ulama’ yang berkompeten telah berfatwa sebagaimana yang telah saya unggah pada beberapa waktu lalu.

Namun demikian, saya terpaksa menulis klarifikasi ini agar saudara sekalian memahami alasan dan harapan saya dari status status saya di facebook akhir-akhir ini. Dan untuk memudahkan, maka alasan-alasan tersebut saya rangkumkan pada beberapa poin berikut:

1. Alasan pertama: Setiap kaum biasanya memiliki generasi penerus. (لكل قوم وارث)
Dalam lembaran sejarah bangsa kita, tercatat satu ide gagasan buruk yang atas izin dan karunia Allah menemui kegagalan. Ide itu ialah ide mengawinkan paksa antara Nasionalisme, komunisme dan agama.

Sejatinya antara nasionalisme dan agama sangat mungkin untuk disandingkan tanpa ada masalah berarti yang perlu dikawatirkan. Masalah besar justru datang dari unsur komunisme yang pada dasarnya bersebrangan dengan unsur agama, bak timur dan barat, sehingga mustahil dapat disandingkan apalagi disatukan.

Walaupun ide ini menemui kegagalan, namun tetap saja tidak dapat dihapuskan dari lembaran sejarah. Sangat dimungkinkan pengagum ide ini secara perlahan dan bertahap berusaha untuk mencoba ulang menyuarakan atau menyuguhkannya ke masyarakat, tentunya dengan baju dan kemasan baru.
Dalam pepatah arab dinyatakan :
(لكل قوم وارث)



Setiap kaum itu pastilah memiliki generasi penerus.
Kekawatiran ini saya rasa sangat wajar, mengingat paham komunis hingga saat ini masih eksis dan bahkan masih secara resmi menjadi landasan beberapa negara besar. Sudah barang tentu mereka berkepentingan untuk menyebarkan paham mereka ke negara-negara lain.

2- Alasan Kedua: Tidak ingin terperosok dua atau bahkan tiga kali pada satu lubang yang sama.

Masa lalu adalah cermin dan bekal bagi kita untuk menghadapi hari esok. Sengsara dan merugi orang yang mengabaikan masa lalunya dan menutup mata dari segala pelajaran penting dalam sejarah hidupnya. Karena itu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يُلْدَغُ الْمُؤْمِنُ مِنْ جُحْرٍ وَاحِدٍ مَرَّتَيْنِ

“Orang yang beriman tidak pantas untuk tersengat sebanyak dua kali di satu lubang.”

(Muttafaqun ‘alaih)

Dalam sejarah perjalanan negri ini, telah berlalu beberapa pemimpin, ada dari kalangan militer dan ada dari kalangan sipil. Namun demikian, sepatutnya kita semua cerdik, sehingga mampu menimbang sisi kebaikan dan keburukan setiap pemimpin yang telah berlalu.

Sebagaimana berbagai pergolakan yang berdampak pada hilangnya stabilitas ekonomi, keamanan, sosial dan lainnya juga pernah menodai lembaran sejarah negri ini. Penjarahan kekayaaan dan sumber daya alam negri ini juga terus berlangsung, hutan digunduli, aset-aset negara dikuras bahkan dijual dengan murah kepada asing, moral bangsa kita dihancurkan melalui berbagai program kemaksiatan, semisal “goyang ngebor” dan lainnya. Politikus-politikus hitam selalu gigih menghadang setiap program yang berbau islam, dan masih banyak lagi.

Akankah, semua sejarah kelam dan pilu di atas belalu begitu saja tanpa ada pelajaran yang dapat kita petik, sehingga tidak terulang kembali di hari esok?

3. Alasan Ketiga: Harimau Ompong Dan Bisu.

Diantara fakta yang sepatutnya kita cermati dari kehidupan negara kita ialah fenomena “harimau ompong dan bisu”. Negara kita dikondisikan agar menjadi negara yang tidak dapat bersuara karena semua media diswastakan dan sahamnya diperjual-belikan dengan bebas sehingga siapapun dapat dapat diatur oleh siapapun yang berduit. Dengan demikian, media –media yang ada bukan lagi menjadi partner pemerintah dalam membangun masyarakat, namun kini hobinya mengkambing hitamkan pemerintah. Sisi sisi positif pemerintah selalu diabaikan sedangkan keburukan bahkan “baru diduga sebagai keburukan” telah menjadi berita yang disuguhkan kepada semua masyarakat. Akibatnya masarakat resah dan selalu resah oleh media-media komersial tersebut.

Sebagaimana, pemerintah kita dijauhkan dari militer, yang merupakan simbol kekuatan suatu pemerintah. Propaganda demi propaganda terus disuarakan bahwa militer adalah satu bagian yang terpisah dari dunia politik, terutama dalam negri.

Sobat, saya tidak ingin berdebat kusir dengan anda masalah ini, namun izinkan saya membuat satu ilustrasi sederhana: bila dalam rumah tangga anda, istri dan anak anda tidak lagi segan kepada anda, karena tidak ada yang ditakuti, mereka punya penghasilan sendiri dan anda dalam kondisi lemah karena sakit-sakitan, akankah anda mampu menguasai mereka? Ataukah anda yang akan dikuasai dan diatur atur oleh mereka?

Di sisi lain, industri strategis kita diupayakan untuk dihancurkan agar negara kita senantiasa bergantung dan bahkan mengemis kepada negara negara kafir barat, sehingga bisa ditekan dan didekte.

Kondisi negri kita benar-benar sedang diupayakan untuk menjadi “harimau ompong dan bisu”, tidak punya taring dan kuku bahkan tidak lagi bisa mengaum, sehingga tidak ada yang perlu ditakuti atau disegani.

Dalam islam, satu pemerintahan yang bagus pastilah pemerintahan yang mampu mengendalikan rakyatnya dan juga disegani oleh rakyatnya. Karena anda pasti menyadari bahwa tidak semua rakyat baik, betapa banyak dari rakyat yang berniat buruk dan bahkan telah menjadi bagian dari mata rantai pengkhianat. Karena itu bila pemerintah tidak disegani karena lemah bak “ngidak tembelek ora penyek” maka kelompok masyarakat yang buruk ini pasti dengan leluasa melancarkan keinginannya, premanisme merajalela, perampokan dan pembunuhan pun menjamur.
Dahulu Khalifah Umar bin Al Khatthab menegaskan;
لما يزع الله بالسلطان أعظم مما يزع بالقرآن

“Sungguh orang-orang yang Allah halangi dari berbuat dosa berkat peran pemerintah lebih banyak dibanding yang terhalangi dari berbuat dosa karena sadar setelah membaca Al Qur’an.” (Tarikh Baghdad 4/107)

Fakta membuktikan kebenaran pernyataan khalifah Umar bin Al Khatthab di atas, betapa banyak orang yang takut berbuat buruk karena kawatir ketahuan oleh pemerintah. Sedangkan orang benar-benar sadar dan dilandasi oleh keimanan untuk tidak berbuat buruk sangatlah sedikit. Karena itu terlalu banyak orang yang tidak berbuat maksiat karena faktor belum ada peluang bukan karena takut kepada Allah Azza wa jalla.

Fakta ini menuntut adanya pemimpin yang tegas, kuat dan berwibawa, sehingga dapat membawa kita ke jalan kebaikan dan menjauhkan kita semua dari jalan kehancuran.

4) Alasan keempat. : Sekte-sekte sesat telah merapatkan barisan.

Perkembangan dakwah di negri kita begitu memprihatinkan, berbagai sekte sesat dengan leluasa mengajarkan kesesatannya. Bahkan dalam berbagai kesempatan melakukan tindakan anarkis, semisal yang dilakukan oleh sekte sekte syi’ah di Sampang, Jember, dan lainnya. Dan telah diketahui bersama kemanakah sekte sekte sesat tersebut berlabuh? Mereka mendukung dan masuk ke dalam barisan salah satu kubu yang saat ini akan bertarung memperebutkan kursi pemimpin negri kita tercinta ini.

Kondisi ini tentu memprihatinkan setiap muslim yang sayang kepada agama dan masa depan ummatnya.

Karena itu, menjadi tanggung jaab kita bersama untuk mencegah langkah sekte-sekte sesat tersebut, dengan mendukung calon yang menjadi kompetitor mereka. Walaupun sepenuhnya saya menyadari bahwa memberikan dukungan kepada calon yang lain juga belum tentu jaminan bahwa pemimpin yang terpilih akan berpihak sepenuhnya kepada Islam dan ummat Islam.
Keyakinan saya, walaupun tidak beruntung namun saya juga tidak ingin merugi. Walau belum tentu kegiatan dakwah islam akan didukung oleh calon yang lain, namun paling kurang kita menggagalkan calon pemimpin yang dibelakangnya berdiri musuh-musuh Islam yang selama ini terbukti mengganggu dan menghadang setiap program yang berbau islam. Semboyan saya: walau tidak untung atau tidak menang namun kita tidak merugi atau tidak kalah.

Ini salah satu pelajaran penting yang saya dapatkan dari kegembiraan Nabi shallallahu alaihi wa sallam atas kemenangan bangsa Romawi yang nota bene sebagai penganut agama samawi melawan bangsa Persia yang nota bene penyembah api. Kisah kemenangan bangsa Romawi para penganut agama samawi atas bangsa Persia penyembah api diabadikan dalam surat Ar Rum.

Pada kisah peperangan kedua negara adi daya ini, walaupun Nabi shallallahu alaihi wa sallam tidak secara langsung mendapatkan keuntungan namun beliau mendapatkan satu kebanggaan bahwa ummat beragama samawi dimenangkan atas ummat yang tidak beragama.

Demikian pula saya pada masalah ini, lebih berbahagia bila pemimpin yang lebih dekat dan juga berkoalisi dengan kelompok yang beragama islam memenangkan kompetisi dan menjadi pemimpin negri ini dibanding pemimpin yang jauh dari agama dan bersahabat dan didukung oleh orang-orang yang jauh dari agama.

Walaupun pada kenyataannya, kita menyaksikan bahwa partai partai islam kini merapatkan barisan bersama calon pemimpin yang lain.

Semoga klarifikasi sederhana ini dapat bermanfaat dan dimaklumi adanya, dan pada akhirnya saya mohon maaf atas segala hal yang kurang berkenan di hati saudaraku semua. Semoga Allah memilihkan pemimpin yang terbaik untuk negri kita tercinta. Amiin.


✽¸.••.¸✽¸••.¸✽¸••.¸✽¸.••.¸✽

Jumat, 09 Mei 2014

Asyiiiik! Wooow, Merdu Musiknya Atau Syahdu Senandungnya

Asyiiiik! Wooow, Merdu Musiknya Atau Syahdu Senandungnya
∙̣̇∙̣̇∙̣̇∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙ Oleh: أُسْتَاذُ DR. Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Betapa seringnya anda mendengarkan lantunan musik atau lagu yang begitu merdu atau syahdu. Tanpa terasa kedua kaki anda bergerak gerak mengikuti irama musiknya, bibir andapun ikut komat-kamit menirukan lirik lagunya.

Mungkin anda berkata: Asyiik dan senaaang terasanya. Walaupun demikian, coba anda raba kembali hati anda setelah mendengarkan dan menikmati lagu dan musik yang merdu tersebut. Apakah yang anda rasakan di hati anda seusai mendengarkan musik atau lagu dari penyanyi favorit anda ?

Jiwa terasa gersang, hampa dan mungkin lelah, emosi diri tidak menentu apalagi bila yang melantunkannya adalah lawan jenis, maka bisa jadi pikiran kotor mulai merasuki jiwa anda: andai ….. dan andai…

Namun coba anda luangkan waktu sejenak untuk duduk bersimpuh guna membaca Al Qur’an atau paling kurang mendengarkannya. Asyiik rasanya, Menyejukkan dan mendatangkan kedamaian. Seusai membaca atau mendengarkannya, jiwa anda masih merasakan kedamaian dan tentram. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sejatinya orang orang yang beriman hanyalah orang orang yang bila disebut nama Allah. Hati mereka menjadi gentar dan bila dilantunkan kepada mereka ayat ayat-Nya maka imannya bertambah dan hanya kepada Tuhan, mereka menyerahkan seluruh urusannya.” (Al Anfal 2)


⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Jumat, 02 Mei 2014

Awas! "Kiamat" Bisa Saja Segera Datang

Awas! "Kiamat" Bisa Saja Segera Datang.

Sobat! Dalam pepatah Jawa dinyatakan "belo melu seton". Pepatah ini secara harfiah berarti seperti belo (anak kuda) ikut seton (setu-an).

Seton adalah sebuah acara latihan menunggang kuda, dan perang tombak, yang biasa dilakukan oleh raja-raja Jawa di masa lalu.

Biasanya acara ini dilakukan pada setiap hari Sabtu, dan kebiasan yang dilakukan di hari Sabtu (dalam bahasa jawa disebut Setu) inilah yang kemudian menjadi istilah seton yang berasal dari kata dasar setu + an.

Dalam acara seperti itu kadang belo ikut serta induknya. Jelas saja belo tidak terlibat apa pun dalam acara seton tersebut. Belo ikut datang pada acara seton tanpa bisa ikut andil dan juga belum pantas untuk ikut ambil bagian dalam acara penting ini.
Kondisi ini kemudian menjadi perumpamaan bagi setiap orang yang hanya ikut-ikutan dalam suatu urusan tanpa mengerti maksud dan juga tidak punya kapasitas untuk ambil bagian dalam urusan tersebut.

Dapat ditebak betapa besar kekacaun yang terjadi, bila orang yang tidak memiliki kapasitas baik secara fisik maupun nalar atau lainnya ikut ambil bagian dalam suatu masalah.

Wajar saja bila Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam begitu keras memperingatkan ummatnya agar mewaspadai orang-orang yang seperti tergambar dalam pepatah di atas. Beliau bersabda:
( إذا ضيعت الأمانة فانتظر الساعة ) . قال كيف إضاعتها يا رسول الله ؟ قال ( إذا أسند الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة )
Bila amanat telah disia-siakan maka nantikan saja datangnya kiamat (kehancuran). Salah seorang sahabat bertanya: Wahai Rasulullah! bagaimana amanat dapat disia-siakan? Beliau menjawab: Bila suatu urusan telah diserahkan kepada orang yang tidak pantas menerimanya, maka nantikanlah kiamat (kehancuran). (Bukhary)

Bangsa kita pernah melakukan kesalahan besar ini, yaitu disaat mempercayakan kepemimpinan negri tercinta ini kepada orang yang tidak tepat. Betapa banyak pundi pundi emas negri ini di jual kepada asing, hutan dijarah ramai - ramai, preman merajalela, kekacauan di mana- mana, pasukan "ngebor" menebar pornografi dan porno aksi, PKI dibela dengan dihapusnya UU anti PKI, dan sebagian bumi pertiwi berhasil dirampas oleh orang lain, dan masih banyak lagi kerusakan yang hingga kini masih terasa dampaknya.

Dan orang-orang yang kemarin telah merusak bangsa ini, kini sedang berupaya keras untuk dapat kembali memimpin negri tercinta ini. Ya Allah lindungilah kami dari kejahatan para penjahat dan selamatkan negri kami dari orang-orang yang akan menuntun kami ke jurang kehancuran. AMiin.


..͡▹ Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR.Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعال

Jum'at, 3 Rajab 1435/2 Mei 2014 M


✽¸.••.¸✽¸••.¸✽¸••.¸✽¸.••.¸✽

Rabu, 30 April 2014

Derita mengundang bahagia

Derita mengundang bahagia.

Sobatku! Dalam kehidupan di dunia ini, betapa banyak derita yang membawa bahagia.

Bahkan fakta telah membuktikan bahwa orang yang tidak siap untuk mederita biasanya adalah orang yang paling susah untuk bahagia.

Anda tidak percaya?
Coba ingat kembali betapa sering anda menderita karena kepedasan namun anda dengan senang melakukan itu karena anda percaya bahwa rasa pedas menambah nikmat hidangan anda. Makan semakin lahap dan hidangan semakin terasa sedap dengan derita lidah kepedasan.

Berolah raga, melelahkan dan sering kali memakan biaya dan waktu. Namun demikian olah raga diyakini menjadi salah satu kunci hidup sehat.

Masih banyak lagi hal serupa yang awalnya berupa derita namun membawa bahagia. Itulah dunia, nikmatnya harus diimbangi dengan derita yang setimpal& nikmatnya harus ditebus dengan derita yang sepadan.

Imam ibnul qayyim berkat:
بقدر التعب تنال الراحة ولا راحة لمن لا تعب له
Sebesar rasa lelah/pengorbananmu engkau mendapatkan kesenangan dan tiada kesenangan bagi orang yang tidak pernah merasakan rasa lelah.

..͡▹ Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR.Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعال

30 Jumadats Tsani 1435H / 30 April 2014

✽¸.••.¸✽¸••.¸✽¸••.¸✽¸.••.¸✽

Nina bobok oh nina bobok, kalau tidak bobok digigit nyamuk

Nina bobok oh nina bobok, kalau tidak bobok digigit nyamuk

Senandung “kuno” ini sering dinyanyikan oleh ibu ibu disaat menidurkan putranya yang masih kecil. Senandung ini terus mereka nyanyikan tanpa sedikitpun ada rasa sungkan atau risih, atau kawatir, seolah-oleh nyanyian itu adalah salah satu prosedur formal menidurkan anak kecil.

Namun demikian, sobatku sekalian! Pernahkah anda berpikir: kira-kira apa respon dan perasaan anak anda bila mengetahui bahwa nyamuk lebih leluasa untuk beraksi mengisap darah ketika ia telah terlelap tidur?

Tidakkah anda kawatir bahwa tanpa disadari, dan secara terus menerus anda menanamkan kebiasan buruk, yaitu berdusta atau bahkan pembodohan kepada anak anda sendiri?

Tidakkah anda kawatir bila perilaku serupa di kemudian hari akan mereka lakukan kepada anda, setelah mereka pandai merangkai sendiri senandung yang serupa?

Bila dulu anda berdusta dengan nina bobok, karena anak anda belum mengenal nyamuk, maka bisa jadi besok, anak anda berdusta dalam urusan lain yang tidak atau belum anda ketahui ? Bukankah anda menyadari bahwa di zaman ini dan saat ini anak-anak anda lebih menguasai tentang tekhnologi dan alat komunikasi? Sangat memungkinkan kini mereka melakukan hal serupa “ibu bobok oh ibu bobok, kalau tidak bobok digigit nyamuk”. Tenang saja ibu, jangan kawatir, aku ada acara kuliah sore, praktikum LAB, PKL, ambil sampel, dll, padahal nyatanya pergi bersama pacar.
(رَبَّنَاهَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا)
Wahai Tuhan kami, anugrahkan kepada kami istri-istri dan anak keturunan kami sebagai penyejuk hati kami, dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang beriman.

..͡▹ Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعال

27 Jumadats Tsani 1435H / 27 April 2014

✽¸.••.¸✽¸••.¸✽¸••.¸✽¸.••.¸✽

Minggu, 16 Februari 2014

HARI CINTA ( VALENTINE )

HARI CINTA ( VALENTINE )

Ditulis oleh: Ustadz Dr. Muhammad Arifin Baderi, Lc MA - حفظه الله تعالى



Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Bismillaahirrahmanirrahiim.

1. Sesaat lagi kawula muda di berbagai belahan dunia akan dibuat gaduh dengan isu “HARI CINTA ”. ( VALENTINE ).

2. Banyak dari pemuda dan pemudi muslim yang turut hanyut dalam perayaan hari cinta ini.

3. Bila kita perhatikan, banyak sekali keanehan yg terjadi pada pemuda pemudi muslim saat ini .

4. Contohnya : mitos “cinta” yang diekspresikan dengan sekuntum bunga dan sepotong coklat.

5. Kaum hawa jadi lupa daratan bila telah mendapat sekuntum bunga mawar dan akhirnya pasrah bila telah mendapatkan sepotong coklat.

6. Padahal anda tahu, berapalah harga sekuntum bunga dan sepotong coklat?

7. Harga diri & kesucian diri diserahkan begitu saja hanya karena bunga atau sepotong coklat yang dibubuhi dengan janji-2 gombal.

8. Gak percaya ?, silahkan buktikan dengan anda menuntut untuk segera menikah pada malam itu juga.

9. Anda pasti tahu bahwa tidak ada obat cinta paling manjur selain pernikahan.

10.a “Tidak ada penawar yang lebih manjur bagi dua insan yang saling mencintai dibanding pernikahan“.(HR. Ibnu Majah, Al Hakim, Al Bazzar, …

10.b … dihasankan Al Albani dalam Silsilah Ahadits Ash Shahihah, 2/196-198)

11.a Coba pintalah pemuda yang konon pangeran anda untuk membayangkan wajah anda yang telah keriput atau mungkin cacat karena suatu kecelakaan …

11.b … atau penyakit. Mungkinkah dia kuasa melakukannya?

12.a Atau sebaliknya coba anda membayangkan wajah pemuda pujaan hati anda yang telah ompong atau cacat karena suatu kecelakaan atau penyakit.

12.b Masihkah cinta anda seperti sedia kala? Atau mungkinkah anda masih siap untuk meneruskan hubungan cinta dengannya?

13.a Atau mungkin bayangkan lelaki lain yang lebih tampan dan lebih berduit yang datang melamar anda, akankah anda masih mencintainya, …

13.b … padahal dia telah jatuh miskin, berpakaian seperti gembel, dan hidup dipinggir kali?

14. Renungkan baik2 saudara-saudariku, janganlah engkau korbankan kehormatan dirimu hanya demi janji-2 gombal dan isu-2 menyesatkan.

15. Bila anda cinta kepadanya karena penampilannya, maka tidak lama lagi akan luntur bersama pudarnya penampilan.

16. Bila cinta karena harta kekayaan maka akan dengan mudah dibeli oleh orang lain dengan penawaran yang lebih mahal.

17. Bila cinta karena jabatan, maka tidak lama lagi akan luntur bersama habisnya masa jabatannya.

18. CINTA ABADI / SEJATI tidak kenal penampilan,jabatan,harta/kekayaan. Hanya ada satu alasan cinta abadi yang suci, yaitu karena IMAN DAN AKHLAK yang mulia.

19.a “Biasanya wanita dinikahi karena satu dari empat alasan berikut: hartanya, kedudukan sosialnya, kecantikannya dan agamanya, …

19.b … maka pilihlah wanita yang beragama bagus, niscaya engkau beruntung” (Muttafaqun ‘Alaih) .

20. Cinta abadi tidak kenal hari, bulan atau tempat. Namun cinta abadi yang dilandasi oleh iman akan abadi hingga hari akhir nanti.

21. “Orang yang saling mencintai pada hari itu(qiyamat) akan saling memusuhi kecuali orang-2 yang cintanya karena alasan takwa” (QS.Az Zukhruf:67)

22. Jadi CINTA SEJATI tidak datang dengan cara memberi bunga dan coklat di hari yang disebut sebagai hari kasih sayang tersebut.

23. Ingatlah hadits ”Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut ” (HR. At-Tirmidzi)

Wassalamualaikum, semoga bermanfaat .

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Rabu, 29 Januari 2014

Arti Sebuah Nama

Arti Sebuah Nama
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri, MA - حفظه الله تعالى


Nama adalah identitas diri, namun di sadari atau tidak nama juga sebuah inspirasi. Setiap orang biasanya terinspirasi secara alami oleh nama dirinya.

Karena itu dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa merubah nama sahabat-sahabat beliau yang kurang baik.

Said bin Musayyib mengisahkan bahwa suatu hari kakeknya yang bernama (Hazan) datang menjumpai Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Setibanya di hadapan Nabi, beliau bertanya: Siapakah namamu?

Ia menjawab: Namaku Hazan (Duka atau Susah).

Spontan Nabi bersabda: Aku rubah namamu menjadi Sahel (Mudah).

Namun sungguh mengejutkan, sahabat Hazan menjawab: Aku tidak akan merubah nama yang telah diberikan oleh ayahku.

Said bin Musayyib menuturkan: Kesusahan dan duka tiada pernah sirna dari keluarga kami. (HR. Bukhari)

Pikirkan dan kenalilah nama diri anda sobat, bila telah baik maka bersyukur dan bila ternyata kandungan artinya kurang baik, maka akan lebih baik bila anda menggantinya dengan yang baik.

Anda akui atau tidak, nama mengandung sebuah inspirasi, dan pemilik nama biasanya akan mendapatkan bagian dari kandungan namanya sendiri.

Betapa banyak orang yang namanya buruk dan keburukan senantiasa terpancar darinya. Misalnya nama: gelap, maka biasanya kegelapan nampak dari wajah dan perilakunya.

Mendung, maka biasanya perilaku dan kepribadiannya juga bak mendung, gelap dan perilakunyapun mencerminkan kegelapan.

Bagus maka biasanya kepribadian dan perilakunya juga memancarkan kebagusan.

Anwar, mencerminkan akan cahaya dan kecerahan, dan demikian seterusnya.

Memahami nama dan kandungan artinya ini juga dapat menjadi pertimbangan dalam memilih pasangan hidup atau yang serupa, jangan pilih pasangan hidup yang namanya mencerminkan kegelapan, semisal yang bernama awan, mendung, petir, malam, atau yang serupa.




✽.•°•.☆.•°•✽.•°•☆.•°•✽

Sabtu, 04 Januari 2014

Rahasia Susah Khusyu’

Rahasia Susah Khusyu’

Sobat, sepenuhnya saya yakin bahwa selama ini, saya dan juga anda begitu susah untuk shalat dengan khusyu’.

Setiap kali berusaha untuk bisa khusyu’, maka seakan secepat kilat khusyu’ tersebut pudar dan berganti lamunan.

Bahkan berbagai kejadian yang sebelumnya sama sekali tidak teringat atau terpikirpun begitu mudah hadir dalam pikiran kita.

Semua itu adalah ulah dari setan.
إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ، وَلَهُ ضُرَاطٌ، حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ، فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ المَرْءِ وَنَفْسِهِ، يَقُولُ: اذْكُرْ كَذَا، اذْكُرْ كَذَا، لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِي كَمْ صَلَّى
Bila telah dikumandangkan azan untuk mendirikan sholat, maka setan segera berlari hingga terkentut-kentut. Ia terus berlari hingga tiak mendengar suara azan.

Ketika azan elah usai dikumandangkan, ia segera kembali lagi.

Namun ketika iqamat shalat dikumandangkan maka setan kembali berlari. Dan bila iqamah telah usai dikumandangkan ia akan kembali lagi untuk menggoda manusia.

Setan akan terus membisikkan : ingatlah urusan ini dan itu, berbagai hal yang sebelumnya sama sekali tidak ia ingat, hingga akhirnya ia tidak mengetahui berapa rakaat ia telah shalat. (Muslim)


Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri, MA - حفظه الله تعالى


♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇

Ya Allah berikanlah kekhusyu’an kepada kami dalam setiap ibadah kami dan terimalah amalan ibadah kami.. aamiin

Senin, 23 Desember 2013

Antara Toleransi Dan Kebersamaan

Antara Toleransi Dan Kebersamaan

Sobat, saya yakin anda pernah jalan jalan bersama istri atau suami anda, atau barang kali kedua orang tua atau mungkin pula teman.

Tentu acara berjalan bersama akan terasa nyaman dan mengasyikkan bila ada sikap saling memahami dan toleransi.

Sebagai contoh: di saat teman anda merasa mulas / sakit perut maka anda dituntut pengertian, yaitu dengan mengizinkannya pergi ke toilet. Anda membiarkannya menyelesaikan urusannya, tanpa anda mengganggunya.

Kebersamaan atau toleransi bukan berarti anda turut serta masuk ke toilet, ikut ikutan jongkok di toilet karena anda ingin menunjukkan sikap solidaritas atau empati dengannya.

Sobat, kira kira apa yang anda lakukan bila ada teman anda yang ingin toleransi atau empati kepada anda dengan cara turut serta masuk ke toilet bersama anda dan ikut ikutan jongkok bersama anda?

Gambaran ini adalah ilustrasi sederhana tentang toleransi beragama yang seharusnya dilakukan oleh ummat Islam kepada tetangga atau teman yang berbeda agama.

Bila anda memiliki tetangga atau teman nasrani, maka biarkan ia merayakan hari besar mereka tanpa perlu anda mengusiknya. Namun tinggalkan segala kegiatan agamanya, karena menurut syariat islam, segala praktek ibadah mereka adalah menyimpang dari ajaran Islam alias bentuk kekufuran.

Satu kesalahan besar bila anda turut serta merayakan atau meramaikan perayaan mereka. Sebagaimana salah besar bila anda turut serta masuk ke toilet bersama teman anda.

Demikianlah salah satu pelajaran yang mungkin dapat kita petik dari ayat 8-9 surat Al Mumtahanah

Ditulis oleh أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri, MA - حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Sabtu, 21 Desember 2013

Peringatan Hari Ibu

Peringatan Hari Ibu.

Sobat, namanya juga peringatan, ya hanya sekali setahun.

Namanya juga peringatan, tentu biasanya yang diingatkan sedang dalam kondisi lalai atau bahkan lupa sama sekali.

Namanya juga peringatan, tentu seringkali bagi banyak orang cepat berlalu dan dilupakan seakan tak berbekas.

Namanya juga peringatan, seringkali diwujudkan dalam bentuk seremonial dan bukan dalam aksi nyata.

Namanya juga peringatan, biasanya hanya dilakukan bila telah didahului oleh adanya kondisi yang genting dan ancaman serius.

Berbeda dengan keyakinan, tuntunan, dan syariat yang semuanya bernilai ibadah. Dari lubuk hati yang paling dalam dan dibuktikan dalam aksi nyata secara terus menerus tanpa kenal lelah. Karena itu pada ayat berikut Allah menggunakan kata wasiat yang harus diingat selalu dan benar benar diamalkan. Simak firman Allah berikut:
ووصينا الانسان بوالديه احسانا
Dan Kami telah pesankan kepada setiap insan agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya ( al ankabut) 8)


Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri, MA - حفظه الله تعالى




♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇

Kamis, 19 Desember 2013

Derita Yang Harus Disyukuri

Derita Yang Harus Disyukuri.

Sobat, kapankah anda benar benar menyadari bahwa gigi, mata, badan sehat adalah ni'mat yang wajib disyukuri?

Betapa sering anda baru menyadari pentingnya kesehatan setelah anda merasakan rasa sakit.
Sebelumnya anda tidak atau mungkin belum merasa perlu untuk menjaga kesehatan, kecuali bila telah jatuh sakit, terlebih bila sakit anda tidak kunjung sembuh.

Di saat sehat, anda malang melintang sesuka hati anda. Betapa banyak peringatan Allah dan Rasul-Nya yang anda abaikan.
Makan, minum, berpakaian, tidur, memandang, menggenggam, dan melangkahkan kaki secara berlebihan.
Seakan anda mengira bahwa semuanya akan abadi, padahal kenyataannya tidaklah demikian.

Kehidupan dunia, ada kalanya sehat dan ada kalanya sakit, sebagaimana ada saatnya siang dan ada pula saatnya malam.
Ada saatnya lapang dan ada pula saatnya sempit dan susah, demikianlah dinamika kehidupan dunia.

Ternyata bagi kebanyakan kita, sering kali deritalah yang menjadikan kita mengenali nikmat dan menyadarinya.
Karena itu syukurilah cobaan Allah sebagaimana anda mensyukuri nikmatnya.

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَنَبْلُوكُم بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

Setiap jiwa pastilah merasakan kematian, dan Kami menguji kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai ujian. Dan kepada Kamilah kalian pasti akan kembali

( al Anbiya 35)




Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri, MA - حفظه الله تعالى


 

♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷

Minggu, 08 Desember 2013

Wali Keramat

Wali Keramat.

Sobat, di negri kita banyak betebaran kuburan keramat atau kuburan wali. Biasanya kuburan kuburan tersebut banyak dikunjungi. Bukan hanya kunjungan biasa untuk mengingatkan akan kematian, betapa orang sholehpun juga tidak berdaya menghadapi kematian. Namun betapa banyak dari penziarah yang mengharapkan keberkahan, dipertemukan dengan jodoh, dilapangkan rejekinya dengan ziarahnya itu.

Aneh memang, mereka mengetahui sepenuhnya bahwa orang orang sholeh tersebut telah meninggal tidak lagi berdaya apapun, namun ada saja yang mengharapkan pertolongan dari mereka.

Sobat, pernahkah anda berpikir : sejauh mana kebenaran anggapan tersebut? Temukan jawabannya pada firman Allah berikut ini:
إِنَّكَ مَيِّتٌ وَإِنَّهُم مَّيِّتُونَ. ثُمَّ إِنَّكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عِندَ رَبِّكُمْ تَخْتَصِمُونَ
Sejatinya engkau pasti akan mati. Sebagaimana merekapun akan mati. Dan selanjutnya kelak pada hari kiayamat di hadapan Allah kalian saling berselisih/berbantah bantahan ( Az Zumar 30-31)

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri, MA - حفظه الله تعالى


┈┈»̶✽♈̷̴✽«̶┈┈

Wanita Tampil Cantik Nan Anggun, Siapa Yang Larang?

Wanita Tampil Cantik Nan Anggun, Siapa Yang Larang?

Sobat, bagi banyak kalangan berkembang anggapan bahwa Islam anti dengan keindahan dan kecantikan. Karena itu, beredar ucapan " akhwat kok berdandan". Ada pula yang berkata : " dulu sebelum belajar agama, fulanah itu cantik,namun kini ....."

Berkembang persepsi bahwa bila saudari telah mengenakan jilbab, maka berarti semua asesoris kecantikan anda harus ditinggalkan tanpa kompromi.

Sobat! Ketahuilah islam tidaklah kaku semacam ini, bahkan sebaliknya dengan mengamalkan islam, niscaya anda kan semakin anggun dan menawan.

Islam menghalalkan berbagai perhiasan dan asesoris yang menjadikan anda semakin indah. Simaklah firman Allah Ta'ala berikut ini:
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ اللهِ الَّتِي أَخْرَجَ لِعِبَادِهِ وَالطَّيِّبَاتِ مِنَ الرِّزْقِ قُلْ هِيَ لِلَّذِينَ آمَنُوا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Katakan: siapakah yang mengharamkan perhiasan perhiasan yang Allah ciptakan untuk hamba-hamba-Nya, demikian pula berbagai rejeki yang baik? Katakan bahwa semua itu diciptakan teruntuk orang orang yang beriman pada kehidupan dunia dan kelak pada hari qiyamat semua itu hanya diperuntukkan bagi mereka. Demikianlah Allah merinci tanda tanda kekuasaan-Nya bagi orang orang yang mengetahuinya. ( Al A'araf 32)

Hanya saja,kapankah saudari mengenakan perhiasan? Kenakanlah perhiasan dan aksesoris kecantikan saudari dihadapan suami atau keluarga, dan bukan ketika saudari keluar rumah untuk ngrumpi dan pamer perhiasan kepada masyarakat luas.

Ketika saudari keluar rumah, kenakan jilbab saudari dan tinggalkan perhiasan saudari di rumah, kecuali perhiasan yang boleh untuk ditampakkan, semisal pewarna kuku, sebagaimana dikisahkan berikut ini.

Suatu hari ada seorang wanita dari balik tirai menyodorkan secarik kertas kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Namun beliau menahan tangannya karena ragu untuk menerima kertas tersebut.

Tak ayal lagi, wanita tersebut keheranan dan segera mengklarifikasi sikap beliau ini dengan bertanya: wahai Rasulullah, aku menyodorkan secarik kertas kepadamu, namun mengapa engkau enggan menerimanya?

Rasulullah menjawab:
إني لم أدر أيد امرأة هي أو رجل»
Aku tidak tahu/ ragu, apakah itu tangan seorang wanita atau tangan lelaki?

Wanita itu menjawab:
بل يد امرأة،
Ini adalah tangan seorang wanita.

Mendapat penjelasan ini Rasulullah bersabda keheranan:
«لو كنت امرأة لغيرت أظفارك بالحناء»
Andai engkau adalah benar benar wanita, pastilah engkau telah mewarnai kukumu dengan hinna' (daun pacar) ( Abu dawud, An Nasai dll).


 

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri, MA - حفظه الله تعالى


♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇


Senin, 02 Desember 2013

Cinta Matre

Cinta Matre.

Di dunia cinta mencintai, dan sayang menyayangi, sering kali ada sebutan cinta matre, atau cinta gombal.
Kata orang: abang ada uang abang disayang, abang tiada uang abang ditendang.
Cinta hanya karena kepentingan sesaat, cinta berakhir bersama berakhirnya kepentingan.

Sobat! Mungkinkah anda rela memiliki pasangan hidup yang demikian ini ?
Saya yakin anda benci dengan orang yang cintanya hanya selebar uang dan setipis kulit kentang.

Walau demikian, membenci pemilik cinta matre bukan berarti jaminan anda bebas dari hal tersebut, bisa saja anda benci mereka namun bisa jadi perilaku hina ini menular kepada anda.

Sobat! Mungkin ucapan ini terdengar sedikit mengada ada, namun demikian, perkenankan saya bertanya kepada anda: bila anda diberi kesempatan untuk memilih antara dua orang

1. Orang yang kaya raya, cerdas, dan tampan /cantik namun imannya rendah atau bahkan beda agama dan akhlaknya bobrok.

2. Iman dan akhlaknya bagus namun miskin dan kurang pandai.
Kira kira anda memilih mana?

Pertanyaan ini akan segera membuktikan siapa sebenarnya anda, terlebih sesaat lagi negara kita akan mengadakan pemilihan umum.

Apakah anda benar benar memilih tanpa pamrih sehingga anda memilih calon karena imannya atau memilih karena matre sehingga memilih calon yang anda duga bisa memberi sedikit materi, perubahan, layanan dan kemakmuran walaupun masa depan agama dan akhlaq ummat anda terabaikan.

Sobat! Renungkan firman Allah Azza wa Jalla berikut:

وَمِنْهُم مَّن يَلْمِزُكَ فِي الصَّدَقَاتِ فَإِنْ أُعْطُوا مِنْهَا رَضُوا وَإِن لَّمْ يُعْطَوْا مِنْهَا إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

Dan dari mereka ada orang-orang yang mencibirkan/mencemooh engkau dalam urusan sedekah, dan bila mereka diberi bagian dari sedekah tersebut mereka menjadi senang namun bila mereka tidak diberi mereka menjadi benci.
( At Taubah 58)

Nasehat Al Ustadz Dr.Muhammad Arifin Badri MA - حفظه الله


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Sabtu, 30 November 2013

Harga diri anda hanya terletak pada hati anda

Harga diri anda hanya terletak pada hati anda


Bila hati anda suci dengan iman dan taqwa, maka anda berharga walau dihina oleh orang.
Namun bila hati anda penuh dengan noda maka anda adalah manusia hina walau anda disanjung orang

Allah Ta'ala berfirman:
إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
Sejatinya orang paling mulia dr kalian di sisi Allah adalah orang paling bertaqwa diantara kalian (Surat Al Hujurot ayat 13)

Nabi Shallallahu alihi wasallam bersabda :
ان الله لا ينظر الى اجسادكم ولا الى صوركم ولكن ينظر الى قلوبكم
Sejatinya Allah tidaklah melihat tubuh kalian, tidak pula kepada penampilan kalian, namun Allah melihat hati-hati kalian (Riwayat Muslim)

Sudahkah hati anda setampan paras dan penampilan anda?....
Sudahkan hati anda secantik raut wajah anda?...
Sudahkan jiwa anda seharum aroma parfum anda?...

Nasehat Al Ustadz Dr.Muhammad Arifin Badri MA
- حفظه الله


♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

INILAH WANITA

INILAH WANITA .



Sobat, membicarakan perihal wanita apalagi yang cantik jelita pastilah mengasyikkan. Setiap lelaki senang membicarakan hal itu, asalkan tidak kebablasan alias kelewat batas kesantunan dan tuntunan syariat.

Sah sah saja anda memiliki persepsi atau gambaran, Tentang wanita! Katuhuilah, apapun gambaran anda tentang wanita, kita pasti memiliki batas sepakat. Kita sepakat bahwa wanita itu identik dengan keindahan, kelemah lembutan dan perhiasan.

Semakin seorang wanita lembut, pandai berhias, dan patuh alias nurut kepada suami, maka semakin indah wanita tersebut, dan andapun semakin terpikat dengannya. Namun sebaliknya, bila wanita tegas, keras dan pandai berdebat bahkan mengalahkan suaminya, Biasanya anda ciut bahkan segan untuk mendekati alih alih menikahinya.

Sebagai lelaki anda pasti gengsi alias ogah bila dikuasai apalagi ditindas oleh wanita yang normalnya lebih lemah dibanding anda. Sewajarnya anda berhasrat untuk menguasai dan memiliki mereka, bukan mereka yang mengatur dan mengusai anda.

Sobat, persepsi anda tentang wanita semacam ini adalah wajar dan alami, bahkan dalam Al Qur'an juga diisyaratkan demikian. Simaklah firman Allah beriku:
أَوَمَن يُنَشَّأُ فِي الْحِلْيَةِ وَهُوَ فِي الْخِصَامِ غَيْرُ مُبِينٍ
Apakah wanita yang dirawat/ dibesarkan dalam perhiasan dan dia itu biasanya bila beradu argumentasi tidak kuasa menjelaskan maksudnya. ( az Zukhruf 18)

Bila dalam urusan rumah tangga, anda ogah untuk dipimpin dan diatur atur oleh wanita karena berbagai alasan di atas dan juga lainnya, namun mengapa anda menutup mata dalam urusan negara? Dalam urusan yang lebih besar dan luas cakupannya, mengapa anda membuka peluang bagi wanita untuk memimpin anda?

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri, MA - حفظه الله تعالى


♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇

Inflasi Dagelan Para Rentenir

Inflasi Dagelan Para Rentenir.

Bila saudara membaca, apalagi mengikuti perkembangan ekonomi dunia,niscaya menemukan kata inflasi selalui menjadi salah satu momok yang ditakuti. Pada sektor ekspor atau impor, atau industri, bahkan sampai pertanian masalah inflasi selalui menghantui, apalagi sektor keuangan atau perbankan.

Inflasi alias penurunan atau proses pelemahan daya beli masyarakat akibat pelemahan nilai tukar mata uang. Banyak alasan dan faktor yang menyebabkan terjadinya pelemahan ini.

Namun demikian, anehnya hantu ekonomi ini seakan sengaja dipelihara dan bahkan dikembang biakkan. Tak ayal lagi, masyarakat terus dihantui, bahkan menjadi korbannya.

Seakan masyarakat dunia telah beranggapan bahwa inflasi adalah satu kodrat ilahi yang tidak mungkin dirubah atau dihilangkan. Padahal urusan inflasi ini sangatlah mudah dihapuskan, namun sayangnya seakan ada kesepakatan tidak tertulis untuk mempertahankannya. Sejatinya bila masyarakat dunia berkeinginan, maka dengan mudah inflasi dihapuskan.

Mungkin anda berkata: aaah terlalu mengada ada atau mustahil bisa menghapuskannya.

Sobat, ketahuilah bila masyarakat menggunakan sistem islam, kembali menggunakan uang dinar atau dirham, dan penggunaan berbagai instrumen pembayaran non tunai dihapuskan atau minimal dibatasi, niscaya inflasi sirna. Dengan demikian akan terjadi keseimbangan antara peredaran mata uang dengan perputaran barang dan jasa di masyarakat. Akibatnya terjadilah pemerataan ekonomi bagi seluruh masyarakat, dan nilai mata uang stabil.

Memang pertumbuhan ekonomi melambat namun merata dan dinikmati oleh semua orang. Apalah artinya pertumbuhan pesat namun hanya dinikmati oleh segelintir orang, sedangkan mayoritas masyarakat terus menjadi tumbal.

Sobat, marilah kita kembali ke syariat islam, agama yang membawa rahmat bagi alam semesta.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Dr Muhammad Arifin Badri - حفظه الله


┈┈»̶✽♈̷̴✽«̶┈┈

Senin, 25 November 2013

Uji Nyali Bagi Yang Merasa Pemberani

Uji Nyali Bagi Yang Merasa Pemberani. Sobat, pernahkah anda minum air panas, sehingga lidah anda terasa terbakar?

Akibat seteguk air panas yang anda minum, lidah anda sakit dan untuk beberapa waktu anda tidak dapat merasakan enaknya makanan yang anda makan.

Coba anda bayangkan bila air panas yang anda minum ternyata membakar lidah, mulut, kerongkongan hingga lambung anda. Kira-kira bagaimana rasa sakit yang menimpa anda?

Tahukah anda bahwa salah satu siksa penghuni neraka ialah ketika penghuni neraka kehausan dan minta minum, mereka diberi minum air mendidih yang sangat panas hingga menghancurkan lambung mereka.

Simaklah firman Allah berikut:
وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ
Mereka diberi minum air panas mendidih yang mengakibatkan lambung mereka terpotong-potong.( Muhammad 15 )

Bagaimana tidak hancur lambungnya, walau telah masuk ke lambung, air minum atau makanan penghuni neraka masih mendidih dengan keras.
طَعَامُ الْأَثِيمِ
Makanan orang yang banyak berbuat dosa.
كَالْمُهْلِ يَغْلِي فِي الْبُطُونِ
Bagaikan timah panas yang mencair dan terus mendidih dengan keras di dalam perut mereka.
كَغَلْيِ الْحَمِيمِ
Bagaikan air panas yang mendidih. (ad Dukhan 44-46)

Sobat! Mungkinkah anda penasaran atau tertantang untuk uji nyali mengincipi makanan dan minuman penghuni neraka?

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ
Dr Muhammad Arifin Badri
, MA - حفظه الله تعالى


♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇♠̣̣̇̇

Sabtu, 23 November 2013

Islam Kok Kumuh?

Islam Kok Kumuh?
Oleh: أُسْتَاذُ DR. MuhammadArifin Badri, MA - حفظه الله تعالى



Mungkin itu ucapan yang kadang terucap dari lisan sebagian ummat Islam. Atau ada pula yang berkata :

islam kok malas, atau islam kok menipu ..... dst.

Sobat ketahuilah bahwa ucapan di atas pastilah tidak tepat karena Islam tidak pernah mengajarkan ummatnya untuk hidup kumuh, malas, menipu atau tindakan menyimpang lainnya.

Islam hanya mengajarkan kebaikan, dan jalan hidup yang paling bagus lagi lurus sehingga pasti akan berakhir di pintu surga Allah.

إِنَّ هَٰذَا الْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِينَ الَّذِينَ يَعْمَلُونَ الصَّالِحَاتِ أَنَّ لَهُمْ

أَجْرًا كَبِيرًا

Sejatinya Al Qur'an ini menunjukkan kepada jalan yang paling lurus dan membawa kabar gembira bagi orang orang yang beriman lagi beramal shaleh bahwa mereka pastilah mendapatkan pahala yang besar.

( Al Isra' 9)

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:


أكمل المؤمنين إيمانا، أحسنهم خلقا


Orang beriman yang paling sempurna imannya ialah orang yang paling baik akhlaqnya.

( Ahmad dan lainnya)

Adapun ummat Islam, maka dari mereka ada yang kumuh, malas, bodoh, kaku, kejam dan lainnya.

Namun tentu itu semua tidak mewakili islam, itu adalah penyimpangan mereka semua dari syariat Islam.

Bahkan bisa jadi kita, saya atau anda adalah salah satu oknum muslim yang melakukan sebagian dari perilaku menyimpang di atas.

Andai kita semua menjalankan islam seutuhnya niscaya semua itu tida terjadi, simaklah firman Allah berikut:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ


Wahai orang orang yang beriman masuklah kalian semua kedalam islam secara menyeluruh, dan janganlah kalian mengikuti langkah langkah setan, sejatinya setan itu adalah musuh kalian yang nyata.

( al Baqarah 208)

⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡.