Manfaat & Faedah Berpuasa
Oleh : Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI
(Mukim di Dammam, Saudi Arabia)
Puasa memiliki banyak manfaat dan faedah yang luar biasa, diantaranya:
☆ 1. Merupakan sarana untuk menjadi insan yang bertakwa
☆ 2. Merupakan sarana untuk syukur nikmat
☆ 3. Berpuasa dapat melembutkan tabiat dan meluruskan syahwat
☆ 4. Dapat menjadikan hati sibuk dengan berzikir
☆ 5. Dengan berpuasa, orang kaya akan mengetahui limpahan nikmat Allah atasnya
☆ 6. Puasa merupakan sarana untuk mengatur jiwa agar menjadi lebih baik
☆ 7. Dapat mengurangi dan menghilangkan sifat sombong pada jiwa
☆ 8. Merupakan sebab kasih sayang kepada fakir miskin
☆ 9. Berpuasa berarti menyamai apa yang dirasakan oleh fakir miskin
☆ 10. Berpuasa dapat mempersempit aliran darah sehingga dapat mempersempit jalan setan untuk menggoda
☆ 11. Puasa mengumpulkan tiga macam kesabaran: dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah, dalam meninggalkan larangan-larangan-Nya dan dalam menghadapi takdir Allah yang memilukan.
☆ 12. Puasa -dengan izin Allah- menjadikan sehat jiwa dan raga.
☆ 13. Muslim yang berpuasa karena Allah merupakan tanda ketulusan imannya kepada Allah Ta’ala dan tanda tingkat ubudiyyah (penghambaan) yang tinggi darinya kepada-Nya.
Oleh karena itu, hendaknya seorang yang berpuasa ia benar-benar mengharap ridha Allah semata, ikhlas karena-Nya, dan benar-benar meniti petunjuk Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam dalam berpuasa.
Dengan demikian, semoga ia mendapatkan keutamaan dan manfaat dari berpuasa.
Semoga Allah memudahkan kita semua untuk berpuasa ikhlas karena-Nya dan sesuai dengan tuntunan Nabi-Nya. Aamiin.
[ash-Shiyam fi al-Islam, Sa’id al-Qahthani]
✅ Bagian Indonesia
🏠 ICC DAMMAM KSA
===
📅 [ 30/08/1436 H ]
___
📱 Dipost Ustadz Muhammad Sulhan Jauhari, Lc, MHI -hafizhahullah- tgl 30 Sya'ban 1436 / 17 Juni 2015
💚💚💚💚💚💚
Tampilkan postingan dengan label Lain - lain. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lain - lain. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Juni 2015
MUTIARA NASEHAT jelang RAMADHAN
MUTIARA NASEHAT
jelang
RAMADHAN
jelang
RAMADHAN
Bacalah al Qur'an...
walaupun satu hari hanya mendapatkan satu juz...
walaupun satu hari hanya mendapatkan satu juz...
Kalau tidak sanggup,
maka bacalah walaupun satu hari mendapatkan setengah juz...
maka bacalah walaupun satu hari mendapatkan setengah juz...
Kalau tidak sanggup pula,
maka bacalah walaupun satu hari hanya satu lembar saja...
maka bacalah walaupun satu hari hanya satu lembar saja...
Kalau tidak sanggup,
maka bacalah satu hari walaupun mendapatkan satu ayat...
maka bacalah satu hari walaupun mendapatkan satu ayat...
Kalau tidak sanggup juga,
membaca satu ayat satu hari...
maka tengoklah al Qur'an sehari walaupun hanya satu kali...
sentuhlah al Qur'an... dan peganglah... walaupun kita tak sanggup membacanya...
sambil kita berkata dalam hati kita...
kita katakan :
membaca satu ayat satu hari...
maka tengoklah al Qur'an sehari walaupun hanya satu kali...
sentuhlah al Qur'an... dan peganglah... walaupun kita tak sanggup membacanya...
sambil kita berkata dalam hati kita...
kita katakan :
" YA ALLAH DOSA APA YANG TELAH AKU LAKUKAN SEHINGGA AKU TIDAK SANGGUP MEMBUKA LEMBARAN AYAT-AYATMU... TIDAK SANGGUP LISANKU MEMBACA AYAT-AYATMU..."
Maka dengan demikian
in syaa Allah, Allah akan berikan hidayah kepada kita tentang pentingnya kita mempelajari al Qur'an...
in syaa Allah, Allah akan berikan hidayah kepada kita tentang pentingnya kita mempelajari al Qur'an...
Semoga bermanfaat..!
با رك الله فيكم
***
Penulis Ustadz Abu
Unais Ali Subbana
حفظه الله تعالى
Penulis Ustadz Abu
Unais Ali Subbana
حفظه الله تعالى
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Minggu, 14 Juni 2015
RAHASIAKANLAH Rencana Anda
RAHASIAKANLAH Rencana Anda
✏ Oleh Ustadz Musyafa Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى
Rahasiakanlah rencana Anda, agar anda sukses dalam menggapainya.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
ﺍﺳﺘﻌﻴﻨﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺇﻧﺠﺎﺡ ﺍﻟﺤﻮﺍﺋﺞ
ﺑﺎﻟﻜﺘﻤﺎﻥ ، ﻓﺈﻥ ﻛﻞ ﺫﻱ ﻧﻌﻤﺔ ﻣﺤﺴﻮﺩ
“Bantulah KESUKSESAN hajat-hajat kalian dengan MERAHASIAKANNYA, karena setiap orang yang memiliki nikmat itu akan menjadi
sasaran HASAD orang lain.
[Silsilah Shohihah: 1453]
Oleh karena itulah, seringkali rencana kita gagal atau mengalami banyak hambatan
ketika beritanya mulai tersebar.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
¤¤(*)¤¤
✏ Oleh Ustadz Musyafa Ad Dariny, MA حفظه الله تعالى
Rahasiakanlah rencana Anda, agar anda sukses dalam menggapainya.
Rosululloh shollallohu ‘alaihi wasallam telah bersabda:
ﺍﺳﺘﻌﻴﻨﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﺇﻧﺠﺎﺡ ﺍﻟﺤﻮﺍﺋﺞ
ﺑﺎﻟﻜﺘﻤﺎﻥ ، ﻓﺈﻥ ﻛﻞ ﺫﻱ ﻧﻌﻤﺔ ﻣﺤﺴﻮﺩ
“Bantulah KESUKSESAN hajat-hajat kalian dengan MERAHASIAKANNYA, karena setiap orang yang memiliki nikmat itu akan menjadi
sasaran HASAD orang lain.
[Silsilah Shohihah: 1453]
Oleh karena itulah, seringkali rencana kita gagal atau mengalami banyak hambatan
ketika beritanya mulai tersebar.
ﻭﺍﻟﻠﻪ ﺃﻋﻠﻢ
¤¤(*)¤¤
Rabu, 10 Juni 2015
Resume Kajian fiqih wanita 10/6/2015: AMANAH YANG TERABAIKAN (fiqih thaharah wanita)
Kajian fiqih wanita 10/6/2015
AMANAH YANG TERABAIKAN
(fiqih thaharah wanita)
Oleh: Ustadzah Arfah Nur Laila, Lc hafizhahallaahu
Tafsir Amanah
Allah berfirman dlm surat Al Ahzab: 72, yg artinya,
Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):72 - Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.
Manusia bersifat dzalim dan cenderung bodoh.
Allah memberi nikmat:
- menciptakan kita
- memberi kita hidayah
Tafsir Amanah menurut Ibnu Katsir
1. Tanggung jawab syar'i
2. Agama
3. Hukum-hukum Allah
4. Shalat
5. Puasa
6. Mandi Besar (mandi janabah)
Thaharah meripakan slh stu amanah yg dibebankan Allah kpd manusia. Thaharah termasuk didlm hukum2 Allah.
Kaitannya thd kesemua poin diatas krn kita hrs berthaharah sebelum melakukan ke 6 poin diatas.
Laki2 berbeda dgn perempuan, seperti firman Allah blm surat Ali Imran: 36,
Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):36 - Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk".
Mengapa thaharah terabaikan?
- bnyk org yg menyepelekan masalah thaharah
- malu/enggan mempelajari thaharah
- thaharah adl rahasia antara hamba dgn Rabbnya
- lupa thd urgensi thaharah
Urgensi thaharah menurut Rasulullah,
"Allah tdk menerima shalat kalian sebelum berwudhu"
Ancaman thd org yg mengabaikan thaharah:
"Bersihkanlah diri dri kencing krn kebnykan siksa kubur berasal krn sebab bekas kencing tsb"
Laki2 dan perempuan adalah berbeda kecuali utk pahala akhirat.
HUKUM CAIRAN YANG KELUAR DARI KEMALUAN WANITA
1. Cairan yg keluar dri jln kencing
Wadi, keluar dari jalan kencing dan hukumnya najis dan membatalkan wudhu.
2. Cairan yg keluar dri jln lahir
A. shufrah dan kudrah (flek)
• Shufrah, cairan berwarna kuning
• Kudrah, cairan warna kemerahan
● Hukumnya:
dilihat masa keluarnya misalnya spt haid.
Akhir haid ditandai dgn cairan putih/bening diakhir haid. Jika shufrah dan kudrah masih keluar diantara masa haid, maka hukumnya sama spt haid.
keluar di masa suci, misalnya ia haid biasa selama 5 hri, kemudian setelah masa haid slsi misalnya keluar shufrah dan kudrah di hari ke 15 maka hukumnya itu suci dan tdk najis.
Dalilnya hadist yg berkata
"Kami tdk anggap apa2 shufrah dan kudrah di masa suci."
Walaupun suci dan tdk najis tapi shufrah dan kudrah ini hukumnya spt kentut yang membatalkan wudhu kecuali jika keluar terus menerus maka itu dianggap sakit.
B. madzi
Yaitu cairan yg licin, ringan, keluarnya mengalir dan ketika tergeraknya syahwat.
Hukumnya:
najis
membatalkan wudhu
Madzi tdk harus mandi janabah.
C. keputihan
Cairan kental, elastis, mengalir, dan tdk memancar, berwarna putih atau kuning
Keputihan:
- normal (putih, bening, tdk berbau)
- penyakit (berbau, berwarna abu2)
Hukum keputihan:
• suci tdk najis.
• keputihan tdk membatalkan wudhu krn cairannya dihukumkan spt dahak.
Namun ada pendapat yg mengemukakan bhw keputihan juga spt kentut, suci namun membatalkan wudhu. Namun jika terus menerus dihitung sbg penyakit dan tdk membatalkan wudhu.
D. mani
Cairan kuning, keluarnya memancar, dgn syahwat, berbau spt bau putih telur atau tumbuhan
Hukumnya ada 2 pendapat:
• suci
Apabila mani nempel ke pakaian, jika kering hny dikerik dan jika basah dilap, maka pakaian tsb msh bisa dipakai shalat. Pendapat ini adalah yg terkuat, walaupun suci mani ini adalah pembatal terbesar bagi manusia yg mengeluarkan mani. Jadi wajib mandi besar dan wudhu.
• najis
Apabila kering cukup dikerik, apabila basah maka wajib dicuci.
Mani keluar tanpa syahwat (ketika cuaca dingin atau kecelakaan, dan tdk diwajibkan mandi namun hrs wudhu) dan dengan syahwat (wajib mandi janabah dan wudhu, baik mimpi ataupun bersetubuh).
E. darah haid
PERBEDAAN MANDI JANABAH DAN MANDI HAID
1. Penggunaan daun bidara (jaman skrg sabun, shampoo)
Sangat dianjurkan ketika mandi haid namun tdk saat mandi janabah.
2. Ketika mandi haid dianjurkan bersungguh2 dlm menggosok badan terutama kepala dan membuka kepangan rambut.
Mandi janabah dibolehkan utk tdk membuka kepangan rambut.
3. Ketika mandi haid disunnahkan utk mengulang2 mandi (saat itu). Sdgkan pd mandi janabah cukup skli sj.
4. Ketika mandi haid tdk ada perbedaan antara wudhu sebelum mandi atau sesudahnya. Sdgkan mandi janabah disunnahkan SEBELUM mandi.
5. Penggunaan minyak wangi setelah mandi haid. Sedangkan pd mandi janabah tdk ada anjuran tsb.
Kenapa mandi haid lebih diperhatikan?
Krn mandi haid hanya sebulan sekali, dan mandi janabah bisa tiap hari.
HAID DAN ISTIHADHAH & NIFAS
HAID DAN ISTIHADHAH
Perbedaannya
1. Tempat keluar
Haid adl darah alami yg keluar dlm masa tertentu keluar dri dinding rahim
Istihadhah adl darah yg keluar krn penyakit yg keluarnya dri pembuluh darah
2. Sebab
Haid tjd pemisahan membran internal rahim dan robeknya penyempitan pembuluh darah.
Istihadhah tjd krn adanya penyakit didlm rahim (mikroba atau infeksi atau tumor)
3. Sifat
Haid berwarna hitam/merah pekat, kental, berbau busuk, tdk menggumpal
Istihadah berwarna merah terang, cair, aroma darah biasa, setelah keluar lngsng menggumpal.
4. Waktu keluar
Haid keluar usia pubertas smp wkt menopouse
Istihadhah tdk waktu tertentu.
5. Masa keluar
Haid minimal 24 jam, maksimal 8 sampai 15 hri
Istihadhah, tdk ada batas masa minimal atau maksimal.
JENIS - JENIS ISTIHADHAH
1. Darah anak kecil
Merupakan darah yg keluar dri anak sebelum usia baligh (sebelum 9th).
2. Darah setelah menopouse
Adl darah yg keluar setelah masa menopouse dan darah tsb diluar kebiasaan ketika ia masih masa subur. Usia menopouse menurut para ulama adl 50-60thn sdgkan menurut medis adl 45-55th.
3. Darah wanita hamil
Darah yg keluar dri wanita hamil. Jika darah itu keluar maka ia tdk apa utk shalat.
4. Darah yg lebih sebentar dari masa minimal haid
Merupakan darah yg keluar lebih sebentar dri masa minimal haid (kurang dri 24 jam)
5. Darah yg lebih lama dari masa maksimal haid
Merupakan darah yg keluar lebih lama dri masa maksimal haid atau lebih lama dri kebiasaan haidnya atau merupakan darah yg keluar lebih lama dari masa maksimal nifas.
6. Darah yg keluar lagi setelah suci dari haid
Darah yg keluar lg setelah suci dri haid dan sebelum mencapai masa minimal suci antara 2x haid.
Masa minimal suci antara 2x adl 13 hari.
Misal kebiasaan haid 10hri, namun smp hri ke 13 msh keluar darah maka 3 hri diluar masa haid itulah istihadhah.
Jika haid terputus kemudian keluar lg maka itu termasuk haid.
7. Darah akibat operasi
Merupakan darah yg keluar setelah operasi kandungan. Atau operasi pengangkatan rahim atau pengangkatan tumor.
MASALAH HAID DAN ISTIHADHAH
1. Masa minimal
Menurut medis masa minimalnya 24 jam. Siklus normal 2-7 hari.
2. Hadist Rasulullah menunjukkan bhw keluar haid adalah merupakan tanda kosongnya rahim dri kehamilan.
Paramedis berpendapat bhw keluarnya darah ketika hamil adl krn penyakit
3. Masa minimal suci antara 2x haid adl 15 hari
PERBEDAAN HUKUM2 HAID DAN ISTIHADHAH
1. Haid
Tdk boleh puasa, shalat, thawaf, tdk boleh menyentuh mushaf Alquran yapi boleh membacanya tanpa menyentuh mushaf (kalo aplikasi Alquran di ponsel dan tablet itu boleh), tdk boleh berdiam diri di masjid (kalau dauroh atau kajian sebaiknya diluar area shalat), tidak boleh sujud tilawah dan sujud.
Tidak boleh bersenggama, tdk boleh dicerai, rujuk juga iddah.
2. Istihadhah
Hukumnya sama seperti wanita suci tp jika mau shalat ia harus wudhu (setiap waktu shalat ia wajib wudhu).
Jika ia ingin shalat sunnah yg tdk menyambung dgn shalat wajib ia juga wajib wudhu.
Setiap waktu shalat harus membersihkan kemaluan dan mengganti pembalutnya sebelum berwudhu.
NIFAS
Keluar ketika melahirkan dan setelah melahirkan. Bila tjd kontraksi sebelum melahirkan itu termasuk nifas namun jika tdk ada kontraksi itu termasuk istihadah.
Jika keguguran, janinnya sdh terbentuk manusia ia termasuk nifas. Klo belum berbentuk manusia itu termasuk istihadah (kandungan berusia 80hari)
1. Masa minimal nifas
Tidak ada batas minimal masa nifas, bs jd wanita tsb berhenti nifas sebelum 40hri.
Maka wanita tsb mandi, shalat, dan puasa.
2. Maksimal nifas
Jika kebiasaannya mandi bersuci ketika sdh 40 hari nifas, maka darah keluar setelah 40 hari adalah istihadhah.
***
Sesi tanya jawab
1. TATA CARA MANDI JANABAH
1. Mencuci kemaluan
2. Berwudhu
3. Mencuci sebagian kanan dri kepala, dilanjutkan bagian kiri
4. Dilanjutkan diguyur seluruh badan sebelah kanan dlu baru bagian kiri.
2. "Kentut" dari kemaluan wanita tdk membatalkan wudhu.
● Ketika keluar cairan ketika shalat maka kita hrs melihat jenis cairan itu, apakah sufrah dan kudrah ataukah keputihan.
Teruskan dlu shalatnya selesai shalat bru dilihat.
Jika sufrah dan kudrah yg membatalkan wudhu maka kita ulangi lg wudhu dan shalatnya.
Jika hny keputihan biasa maka shalatnya td sah.
3. Niat utk mandi janabah bisa digabungkan dgn niat yg lain (misal: niat mandi janabah (ketika mimpi), mandi haid, mandi jumat)
4. Setelah bersenggama kita boleh utk tdk langsung mandi janabah, tp hrs tetap membersihkan kemaluan dan wudhu.
5. Wudhu dimasa haid
Hukumnya boleh, tp tdk mensucikan dan tetap tdk boleh shalat.
6. Tidak berdosa jika berhubungan suami istri tp masih di sela masa haid yg bersih walaupun misalnya esoknya keluar lg darah haidnya.
7. Apabila ia tidur dan ketika bangun ia mendapati celananya basah, maka dilihat dlu cairan apa yg keluar. Jika mani ia wajib mandi, jika bukan mani ia tdk wajib mandi.
8. Syarat utk berhubungan suami istri
- berhenti dri haid
- setelah bersuci (mandi haid)
Jadi jika belum bersuci tdk boleh berhubungan suami istri.
9. Jika ketika bercumbu dgn suami namun terhenti krn ada gangguan dri luar, lalu kita sdh keluar madzi, maka tdk wajib mandi namun hrs wudhu.
10. Klo kita berhubungan suami istri lalu setelahnya keluar haid, maka kita tdk berdosa.
11. Jika memang masa haidnya terbiasa tdk teratur, kita lihat kebiasaannya yg terbanyak dri siklus itu (3x siklus mens, maka itulah yg dikatakan kebiasaan)
¤¤(*)¤¤
AMANAH YANG TERABAIKAN
(fiqih thaharah wanita)
Oleh: Ustadzah Arfah Nur Laila, Lc hafizhahallaahu
Tafsir Amanah
Allah berfirman dlm surat Al Ahzab: 72, yg artinya,
Golongan-Golongan yang bersekutu (Al-'Aĥzāb):72 - Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh.
Manusia bersifat dzalim dan cenderung bodoh.
Allah memberi nikmat:
- menciptakan kita
- memberi kita hidayah
Tafsir Amanah menurut Ibnu Katsir
1. Tanggung jawab syar'i
2. Agama
3. Hukum-hukum Allah
4. Shalat
5. Puasa
6. Mandi Besar (mandi janabah)
Thaharah meripakan slh stu amanah yg dibebankan Allah kpd manusia. Thaharah termasuk didlm hukum2 Allah.
Kaitannya thd kesemua poin diatas krn kita hrs berthaharah sebelum melakukan ke 6 poin diatas.
Laki2 berbeda dgn perempuan, seperti firman Allah blm surat Ali Imran: 36,
Keluarga 'Imran ('Āli `Imrān):36 - Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk".
Mengapa thaharah terabaikan?
- bnyk org yg menyepelekan masalah thaharah
- malu/enggan mempelajari thaharah
- thaharah adl rahasia antara hamba dgn Rabbnya
- lupa thd urgensi thaharah
Urgensi thaharah menurut Rasulullah,
"Allah tdk menerima shalat kalian sebelum berwudhu"
Ancaman thd org yg mengabaikan thaharah:
"Bersihkanlah diri dri kencing krn kebnykan siksa kubur berasal krn sebab bekas kencing tsb"
Laki2 dan perempuan adalah berbeda kecuali utk pahala akhirat.
HUKUM CAIRAN YANG KELUAR DARI KEMALUAN WANITA
1. Cairan yg keluar dri jln kencing
Wadi, keluar dari jalan kencing dan hukumnya najis dan membatalkan wudhu.
2. Cairan yg keluar dri jln lahir
A. shufrah dan kudrah (flek)
• Shufrah, cairan berwarna kuning
• Kudrah, cairan warna kemerahan
● Hukumnya:
dilihat masa keluarnya misalnya spt haid.
Akhir haid ditandai dgn cairan putih/bening diakhir haid. Jika shufrah dan kudrah masih keluar diantara masa haid, maka hukumnya sama spt haid.
keluar di masa suci, misalnya ia haid biasa selama 5 hri, kemudian setelah masa haid slsi misalnya keluar shufrah dan kudrah di hari ke 15 maka hukumnya itu suci dan tdk najis.
Dalilnya hadist yg berkata
"Kami tdk anggap apa2 shufrah dan kudrah di masa suci."
Walaupun suci dan tdk najis tapi shufrah dan kudrah ini hukumnya spt kentut yang membatalkan wudhu kecuali jika keluar terus menerus maka itu dianggap sakit.
B. madzi
Yaitu cairan yg licin, ringan, keluarnya mengalir dan ketika tergeraknya syahwat.
Hukumnya:
najis
membatalkan wudhu
Madzi tdk harus mandi janabah.
C. keputihan
Cairan kental, elastis, mengalir, dan tdk memancar, berwarna putih atau kuning
Keputihan:
- normal (putih, bening, tdk berbau)
- penyakit (berbau, berwarna abu2)
Hukum keputihan:
• suci tdk najis.
• keputihan tdk membatalkan wudhu krn cairannya dihukumkan spt dahak.
Namun ada pendapat yg mengemukakan bhw keputihan juga spt kentut, suci namun membatalkan wudhu. Namun jika terus menerus dihitung sbg penyakit dan tdk membatalkan wudhu.
D. mani
Cairan kuning, keluarnya memancar, dgn syahwat, berbau spt bau putih telur atau tumbuhan
Hukumnya ada 2 pendapat:
• suci
Apabila mani nempel ke pakaian, jika kering hny dikerik dan jika basah dilap, maka pakaian tsb msh bisa dipakai shalat. Pendapat ini adalah yg terkuat, walaupun suci mani ini adalah pembatal terbesar bagi manusia yg mengeluarkan mani. Jadi wajib mandi besar dan wudhu.
• najis
Apabila kering cukup dikerik, apabila basah maka wajib dicuci.
Mani keluar tanpa syahwat (ketika cuaca dingin atau kecelakaan, dan tdk diwajibkan mandi namun hrs wudhu) dan dengan syahwat (wajib mandi janabah dan wudhu, baik mimpi ataupun bersetubuh).
E. darah haid
PERBEDAAN MANDI JANABAH DAN MANDI HAID
1. Penggunaan daun bidara (jaman skrg sabun, shampoo)
Sangat dianjurkan ketika mandi haid namun tdk saat mandi janabah.
2. Ketika mandi haid dianjurkan bersungguh2 dlm menggosok badan terutama kepala dan membuka kepangan rambut.
Mandi janabah dibolehkan utk tdk membuka kepangan rambut.
3. Ketika mandi haid disunnahkan utk mengulang2 mandi (saat itu). Sdgkan pd mandi janabah cukup skli sj.
4. Ketika mandi haid tdk ada perbedaan antara wudhu sebelum mandi atau sesudahnya. Sdgkan mandi janabah disunnahkan SEBELUM mandi.
5. Penggunaan minyak wangi setelah mandi haid. Sedangkan pd mandi janabah tdk ada anjuran tsb.
Kenapa mandi haid lebih diperhatikan?
Krn mandi haid hanya sebulan sekali, dan mandi janabah bisa tiap hari.
HAID DAN ISTIHADHAH & NIFAS
HAID DAN ISTIHADHAH
Perbedaannya
1. Tempat keluar
Haid adl darah alami yg keluar dlm masa tertentu keluar dri dinding rahim
Istihadhah adl darah yg keluar krn penyakit yg keluarnya dri pembuluh darah
2. Sebab
Haid tjd pemisahan membran internal rahim dan robeknya penyempitan pembuluh darah.
Istihadhah tjd krn adanya penyakit didlm rahim (mikroba atau infeksi atau tumor)
3. Sifat
Haid berwarna hitam/merah pekat, kental, berbau busuk, tdk menggumpal
Istihadah berwarna merah terang, cair, aroma darah biasa, setelah keluar lngsng menggumpal.
4. Waktu keluar
Haid keluar usia pubertas smp wkt menopouse
Istihadhah tdk waktu tertentu.
5. Masa keluar
Haid minimal 24 jam, maksimal 8 sampai 15 hri
Istihadhah, tdk ada batas masa minimal atau maksimal.
JENIS - JENIS ISTIHADHAH
1. Darah anak kecil
Merupakan darah yg keluar dri anak sebelum usia baligh (sebelum 9th).
2. Darah setelah menopouse
Adl darah yg keluar setelah masa menopouse dan darah tsb diluar kebiasaan ketika ia masih masa subur. Usia menopouse menurut para ulama adl 50-60thn sdgkan menurut medis adl 45-55th.
3. Darah wanita hamil
Darah yg keluar dri wanita hamil. Jika darah itu keluar maka ia tdk apa utk shalat.
4. Darah yg lebih sebentar dari masa minimal haid
Merupakan darah yg keluar lebih sebentar dri masa minimal haid (kurang dri 24 jam)
5. Darah yg lebih lama dari masa maksimal haid
Merupakan darah yg keluar lebih lama dri masa maksimal haid atau lebih lama dri kebiasaan haidnya atau merupakan darah yg keluar lebih lama dari masa maksimal nifas.
6. Darah yg keluar lagi setelah suci dari haid
Darah yg keluar lg setelah suci dri haid dan sebelum mencapai masa minimal suci antara 2x haid.
Masa minimal suci antara 2x adl 13 hari.
Misal kebiasaan haid 10hri, namun smp hri ke 13 msh keluar darah maka 3 hri diluar masa haid itulah istihadhah.
Jika haid terputus kemudian keluar lg maka itu termasuk haid.
7. Darah akibat operasi
Merupakan darah yg keluar setelah operasi kandungan. Atau operasi pengangkatan rahim atau pengangkatan tumor.
MASALAH HAID DAN ISTIHADHAH
1. Masa minimal
Menurut medis masa minimalnya 24 jam. Siklus normal 2-7 hari.
2. Hadist Rasulullah menunjukkan bhw keluar haid adalah merupakan tanda kosongnya rahim dri kehamilan.
Paramedis berpendapat bhw keluarnya darah ketika hamil adl krn penyakit
3. Masa minimal suci antara 2x haid adl 15 hari
PERBEDAAN HUKUM2 HAID DAN ISTIHADHAH
1. Haid
Tdk boleh puasa, shalat, thawaf, tdk boleh menyentuh mushaf Alquran yapi boleh membacanya tanpa menyentuh mushaf (kalo aplikasi Alquran di ponsel dan tablet itu boleh), tdk boleh berdiam diri di masjid (kalau dauroh atau kajian sebaiknya diluar area shalat), tidak boleh sujud tilawah dan sujud.
Tidak boleh bersenggama, tdk boleh dicerai, rujuk juga iddah.
2. Istihadhah
Hukumnya sama seperti wanita suci tp jika mau shalat ia harus wudhu (setiap waktu shalat ia wajib wudhu).
Jika ia ingin shalat sunnah yg tdk menyambung dgn shalat wajib ia juga wajib wudhu.
Setiap waktu shalat harus membersihkan kemaluan dan mengganti pembalutnya sebelum berwudhu.
NIFAS
Keluar ketika melahirkan dan setelah melahirkan. Bila tjd kontraksi sebelum melahirkan itu termasuk nifas namun jika tdk ada kontraksi itu termasuk istihadah.
Jika keguguran, janinnya sdh terbentuk manusia ia termasuk nifas. Klo belum berbentuk manusia itu termasuk istihadah (kandungan berusia 80hari)
1. Masa minimal nifas
Tidak ada batas minimal masa nifas, bs jd wanita tsb berhenti nifas sebelum 40hri.
Maka wanita tsb mandi, shalat, dan puasa.
2. Maksimal nifas
Jika kebiasaannya mandi bersuci ketika sdh 40 hari nifas, maka darah keluar setelah 40 hari adalah istihadhah.
***
Sesi tanya jawab
1. TATA CARA MANDI JANABAH
1. Mencuci kemaluan
2. Berwudhu
3. Mencuci sebagian kanan dri kepala, dilanjutkan bagian kiri
4. Dilanjutkan diguyur seluruh badan sebelah kanan dlu baru bagian kiri.
2. "Kentut" dari kemaluan wanita tdk membatalkan wudhu.
● Ketika keluar cairan ketika shalat maka kita hrs melihat jenis cairan itu, apakah sufrah dan kudrah ataukah keputihan.
Teruskan dlu shalatnya selesai shalat bru dilihat.
Jika sufrah dan kudrah yg membatalkan wudhu maka kita ulangi lg wudhu dan shalatnya.
Jika hny keputihan biasa maka shalatnya td sah.
3. Niat utk mandi janabah bisa digabungkan dgn niat yg lain (misal: niat mandi janabah (ketika mimpi), mandi haid, mandi jumat)
4. Setelah bersenggama kita boleh utk tdk langsung mandi janabah, tp hrs tetap membersihkan kemaluan dan wudhu.
5. Wudhu dimasa haid
Hukumnya boleh, tp tdk mensucikan dan tetap tdk boleh shalat.
6. Tidak berdosa jika berhubungan suami istri tp masih di sela masa haid yg bersih walaupun misalnya esoknya keluar lg darah haidnya.
7. Apabila ia tidur dan ketika bangun ia mendapati celananya basah, maka dilihat dlu cairan apa yg keluar. Jika mani ia wajib mandi, jika bukan mani ia tdk wajib mandi.
8. Syarat utk berhubungan suami istri
- berhenti dri haid
- setelah bersuci (mandi haid)
Jadi jika belum bersuci tdk boleh berhubungan suami istri.
9. Jika ketika bercumbu dgn suami namun terhenti krn ada gangguan dri luar, lalu kita sdh keluar madzi, maka tdk wajib mandi namun hrs wudhu.
10. Klo kita berhubungan suami istri lalu setelahnya keluar haid, maka kita tdk berdosa.
11. Jika memang masa haidnya terbiasa tdk teratur, kita lihat kebiasaannya yg terbanyak dri siklus itu (3x siklus mens, maka itulah yg dikatakan kebiasaan)
¤¤(*)¤¤
Selasa, 09 Juni 2015
Yuk, BESANAN .....
Yuk BESANAN......
✏ Oleh: Ustadz Budi Ashari, Lc حفظه الله تعالى
Ini memang bukan zaman Siti Nurbaya. Ya, karena ini zaman yang akan mengembalikan kebesaran Islam. Kehadiran kembali generasi sehebat generasi terbaik; Shahabat Rasulullah. Dan tema kita ini merupakan salah satu konsep parenting nabawiyah.
Gara-gara kalimat ini bukan zaman Siti Nurbaya, para orangtua merasa ‘tertekan’ oleh anak-anaknya. Akhirnya keluarlah kalimat ‘menyerah’ para orangtua: Terserah kamu, asal kamu bahagia, ayah dan mama tinggal merestui saja.
Saya mengkhawatirkan kalimat yang terlihat sangat bijak itu, maknanya kelemahan orangtua dan ketidakmampuan memberi masukan kepada anaknya. Karena anak-anaknya telah kalah oleh zaman yang bukan lagi zaman Siti Nurbaya.
Memaksa anak sehingga tidak mempunyai hak suara juga tidak dibenarkan oleh Rasulullah. Tetapi jangan hanya berhenti di sini. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam kehidupan beliau soal mencari menantu atau menjodohkan.
Konsep mencari jodoh telah disampaikan secara lisan oleh Rasulullah di hadapan para shahabat. Tetapi Nabi tak berhenti sampai di situ. Nabi pun langsung terjun ke lapangan perjodohan untuk mengawal langkah pertama sebuah peradaban itu. Agar tidak salah langkah.
Ada kisah siroh sederhana yang sering kita dengar tetapi terlewatkan pelajarannya.
Coba ingat kembali 4 shahabat paling mulia Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali –radhiallahu anhum-.
Dan lihat komposisi menarik dari ke-4 shahabat tersebut:
Abu Bakar = Mertua (Nabi menikahi Aisyah)
Umar = Mertua (Nabi menikahi Hafshah)
Utsman = Menantu (Nabi menikahkan Ruqoyyah kemudian Ummu Kultsum)
Ali = Menantu (Nabi menikahkan Fathimah)
2 mertua dan 2 menantu.
Jadi ikatan Nabi dengan keempat Khalifah sepeninggal beliau tak hanya ikatan Nabi dan umatnya, guru dan muridnya. Tetapi hingga ikatan menantu dan mertua, mertua dan menantu.
Hal seperti ini tak hanya berhenti pada kisah keluarga-keluarga mulia tersebut. Nabi juga ikut menentukan perjodohan yang terjadi di beberapa shahabatnya.
Bacalah kembali proses perjodohan Bilal muadzin Nabi yang berkulit hitam dan mantan budak itu dengan Halah binti Auf, saudari Abdurahman bin Auf saudagar kaya dari Quraisy. Nabi yang berkali-kali mengatakan kepada keluarga Abdurahman bin Auf: Kemanakah kalian dengan Bilal? Bagaimana kalian dengan calon penghuni surga itu?
Dan perjodohan itupun terjadi.
Baca juga proses perjodohan Fathimah binti Qois, wanita Quraisy yang terhormat itu. Saat ia dilamar oleh Muawiyah dan Abu Jahm, Nabi mengatakan bahwa keduanya tidak ada yang cocok untuk Fathimah binti Qois. Dan Nabi pun memberi saran: Menikahlah dengan Usamah.
Dan perjodohan itupun terjadi.
Renungi juga penolakan tawaran awal Nabi yang meminta seorang gadis dari keluarga Anshor untuk dinikahkan dengan Julaibib, lelaki miskin dan jauh dari kata tampan.
Dan perjodohan itupun terjadi.
Antara shahabat pun terjadi saling menjodohkan. Lihatlah antara dua orang besar: Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. Ali kelak menjadi mertua untuk Umar bin Khattab. Karena putrinya Ali yang bernama Ummu Kultsum dinikahi oleh Umar. Umar berkata: Sesungguhnya aku menikahinya karena teringat sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Semua sebab dan nasab terputus kecuali sebab dan nasabku.” Karena itulah Umar sangat memuliakan Ummu Kultsum binti Ali dengan mahar pernikahan: 40.000 Dirham. (Lihat Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir)
Demikian juga tanggung jawab seorang ayah; Umar bin Khattab saat melihat putrinya Hafshoh menjanda karena suaminya meninggal. Umar mendatangi Abu Bakar untuk menawarkan putrinya agar dinikahi oleh Abu Bakar. Tapi Abu Bakar hanya diam saja. Kemudian ditawarkan kepada Utsman, tetapi Utsman menolak. Hingga Umar mengadu kepada Rasulullah dan kemudian dinikahi oleh Rasulullah.
Contoh seperti ini bertebaran sangat banyak di dalam sejarah orang-orang terbaik itu. Sebenarnya banyak pelajaran dari kisah-kisah tersebut. Tetapi tulisan ini hanya ingin menyoroti satu hikmah saja. Yaitu: mereka saling menikahkan anak-anak mereka dengan orang dan keluarga yang sudah sangat dikenalnya bahkan telah dekat karena ikatan kebersamaan satu pengajian di majlis Rasulullah dan ikatan persahabatan imani antar mereka.
Inilah sebenarnya solusi parenting dan jawaban dari kegundahan para pencari mantu hari ini. Sekaligus mengembalikan peran dan fungsi orangtua dalam pemilihan jodoh anaknya.
Cobalah tengok ke kanan dan kiri tempat anda duduk mengaji bersama. Ada teman-teman kita yang sama rajinnya dengan kita dalam menuntut ilmu Islam. Sudah lama kita mengenal kebaikan, ilmu dan semangatnya membentuk keluarga Islami. Kalau di keluarga itu ada pasangan yang tepat untuk anak kita, bisikkan kepadanya:
Yuk, BESANAN.....
¤¤(*)¤¤
✏ Oleh: Ustadz Budi Ashari, Lc حفظه الله تعالى
Ini memang bukan zaman Siti Nurbaya. Ya, karena ini zaman yang akan mengembalikan kebesaran Islam. Kehadiran kembali generasi sehebat generasi terbaik; Shahabat Rasulullah. Dan tema kita ini merupakan salah satu konsep parenting nabawiyah.
Gara-gara kalimat ini bukan zaman Siti Nurbaya, para orangtua merasa ‘tertekan’ oleh anak-anaknya. Akhirnya keluarlah kalimat ‘menyerah’ para orangtua: Terserah kamu, asal kamu bahagia, ayah dan mama tinggal merestui saja.
Saya mengkhawatirkan kalimat yang terlihat sangat bijak itu, maknanya kelemahan orangtua dan ketidakmampuan memberi masukan kepada anaknya. Karena anak-anaknya telah kalah oleh zaman yang bukan lagi zaman Siti Nurbaya.
Memaksa anak sehingga tidak mempunyai hak suara juga tidak dibenarkan oleh Rasulullah. Tetapi jangan hanya berhenti di sini. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Rasulullah dalam kehidupan beliau soal mencari menantu atau menjodohkan.
Konsep mencari jodoh telah disampaikan secara lisan oleh Rasulullah di hadapan para shahabat. Tetapi Nabi tak berhenti sampai di situ. Nabi pun langsung terjun ke lapangan perjodohan untuk mengawal langkah pertama sebuah peradaban itu. Agar tidak salah langkah.
Ada kisah siroh sederhana yang sering kita dengar tetapi terlewatkan pelajarannya.
Coba ingat kembali 4 shahabat paling mulia Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali –radhiallahu anhum-.
Dan lihat komposisi menarik dari ke-4 shahabat tersebut:
Abu Bakar = Mertua (Nabi menikahi Aisyah)
Umar = Mertua (Nabi menikahi Hafshah)
Utsman = Menantu (Nabi menikahkan Ruqoyyah kemudian Ummu Kultsum)
Ali = Menantu (Nabi menikahkan Fathimah)
2 mertua dan 2 menantu.
Jadi ikatan Nabi dengan keempat Khalifah sepeninggal beliau tak hanya ikatan Nabi dan umatnya, guru dan muridnya. Tetapi hingga ikatan menantu dan mertua, mertua dan menantu.
Hal seperti ini tak hanya berhenti pada kisah keluarga-keluarga mulia tersebut. Nabi juga ikut menentukan perjodohan yang terjadi di beberapa shahabatnya.
Bacalah kembali proses perjodohan Bilal muadzin Nabi yang berkulit hitam dan mantan budak itu dengan Halah binti Auf, saudari Abdurahman bin Auf saudagar kaya dari Quraisy. Nabi yang berkali-kali mengatakan kepada keluarga Abdurahman bin Auf: Kemanakah kalian dengan Bilal? Bagaimana kalian dengan calon penghuni surga itu?
Dan perjodohan itupun terjadi.
Baca juga proses perjodohan Fathimah binti Qois, wanita Quraisy yang terhormat itu. Saat ia dilamar oleh Muawiyah dan Abu Jahm, Nabi mengatakan bahwa keduanya tidak ada yang cocok untuk Fathimah binti Qois. Dan Nabi pun memberi saran: Menikahlah dengan Usamah.
Dan perjodohan itupun terjadi.
Renungi juga penolakan tawaran awal Nabi yang meminta seorang gadis dari keluarga Anshor untuk dinikahkan dengan Julaibib, lelaki miskin dan jauh dari kata tampan.
Dan perjodohan itupun terjadi.
Antara shahabat pun terjadi saling menjodohkan. Lihatlah antara dua orang besar: Umar bin Khattab dan Ali bin Abi Thalib. Ali kelak menjadi mertua untuk Umar bin Khattab. Karena putrinya Ali yang bernama Ummu Kultsum dinikahi oleh Umar. Umar berkata: Sesungguhnya aku menikahinya karena teringat sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, “Semua sebab dan nasab terputus kecuali sebab dan nasabku.” Karena itulah Umar sangat memuliakan Ummu Kultsum binti Ali dengan mahar pernikahan: 40.000 Dirham. (Lihat Al Bidayah Wan Nihayah, Ibnu Katsir)
Demikian juga tanggung jawab seorang ayah; Umar bin Khattab saat melihat putrinya Hafshoh menjanda karena suaminya meninggal. Umar mendatangi Abu Bakar untuk menawarkan putrinya agar dinikahi oleh Abu Bakar. Tapi Abu Bakar hanya diam saja. Kemudian ditawarkan kepada Utsman, tetapi Utsman menolak. Hingga Umar mengadu kepada Rasulullah dan kemudian dinikahi oleh Rasulullah.
Contoh seperti ini bertebaran sangat banyak di dalam sejarah orang-orang terbaik itu. Sebenarnya banyak pelajaran dari kisah-kisah tersebut. Tetapi tulisan ini hanya ingin menyoroti satu hikmah saja. Yaitu: mereka saling menikahkan anak-anak mereka dengan orang dan keluarga yang sudah sangat dikenalnya bahkan telah dekat karena ikatan kebersamaan satu pengajian di majlis Rasulullah dan ikatan persahabatan imani antar mereka.
Inilah sebenarnya solusi parenting dan jawaban dari kegundahan para pencari mantu hari ini. Sekaligus mengembalikan peran dan fungsi orangtua dalam pemilihan jodoh anaknya.
Cobalah tengok ke kanan dan kiri tempat anda duduk mengaji bersama. Ada teman-teman kita yang sama rajinnya dengan kita dalam menuntut ilmu Islam. Sudah lama kita mengenal kebaikan, ilmu dan semangatnya membentuk keluarga Islami. Kalau di keluarga itu ada pasangan yang tepat untuk anak kita, bisikkan kepadanya:
Yuk, BESANAN.....
¤¤(*)¤¤
Awas Pencuri Bulan Ramadhan
Awas Pencuri Bulan Ramadhan
Oleh : Ustadz Zainal Abidin. Lc🐾 حفظه الله تعالى
♡ TV, ini merupakan pencuri yg berbahaya, yg bisa merusak puasa orang-orang dan mengurangi pahala mereka berupa film sinetron dan iklan murahan.🐾
♡ Pasar, juga merupakan pencuri spesial dalam menghabiskan uang dan waktu tanpa batas. Maka tentukan belanjaanmu begitu pergi ke pasar.🐾
♡ Begadang, pencuri yg mengambil waktu yg paling berharga, pencuri yg mengambil sholat tahajjud dari seorang hamba di sepertiga malam terakhir, dan mencuri kesempatan tuk istighfar serta taubat.🐾
♡ Dapur, merupakan pencuri yg banyak mengambil waktu yang panjang untuk membuat beragam jenis masakan berupa makanan dan minuman, hampir-hampir semuanya tidaklah lewat di mulut kecuali sejenak saja.🐾
♡HP, sebagian orang hanya sekedar menjawab panggilan masuk, iapun diserang dengan dosa berupa ghibah, namimah, dusta, memuji diri atau orang lain, membeberkan rahasia, berdebat tanpa ilmu, ikut campur urusan orang, dan sebagainya dari kesalahan-kesalahan mulut yg banyak yg juga merupakan majlis yg kosong dari dzikir.🐾
♡ Kikir, sedekah akan melindungimu dari neraka, dan sebaik-baik sedekah adalah di bulan Ramadhon maka bersedekahlah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.🐾
♡Majlis yg kosong dari mengingat Allah.
Pencuri ini adalah yg mempersiapkan bagimu penyesalan di hari kiamat -semoga Allah melindungi- Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah suatu kaum bermajlis, tidak mengingat Allah pada tidak juga bersholawat kepada Nabi mereka kecuali mereka meninggalkan penyesalan, bila Allah mau maka Allah akan menyiksa mereka, kalau hendah Allah mengampuninya.
Dan "at tirah" adalah penyesalan.
Maka lakukanlah amalan sesuai yg Allah perintahkan"Ingatlah Allah, baik berdiri, duduk atau berbaring"
Adapun pencuri besar adalah FACEBOOK atau WHATSAPP apabila tidak digunakan dengan benar dalam kebaikan dalam menyambut tamu yg berharga ini (Ramadhon)
Aku wasiatkan diriku dan kelalaian untuk bersiap-siap menyambut bulan mulia ini; kalaulah anda mendapatinya pada tahun ini, maka belum tentu kamu dapatkan pada tahun yg akan datang.
~ Diary IHBS, Ustadz Zainal Abidin, Lc
___📱
Via: Ummu Abdillah
Dipost: 22 Sya'ban 1436 / 9 Juni 2015
¤¤(*)¤¤
Oleh : Ustadz Zainal Abidin. Lc🐾 حفظه الله تعالى
♡ TV, ini merupakan pencuri yg berbahaya, yg bisa merusak puasa orang-orang dan mengurangi pahala mereka berupa film sinetron dan iklan murahan.🐾
♡ Pasar, juga merupakan pencuri spesial dalam menghabiskan uang dan waktu tanpa batas. Maka tentukan belanjaanmu begitu pergi ke pasar.🐾
♡ Begadang, pencuri yg mengambil waktu yg paling berharga, pencuri yg mengambil sholat tahajjud dari seorang hamba di sepertiga malam terakhir, dan mencuri kesempatan tuk istighfar serta taubat.🐾
♡ Dapur, merupakan pencuri yg banyak mengambil waktu yang panjang untuk membuat beragam jenis masakan berupa makanan dan minuman, hampir-hampir semuanya tidaklah lewat di mulut kecuali sejenak saja.🐾
♡HP, sebagian orang hanya sekedar menjawab panggilan masuk, iapun diserang dengan dosa berupa ghibah, namimah, dusta, memuji diri atau orang lain, membeberkan rahasia, berdebat tanpa ilmu, ikut campur urusan orang, dan sebagainya dari kesalahan-kesalahan mulut yg banyak yg juga merupakan majlis yg kosong dari dzikir.🐾
♡ Kikir, sedekah akan melindungimu dari neraka, dan sebaik-baik sedekah adalah di bulan Ramadhon maka bersedekahlah secara terang-terangan atau sembunyi-sembunyi.🐾
♡Majlis yg kosong dari mengingat Allah.
Pencuri ini adalah yg mempersiapkan bagimu penyesalan di hari kiamat -semoga Allah melindungi- Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: Tidaklah suatu kaum bermajlis, tidak mengingat Allah pada tidak juga bersholawat kepada Nabi mereka kecuali mereka meninggalkan penyesalan, bila Allah mau maka Allah akan menyiksa mereka, kalau hendah Allah mengampuninya.
Dan "at tirah" adalah penyesalan.
Maka lakukanlah amalan sesuai yg Allah perintahkan"Ingatlah Allah, baik berdiri, duduk atau berbaring"
Adapun pencuri besar adalah FACEBOOK atau WHATSAPP apabila tidak digunakan dengan benar dalam kebaikan dalam menyambut tamu yg berharga ini (Ramadhon)
Aku wasiatkan diriku dan kelalaian untuk bersiap-siap menyambut bulan mulia ini; kalaulah anda mendapatinya pada tahun ini, maka belum tentu kamu dapatkan pada tahun yg akan datang.
~ Diary IHBS, Ustadz Zainal Abidin, Lc
___📱
Via: Ummu Abdillah
Dipost: 22 Sya'ban 1436 / 9 Juni 2015
¤¤(*)¤¤
Minggu, 31 Mei 2015
7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustadz Farid Ahmad!
7 Rahasia Mendidik Anak dari Ustadz Farid Ahmad!
1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.
2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.
5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua kepribadianmu. ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.
✏ Tausyiah pagi dr Ustadz Farid Ahmad
Fb Raehanul Bahraen حفظه الله تعالى
Ayo orangtua perhatian ya sama anaknya 😃
Buat kmu Mblo, boleh untuk bekal nanti, semangat yo 🙌
¤¤(*)¤¤
1. Jika melihat anakmu menangis, jangan buang waktu untuk mendiamkannya. Coba tunjuk burung atau awan di atas langit agar ia melihatnya, ia akan terdiam. Karena psikologis manusia saat menangis, adalah menunduk.
2. Jika ingin anak-anakmu berhenti bermain, jangan berkata: “Ayo, sudah mainnya, stop sekarang!”. Tapi katakan kepada mereka: “Mainnya 5 menit lagi yaaa”. Kemudian ingatkan kembali: “Dua menit lagi yaaa”. Kemudian barulah katakan: “Ayo, waktu main sudah habis”. Mereka akan berhenti bermain.
3. Jika engkau berada di hadapan sekumpulan anak-anak dalam sebuah tempat, yang mereka berisik dan gaduh, dan engkau ingin memperingatkan mereka, maka katakanlah: “Ayoo.. Siapa yang mau mendengar cerita saya, angkat tangannya..”. Salah seorang akan mengangkat tangan, kemudian disusul dengan anak-anak yang lain, dan semuanya akan diam.
4. Katakan kepada anak-anak menjelang tidur: “Ayo tidur sayang.. besok pagi kan kita sholat subuh”, maka perhatian mereka akan selalu ke akhirat. Jangan berkata: “Ayo tidur, besok kan sekolah”, akhirnya mereka tidak sholat subuh karena perhatiannya adalah dunia.
5. Nikmati masa kecil anak-anakmu, karena waktu akan berlalu sangat cepat. Kepolosan dan kekanak-kanakan mereka tidak akan lama, ia akan menjadi kenangan. Bermainlah bersama mereka, tertawalah bersama mereka, becandalah bersama mereka. Jadilah anak kecil saat bersama mereka, ajarkan mereka dengan cara yang menyenangkan sambil bermain.
6. Tinggalkan HP sesaat kalau bisa, dan matikan juga TV. Jika ada teman yang menelpon, katakan: “Maaf saaay, saat ini aku sedang sibuk mendampingi anak-anak”. Semua kepribadianmu. ini tidak menyebabkan jatuhnya wibawamu, atau hilangnya Orang yang bijaksana tahu bagaimana cara menyeimbangkan segala sesuatu dan menguasai pendidikan anak.
7. Selain itu, jangan lupa berdoa dan bermohon kepada Allah, agar anak-anak kita menjadi perhiasan yang menyenangkan, baik di dunia maupun di akhirat.
✏ Tausyiah pagi dr Ustadz Farid Ahmad
Fb Raehanul Bahraen حفظه الله تعالى
Ayo orangtua perhatian ya sama anaknya 😃
Buat kmu Mblo, boleh untuk bekal nanti, semangat yo 🙌
¤¤(*)¤¤
Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf
# Malu Aku Menisbatkan Diri Kepada Salaf
Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf
Para salaf adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan generasi setelahnya
Karena amalku tidak seperti para salaf
Bahkan amalku kalah dengan orang awam dalam masalah agama
Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf
Ketika adzan berkumandang, aku malah santai dan terlambat shalat berjamaah
Padahal salaf ada yang 40 tahun selalu di shaf terdepan
Kudapati seorang bapak tua renta
yang kata ”salaf” saja mungkin ia tidak tahu, tetapi selalu datang sebelum adzan
Ternyata ahklakku kasar, meremehkan dan sombong, hanya baru mengenal dakwah
aku sering berdebat, terkadang mencaci dan sering menyalahkan orang lain
padahal salaf sangat mengutamakan lembut dan hikmah dalam berdakwah
karena dakwah mereka dicela dan dicaci, tetapi aku mengaku berdakwah tetapi malam mencela dan mencaci
ternyata orang awam yang mungkin tidak kenal kata “salaf”, akhlak mereka mulai dan disenangi orang manusai
Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf
Ketika ada amanah dan pekerjaan, aku tidak profesional dan melalaikan
Kuliahku berantakan padahal amanah orang tua
Pekerjaanku dikantor sering tidakberes
Padahal para salaf sangat menunaikan amanah dan menjunjung tinggi amanah
Orang awam saja sangat amanah dalam pekerjaan
dan mereka membuat tangis-bahagia orang tua di saat wisuda
Ketika ada amanah berdakwah, seolah-olah aku lari dan enggan mengurus dakwah
Aku enggan capek mengurus dakwah
aku ingin koar-koar tentang ilmu saja, mengomentari berbagai berita dan kejadian
Supaya orang tahu aku ini “berilmu”, padahal ilmu yang “prematur”
Padahal orang awam saja berlomba-lomba membangun dan mengurus masjid
Orang awam saja berlomba-lomba membantu urusan kaum muslimin
Semoga kaum muslimin mendapatkan hidayah terbaik dengan manhaj (metode beragama) sesuai dengan ajaran para Salaf
Penyusun ا: Raehanul Bahraen
¤¤(*)¤¤
Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf
Para salaf adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, para sahabat dan generasi setelahnya
Karena amalku tidak seperti para salaf
Bahkan amalku kalah dengan orang awam dalam masalah agama
Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf
Ketika adzan berkumandang, aku malah santai dan terlambat shalat berjamaah
Padahal salaf ada yang 40 tahun selalu di shaf terdepan
Kudapati seorang bapak tua renta
yang kata ”salaf” saja mungkin ia tidak tahu, tetapi selalu datang sebelum adzan
Ternyata ahklakku kasar, meremehkan dan sombong, hanya baru mengenal dakwah
aku sering berdebat, terkadang mencaci dan sering menyalahkan orang lain
padahal salaf sangat mengutamakan lembut dan hikmah dalam berdakwah
karena dakwah mereka dicela dan dicaci, tetapi aku mengaku berdakwah tetapi malam mencela dan mencaci
ternyata orang awam yang mungkin tidak kenal kata “salaf”, akhlak mereka mulai dan disenangi orang manusai
Malu aku menisbatkan diri kepada Salaf
Ketika ada amanah dan pekerjaan, aku tidak profesional dan melalaikan
Kuliahku berantakan padahal amanah orang tua
Pekerjaanku dikantor sering tidakberes
Padahal para salaf sangat menunaikan amanah dan menjunjung tinggi amanah
Orang awam saja sangat amanah dalam pekerjaan
dan mereka membuat tangis-bahagia orang tua di saat wisuda
Ketika ada amanah berdakwah, seolah-olah aku lari dan enggan mengurus dakwah
Aku enggan capek mengurus dakwah
aku ingin koar-koar tentang ilmu saja, mengomentari berbagai berita dan kejadian
Supaya orang tahu aku ini “berilmu”, padahal ilmu yang “prematur”
Padahal orang awam saja berlomba-lomba membangun dan mengurus masjid
Orang awam saja berlomba-lomba membantu urusan kaum muslimin
Semoga kaum muslimin mendapatkan hidayah terbaik dengan manhaj (metode beragama) sesuai dengan ajaran para Salaf
Penyusun ا: Raehanul Bahraen
¤¤(*)¤¤
Jumat, 27 Februari 2015
Aku mencintaimu karena Allah
و عن أنس رضي الله عنه، أن رجﻻ كان عند النبي صلى الله عليه وسلم، فمر رجل به، فقال: يا رسول الله إني ﻷحب هذا، فقال له النبي صلى الله عليه وسلم: أأعلمته؟ قال: ﻻ:قال :أعلمه فلحقه، فقال:إني أحبك في الله، فقال: أحبك الذي أحببتني له. رواه أبو داود بإسناد صحيح
Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya ada seorang laki2 berada disamping Nabi صلى الله عليه وسلم. lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata: "Wahai Rasulullah صلى الله عليه وسلم saya sungguh mencintai orang ini. Maka Nabi صلى الله عليه وسلم berkata kpdnya: Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?Dia jawab:Tidak.Beliau bersabda: Beritahukan kpdnya.'Maka ia segera mengejarnya. Lalu berkata kpdnya, "Aku mencintaimu karena Allah," maka ia menjawab: "Semoga engkau dicintai oleh Allah yg engkau telah mencintaiku karenaNya." HR. Abu Daud dgn sanad Shahih
@@>~~ أحبك في الله@@>~~
Dari Anas Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya ada seorang laki2 berada disamping Nabi صلى الله عليه وسلم. lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata: "Wahai Rasulullah صلى الله عليه وسلم saya sungguh mencintai orang ini. Maka Nabi صلى الله عليه وسلم berkata kpdnya: Apakah kamu telah memberitahukan kepadanya?Dia jawab:Tidak.Beliau bersabda: Beritahukan kpdnya.'Maka ia segera mengejarnya. Lalu berkata kpdnya, "Aku mencintaimu karena Allah," maka ia menjawab: "Semoga engkau dicintai oleh Allah yg engkau telah mencintaiku karenaNya." HR. Abu Daud dgn sanad Shahih
@@>~~ أحبك في الله@@>~~
ALIM TAPI JAHIL…
ALIM TAPI JAHIL…
Oleh: Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
Ya… Itu sangat mungkin terjadi, bahkan ternyata hal ini banyak terjadi di sekitar kita, semoga kita bukan dari mereka.
Mengapa bisa demikian? Itu karena perkataan Al Fudhoil -rohimahulloh- berikut ini:
“Seorang ALIM masih dalam keadaan JAHIL dengan apa yang dia ilmui, sehingga dia mengamalkan ilmunya.”
Oleh karenanya, jika Anda tidak ingin menjadi JAHIL, maka amalkanlah ilmu Anda, lihatlah semangat para ulama dalam menerapkan ilmunya.
Ummu Habibah Isteri Nabi -shollallohu alaihi wasallam- mengatakan: “Aku tidak pernah meninggalkan (sholat sunat rowatib 12 rekaat) setelah aku mendengarnya dari Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-“.
Imam Ahmad -rohimahulloh- mengatakan: “Tidaklah aku menulis hadits, melainkan aku telah mengamalkannya.”
Imam Bukhori -rohimahulloh- juga mengatakan: “Aku tidak pernah meng-ghibah siapapun, sejak aku tahu bahwa itu haram.”
Karena kebaikan ilmu itu bila diamalkan, Allah telah berfirman (yang artinya):
“Andaikan mereka MENGAMALKAN apa yang dinasehatkan kepada mereka, tentu itu lebih baik bagi mereka, dan lebih meneguhkan hati mereka”. [QS. Annisa: 66].
¤¤(*)¤¤
Oleh: Ustadz Musyaffa Ad Dariny, MA, حفظه الله تعالى
Ya… Itu sangat mungkin terjadi, bahkan ternyata hal ini banyak terjadi di sekitar kita, semoga kita bukan dari mereka.
Mengapa bisa demikian? Itu karena perkataan Al Fudhoil -rohimahulloh- berikut ini:
“Seorang ALIM masih dalam keadaan JAHIL dengan apa yang dia ilmui, sehingga dia mengamalkan ilmunya.”
Oleh karenanya, jika Anda tidak ingin menjadi JAHIL, maka amalkanlah ilmu Anda, lihatlah semangat para ulama dalam menerapkan ilmunya.
Ummu Habibah Isteri Nabi -shollallohu alaihi wasallam- mengatakan: “Aku tidak pernah meninggalkan (sholat sunat rowatib 12 rekaat) setelah aku mendengarnya dari Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam-“.
Imam Ahmad -rohimahulloh- mengatakan: “Tidaklah aku menulis hadits, melainkan aku telah mengamalkannya.”
Imam Bukhori -rohimahulloh- juga mengatakan: “Aku tidak pernah meng-ghibah siapapun, sejak aku tahu bahwa itu haram.”
Karena kebaikan ilmu itu bila diamalkan, Allah telah berfirman (yang artinya):
“Andaikan mereka MENGAMALKAN apa yang dinasehatkan kepada mereka, tentu itu lebih baik bagi mereka, dan lebih meneguhkan hati mereka”. [QS. Annisa: 66].
¤¤(*)¤¤
Jumat, 06 Februari 2015
BAGAIMANA SAYA BISA IKHLAS DI SETIAP AMAL?
BAGAIMANA SAYA BISA IKHLAS DI SETIAP AMAL ?
Ketahuilah setan akan senantiasa menggoda manusia untuk merusak amal shalihnya. Dengan demikian, seorang mukmin akan senantiasa berjihad dengan musuhnya, iblis sampai dia menemui Rabb-nya diatas keimanan kepada-Nya dan keikhlasan di setiap amal yang dikerjakannya.
Diantara faktor yang dapat mendorong seorang untuk berlaku ikhlas adalah sebagai berikut,
Berdo’a
Hidayah berada di tangan Allah dan hati para hamba berada di antara dua jari Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya. Oleh karena itu, mohonlah perlindungan kepada-Nya, Dzat yang ditangan-Nya-lah hidayah berada, tampakkanlah hajat dan kefakiranmu kepada-Nya. mintalah selalu kepada-Nya agar Dia memberikan keikhlasan kepadamu.
Do’a (agar ikhlas, pen) yang sering dipanjatkan oleh Umar Bin Khattab radhiallahu 'anhu adalah do'a berikut,
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا, وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا, وَلاَ تَجْعَلْ لأَحَدٍ فِيْهِ شَيْئاً
“Ya Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal yang shalih, ikhlas karena mengharap Wajah-Mu, dan janganlah jadikan di dalam amalku bagian untuk siapapun.”
Sumber...
http://muslim.or.id/aqidah/bagaimana-saya-bisa-ikhlas-di-setiap-amal.html
Ketahuilah setan akan senantiasa menggoda manusia untuk merusak amal shalihnya. Dengan demikian, seorang mukmin akan senantiasa berjihad dengan musuhnya, iblis sampai dia menemui Rabb-nya diatas keimanan kepada-Nya dan keikhlasan di setiap amal yang dikerjakannya.
Diantara faktor yang dapat mendorong seorang untuk berlaku ikhlas adalah sebagai berikut,
Berdo’a
Hidayah berada di tangan Allah dan hati para hamba berada di antara dua jari Allah, Dia membolak-balikkannya sesuai kehendak-Nya. Oleh karena itu, mohonlah perlindungan kepada-Nya, Dzat yang ditangan-Nya-lah hidayah berada, tampakkanlah hajat dan kefakiranmu kepada-Nya. mintalah selalu kepada-Nya agar Dia memberikan keikhlasan kepadamu.
Do’a (agar ikhlas, pen) yang sering dipanjatkan oleh Umar Bin Khattab radhiallahu 'anhu adalah do'a berikut,
اَللَّهُمَّ اجْعَلْ عَمَلِي كُلَّهُ صَالِحًا, وَاجْعَلْهُ لِوَجْهِكَ خَالِصًا, وَلاَ تَجْعَلْ لأَحَدٍ فِيْهِ شَيْئاً
“Ya Allah, jadikanlah seluruh amalku sebagai amal yang shalih, ikhlas karena mengharap Wajah-Mu, dan janganlah jadikan di dalam amalku bagian untuk siapapun.”
Sumber...
http://muslim.or.id/aqidah/bagaimana-saya-bisa-ikhlas-di-setiap-amal.html
ISTIGHFAR ATAU TASBIH?
ISTIGHFAR ATAU TASBIH?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله pernah ditanya:
Manakah yg lebih bermanfaat bagi seorang hamba, istighfar atau tasbih?
Beliau menjawab:
"Jika sebuah baju bersih maka asap wewangian & air mawar lebih bermanfaat baginya, dan jika baju itu kotor maka sabun dan air lebih bermanfaat baginya.
(Demikianlah perumpamaan) Tasbih adalah asap wewangian bagi org2 yg bersih (shaleh), sedangkan istighfar adalah sabun bagi para pendosa".
#copas
________
Dishare oleh Ustadzah Ari Mardiah Joban -hafidzahallah- tgl 11 Rabi'uts Tsani 1436 / 1 Februari 2015
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah رحمه الله pernah ditanya:
Manakah yg lebih bermanfaat bagi seorang hamba, istighfar atau tasbih?
Beliau menjawab:
"Jika sebuah baju bersih maka asap wewangian & air mawar lebih bermanfaat baginya, dan jika baju itu kotor maka sabun dan air lebih bermanfaat baginya.
(Demikianlah perumpamaan) Tasbih adalah asap wewangian bagi org2 yg bersih (shaleh), sedangkan istighfar adalah sabun bagi para pendosa".
#copas
________
Dishare oleh Ustadzah Ari Mardiah Joban -hafidzahallah- tgl 11 Rabi'uts Tsani 1436 / 1 Februari 2015
Rabu, 04 Februari 2015
HUKUM SELFIE
HUKUM SELFIE
Banyak banget sekarang hobby selfy, mohon dijelaskan apa hukum selfie? Thank’s
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras seseorang ujub terhadap dirinya. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai dosa besar yang membinasakan pelakunya.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
Tiga dosa pembinasa: sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya. (HR. Thabrani dalam al-Ausath 5452 dan dishaihkan al-Albani)
Di saat yang sama, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memotivasi kita untuk menjadi hamba yang berusaha merahasiakan diri kebalikan dari menonjolkan diri. Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ
Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, yang berkecukupan, dan yang tidak menonjolkan diri. (HR. Muslim 7621).
Selfie, jeprat-jepret diri sendiri, sangat tidak sejalan dengan prinsip di atas. Terlebih umumnya orang yang melakukan selfie, tidak lepas dari perasaan ujub. Meskipun tidak semua orang yang selfie itu ujub, namun terkadang perasaan lebih sulit dikendalikan.
Karena itu, sebagai mukmin yang menyadari bahaya ujub, tidak selayaknya semacam ini dilakukan.
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
5 Rabi'uts Tsani 1436 / 24 Januari 2015
Banyak banget sekarang hobby selfy, mohon dijelaskan apa hukum selfie? Thank’s
Jawaban:
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala Rasulillah, amma ba’du,
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang keras seseorang ujub terhadap dirinya. Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutnya sebagai dosa besar yang membinasakan pelakunya.
Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
ثَلَاثٌ مُهْلِكَاتٌ : شُحٌّ مُطَاعٌ ، وَهَوًى مُتَّبَعٌ ، وَإِعْجَابُ الْمَرْءِ بِنَفْسِهِ
Tiga dosa pembinasa: sifat pelit yang ditaati, hawa nafsu yang dituruti, dan ujub seseorang terhadap dirinya. (HR. Thabrani dalam al-Ausath 5452 dan dishaihkan al-Albani)
Di saat yang sama, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memotivasi kita untuk menjadi hamba yang berusaha merahasiakan diri kebalikan dari menonjolkan diri. Dari Abu Said al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ
Sesungguhnya Allah mencintai hamba yang bertaqwa, yang berkecukupan, dan yang tidak menonjolkan diri. (HR. Muslim 7621).
Selfie, jeprat-jepret diri sendiri, sangat tidak sejalan dengan prinsip di atas. Terlebih umumnya orang yang melakukan selfie, tidak lepas dari perasaan ujub. Meskipun tidak semua orang yang selfie itu ujub, namun terkadang perasaan lebih sulit dikendalikan.
Karena itu, sebagai mukmin yang menyadari bahaya ujub, tidak selayaknya semacam ini dilakukan.
Allahu a’lam.
Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasisyariah.com)
5 Rabi'uts Tsani 1436 / 24 Januari 2015
AKHIR UNTUK SEBUAH PERMULAAN
AKHIR UNTUK SEBUAH PERMULAAN
Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan. (As- Sajdah:11)
Dari megahnya istana istana menuju gelapnya kubur..
Begitlah akhir kisah para raja yang pernah menginjakkan kaki di muka bumi ini, Tak ada bedanya antara yang adil maupun yang dzolim..
Semuanya sama dihadapan takdir...
Semasa hidup, mereka mampu membangun istana yang megah..
Akan tetapi tak ada daya sedkitpun saat ajal menjemput..
Mereka bahkan harus ditandu menuju gerbang kehidupan yang baru..
Sebenarnya kematian adalah sebuah tabir yang kita tau bersama, tapi kita tak pernah mau menyikapinya.
Sahabat...
Kau lihat istana itu...?
Tahukan kamu, kemana perginya pemilik istana itu..?
Iya.. Dia baru saja pergi meninggalkannya untuk selama- lamanya..
Mendekatlah kesini..
Coba kau perhatikan pemakaman itu..
Itu adalah pemakaman Al Udd..
Di bawah tanah berpasir yang tak istimewa itulah sang pemilik istana terbaring.
Di pemakaman itu dia tak sendiri..
Tercatat sejumlah raja dan ratusan keluarga kerajaan dimakamkan di sana,
Makam mereka saling berdampingan dengan makam rakyat biasa...
Semua tampak sama..
Tak ada bangunan megah bertahbiskan karangan bunga..
Tidak juga tulisan Raja Fulan Ibnu Fulan...
Bukan karena mereka tak mampu membuatnya..
Tapi ini murni soal konsekuensi beragama yang mereka pilih.. Hidup dan mati diatas kemurnian islam..
Lagipula, keindahan makam bukan jaminan sebuah akhir yang indah..
Saya dan anda mungkin bukan raja...
Namun dalam perlombaan menuju firdaus, saya, anda
dan mereka sama di mata Allah..
Hanya taqwa yang membuat kita berbeda.. ___________________
Madinah 04/04/1436 H ACT El Gharantaly@>--
Katakanlah: "Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Allah kamu akan dikembalikan. (As- Sajdah:11)
Dari megahnya istana istana menuju gelapnya kubur..
Begitlah akhir kisah para raja yang pernah menginjakkan kaki di muka bumi ini, Tak ada bedanya antara yang adil maupun yang dzolim..
Semuanya sama dihadapan takdir...
Semasa hidup, mereka mampu membangun istana yang megah..
Akan tetapi tak ada daya sedkitpun saat ajal menjemput..
Mereka bahkan harus ditandu menuju gerbang kehidupan yang baru..
Sebenarnya kematian adalah sebuah tabir yang kita tau bersama, tapi kita tak pernah mau menyikapinya.
Sahabat...
Kau lihat istana itu...?
Tahukan kamu, kemana perginya pemilik istana itu..?
Iya.. Dia baru saja pergi meninggalkannya untuk selama- lamanya..
Mendekatlah kesini..
Coba kau perhatikan pemakaman itu..
Itu adalah pemakaman Al Udd..
Di bawah tanah berpasir yang tak istimewa itulah sang pemilik istana terbaring.
Di pemakaman itu dia tak sendiri..
Tercatat sejumlah raja dan ratusan keluarga kerajaan dimakamkan di sana,
Makam mereka saling berdampingan dengan makam rakyat biasa...
Semua tampak sama..
Tak ada bangunan megah bertahbiskan karangan bunga..
Tidak juga tulisan Raja Fulan Ibnu Fulan...
Bukan karena mereka tak mampu membuatnya..
Tapi ini murni soal konsekuensi beragama yang mereka pilih.. Hidup dan mati diatas kemurnian islam..
Lagipula, keindahan makam bukan jaminan sebuah akhir yang indah..
Saya dan anda mungkin bukan raja...
Namun dalam perlombaan menuju firdaus, saya, anda
dan mereka sama di mata Allah..
Hanya taqwa yang membuat kita berbeda.. ___________________
Madinah 04/04/1436 H ACT El Gharantaly@>--
Senin, 23 Juni 2014
Meneladani Kepemimpinan Umar Bin Khathab radhiyallahu 'anhu
" Meneladani Kepemimpinan Umar Bin Khathab radhiyallahu 'anhu "Syaikh Ali Hasan Al-Halabi
23 Juni 2014 pukul 0:40
Bismillah...
sedikit oleh2 dari istiqlal..
Mohon koreksi jika ada kesalahan dalam penulisan..
catatan di lantai 2 ditengah riuh celotehan anak2 dan canda ria serta tingkah polah anak2 yg begitu menggemaskan dan suara ust firanda yang terdengar agak rendah..
===================================================== ======
Masjid istiqlal
Ahad, 24 sya'ban 1435H / 22 juni'14
16.00 s/d 20.00 WIB
" Meneladani Kepemimpinan Umar Bin Khathab radhiyallahu 'anhu "
Syaikh Ali Hasan Al-Halabi
============================== =============================
Diawali dengan nasihat bahwa pertanggungjawaban dan tugas kepemimpinan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Jangan bergembira ketika mendapatkan jabatan kepemimpinan di dunia, karena sesungguhnya pertanggungjawabannya begitu besar dihadapan Allaah.
Kepemimpinan teragung (terbaik) adalah kepemimpinan pada masa Rasulullaah, seluruhnya adalah kesempurnaan di atas kesempurnaan, keindahan di atas keindahan.
Bahkan ketika Rasulullaah meninggal, beliau meninggalkan hal yang dapat mengarahkan umat kepada perkara yang bisa memberikan kejayaan Islam. Jika berpegang kepada keduanya maka akan menyelamatkan umat di dunia dan akhirat yaitu Al-qur'an dan Hadits.
Dan Rasulullaah pun berpesan agar kita mengikuti sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin.
Sebagaimana dalam haditsnya :
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku telah tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya”(HR. Al Hakim, derajat : shahih).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang berumur panjang di antara kalian, kelak dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaknya kalian tetap berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa-ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya. Gigitlah dengan gigi geraham kalian. Berhati-hatilah kalian dengan perkara-perkara yang baru dalam agama, karena setiap ajaran yang baru dalam agama Islam adalah termasuk perbuatan bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka”
(HR. An Nasa’i, derajat : hasan shahih).
Termasuk diantaranya mengikuti kepemimpinan khalifah abu bakar ash-shiddiq dan umar bin khathab radhiyallahu 'anhuma.
Karena kemuliaan abu bakar dan umar maka kita menjadikan keteladanan pada kepemimpinan abu bakar dan umar.
Namun, kemudian secara khusus syaikh memberikan point2 penting keteladanan pada kepemimpinan pada masa kepemimpinan umar bin khathab radhiyallahu 'anhu, diantara point2 tersebut adalah :
=> umar bin khathab mempunyai kemuliaan atau keutamaan setelah abu bakar, sebagaimana dalam hadits berikut :
Al-Imaam At-Tirmidziy rahimahullah berkata :
حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ، عَنْ حَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ مِشْرَحِ بْنِ هَاعَانَ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: " لَوْ كَانَ بَعْدِي نَبِيٌّ لَكَانَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ "
Telah menceritakan kepada kami Salamah bin Syabiib :
Telah menceritakan kepada kami Al-Muqri’, dari Haiwah bin Syuraih, dari Bakr bin ‘Amru, dari Misyrah bin Haa’aan, dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Seandainya ada nabi setelahku, niscaya ia adalah ‘Umar bin Al-Khaththaab”
[As-Sunan, no. 3686].
=> Kepemimpinan umar dibangun di atas nilai-nilai agama, oleh karenanya ia mendapat julukan amirul mu'minin (pemimpin orang2 yang beriman)
=> Allaah mempersiapkan umar (orang yang cerdas dan ber'ilmu) sebagai pemimpin yang mempunyai kedudukan yang tinggi di kalangan rakyatnya. Karena pada masa itu umat Islam masih dalam kondisi jahiliyyah, tidak bisa baca tulis.
=> Pada masa awal Islam, dimana shahabat rasulullaah yg masih sedikit, da'wah ataupun perkumpulan yang dilakukan pun diam2 karena khawatir akan ancaman orang kafir, ditengah kondisi tersebut umar justru berani untuk masuk islam secara terang2an. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa umar adalah sosok yang penuh dengan keberanian.
Kepemimpinan butuh sikap keberanian dan ketegasan, bukan kenekatan ataupun kengawuran.
=> Kepemimpinan adalah suatu bentuk peningkatan kejayaan rakyat (umat) bukan mementingkan kejayaan pribadi atau perorangan, ataupun kepentingan kelompok. Demikianlah kepemimpinan umar, kepemimpinannya berpengaruh pada masyarakat. Kepemimpinannya membuka pintu2 kebaikan dunia dan akhirat.
=> kepemimpinan umar adalah kepemimpinan yang memiliki 'ilmu dan penuh keta'atan kepada Allaah. Kepemimpinan baik yang kecil maupun besar hendaklah memiliki 'ilmu dari kitabullaah, jangan hanya faham 'ilmu dunia.
=> Umar memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang tepat melalui tanda2 yang ada disekitarnya. Hal ini tentu dibutuhkan bagi pemimpin agar tidak mudah didekati oleh penipu ataupun para pengkhianat.
=> Memiliki semangat untuk bersikap adil pada kepemimpinannya.
Beliau menegakkan agama pada diri dan keluarganya baru kepada masyarakat. Sesuai firman Allaah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا ( التحريم: 6)
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka ."
Hal lain yang berkaitan dengan amanah dan keadilan adalah umar bin khathab tidak mengambil harta negara untuk kehidupan pribadinya, namun ia bekerja, dengan berdagang. Hal ini dimaksudkan untuk menjauhkan diri dari harta-harta yang haram.
=> umar bin khathab adalah orang yang faham akan kebenaran, bersikap tegas di atas kebenaran namun jika ia salah maka akan mengakui kesalahannya dan kembali kepada kebenaran.
Sebagaimana hadits rasulullaah :
Dari sahabat Anas bin Malik , bahwa Rasulullah bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam (manusia) pasti sering berbuat kesalahan “Dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang mau bertaubat.” (H.R. Ibnu Majah no. 4251 dan lainnya)
=> umar bin khathab adalah orang yang mudah bergaul, dekat dengan shahabat2nya, bukan orang yang sombong dan angkuh serta tidak jauh dari masyarakat.
=> sebelum menjadi khalifah, masa kepemimpinan rasulullaah, umar bin khathab diberi kepercayaan untuk mengurus harta kaum muslimin ( harta2 sedekah), dimana pekerjaan ini dapat dengan mudahnya mengambil harta yang bukan haknya. Jika umar tidak memiliki kemuliaan, maka ia tidak akan diberikan kepercayaan ini oleh rasulullaah. Umar bin khathab tidak menggunakan jabatan untuk kemaslahatan pribadi.
=> kepemimpinan umar bin khathab yang begitu menjaga keamanan negara, stabilitas negara lebih utama.
=> beliau senantiasa berfikir tentang kemaslahatan umat (rakyat)
=> umar bin khathab mengajarkan kepada pasukan tentang adab-adab peperangan, larangan untuk menjauh dan tdk membunuh orangtua, anak-anak, wanita, tidak merusak tanaman, dan adab lainnya. Mengajarkan menjadi pasukan yang amanah, tidak berkhianat.
Wallahua'lam..
Demikian sedikit catatan singkat tabligh akbar hari ini..
Semoga memberikan manfaat
============================== =============================
Selanjutnya ba'da isya, angin mulai sepoi2 di balik lubang2 angin lantai 2 masjid istiqlal dan mulai banyak keributan dan hilir mudik orang, yang menghilangkan fokus (setelah mencoba dikumpulkan lagi, namun tdk juga kumpul lagi) dan membuyarkan sedikit semangat untuk melanjutkan catatan, dan akhirnya benar2 menutup catatan.
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽����✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Sumber: FB Windry Ummu Mujahid
23 Juni 2014 pukul 0:40
Bismillah...
sedikit oleh2 dari istiqlal..
Mohon koreksi jika ada kesalahan dalam penulisan..
catatan di lantai 2 ditengah riuh celotehan anak2 dan canda ria serta tingkah polah anak2 yg begitu menggemaskan dan suara ust firanda yang terdengar agak rendah..
=====================================================
Masjid istiqlal
Ahad, 24 sya'ban 1435H / 22 juni'14
16.00 s/d 20.00 WIB
" Meneladani Kepemimpinan Umar Bin Khathab radhiyallahu 'anhu "
Syaikh Ali Hasan Al-Halabi
==============================
Diawali dengan nasihat bahwa pertanggungjawaban dan tugas kepemimpinan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Jangan bergembira ketika mendapatkan jabatan kepemimpinan di dunia, karena sesungguhnya pertanggungjawabannya begitu besar dihadapan Allaah.
Kepemimpinan teragung (terbaik) adalah kepemimpinan pada masa Rasulullaah, seluruhnya adalah kesempurnaan di atas kesempurnaan, keindahan di atas keindahan.
Bahkan ketika Rasulullaah meninggal, beliau meninggalkan hal yang dapat mengarahkan umat kepada perkara yang bisa memberikan kejayaan Islam. Jika berpegang kepada keduanya maka akan menyelamatkan umat di dunia dan akhirat yaitu Al-qur'an dan Hadits.
Dan Rasulullaah pun berpesan agar kita mengikuti sunnahnya dan sunnah khulafaur rasyidin.
Sebagaimana dalam haditsnya :
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku telah tinggalkan kepada kalian dua perkara. Kalian tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya”(HR. Al Hakim, derajat : shahih).
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Barangsiapa yang berumur panjang di antara kalian, kelak dia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaknya kalian tetap berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa-ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Berpegang teguhlah dengannya. Gigitlah dengan gigi geraham kalian. Berhati-hatilah kalian dengan perkara-perkara yang baru dalam agama, karena setiap ajaran yang baru dalam agama Islam adalah termasuk perbuatan bid’ah, dan setiap bid’ah adalah kesesatan, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka”
(HR. An Nasa’i, derajat : hasan shahih).
Termasuk diantaranya mengikuti kepemimpinan khalifah abu bakar ash-shiddiq dan umar bin khathab radhiyallahu 'anhuma.
Karena kemuliaan abu bakar dan umar maka kita menjadikan keteladanan pada kepemimpinan abu bakar dan umar.
Namun, kemudian secara khusus syaikh memberikan point2 penting keteladanan pada kepemimpinan pada masa kepemimpinan umar bin khathab radhiyallahu 'anhu, diantara point2 tersebut adalah :
=> umar bin khathab mempunyai kemuliaan atau keutamaan setelah abu bakar, sebagaimana dalam hadits berikut :
Al-Imaam At-Tirmidziy rahimahullah berkata :
حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ شَبِيبٍ، حَدَّثَنَا الْمُقْرِئُ، عَنْ حَيْوَةَ بْنِ شُرَيْحٍ، عَنْ بَكْرِ بْنِ عَمْرٍو، عَنْ مِشْرَحِ بْنِ هَاعَانَ، عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: " لَوْ كَانَ بَعْدِي نَبِيٌّ لَكَانَ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ "
Telah menceritakan kepada kami Salamah bin Syabiib :
Telah menceritakan kepada kami Al-Muqri’, dari Haiwah bin Syuraih, dari Bakr bin ‘Amru, dari Misyrah bin Haa’aan, dari ‘Uqbah bin ‘Aamir, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Seandainya ada nabi setelahku, niscaya ia adalah ‘Umar bin Al-Khaththaab”
[As-Sunan, no. 3686].
=> Kepemimpinan umar dibangun di atas nilai-nilai agama, oleh karenanya ia mendapat julukan amirul mu'minin (pemimpin orang2 yang beriman)
=> Allaah mempersiapkan umar (orang yang cerdas dan ber'ilmu) sebagai pemimpin yang mempunyai kedudukan yang tinggi di kalangan rakyatnya. Karena pada masa itu umat Islam masih dalam kondisi jahiliyyah, tidak bisa baca tulis.
=> Pada masa awal Islam, dimana shahabat rasulullaah yg masih sedikit, da'wah ataupun perkumpulan yang dilakukan pun diam2 karena khawatir akan ancaman orang kafir, ditengah kondisi tersebut umar justru berani untuk masuk islam secara terang2an. Dari hal tersebut dapat dilihat bahwa umar adalah sosok yang penuh dengan keberanian.
Kepemimpinan butuh sikap keberanian dan ketegasan, bukan kenekatan ataupun kengawuran.
=> Kepemimpinan adalah suatu bentuk peningkatan kejayaan rakyat (umat) bukan mementingkan kejayaan pribadi atau perorangan, ataupun kepentingan kelompok. Demikianlah kepemimpinan umar, kepemimpinannya berpengaruh pada masyarakat. Kepemimpinannya membuka pintu2 kebaikan dunia dan akhirat.
=> kepemimpinan umar adalah kepemimpinan yang memiliki 'ilmu dan penuh keta'atan kepada Allaah. Kepemimpinan baik yang kecil maupun besar hendaklah memiliki 'ilmu dari kitabullaah, jangan hanya faham 'ilmu dunia.
=> Umar memiliki kemampuan untuk mengambil sikap yang tepat melalui tanda2 yang ada disekitarnya. Hal ini tentu dibutuhkan bagi pemimpin agar tidak mudah didekati oleh penipu ataupun para pengkhianat.
=> Memiliki semangat untuk bersikap adil pada kepemimpinannya.
Beliau menegakkan agama pada diri dan keluarganya baru kepada masyarakat. Sesuai firman Allaah :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا ( التحريم: 6)
"Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan
keluargamu dari api neraka ."
Hal lain yang berkaitan dengan amanah dan keadilan adalah umar bin khathab tidak mengambil harta negara untuk kehidupan pribadinya, namun ia bekerja, dengan berdagang. Hal ini dimaksudkan untuk menjauhkan diri dari harta-harta yang haram.
=> umar bin khathab adalah orang yang faham akan kebenaran, bersikap tegas di atas kebenaran namun jika ia salah maka akan mengakui kesalahannya dan kembali kepada kebenaran.
Sebagaimana hadits rasulullaah :
Dari sahabat Anas bin Malik , bahwa Rasulullah bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ وَ خَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُونَ
“Setiap anak Adam (manusia) pasti sering berbuat kesalahan “Dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah yang mau bertaubat.” (H.R. Ibnu Majah no. 4251 dan lainnya)
=> umar bin khathab adalah orang yang mudah bergaul, dekat dengan shahabat2nya, bukan orang yang sombong dan angkuh serta tidak jauh dari masyarakat.
=> sebelum menjadi khalifah, masa kepemimpinan rasulullaah, umar bin khathab diberi kepercayaan untuk mengurus harta kaum muslimin ( harta2 sedekah), dimana pekerjaan ini dapat dengan mudahnya mengambil harta yang bukan haknya. Jika umar tidak memiliki kemuliaan, maka ia tidak akan diberikan kepercayaan ini oleh rasulullaah. Umar bin khathab tidak menggunakan jabatan untuk kemaslahatan pribadi.
=> kepemimpinan umar bin khathab yang begitu menjaga keamanan negara, stabilitas negara lebih utama.
=> beliau senantiasa berfikir tentang kemaslahatan umat (rakyat)
=> umar bin khathab mengajarkan kepada pasukan tentang adab-adab peperangan, larangan untuk menjauh dan tdk membunuh orangtua, anak-anak, wanita, tidak merusak tanaman, dan adab lainnya. Mengajarkan menjadi pasukan yang amanah, tidak berkhianat.
Wallahua'lam..
Demikian sedikit catatan singkat tabligh akbar hari ini..
Semoga memberikan manfaat
==============================
Selanjutnya ba'da isya, angin mulai sepoi2 di balik lubang2 angin lantai 2 masjid istiqlal dan mulai banyak keributan dan hilir mudik orang, yang menghilangkan fokus (setelah mencoba dikumpulkan lagi, namun tdk juga kumpul lagi) dan membuyarkan sedikit semangat untuk melanjutkan catatan, dan akhirnya benar2 menutup catatan.
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽����✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Sumber: FB Windry Ummu Mujahid
Rumah yang Dimasuki Syaithan
Rumah yang Dimasuki Syaithan
1. Penghuninya melakukan perbuatan syirik.
2. Penghuninya suka memutuskan silaturrahim.
3. Penghuninya Durhaka kepada kedua orangtua.
4. Penghuninya memakan riba.
5. Penghuninya memakan harta anak yatim secara zhalim.
6. Memelihara anjing.
7. Penghuninya jauh dari dzikir dan shalawat.
8. Penghuninya suka mencaci maki orang lain, sahabat nabi dan seterusnya.
9. Ada patung makhluk hidup, manusia, atau hewan.
10. Ada musik dan alat musik didalam rumah.
11. Ada lonceng didalam rumah.
12. Ada khamr dan sejenisnya.
13. Penghuninya meratapi mayit (jenazah).
14. Rumah dijadikan tempat bermain dadu.
15. Rumah terdapat barang haram.
16. Penghuninya termasuk orang yang dilaknat (kutuk).
17. Penghuninya orang suka maksiat (fasiq).
18. Rumah berbau busuk yang menyengat.
19. Penghuninya tidak melakukan mandi junub.
20. Penghuninya orang yang boros.
21. Rumah dijadikan tempat perbuatan keji dan munkar.
22. Penghuninya melakukan dosa besar.
(Disadur dari buku Buyut La Tad Khuluha asy-Syayathin, Abu Hudzaifah Ibrahim dan Muhammad ash-ShayimTerj Mengapa Malaikat dan Setan dirumah kita)-------๑๑•°°•๑๑-------
1. Penghuninya melakukan perbuatan syirik.
2. Penghuninya suka memutuskan silaturrahim.
3. Penghuninya Durhaka kepada kedua orangtua.
4. Penghuninya memakan riba.
5. Penghuninya memakan harta anak yatim secara zhalim.
6. Memelihara anjing.
7. Penghuninya jauh dari dzikir dan shalawat.
8. Penghuninya suka mencaci maki orang lain, sahabat nabi dan seterusnya.
9. Ada patung makhluk hidup, manusia, atau hewan.
10. Ada musik dan alat musik didalam rumah.
11. Ada lonceng didalam rumah.
12. Ada khamr dan sejenisnya.
13. Penghuninya meratapi mayit (jenazah).
14. Rumah dijadikan tempat bermain dadu.
15. Rumah terdapat barang haram.
16. Penghuninya termasuk orang yang dilaknat (kutuk).
17. Penghuninya orang suka maksiat (fasiq).
18. Rumah berbau busuk yang menyengat.
19. Penghuninya tidak melakukan mandi junub.
20. Penghuninya orang yang boros.
21. Rumah dijadikan tempat perbuatan keji dan munkar.
22. Penghuninya melakukan dosa besar.
(Disadur dari buku Buyut La Tad Khuluha asy-Syayathin, Abu Hudzaifah Ibrahim dan Muhammad ash-ShayimTerj Mengapa Malaikat dan Setan dirumah kita)-------๑๑•°°•๑๑-------
Dunia Suami Istri
::: Dunia Suami Istri :::
Penulis: Al-Ustadz Zainal Abidin, Lc حفظه الله
Ada sepuluh dasar yang dapat membantu pasangan suami istri menyelesaikan masalah rumah tangga dan menghindari terjadinya perceraian.
1. Janganlah membayangkan kesempurnaan dari pasangan hidup;
2. Dengarkan pembicaraan pasanganmu;
3. Proporsional dalam menjalin hubungan suami istri. Akan membangun kehidupan yang bahagia;
4. Jangan biarkan harta menghancurkan kehidupan Rumah Tangga;
5. Selalu tersenyum;
6. Janganlah istri memberikan nasihat (terlalu mencampuri urusan pribadi) kepada suami kecuali sang suami memintanya;
7. Sikap terbuka dan transparan antara suami istri;
8. Jangan memberikan perasaan cemburu menghancurkan istana cinta;
9. Jangan biarkan perdebatan meruncing;
10. Tumbuhkan perasaan peka dan sensitif terhadap kejadian yang menimpa pasangan anda.
Sumber:
Buku ONE HEART
Karya Al-Ustadz Zainal Abidin, Lc -hafidzahullah-
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥
Penulis: Al-Ustadz Zainal Abidin, Lc حفظه الله
Ada sepuluh dasar yang dapat membantu pasangan suami istri menyelesaikan masalah rumah tangga dan menghindari terjadinya perceraian.
1. Janganlah membayangkan kesempurnaan dari pasangan hidup;
2. Dengarkan pembicaraan pasanganmu;
3. Proporsional dalam menjalin hubungan suami istri. Akan membangun kehidupan yang bahagia;
4. Jangan biarkan harta menghancurkan kehidupan Rumah Tangga;
5. Selalu tersenyum;
6. Janganlah istri memberikan nasihat (terlalu mencampuri urusan pribadi) kepada suami kecuali sang suami memintanya;
7. Sikap terbuka dan transparan antara suami istri;
8. Jangan memberikan perasaan cemburu menghancurkan istana cinta;
9. Jangan biarkan perdebatan meruncing;
10. Tumbuhkan perasaan peka dan sensitif terhadap kejadian yang menimpa pasangan anda.
Sumber:
Buku ONE HEART
Karya Al-Ustadz Zainal Abidin, Lc -hafidzahullah-
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥
Jumat, 09 Mei 2014
Surat Untukmu , Wahai Calon Suamiku
Surat Untukmu , Wahai Calon Suamiku
diambil dari karya Humaira Fee Hamra dalam presentasinya yang berjudul Surat Cinta untuk Calon Suamiku.
Kepada Yang terhormat :
Calon Suamiku
Calon Pemimpin Dalam Rumahku
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh….
teruntuk yang tersayang calon suamiku…
Bagaimana kabar keimananmu hari ini??
aku berharap selalu dalam keadaan yang luar biasa..
Sudahkah kau menjalani harimu dengan bersyukur??
Apakah wajahmu masih bersinar terkena air wudhu??
Sudahkah kau belajar untuk menghargai waktumu?
Owh.. aku sangat berharap engkau tak satupun melewatinyaa…
Calon Suamiku, Apakah engkau mengetahui betapa Allah sangat menyayangiku?
Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa , agar aku lebih bijak untuk menyikapi semua masalah yang datang menghampiriku agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan untuk mendampingimu kelak.
Meskipun terkadang keluh dan putus asa menyergapi , namun kini ku rasakan diri ini lebih baik.
Pertanyaan yang selalu ingin ku lontarkan adalah megapa Allah selalu menguji tepat di hatiku?
Bagian terapuh dalam hidupku,,,,
Namun , kini aku mengerti jawaban dari pertanyaan itu..
Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senatiasa mengingatNya , kembali mencintaiNya .
Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi pribadi yang lebih tangguh , sehingga saat kelat kita bertemu , kau akan bangga telah memiliki aku dihatimu.
Calon suamiku,
Entah dimana dirimu sekarang , tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaima Dia mencintaiku.
Aku yakin kini Dia sedang melatihmu menjadi mujahid yang tangguh , hingga aku bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu.
Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku , hanya kesia-siaan yang kau dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini , aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu , suamiku.
Wahai calon suamiku ,
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku , aku selalu berdoa agar aku menjadi anak shalihah. Agar kelak dapat menjadi tabungannya kelak di akherat ,
Namun , nanti ketika aku menjadi istrimu , aku berharap aku menjadi pendamping yang Shalihah afar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu , mendampingi dirimu yang sholeh.
Aku ini pencemburu berat , tapi kalau Allah dan Rasullullah yang lebih kau cintai daripada ak. Aku rela . Aku berharap begitu pula dirimu.
Aku yakin kaulah yang aku butuhkan , meski nanti bukanlah kau orang yang aku harapkan.
Calon Suamiku yang di rahmati Allah..
apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita , takkan kunamai dengan gubuk derita . karena itulah markas dakwah kita , dan akan menjadi indah ketika kita hiasi cinta dan kasih.
Ketika kelak lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita , bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal , dengan ilmu yang bermanfaat , terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan pada Allah Taala.
Bunga akan indah pada waktunya. yaitu ketika bermekaran menghiasi taman . Maka kini telah ku persiapkan sebaik baiknya , menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik , meski bukan umat yang terbaik , tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.
Calon suamiku ,
inilah sekilas harapan yang ku ukirkan dalam sebuah rangkaian kata.
seperti kata orang , tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata kata.
Itulah kini yang kuhadapi . Kelak saat tengah bersama , maka disitulah kau akan memahami diriku , sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Bersabarlah wahai engkau calon suamiku , Doaku selalu agar Allah memudahkan jalanmu tuk menjemputku sebagai bidadarimu. Semoga Allah selalu menjagamu ,Agar tak tersentuh yang bukan Mahrammu ,Meski hanya seujung kuku ,Agar kau bisa mempersembahkan dirimu seutuhnya untukku. Seperti halnya yang aku ingin , mempersembahkan diriku seutuhnya hanya untuk dirimu.
Sudah dulu ya calon suamiku ,
Salam cintaku untukmu..
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Calon Istrimu…
- Sebaik baiknya Berlian adalah istri yang sholehah-
- Perempuan – perempuan yang baik untuk lelaki lelaki yang baik dan lelaki lekaki yang baik untuk perempuan perempuan yang baik (An Nisa – 26 )
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥
diambil dari karya Humaira Fee Hamra dalam presentasinya yang berjudul Surat Cinta untuk Calon Suamiku.
Kepada Yang terhormat :
Calon Suamiku
Calon Pemimpin Dalam Rumahku
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarakatuh….
teruntuk yang tersayang calon suamiku…
Bagaimana kabar keimananmu hari ini??
aku berharap selalu dalam keadaan yang luar biasa..
Sudahkah kau menjalani harimu dengan bersyukur??
Apakah wajahmu masih bersinar terkena air wudhu??
Sudahkah kau belajar untuk menghargai waktumu?
Owh.. aku sangat berharap engkau tak satupun melewatinyaa…
Calon Suamiku, Apakah engkau mengetahui betapa Allah sangat menyayangiku?
Disini aku ditempa untuk menjadi dewasa , agar aku lebih bijak untuk menyikapi semua masalah yang datang menghampiriku agar aku lebih bijak menyikapi sebuah kehidupan untuk mendampingimu kelak.
Meskipun terkadang keluh dan putus asa menyergapi , namun kini ku rasakan diri ini lebih baik.
Pertanyaan yang selalu ingin ku lontarkan adalah megapa Allah selalu menguji tepat di hatiku?
Bagian terapuh dalam hidupku,,,,
Namun , kini aku mengerti jawaban dari pertanyaan itu..
Allah tahu dimana tempat yang paling tepat agar aku senatiasa mengingatNya , kembali mencintaiNya .
Ujian demi ujian Insya Allah membuatku menjadi pribadi yang lebih tangguh , sehingga saat kelat kita bertemu , kau akan bangga telah memiliki aku dihatimu.
Calon suamiku,
Entah dimana dirimu sekarang , tapi aku yakin Allah pun mencintaimu sebagaima Dia mencintaiku.
Aku yakin kini Dia sedang melatihmu menjadi mujahid yang tangguh , hingga aku bangga memilikimu kelak.
Apa yang kuharapkan darimu adalah kesalihan. Semoga sama halnya dengan dirimu.
Karena apabila kecantikan yang kau harapkan dariku , hanya kesia-siaan yang kau dapati.
Aku masih haus akan ilmu. Namun berbekal ilmu yang ada saat ini , aku berharap dapat menjadi istri yang mendapat keridhaan Allah dan dirimu , suamiku.
Wahai calon suamiku ,
Saat aku masih menjadi asuhan ayah dan bundaku , aku selalu berdoa agar aku menjadi anak shalihah. Agar kelak dapat menjadi tabungannya kelak di akherat ,
Namun , nanti ketika aku menjadi istrimu , aku berharap aku menjadi pendamping yang Shalihah afar kelak di syurga cukup aku yang menjadi bidadarimu , mendampingi dirimu yang sholeh.
Aku ini pencemburu berat , tapi kalau Allah dan Rasullullah yang lebih kau cintai daripada ak. Aku rela . Aku berharap begitu pula dirimu.
Aku yakin kaulah yang aku butuhkan , meski nanti bukanlah kau orang yang aku harapkan.
Calon Suamiku yang di rahmati Allah..
apabila hanya sebuah gubuk menjadi perahu pernikahan kita , takkan kunamai dengan gubuk derita . karena itulah markas dakwah kita , dan akan menjadi indah ketika kita hiasi cinta dan kasih.
Ketika kelak lahir generasi penerus dakwah islam dari pernikahan kita , bantu aku untuk bersama mendidiknya dengan harta yang halal , dengan ilmu yang bermanfaat , terutama dengan menanamkan pada diri mereka ketaatan pada Allah Taala.
Bunga akan indah pada waktunya. yaitu ketika bermekaran menghiasi taman . Maka kini telah ku persiapkan sebaik baiknya , menyambut kehadiranmu dalam kehidupanku.
Kini aku sedang belajar menjadi yang terbaik , meski bukan umat yang terbaik , tapi setidaknya menjadi yang terbaik disisimu kelak.
Calon suamiku ,
inilah sekilas harapan yang ku ukirkan dalam sebuah rangkaian kata.
seperti kata orang , tidak semua yang dirasakan dapat diungkapkan dengan kata kata.
Itulah kini yang kuhadapi . Kelak saat tengah bersama , maka disitulah kau akan memahami diriku , sama halnya dengan diriku yang akan belajar memahamimu.
Bersabarlah wahai engkau calon suamiku , Doaku selalu agar Allah memudahkan jalanmu tuk menjemputku sebagai bidadarimu. Semoga Allah selalu menjagamu ,Agar tak tersentuh yang bukan Mahrammu ,Meski hanya seujung kuku ,Agar kau bisa mempersembahkan dirimu seutuhnya untukku. Seperti halnya yang aku ingin , mempersembahkan diriku seutuhnya hanya untuk dirimu.
Sudah dulu ya calon suamiku ,
Salam cintaku untukmu..
Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Calon Istrimu…
- Sebaik baiknya Berlian adalah istri yang sholehah-
- Perempuan – perempuan yang baik untuk lelaki lelaki yang baik dan lelaki lekaki yang baik untuk perempuan perempuan yang baik (An Nisa – 26 )
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥
Rabu, 07 Mei 2014
JODOH YANG SEDERHANA
JODOH YANG SEDERHANA
(Ungkapan Hati Wanita: Aku Hanya Ingin Pasangan yang Sederhana)
Saya hanyalah wanita biasa.
Saya bukanlah wanita berparas cantik jelita.
Saya juga bukan wanita yang mempunyai segalanya.
Saya hanya seorang wanita yang memiliki keinginan pasangan yang sederhana.
Saya tidak mau menilai setampan apa rupanya.
Saya tidak mau menilai sebanyak apa hartanya.
Saya juga tidak mau menilai setinggi apa jabatannya.
Pasangan yang berlandaskan ketakwaan-Nya.
Pasangan yang menginginkan surga-Nya.
Pasangan yang dapat membawa keberkahan serta keridhaan-Nya.
Saya mengharapkan kelak di suatu perbatasan waktu.
Saya dipertemukan dengan pasangan pilihan-Nya.
Seseorang yang hatinya terpaut kepada-Nya.
Seseorang yang ikuti sunnah rasul-Nya.
Seseorang yang berdasar pada kitab-Nya.
Seseorang yang secara ikhlas terima semua kekurangan yang ada pada diriku.
Yang dapat dapat membimbing hidupku.
Yang dapat dapat isi serta melengkapi hari-hariku.
Yang dapat menahkodai bahtera tempat tinggal tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku.
Saya pingin menyayanginya dengan sederhana.
Saya ingin dia juga menyayangiku dengan sederhana.
Sesederhana saya saat mencintainya.
Biarlah sekarang ini saya menyemai cinta bersama-nya.
Menyemai kerinduan dapat wajah-nya.
Sebelum saat saya dipertemukan dengannya.
Saya punya mimpi untuk membangun istana indah.
Meskipun istana itu hanya pondok kecil yang terbuat dari bambu.
Berpagarkan ketulusan cinta serta kasih sayang.
Dapat kujadikan pondokku sebagai surga untuk suami serta anakku.
Cuma satu keinginanku.
Yakni pingin jadi seorang isteri sholehah.
Insyaallah.
✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈
(Ungkapan Hati Wanita: Aku Hanya Ingin Pasangan yang Sederhana)
Saya hanyalah wanita biasa.
Saya bukanlah wanita berparas cantik jelita.
Saya juga bukan wanita yang mempunyai segalanya.
Saya hanya seorang wanita yang memiliki keinginan pasangan yang sederhana.
Saya tidak mau menilai setampan apa rupanya.
Saya tidak mau menilai sebanyak apa hartanya.
Saya juga tidak mau menilai setinggi apa jabatannya.
Pasangan yang berlandaskan ketakwaan-Nya.
Pasangan yang menginginkan surga-Nya.
Pasangan yang dapat membawa keberkahan serta keridhaan-Nya.
Saya mengharapkan kelak di suatu perbatasan waktu.
Saya dipertemukan dengan pasangan pilihan-Nya.
Seseorang yang hatinya terpaut kepada-Nya.
Seseorang yang ikuti sunnah rasul-Nya.
Seseorang yang berdasar pada kitab-Nya.
Seseorang yang secara ikhlas terima semua kekurangan yang ada pada diriku.
Yang dapat dapat membimbing hidupku.
Yang dapat dapat isi serta melengkapi hari-hariku.
Yang dapat menahkodai bahtera tempat tinggal tanggaku.
Yang mencintaiku tanpa menuntut kesempurnaan dariku.
Saya pingin menyayanginya dengan sederhana.
Saya ingin dia juga menyayangiku dengan sederhana.
Sesederhana saya saat mencintainya.
Biarlah sekarang ini saya menyemai cinta bersama-nya.
Menyemai kerinduan dapat wajah-nya.
Sebelum saat saya dipertemukan dengannya.
Saya punya mimpi untuk membangun istana indah.
Meskipun istana itu hanya pondok kecil yang terbuat dari bambu.
Berpagarkan ketulusan cinta serta kasih sayang.
Dapat kujadikan pondokku sebagai surga untuk suami serta anakku.
Cuma satu keinginanku.
Yakni pingin jadi seorang isteri sholehah.
Insyaallah.
✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈
Selasa, 06 Mei 2014
Sepucuk Surat Uηтυк Calon Ibu Mertua
—Sepucuk Surat Uηтυк Calon Ibu Mertua—
1. Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh…
2. Perkenalkan aku adalah gadis Чαπƍ mencintai anak sholehmu…karena agama & akhlaknya.
3. Чαπƍ lahir dari rahimmu…
4. Aku adalah seorang gadis belia sederhana...
5. Dαη berasal dari keluarga nan sederhana...
6. Aku hanyalah wanita akhir zaman Чαπƍ punya cita-cita menjadi istri sholehah υηтυк pasanganku nanti.
7. Pasangan Чαπƍ nantinya akan membimbingku…
8. Menasihatiku…
9. Hingga menuntunku ke Surga Чαπƍ indah…
10. Aku adalah wanita Чαπƍ ingin dimuliakan ∂αη dihormati...
11. Wahai Ibu…
12. Izinkan aku υηтυк menjadi istri anakmu…
13. Biarkanlah tutur lembutku Чαπƍ akan melenyapkan amarahnya…
14. Biarkanlah aku menjadi tempat pulang ketika ia lelah…
15. Biarkanlah senyum sejukku Чαπƍ akan menyemangatinya…
16. Wahai Ibu…
17. Aku adalah gadis Чαπƍ juga dicintai anak sholehmu…
18. Izinkan kami merawat cinta ini dengan kesucian…
19. Izinkan kami membina keluarga Чαπƍ dicinta penduduk dunia ∂αη juga penduduk akhirat…
20. Wahai Ibu Чαπƍ akan menjadi Ibuku juga…
21. Aku tid᪪ќ bisa menjadi Чαπƍ terbaik υηтυк anakmu. Karena kau tetap menjadi wanita terbaik di hatinya.
22. Maka ajari aku Ibu, agar kelak anak-anakku nanti menganggapku Ibu Чαπƍ terbaik.
23. Aku ingin selalu menjadi wanita Чαπƍ lembut & penyabar, maka wahai Ibu...ajari aku menjadi wanita lembut & sesabar sepertimu.
24. Agar kelak aku bisa menghasilkan anak sholeh seperti anakmu, anak Чαπƍ akan bersanding denganku.
25. Akulah wanita Чαπƍ akan selalu belajar mencintai anakmu setiap waktunya...mencintainya Karena Allah...
26. Чαπƍ akan selalu membuat anakmu tersenyum ∂αη rindu akan rumah.
27. Aku adalah wanita Чαπƍ akan melahirkan cucu-cucu keturunanmu Чαπƍ sholeh ∂αη sholehah...dengan izin Allah tentunya, insyaAllah...
28. Wahai Ibu…
29. Aku membutuhkan doamu υηтυк menjaga keluarga kami nanti agar tetap dalam lindungan-Nya, dalam penjagaan-Nya...Semoga Allah meRahmati rumah kami ∂αη keluarga kami kelak...
30. Wahai Ibu…
31. Semoga engkau ridha atas semua ini... InsyaAllah aku siap menjadi wanita terindah Чαπƍ kedua υηтυк anakmu, krn engkau akan selalu menjadi wanita terindah Чαπƍ pertama baginya...
32. Чαπƍ akan menjadi penuntunku ke Surga abadi…
33. Salam terkasih, calon menantumu.
34. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh…
35. SELESAI.
♡♡♡♡♡♡♡♡
1. Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh…
2. Perkenalkan aku adalah gadis Чαπƍ mencintai anak sholehmu…karena agama & akhlaknya.
3. Чαπƍ lahir dari rahimmu…
4. Aku adalah seorang gadis belia sederhana...
5. Dαη berasal dari keluarga nan sederhana...
6. Aku hanyalah wanita akhir zaman Чαπƍ punya cita-cita menjadi istri sholehah υηтυк pasanganku nanti.
7. Pasangan Чαπƍ nantinya akan membimbingku…
8. Menasihatiku…
9. Hingga menuntunku ke Surga Чαπƍ indah…
10. Aku adalah wanita Чαπƍ ingin dimuliakan ∂αη dihormati...
11. Wahai Ibu…
12. Izinkan aku υηтυк menjadi istri anakmu…
13. Biarkanlah tutur lembutku Чαπƍ akan melenyapkan amarahnya…
14. Biarkanlah aku menjadi tempat pulang ketika ia lelah…
15. Biarkanlah senyum sejukku Чαπƍ akan menyemangatinya…
16. Wahai Ibu…
17. Aku adalah gadis Чαπƍ juga dicintai anak sholehmu…
18. Izinkan kami merawat cinta ini dengan kesucian…
19. Izinkan kami membina keluarga Чαπƍ dicinta penduduk dunia ∂αη juga penduduk akhirat…
20. Wahai Ibu Чαπƍ akan menjadi Ibuku juga…
21. Aku tid᪪ќ bisa menjadi Чαπƍ terbaik υηтυк anakmu. Karena kau tetap menjadi wanita terbaik di hatinya.
22. Maka ajari aku Ibu, agar kelak anak-anakku nanti menganggapku Ibu Чαπƍ terbaik.
23. Aku ingin selalu menjadi wanita Чαπƍ lembut & penyabar, maka wahai Ibu...ajari aku menjadi wanita lembut & sesabar sepertimu.
24. Agar kelak aku bisa menghasilkan anak sholeh seperti anakmu, anak Чαπƍ akan bersanding denganku.
25. Akulah wanita Чαπƍ akan selalu belajar mencintai anakmu setiap waktunya...mencintainya Karena Allah...
26. Чαπƍ akan selalu membuat anakmu tersenyum ∂αη rindu akan rumah.
27. Aku adalah wanita Чαπƍ akan melahirkan cucu-cucu keturunanmu Чαπƍ sholeh ∂αη sholehah...dengan izin Allah tentunya, insyaAllah...
28. Wahai Ibu…
29. Aku membutuhkan doamu υηтυк menjaga keluarga kami nanti agar tetap dalam lindungan-Nya, dalam penjagaan-Nya...Semoga Allah meRahmati rumah kami ∂αη keluarga kami kelak...
30. Wahai Ibu…
31. Semoga engkau ridha atas semua ini... InsyaAllah aku siap menjadi wanita terindah Чαπƍ kedua υηтυк anakmu, krn engkau akan selalu menjadi wanita terindah Чαπƍ pertama baginya...
32. Чαπƍ akan menjadi penuntunku ke Surga abadi…
33. Salam terkasih, calon menantumu.
34. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh…
35. SELESAI.
♡♡♡♡♡♡♡♡
Langganan:
Postingan (Atom)





