Ramadhan Bulan Penuh Keberkahan
Wahai saudara-saudariku...
Semoga ALLAH senantiasa menyatukan hati-hati kita semua untuk mencintai-Nya dan mengikuti sunnah Rasulullah...
Saudaraku..
Tampak jelas bagi kita semua tentang kebesaran, kemuliaan serta keberkahan bulan Ramadhan dan begitu besarnya ganjaran serta kebaikan didalamnya yang akan diperoleh oleh orang yang sungguh-sungguh mencari keridhaan-Nya.
Saudara-saudariku...
Besar dan tidaknya ganjaran yang akan diperoleh oleh manusia tergantung sesuai dengan jauh atau tidaknya pelaksanaannya dengan sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam!
Artinya, makin banyak pemahaman antum dan antunna tentang puasa, insyaa ALLAH makin banyak kita akan memperoleh keutamaan dan ganjarannya.
Sebagaimana Nabi bersabda:
Berapa banyak orang yang berpuasa, tetapi ia tidak memperoleh apa-apa dari puasanya itu, kecuali lapar dan haus.
Untuk itu wahai saudara-saudariku...
Merupakan suatu keharusan bagimu untuk mengetahui "SIFAT PUASA NABI", yang berkaitan dengan kewajiban, pembatal-pembatal, rukun, adab, perkara yang diperbolehkan, amal-amal yang dianjurkan di bulan tersebut beserta tata cara pelaksanannya, dan doa-doa yang terkait dengannya.
Carilah kajian-kajian yang membahas ilmu tersebut!
Ingat wahai saudaraku,
jangan engkau sia-siakan bulan Ramadhan ini lewat begitu saja dalam kehidupanmu...sungguh-sungguhlah dalam mengerjakannya dan jadikanlah Ramadhan tahun ini seolah-olah Ramadhan yang terakhir bagi dirimu yang mana belum tentu engkau dapat menjumpai Ramadhan pada tahun berikutnya.
Untukmu wahai pelaku ma'siyat, jauhkanlah dirimu dari perbuatan ma'siyat di bulan tersebut, yang dengan sebabnya mudah-mudahan dirimu akan terbiasa dalam meninggalkan ma'siyat di hari-hari selanjutnya.
Semoga risalah yang singkat ini memberikan dorongan kepada kita, untuk mencari majelis-majelis ilmu yang membahas ilmu yang kita sangat butuhkan saat ini.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
25 Sya'ban 1435H / 23 Juni 2014
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى. Tampilkan semua postingan
Senin, 23 Juni 2014
Rabu, 16 April 2014
NASEHATILAH DIRIKU....
"NASEHATILAH DIRIKU...."
Wahai saudara-saudariku...
Tutupilah kesalahan dan kekhilafanku dengan nasehat yang baik dan bijak yang datang darimu, ketika aku seorang diri....
Wahai saudara-saudariku...
Hindarilah menasihatiku ditengah banyaknya manusia, yang akan mendengar kesalahan dan kehilafanku...
Karena dengan memberikan nasihat darimu kepadaku dihadapan banyaknya manusia, sama saja engkau telah memburuk-burukkan diriku dihadapan mereka, maka yang demikian sulit bagiku untuk menerimanya...
Wahai saudaraku...
Jangan salahi diriku, jangan engkau hina diriku dan janganlah engkau terkejut apabila nasehatmu tidak aku dengar, karena dirimu telah mempermalukan diriku dihadapan manusia...
Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽����✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Wahai saudara-saudariku...
Tutupilah kesalahan dan kekhilafanku dengan nasehat yang baik dan bijak yang datang darimu, ketika aku seorang diri....
Wahai saudara-saudariku...
Hindarilah menasihatiku ditengah banyaknya manusia, yang akan mendengar kesalahan dan kehilafanku...
Karena dengan memberikan nasihat darimu kepadaku dihadapan banyaknya manusia, sama saja engkau telah memburuk-burukkan diriku dihadapan mereka, maka yang demikian sulit bagiku untuk menerimanya...
Wahai saudaraku...
Jangan salahi diriku, jangan engkau hina diriku dan janganlah engkau terkejut apabila nasehatmu tidak aku dengar, karena dirimu telah mempermalukan diriku dihadapan manusia...
Ditulis oleh: Ustadz Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽����✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Minggu, 16 Februari 2014
Sebuah Untaian Doa Di Pagi Hari ..
Sebuah Untaian Doa Di Pagi Hari ..
Yaa Rabb...
Kami memohon kepadaMu di pagi yang sejuk ini, di awal kehidupan kami hari ini dan seterusnya إِنْ شَاءَ اللّهُ ,
berikanlah kepada kami tambahan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang akan memberikan manfaat untuk kehidupan dunia dan akhiratku...
Ilmu yang akan memberikan rasa takut kepadaMu baik dalam kesendirianku maupun dihadapan manusia lainnya...
Yaa ALLAH...
Berikanlah kepada kami rizki yang halal serta kemudahan dalam mencarinya, keberkahan dalam harta agar daging-daging yang melekat pada tubuh kami berasal dari suatu yang halal bukan yang haram...
Yaa ALLAH....
Jadikanlah hambaMu menjadi hamba yang senantiasa bersyukur kepadaMu atas karunia nikmat yang Engkau berikan kepada kami, berkahilah harta kami yaa Rabb..
Yaa ALLAH...
Terimalah segala amal kami, perbaikilah amal kami, yaitu amal yang dilandasi keikhlasan beribadah kepadaMu dan sesuai sunnah Rasulullah, agar kelak kami mengharap kepadaMu amal tersebut sebagai pemberat mizan kebaikkan kami nanti pada hari kiamat.
Yaa ALLAH Jadikanlah pagi ini dan pagi-pagi selanjutnya adalah pagi yang penuh kebaikan serta awal dalam melaksanakan ketaatan kepadaMu...serta keberkahan kepada kami serta keluarga...
Dan jadikanlah kepada kami pagi yang menghapus segala kesulitan dari segala urusan kami, kegundahan serta kesedihan dalam hati kami... dan berikanlah pertolongan yaa Rabb! dan kemudahan dalam setiap langkah-langkah kami...
آمــين اَللّهُمَّ آمــين
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Yaa Rabb...
Kami memohon kepadaMu di pagi yang sejuk ini, di awal kehidupan kami hari ini dan seterusnya إِنْ شَاءَ اللّهُ ,
berikanlah kepada kami tambahan ilmu yang bermanfaat, ilmu yang akan memberikan manfaat untuk kehidupan dunia dan akhiratku...
Ilmu yang akan memberikan rasa takut kepadaMu baik dalam kesendirianku maupun dihadapan manusia lainnya...
Yaa ALLAH...
Berikanlah kepada kami rizki yang halal serta kemudahan dalam mencarinya, keberkahan dalam harta agar daging-daging yang melekat pada tubuh kami berasal dari suatu yang halal bukan yang haram...
Yaa ALLAH....
Jadikanlah hambaMu menjadi hamba yang senantiasa bersyukur kepadaMu atas karunia nikmat yang Engkau berikan kepada kami, berkahilah harta kami yaa Rabb..
Yaa ALLAH...
Terimalah segala amal kami, perbaikilah amal kami, yaitu amal yang dilandasi keikhlasan beribadah kepadaMu dan sesuai sunnah Rasulullah, agar kelak kami mengharap kepadaMu amal tersebut sebagai pemberat mizan kebaikkan kami nanti pada hari kiamat.
Yaa ALLAH Jadikanlah pagi ini dan pagi-pagi selanjutnya adalah pagi yang penuh kebaikan serta awal dalam melaksanakan ketaatan kepadaMu...serta keberkahan kepada kami serta keluarga...
Dan jadikanlah kepada kami pagi yang menghapus segala kesulitan dari segala urusan kami, kegundahan serta kesedihan dalam hati kami... dan berikanlah pertolongan yaa Rabb! dan kemudahan dalam setiap langkah-langkah kami...
آمــين اَللّهُمَّ آمــين
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Diantara Doa Yg Dianjurkan Nabi Utk Dihafalkan, & Dipelajari
Diantara Doa Yg Dianjurkan Nabi Utk Dihafalkan, & Dipelajari
Yakni do'a Rasulullah صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَتَرْحَمَنِيْ، وَإِذََا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِيْ غََيْرَ مَفْتُوْنٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ إِلَى حُبِّكَ.
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu".
Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3235), dihasankan oleh At-Tirmidzi.
Dari Sahabat Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu 'anhu. Di akhir hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya ia (doa tersebut) merupakan hal yang benar, maka pelajari (hafalkan), dan perdalamlah."
Semoga Allah Ta'ala menununjuki kita di atas Islam dan As-Sunnah, mengikuti manhaj Salafush Shalih.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Yakni do'a Rasulullah صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ :
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ، وَتَرْكَ الْمُنْكَرَاتِ، وَحُبَّ الْمَسَاكِيْنِ، وَأَنْ تَغْفِرَ لِيْ وَتَرْحَمَنِيْ، وَإِذََا أَرَدْتَ فِتْنَةَ قَوْمٍ فَتَوَفَّنِيْ غََيْرَ مَفْتُوْنٍ، وَأَسْأَلُكَ حُبَّكَ، وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ، وَحُبَّ عَمَلٍ يُقَرِّبُنِيْ إِلَى حُبِّكَ.
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu agar aku dapat melakukan perbuatan-perbuatan baik, meninggalkan perbuatan munkar, mencintai orang miskin, dan agar Engkau mengampuni dan menyayangiku. Jika Engkau hendak menimpakan suatu fitnah (malapetaka) pada suatu kaum, maka wafatkanlah aku dalam keadaan tidak terkena fitnah itu. Dan aku memohon kepada-Mu rasa cinta kepada-Mu, rasa cinta kepada orang-orang yang mencintaimu, dan rasa cinta kepada segala perbuatan yang mendekatkanku untuk mencintai-Mu".
Hadits shahîh. Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (no. 3235), dihasankan oleh At-Tirmidzi.
Dari Sahabat Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu 'anhu. Di akhir hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya ia (doa tersebut) merupakan hal yang benar, maka pelajari (hafalkan), dan perdalamlah."
Semoga Allah Ta'ala menununjuki kita di atas Islam dan As-Sunnah, mengikuti manhaj Salafush Shalih.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Minggu, 09 Februari 2014
Rabbanaa
Rabbanaa
Semilir angin malam
Disela-sela sujudku
Haturkan do'a kepadaMu
Berikan cahaya hidayahMu kepada seluruh orang-orang yang mencintaku, keluargaku
Sahabat-sahabatku
Berikanlah mereka kenikmatan sebagaimana kenikmatan ketikaku bersamaMu
Sayangi mereka kelak pada hari perjumpaan denganMu
Kumpulkan kami bersama orang-orang yang shaleh yang menghabiskan waktunya untuk mencapai keridhoanMu
Berikan kami kesempatan untuk melihat wajahMu
Sampaikan salam kami kepada baginda Rasulullah shallalahu 'alaihi wasallam
Izinkan kami kelak berkumpul di telagaMu...
آمــين اَللّهُمَّ آمــين
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Semilir angin malam
Disela-sela sujudku
Haturkan do'a kepadaMu
Berikan cahaya hidayahMu kepada seluruh orang-orang yang mencintaku, keluargaku
Sahabat-sahabatku
Berikanlah mereka kenikmatan sebagaimana kenikmatan ketikaku bersamaMu
Sayangi mereka kelak pada hari perjumpaan denganMu
Kumpulkan kami bersama orang-orang yang shaleh yang menghabiskan waktunya untuk mencapai keridhoanMu
Berikan kami kesempatan untuk melihat wajahMu
Sampaikan salam kami kepada baginda Rasulullah shallalahu 'alaihi wasallam
Izinkan kami kelak berkumpul di telagaMu...
آمــين اَللّهُمَّ آمــين
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Sabtu, 08 Februari 2014
Tiga tanda kebahagiaan
Tidak ada daya dan upaya kecuali dari Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung, Yang senantiasa diharapkan terijabahnya setiap do’a yang kita panjatkan kepada-Nya siang dan malam.
Semoga Allah melindungi kita semua di dunia maupun akhirat.
Semoga Allah senantiasa melapangkan/meluaskan segala nikmat-Nya baik secara zhahir maupun batin kepada kita semua.
Semoga Allah pula menjadikan kita menjadi orang-orang yang senantiasa bersyukur tatkala diberi nikmat oleh-Nya serta bersabar ketika ditimpa musibah dan memohon ampunan kepada Allah ketika kita terjerumus dalam lembah kenistaan yaitu dosa dan ma'siyat.
Saudaraku...
Inilah tiga tanda kebahagiaan dan tanda keberuntungan seorang hamba di dunia dan akhiratnya ya'ni seorang hamba yang senantiasa akan berputar pada tiga kondisi ini.
Inilah tiga tanda bahagianya:
1. Bersyukur ketika diberi nikmat.
2. Bersabar ketika ditimpa musibah (cobaan) dan mengharapkan ganjaran disisi Rabbnya
3. Memohon ampun pada ALLAH ketika telah terjerumus dalam dosa.
Dan setiap kita akan selalu berputar dalam tiga kondisi ini.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
BAGAIMANA ISLAM DALAM MENDIDIK ISTRI YANG NUSYUZ??
"BAGAIMANA ISLAM DALAM MENDIDIK ISTRI YANG NUSYUZ??"
ALLAH subhaanahu wa taala berfirman:
Dan istri-istri yang kalian khawatirkan nusyuz mereka maka berilah mau’izhah kepada mereka, boikotlah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Namun bila kemudian mereka menaati kalian maka tidak boleh bagi kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka.” (An-Nisa`: 34)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t dalam tafsirnya berkata, “ALLAH berfirman, ‘Dan istri-istri yang kalian khawatirkan nusyuz mereka’, maksudnya mereka menarik diri dari menaati suami mereka dengan bermaksiat (tidak patuh) kepada suami, baik dengan ucapan ataupun perbuatan, maka suami hendaknya memberikan pengajaran/adab kepada si istri dengan cara yang paling mudah/ringan. Yang dimaksud dengan cara yang paling mudah/ringan.
Pertama;
“berilah mau’izhah/nasehat kepada mereka” (Nasehat yang baik serta lemah lembut dalam menasehatinya), dengan menerangkan hukum Allah dalam perkara ketaatan dan maksiat kepada suami dan memberikan anjuran untuk taat kepada suami serta menakuti-nakuti dengan akibat yang didapatkan apabila bermaksiat kepada suami. Bila si istri berhenti dari perbuatannya maka itulah yang diinginkan. Namun bila tetap terus dalam perbuatan nusyuznya, dalam artian nasihat yg sudah disampaikan tidak mempan, maka tahapan berikutnya yaitu
kedua:
Diboikot/didiamkan di tempat tidur mereka dengan tidak mau “tidur” bersamanya, serta tidak menggaulinya sekadar waktu yang dengannya tercapai maksud (istri menjadi sadar akan perbuatannya).
Ketiga:
Apabila tidak berhasil juga, barulah pindah ke tahap selanjutnya yaitu dipukul dengan pukulan yang tidak keras (pukulan yg tdk memberikan bekas dan tidak memukul wajahnya).
Apabila telah tercapai tujuan (istri tidak lagi berbuat nusyuz) dengan salah satu dari beberapa tahapan di atas dan istri kalian kembali menaati kalian, “maka tidak boleh bagi kalian (para suami) mencari-cari jalan untuk menyusahkan/menyulitkan mereka”, maksudnya adalah telah tercapai apa yang kalian sukai/inginkan, maka janganlah kalian mencela dan mencerca mereka dalam kesalahan-kesalahan mereka yang telah lalu, dan jangan menyelidiki/mencari-cari kesalahan yang akan bermudarat bila disebutkan serta menjadi sebab timbulnya kejelekan.
(Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 166)
Untuk itu ikhwah sekalian bersabarlah dengannya, bergaulah dg baik serta nasehatilah mereka dg lemah lembut serta doakan mereka dg kebaikan, sebagaimana Nabi mendoakan kebaikan untuk istri-istrinya
(ini yg kita sering lupakan, yaitu mendoakannya) dan didiklah mereka dengan bimbingan Alqur'an dan Sunnah, tentunya yg demikian bisa tercapai apabila dirimu (para suami) terdidik diatas bimbingan alqur'an dan sunnah.
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution (Abu Urwah) - حفظه الله تعالى
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
ALLAH subhaanahu wa taala berfirman:
Dan istri-istri yang kalian khawatirkan nusyuz mereka maka berilah mau’izhah kepada mereka, boikotlah mereka di tempat tidur, dan pukullah mereka. Namun bila kemudian mereka menaati kalian maka tidak boleh bagi kalian mencari-cari jalan untuk menyusahkan mereka.” (An-Nisa`: 34)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di t dalam tafsirnya berkata, “ALLAH berfirman, ‘Dan istri-istri yang kalian khawatirkan nusyuz mereka’, maksudnya mereka menarik diri dari menaati suami mereka dengan bermaksiat (tidak patuh) kepada suami, baik dengan ucapan ataupun perbuatan, maka suami hendaknya memberikan pengajaran/adab kepada si istri dengan cara yang paling mudah/ringan. Yang dimaksud dengan cara yang paling mudah/ringan.
Pertama;
“berilah mau’izhah/nasehat kepada mereka” (Nasehat yang baik serta lemah lembut dalam menasehatinya), dengan menerangkan hukum Allah dalam perkara ketaatan dan maksiat kepada suami dan memberikan anjuran untuk taat kepada suami serta menakuti-nakuti dengan akibat yang didapatkan apabila bermaksiat kepada suami. Bila si istri berhenti dari perbuatannya maka itulah yang diinginkan. Namun bila tetap terus dalam perbuatan nusyuznya, dalam artian nasihat yg sudah disampaikan tidak mempan, maka tahapan berikutnya yaitu
kedua:
Diboikot/didiamkan di tempat tidur mereka dengan tidak mau “tidur” bersamanya, serta tidak menggaulinya sekadar waktu yang dengannya tercapai maksud (istri menjadi sadar akan perbuatannya).
Ketiga:
Apabila tidak berhasil juga, barulah pindah ke tahap selanjutnya yaitu dipukul dengan pukulan yang tidak keras (pukulan yg tdk memberikan bekas dan tidak memukul wajahnya).
Apabila telah tercapai tujuan (istri tidak lagi berbuat nusyuz) dengan salah satu dari beberapa tahapan di atas dan istri kalian kembali menaati kalian, “maka tidak boleh bagi kalian (para suami) mencari-cari jalan untuk menyusahkan/menyulitkan mereka”, maksudnya adalah telah tercapai apa yang kalian sukai/inginkan, maka janganlah kalian mencela dan mencerca mereka dalam kesalahan-kesalahan mereka yang telah lalu, dan jangan menyelidiki/mencari-cari kesalahan yang akan bermudarat bila disebutkan serta menjadi sebab timbulnya kejelekan.
(Taisir Al-Karimir Rahman, hal. 166)
Untuk itu ikhwah sekalian bersabarlah dengannya, bergaulah dg baik serta nasehatilah mereka dg lemah lembut serta doakan mereka dg kebaikan, sebagaimana Nabi mendoakan kebaikan untuk istri-istrinya
(ini yg kita sering lupakan, yaitu mendoakannya) dan didiklah mereka dengan bimbingan Alqur'an dan Sunnah, tentunya yg demikian bisa tercapai apabila dirimu (para suami) terdidik diatas bimbingan alqur'an dan sunnah.
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution (Abu Urwah) - حفظه الله تعالى
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
ISTRI IDAMAN SUAMI
“ISTRI IDAMAN SUAMI”
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution (Abu Urwah) - حفظه الله تعالى
Ada seorang laki-laki yg mereka bertanya kepada seseorang, “Mengapa engkau begitu mencintai istrimu sedemikian rupa?”
Laki-laki itu menjawab, “Karena istriku adalah… Bidadari dalam kehidupan dunia ini…
Ia memperdengarkan kepadaku apa yg aku suka utk didengarkan,dan mendengarkan dariku apa yg aku suka utk aku ucapkan…
Aib-aibku sangat aku kenali, namun ia tdk pernah melihatnya…
Kekurangan dalam diriku ia sempurnakan dgn keridhaan dirinya serta menasehatiku dgn kasih sayangnya serta kelembutannya…
Ia adalah tiraiku & kebahagiaanku…
Ia bersamaku dalam bahagia, & selalu brsamaku dalam kesulitan…
Dalam dua keadaan trsbt, ia tetaplah seorang wanita yg pandai bersyukur…
Jika dunia ini membuatku diriku lelah, maka cukuplah bagiku bahwa ia bersamaku di dalamnya…
Ia menjaga kehormatanku saat aku tdk ada disisinya serta menjaga kehormatan dirinya…
Ia memiliki lisan yg manis karena senantiasa berdzikir kepada Rabb-Nya…
Ia memiliki hati yg lembut karena selalu khusyu’ beribadah kepada Nya…
Kedua matanya bercahaya karena selalu memandang kepada ayat2 al-Quran…
Semoga ALLAH senantiasa menjaganya…
Dan menjadikan istri2 kita sebagai istri yg sholehah dan penyejuk pandangan bagi suami dan anaknya…
Semoga ALLAH melanggengkan rumah tangganya serta mendapatkan keturunan yg shaleh dan shalehah
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution (Abu Urwah) - حفظه الله تعالى
Ada seorang laki-laki yg mereka bertanya kepada seseorang, “Mengapa engkau begitu mencintai istrimu sedemikian rupa?”
Laki-laki itu menjawab, “Karena istriku adalah… Bidadari dalam kehidupan dunia ini…
Ia memperdengarkan kepadaku apa yg aku suka utk didengarkan,dan mendengarkan dariku apa yg aku suka utk aku ucapkan…
Aib-aibku sangat aku kenali, namun ia tdk pernah melihatnya…
Kekurangan dalam diriku ia sempurnakan dgn keridhaan dirinya serta menasehatiku dgn kasih sayangnya serta kelembutannya…
Ia adalah tiraiku & kebahagiaanku…
Ia bersamaku dalam bahagia, & selalu brsamaku dalam kesulitan…
Dalam dua keadaan trsbt, ia tetaplah seorang wanita yg pandai bersyukur…
Jika dunia ini membuatku diriku lelah, maka cukuplah bagiku bahwa ia bersamaku di dalamnya…
Ia menjaga kehormatanku saat aku tdk ada disisinya serta menjaga kehormatan dirinya…
Ia memiliki lisan yg manis karena senantiasa berdzikir kepada Rabb-Nya…
Ia memiliki hati yg lembut karena selalu khusyu’ beribadah kepada Nya…
Kedua matanya bercahaya karena selalu memandang kepada ayat2 al-Quran…
Semoga ALLAH senantiasa menjaganya…
Dan menjadikan istri2 kita sebagai istri yg sholehah dan penyejuk pandangan bagi suami dan anaknya…
Semoga ALLAH melanggengkan rumah tangganya serta mendapatkan keturunan yg shaleh dan shalehah
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Rabu, 29 Januari 2014
SABARLAH, WAHAI PENYERU KEBAIKAN...!
"SABARLAH, WAHAI PENYERU KEBAIKAN...!"
Saudaraku, para pejuang amar ma'ruf nahi mungkar atau umumnya kaum muslimin penyelenggara2 kegiatan dakwah yg mereka semua mengajak manusia agar kembali kepada ALLAH dan menghidupkan Sunnah Nabi diatas cahaya alqur'an wa sunnah menurut pemahaman sahabat agar senantiasa menghiasi dirinya dg sifat sabar....
Wahai saudaraku, setiap kali kita berdakwah kepada manusia agar kembali kpd ALLAH, tdk selalu/ tdk langsung mereka mau menerimanya dan byk justru diantara mereka membantahnya dan tdk sedikit dari mrk justru melontarkan tuduhan2 yg keji kepada para penyeru kebaikan terutama terhadap da'wah yg mulia ini yaitu dakwah salafiyah...
Oleh sebab ikhwah sekalian tdk sepatutnya bagimu utk marah baik dgn mencela, mencaci maki, memvonis dengan kalimat yg tidak baik kpd mereka...karena mereka wahai saudaraku pada hakekatnya mereka adalah orang2x Awam akan da'wah yang haq ini, dan kita hidup pada keasingan islam.
Untuk itu saya menasehatkan diri saya, antum dan antunna sekalian agar senatiasa menghiasi dirimu dengan sifat sabar dalam menghadapi gannguan,cacian, tuduhan dari manusia yang dengannya hati mampu menanggung semuanya.
Berikut ini saya bawakan nash alqur'an yg akan memberikan kepada kita ketenangan dan menumbuhkan kesabaran pada diri kita yang mana ALLAH mengabarkan kepada kita bahwa para Rasul dahulu mereka telah didustakan oleh kaumnya bahkan tidak hanya didustakan mereka diganggu (dianiyaya) namun mereka ttp bersabar dan mengadukan seluruhnya kepada Rabbul 'aalamin.
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau (muhammad)pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yg dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka....
(Al-An'am :34)
Dengan engkau ikhlas, sabar dan mengadukan seluruhnya kepada ALLAH atas musibah tersebut menyebabkan manusia akan masuk secara berbondong2 kepada dakwah salafiyah yg mulia ini.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Saudaraku, para pejuang amar ma'ruf nahi mungkar atau umumnya kaum muslimin penyelenggara2 kegiatan dakwah yg mereka semua mengajak manusia agar kembali kepada ALLAH dan menghidupkan Sunnah Nabi diatas cahaya alqur'an wa sunnah menurut pemahaman sahabat agar senantiasa menghiasi dirinya dg sifat sabar....
Wahai saudaraku, setiap kali kita berdakwah kepada manusia agar kembali kpd ALLAH, tdk selalu/ tdk langsung mereka mau menerimanya dan byk justru diantara mereka membantahnya dan tdk sedikit dari mrk justru melontarkan tuduhan2 yg keji kepada para penyeru kebaikan terutama terhadap da'wah yg mulia ini yaitu dakwah salafiyah...
Oleh sebab ikhwah sekalian tdk sepatutnya bagimu utk marah baik dgn mencela, mencaci maki, memvonis dengan kalimat yg tidak baik kpd mereka...karena mereka wahai saudaraku pada hakekatnya mereka adalah orang2x Awam akan da'wah yang haq ini, dan kita hidup pada keasingan islam.
Untuk itu saya menasehatkan diri saya, antum dan antunna sekalian agar senatiasa menghiasi dirimu dengan sifat sabar dalam menghadapi gannguan,cacian, tuduhan dari manusia yang dengannya hati mampu menanggung semuanya.
Berikut ini saya bawakan nash alqur'an yg akan memberikan kepada kita ketenangan dan menumbuhkan kesabaran pada diri kita yang mana ALLAH mengabarkan kepada kita bahwa para Rasul dahulu mereka telah didustakan oleh kaumnya bahkan tidak hanya didustakan mereka diganggu (dianiyaya) namun mereka ttp bersabar dan mengadukan seluruhnya kepada Rabbul 'aalamin.
Allah Ta'ala berfirman:
"Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau (muhammad)pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yg dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka....
(Al-An'am :34)
Dengan engkau ikhlas, sabar dan mengadukan seluruhnya kepada ALLAH atas musibah tersebut menyebabkan manusia akan masuk secara berbondong2 kepada dakwah salafiyah yg mulia ini.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Sabtu, 25 Januari 2014
BERSATUNYA AHLUSSUNAH & TERPECAHNYA AHLUL BID'AH
"BERSATUNYA AHLUSSUNAH & TERPECAHNYA AHLUL BID'AH"
Ahlus sunnah adalah manusia yang berada diatas kebenaran dan mereka. Komitmen diatas kebenaran...
Saudaraku..
Meskipun diantara mereka berbeda tempat/negara, atau berbedanya zaman diantara mereka atau jauhnya rumah-rumah mereka namun kita dapati hati-hati mereka bersatu tidak terpecah belah dan kita melihat dari lisan-lisan yang keluar dari mereka muncul dari hati yang satu, dan kita juga melihat mereka bersatu dan tidak terpecah belah/ sedikit sekali perselisihan diantara mereka. Yang demikian bisa kita melihat dari buku-buku mereka/ tulisan-tulisan mereka dari yang dahulu sampai dengan sekarang.
Kenapa mereka bisa bersatu??
Diantara sebabnya mereka bersatu ialah, telah sepakatnya ahlul hadits bahwasanya mereka seluruhnya bersatu disebabkan mereka telah memahami dan mengambil agama ini dengan sumber yang jelas alqur'an dan sunnah dan memahaminya dengan pemahaman yang benar berdasarkan pemahaman salafusshaleh yang demikian ini dapat membuat mereka bersatu diatas kebenaran dan bersatunya hati-hati mereka.
Adapun Ahlul bid'ah..
Yang jauhnya mereka dari kebenaran, yang engkau melihat mereka seolah-olah bersatu??
Namun persatuan mereka hanya berdampingan tubuh-tubuh mereka saja, padahal hati-hati diantara mereka terpecah belah.
Yang engkau melihat akal-akal mereka seolah-olah benar, padahal mereka memiliki akal yang sangat goncang dan rusak,
Yang engkau melihat seolah-olah mereka berusaha mempersatukan hati-hati manusia diatas agama yang haq ini, pada hakekatnya mereka justru telah memecah belah diantara manusia diatas agama yang haq ini.
Untuk itu ikhwan dan akhwat sekalian berpegang teguh dan bersatulah diatas manhaj ahlussunnah dan senantiasa menuntut ilmu dengan benar. Sehingga engkau benar-benar berada diatas manhaj ahlussunnah dan tidak menyimpang diantar manhaj yang haq.
Semoga ALLAH menyatukan hati-hati
diatas islam wa sunnah menurut pemahaman salaful ummah.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ahlus sunnah adalah manusia yang berada diatas kebenaran dan mereka. Komitmen diatas kebenaran...
Saudaraku..
Meskipun diantara mereka berbeda tempat/negara, atau berbedanya zaman diantara mereka atau jauhnya rumah-rumah mereka namun kita dapati hati-hati mereka bersatu tidak terpecah belah dan kita melihat dari lisan-lisan yang keluar dari mereka muncul dari hati yang satu, dan kita juga melihat mereka bersatu dan tidak terpecah belah/ sedikit sekali perselisihan diantara mereka. Yang demikian bisa kita melihat dari buku-buku mereka/ tulisan-tulisan mereka dari yang dahulu sampai dengan sekarang.
Kenapa mereka bisa bersatu??
Diantara sebabnya mereka bersatu ialah, telah sepakatnya ahlul hadits bahwasanya mereka seluruhnya bersatu disebabkan mereka telah memahami dan mengambil agama ini dengan sumber yang jelas alqur'an dan sunnah dan memahaminya dengan pemahaman yang benar berdasarkan pemahaman salafusshaleh yang demikian ini dapat membuat mereka bersatu diatas kebenaran dan bersatunya hati-hati mereka.
Adapun Ahlul bid'ah..
Yang jauhnya mereka dari kebenaran, yang engkau melihat mereka seolah-olah bersatu??
Namun persatuan mereka hanya berdampingan tubuh-tubuh mereka saja, padahal hati-hati diantara mereka terpecah belah.
Yang engkau melihat akal-akal mereka seolah-olah benar, padahal mereka memiliki akal yang sangat goncang dan rusak,
Yang engkau melihat seolah-olah mereka berusaha mempersatukan hati-hati manusia diatas agama yang haq ini, pada hakekatnya mereka justru telah memecah belah diantara manusia diatas agama yang haq ini.
Untuk itu ikhwan dan akhwat sekalian berpegang teguh dan bersatulah diatas manhaj ahlussunnah dan senantiasa menuntut ilmu dengan benar. Sehingga engkau benar-benar berada diatas manhaj ahlussunnah dan tidak menyimpang diantar manhaj yang haq.
Semoga ALLAH menyatukan hati-hati
diatas islam wa sunnah menurut pemahaman salaful ummah.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Jumat, 10 Januari 2014
Cintailah Saudaramu Karena Allah
Cintailah Saudaramu Karena Allah
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
Terkadang ALLAH subhaanahu wa ta’ala memisahkan antara kita dengan orang yang kita cintai karenaNya dengan jarak & kesibukan, hanya untuk sekedar merasakan indahnya kerinduan diantara keduanya diatas ketataan kepadaNya…
Untuk itu wahai saudaraku…
Cintailah saudaramu karenaNya sertakan doa untuknya apabila dirimu jauh darinya jangan menunggu sampai waktu memisahkan dirimu dengannya….
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
Terkadang ALLAH subhaanahu wa ta’ala memisahkan antara kita dengan orang yang kita cintai karenaNya dengan jarak & kesibukan, hanya untuk sekedar merasakan indahnya kerinduan diantara keduanya diatas ketataan kepadaNya…
Untuk itu wahai saudaraku…
Cintailah saudaramu karenaNya sertakan doa untuknya apabila dirimu jauh darinya jangan menunggu sampai waktu memisahkan dirimu dengannya….
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Sabtu, 04 Januari 2014
NASEHAT UNTUK ANAK
"NASEHAT UNTUK ANAK"
Wahai anak-anakku siang malam sepanjang umurku, aku korbankan waktuku untukmu agar engkau bahagia...
Wahai anakku...
Tampak pada wajah kedua orang tuamu saat keletihannya, penderitaan yang sangat, serta hatinya menjadi gundah apabila melihat dirimu sakit dan wajahmu pucat dengan sebab sakit yang menimpamu...
Wahai Anakku tercinta...
Itulah sebuah kalimat yang sering diulang-ulang oleh kedua orang tua kepada kita.
Wahai seorang anak...
Ingatlah selalu jasa kedua orang tuamu yang sangat besar dalam kehidupanmu dari mulai dirimu berada dalam kandungan ibumu, kemudian disaat engkau menjadi bayi dan stelah itu engkau menjadi seorang remaja sehingga engkau menjadi dewasa saat ini..
Wahai anakku..
Sekarang tiba saatnya kedua orangtuamu sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari dirimu..
Sabarlah dirimu untuk merawatnya...
Sebagaimana mereka sabar dalam merawat dirimu dari sejak kecil..
Diantara fenomena yang ada saat ini,
Engkau hanya sibuk mengurusi istrimu, anak-anakmu, pekerjaanmu! Urusan duniawimu! sehingga engkau mengabaikan kedua orang tuamu, engkau tidak pernah menanyakan kabar tentang mereka! Bahkan terkadang engkau jadikan kedua orangtumu sesuatu yang tidak berharga disisimu...
Sungguh perbuatanmu ini akan merugikan dirimu dunia dan akhirat!
Wahai anak...
janganlah engkau termasuk kedalam hadits berikut ini;
Dalam hadits yang cukup panjang, yang mana malaikat jibril datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم...yaitu Nabi mengatakan;
Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata:
“Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua (yang masih hidup) berada di sisinya, atau salah satu dari keduanya masih hidup
lalu tidak memasukkannya ke dalam surga”.
Maka aku jawab: “Amin”.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Wahai anak-anakku siang malam sepanjang umurku, aku korbankan waktuku untukmu agar engkau bahagia...
Wahai anakku...
Tampak pada wajah kedua orang tuamu saat keletihannya, penderitaan yang sangat, serta hatinya menjadi gundah apabila melihat dirimu sakit dan wajahmu pucat dengan sebab sakit yang menimpamu...
Wahai Anakku tercinta...
Itulah sebuah kalimat yang sering diulang-ulang oleh kedua orang tua kepada kita.
Wahai seorang anak...
Ingatlah selalu jasa kedua orang tuamu yang sangat besar dalam kehidupanmu dari mulai dirimu berada dalam kandungan ibumu, kemudian disaat engkau menjadi bayi dan stelah itu engkau menjadi seorang remaja sehingga engkau menjadi dewasa saat ini..
Wahai anakku..
Sekarang tiba saatnya kedua orangtuamu sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari dirimu..
Sabarlah dirimu untuk merawatnya...
Sebagaimana mereka sabar dalam merawat dirimu dari sejak kecil..
Diantara fenomena yang ada saat ini,
Engkau hanya sibuk mengurusi istrimu, anak-anakmu, pekerjaanmu! Urusan duniawimu! sehingga engkau mengabaikan kedua orang tuamu, engkau tidak pernah menanyakan kabar tentang mereka! Bahkan terkadang engkau jadikan kedua orangtumu sesuatu yang tidak berharga disisimu...
Sungguh perbuatanmu ini akan merugikan dirimu dunia dan akhirat!
Wahai anak...
janganlah engkau termasuk kedalam hadits berikut ini;
Dalam hadits yang cukup panjang, yang mana malaikat jibril datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم...yaitu Nabi mengatakan;
Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata:
“Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua (yang masih hidup) berada di sisinya, atau salah satu dari keduanya masih hidup
lalu tidak memasukkannya ke dalam surga”.
Maka aku jawab: “Amin”.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Jumat, 03 Januari 2014
WAHAI ISTRI, JANGAN ENGKAU SAKITI SUAMIMU YANG SHALEH DIDUNIA INI TAATILAH PERINTAHNYA, SELAMA BUKAN MA'SIYAT KEPADA ALLAH
"WAHAI ISTRI, JANGAN ENGKAU SAKITI SUAMIMU YANG SHALEH DIDUNIA INI TAATILAH PERINTAHNYA, SELAMA BUKAN MA'SIYAT KEPADA ALLAH"
Nabi صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ bersabda:
لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا ؛ إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ قَاتَلَكِ اللهُ ؛ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا
"Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, "Janganlah engka mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya ia hanyalah tamu di sisimu, hampir-hampir lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami" (HR At-Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 173)
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Nabi صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ bersabda:
لاَ تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا فِي الدُّنْيَا ؛ إِلاَّ قَالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الْحُوْرِ الْعِيْنِ : لاَ تُؤْذِيْهِ قَاتَلَكِ اللهُ ؛ فَإِنَّمَا هُوَ عِنْدَكِ دَخِيْلٌ يُوْشِكُ أَنْ يُفَارِقَكِ إِلَيْنَا
"Tidaklah seorang wanita menyakiti suaminya di dunia kecuali istrinya di akhirat dari bidadari akan berkata, "Janganlah engka mengganggunya, semoga Allah membinasakanmu. Sesungguhnya ia hanyalah tamu di sisimu, hampir-hampir lagi ia akan meninggalkanmu menuju kami" (HR At-Tirmidzi dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam As-Shahihah no 173)
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Kamis, 02 Januari 2014
Nikmat Allah
Nikmat Allah
Saudaraku…
Kaum muslimin dan muslimah yang senantiasa berbahagia diatas hidayah islam wa sunnah!…
Sungguh apabila ada pada diri seorang muslim atau muslimah, yang hati-hati mereka menyaksikan tentang nikmat ALLAH subhaanahu wa taalan, maka akan timbul pada dirinya:
1. Membuat hati tersebut bertambah kecintaannya kepada ALLAH.
2. Membuat jiwanya senantiasa bersyukur kepada Rabbnya.
3. Membuat hatinya akan terus-menerus memuji ALLAH subhaanahu wa taala.
4. Serta membuat dirinya semangat untuk beribadah kepada ALLAH.
Dan apabila ada pada diri seorang muslim atau muslimah, yang hati-hati mereka mengetahui tentang kekurangan pada dirinya, maka akan timbul pada dirinya:
1. Akan sangat butuh kepada ALLAH subhaanahu wa taala.
2. Akan membawa diri kita kepada kehinaan.
3. Akan terus menerus mengajak dirinya agar senantiasa tunduk dan patuh kepada ALLAH dan menjadikan diri kita akan selalu memohon ampun kepada-Nya dan taubat kepada-Nya.
Semoga menjadi bahan renungan kita saat ini…
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
✽.•°•.☆.•°•✽.•°•☆.•°•✽
Saudaraku…
Kaum muslimin dan muslimah yang senantiasa berbahagia diatas hidayah islam wa sunnah!…
Sungguh apabila ada pada diri seorang muslim atau muslimah, yang hati-hati mereka menyaksikan tentang nikmat ALLAH subhaanahu wa taalan, maka akan timbul pada dirinya:
1. Membuat hati tersebut bertambah kecintaannya kepada ALLAH.
2. Membuat jiwanya senantiasa bersyukur kepada Rabbnya.
3. Membuat hatinya akan terus-menerus memuji ALLAH subhaanahu wa taala.
4. Serta membuat dirinya semangat untuk beribadah kepada ALLAH.
Dan apabila ada pada diri seorang muslim atau muslimah, yang hati-hati mereka mengetahui tentang kekurangan pada dirinya, maka akan timbul pada dirinya:
1. Akan sangat butuh kepada ALLAH subhaanahu wa taala.
2. Akan membawa diri kita kepada kehinaan.
3. Akan terus menerus mengajak dirinya agar senantiasa tunduk dan patuh kepada ALLAH dan menjadikan diri kita akan selalu memohon ampun kepada-Nya dan taubat kepada-Nya.
Semoga menjadi bahan renungan kita saat ini…
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
✽.•°•.☆.•°•✽.•°•☆.•°•✽
JANGAN PERNAH MEREMEHKAN SALAH SATU BAB, DARI BAB ILMU DIDALAM ISLAM, CONTOHNYA WUDHU
"JANGAN PERNAH MEREMEHKAN SALAH SATU BAB, DARI BAB ILMU DIDALAM ISLAM, CONTOHNYA WUDHU"
Wahai saudara-saudariku yang kami hormati, perhatikanlah hadits berikut ini;
Khalid bin Ma’dan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah melihat seseorang yang shalat, sedangkan di punggung kakinya ada bagian sebesar uang dirham yang tidak terbasuh air wudhu, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkannya untuk mengulang wudhu’ dan shalatnya. [Hadits riwayat Abu Dawud: 175]
Dalam riwayat yang lain, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, sebagaimana
yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu رضي الله عنه:
“Bahwasanya ada seorang laki-laki berwudhu dan meninggalkan bagian yang belum dibasuh (dari air wudhu'nya) sebesar kuku pada kakinya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam melihatnya maka Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Kembalilah berwudhu, perbaguslah wudhumu” ( Riwayat Muslim :243)
Fawaid hadits:
Kedua hadits tersebut diatas menunjukkan tentang ancaman yang sangat keras bagi seseorang yang tidak menyempurnakan wudhu'nya dan yang tidak mengikuti cara wudhu Nabi صلى الله عليه وسلم, bahkan dalam satu riwayat beliau mengancamnya dengan api neraka terhadap orang yang tidak mencuci kedua kakinya dengan sempurna, dan permasalahan ini sering kali diremehkan oleh setiap muslim dan muslimah. Untuk itu wahai saudara-saudariku, kami menasehati untuk diri kami dan saudara-saudariku sekalian untuk mempelajari "Sifat Wudhu' Nabi" berdasarkan dalil dari alqur'an dan sunnah yang shohih. Dan mempelajarinya adalah suatu kewajiban yang sangat penting dalam islam.
Ingatlah wahai saudara-saudariku!
Bahwa kunci shalat adalah berwudhu...
Semoga tulisan yang ringkas ini memberikan manfaat untuk kita semua, agar kita lebih memperhatikan wudhu kita dengan baik, dan kelak kita memohon kepada ALLAH agar menerima amal ibadah kita oleh ALLAH سبحانه وتعالى dan sebagai pemberat timbangan kembaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Wahai saudara-saudariku yang kami hormati, perhatikanlah hadits berikut ini;
Khalid bin Ma’dan, bahwa Nabi صلى الله عليه وسلم pernah melihat seseorang yang shalat, sedangkan di punggung kakinya ada bagian sebesar uang dirham yang tidak terbasuh air wudhu, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم memerintahkannya untuk mengulang wudhu’ dan shalatnya. [Hadits riwayat Abu Dawud: 175]
Dalam riwayat yang lain, Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda, sebagaimana
yang diriwayatkan dari sahabat Umar bin Khattab Radhiyallahu رضي الله عنه:
“Bahwasanya ada seorang laki-laki berwudhu dan meninggalkan bagian yang belum dibasuh (dari air wudhu'nya) sebesar kuku pada kakinya. Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam melihatnya maka Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam mengatakan, “Kembalilah berwudhu, perbaguslah wudhumu” ( Riwayat Muslim :243)
Fawaid hadits:
Kedua hadits tersebut diatas menunjukkan tentang ancaman yang sangat keras bagi seseorang yang tidak menyempurnakan wudhu'nya dan yang tidak mengikuti cara wudhu Nabi صلى الله عليه وسلم, bahkan dalam satu riwayat beliau mengancamnya dengan api neraka terhadap orang yang tidak mencuci kedua kakinya dengan sempurna, dan permasalahan ini sering kali diremehkan oleh setiap muslim dan muslimah. Untuk itu wahai saudara-saudariku, kami menasehati untuk diri kami dan saudara-saudariku sekalian untuk mempelajari "Sifat Wudhu' Nabi" berdasarkan dalil dari alqur'an dan sunnah yang shohih. Dan mempelajarinya adalah suatu kewajiban yang sangat penting dalam islam.
Ingatlah wahai saudara-saudariku!
Bahwa kunci shalat adalah berwudhu...
Semoga tulisan yang ringkas ini memberikan manfaat untuk kita semua, agar kita lebih memperhatikan wudhu kita dengan baik, dan kelak kita memohon kepada ALLAH agar menerima amal ibadah kita oleh ALLAH سبحانه وتعالى dan sebagai pemberat timbangan kembaikan kita nanti pada yaumul qiyamah.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Jumat, 27 Desember 2013
KESUKSEKSAN YG HAKIKI
"KESUKSEKSAN YG HAKIKI"
Saudara-saudariku kaum muslimin & muslimah yg berbahagia diatas hidayah islam & sunnah..
Sering kali kita mendengar dari saudara2 kita dalam menasehati anak2nya ketika mereka sdh beranjak dewasa, org tua tersebut selalu menasehati kpd anak2 dgn kalimat,"Nak, belajarlah yg benar biar kelak kamu menjadi orang...!"Kalimat "biar menjadi orang disini biasanya mereka tujukan/ maksudkan kepada anak2 agar anak mrk tersebut sukses dalam urusan duniawi mereka kelak..
Wahai saudara-saudariku
Sungguh Islam sama sekali tidak melarang seseorang sukses dalam kehidupan duniawinya, akan tetapi kesuksesan duniawi bukanlah yg utama bagi seorang mu'min!
Yg merupakan prioritas utama seorang mu'min ialah bagaimana agar dia sukses dalam kehidupan akhiratnya kelak.
Sebagaimana ALLAH jelaskan bahwa kesuksesan yg benar2x sukses ialah, manakala ALLAH selamatkan manusia dari api neraka & ALLAH masukkan manusia kedalam surga itulah hakekat kesuksesan yg hakiki.
Sebagaimana yg ALLAH jelaskan dalam surah Ali Imran :185
"..Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka & dimasukkan kedalam surga, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan.."
Syaikh As-Sa'di رحمه الله mengatakan;
Orang yg memperoleh kemenangan yg besar adalah mereka yg selamat dari azab yg pedih & dia bisa menikmati berbagai macam kenikmatan di surga. Yaitu kenikmatan yg belum pernah dilihat olh mata manusia sebelumnya, belum pernah didengar olh telinga manusia & belum pernah terlintas didalam hati manusia, itulah hakekat kesuksesan.
Adapun sebaliknya apabila manusia dimasukkan kedalam neraka & dijauhkan dari surga berarti dia bukan termasuk orang yg sukses....
(Taisir Kariimirrahman)
Demikianlah yg seharusnya sikap seoarang muslim dlm kehidupannya yaitu menjadikan kebahagiaan akhirat sebagai puncak cita-citanya & harapan tingginya.
Semoga ALLAH memberikan kemudahan utk melaksanakan ketaatan kepadaNya, memberikan kesehatan kpd kita semua.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى (Mahad Ummahatul Mu'minin-Tah daringerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Saudara-saudariku kaum muslimin & muslimah yg berbahagia diatas hidayah islam & sunnah..
Sering kali kita mendengar dari saudara2 kita dalam menasehati anak2nya ketika mereka sdh beranjak dewasa, org tua tersebut selalu menasehati kpd anak2 dgn kalimat,"Nak, belajarlah yg benar biar kelak kamu menjadi orang...!"Kalimat "biar menjadi orang disini biasanya mereka tujukan/ maksudkan kepada anak2 agar anak mrk tersebut sukses dalam urusan duniawi mereka kelak..
Wahai saudara-saudariku
Sungguh Islam sama sekali tidak melarang seseorang sukses dalam kehidupan duniawinya, akan tetapi kesuksesan duniawi bukanlah yg utama bagi seorang mu'min!
Yg merupakan prioritas utama seorang mu'min ialah bagaimana agar dia sukses dalam kehidupan akhiratnya kelak.
Sebagaimana ALLAH jelaskan bahwa kesuksesan yg benar2x sukses ialah, manakala ALLAH selamatkan manusia dari api neraka & ALLAH masukkan manusia kedalam surga itulah hakekat kesuksesan yg hakiki.
Sebagaimana yg ALLAH jelaskan dalam surah Ali Imran :185
"..Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka & dimasukkan kedalam surga, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan.."
Syaikh As-Sa'di رحمه الله mengatakan;
Orang yg memperoleh kemenangan yg besar adalah mereka yg selamat dari azab yg pedih & dia bisa menikmati berbagai macam kenikmatan di surga. Yaitu kenikmatan yg belum pernah dilihat olh mata manusia sebelumnya, belum pernah didengar olh telinga manusia & belum pernah terlintas didalam hati manusia, itulah hakekat kesuksesan.
Adapun sebaliknya apabila manusia dimasukkan kedalam neraka & dijauhkan dari surga berarti dia bukan termasuk orang yg sukses....
(Taisir Kariimirrahman)
Demikianlah yg seharusnya sikap seoarang muslim dlm kehidupannya yaitu menjadikan kebahagiaan akhirat sebagai puncak cita-citanya & harapan tingginya.
Semoga ALLAH memberikan kemudahan utk melaksanakan ketaatan kepadaNya, memberikan kesehatan kpd kita semua.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى (Mahad Ummahatul Mu'minin-Tah daringerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Sabtu, 21 Desember 2013
UNTUKMU WAHAI PARA ISTRI...!
"UNTUKMU WAHAI PARA ISTRI...!"
Wahai para istri, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:
1. Apakah menyulitkanmu jika dirimu menemui suamimu ketika dia masuk kerumahmu, engkau menyambutnya dengan wajah yang ceria , manis dan penuh senyuman?!!
Wahai para istri,
2. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala disisi ALLAH Ta'ala. Ingat! ALLAH itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian untuknya!
Bercelaklah!
Berpakaianlah yang terindah dengan busana yang bagus yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu.
Ingatlah para istri!
Janganlah sekali-kali engkau bermuka masam dan cemberut dihadapannya.
3. Jadilah engkau wahai istri yang selalu memiliki sifat lapang dada, tenang, bersahaja, ramah dan senantiasa mengingat ALLAH didalam segala keadaan.
4. Didiklah buah hatimu dengan baik dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, janganlah kebencianmu kepada anak-anakmu membuatmu tidak berlaku adil kepadanya, penuhilah rumahmu dengan, tasbih,takbir, tahmid dan tahlil serta perbanyaklah membaca alqur'an, khususnya surah albaqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaithan.
5.Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkan dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkan kembali dia tentang keutamaan berinfaq serta janganlah engkau melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tuanya.
6. Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu dan semua kaum muslimin dan berdoalah selalu agar diberikan keturuna yang shaleh dan shalehah agar dirimu memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Semoga memberikan manfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Rujukan: kitab keluarga sakinah oleh ust yazid jawas, dengan beberapa tambahan.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷
Wahai para istri, perhatikan beberapa kalimat dibawah ini:
1. Apakah menyulitkanmu jika dirimu menemui suamimu ketika dia masuk kerumahmu, engkau menyambutnya dengan wajah yang ceria , manis dan penuh senyuman?!!
Wahai para istri,
2. Berhiaslah untuk suamimu dan raihlah pahala disisi ALLAH Ta'ala. Ingat! ALLAH itu indah dan menyukai keindahan, gunakanlah wangi-wangian untuknya!
Bercelaklah!
Berpakaianlah yang terindah dengan busana yang bagus yang kau miliki untuk menyambut kedatangan suamimu.
Ingatlah para istri!
Janganlah sekali-kali engkau bermuka masam dan cemberut dihadapannya.
3. Jadilah engkau wahai istri yang selalu memiliki sifat lapang dada, tenang, bersahaja, ramah dan senantiasa mengingat ALLAH didalam segala keadaan.
4. Didiklah buah hatimu dengan baik dengan penuh kelembutan dan kasih sayang, janganlah kebencianmu kepada anak-anakmu membuatmu tidak berlaku adil kepadanya, penuhilah rumahmu dengan, tasbih,takbir, tahmid dan tahlil serta perbanyaklah membaca alqur'an, khususnya surah albaqarah, karena surat tersebut dapat mengusir syaithan.
5.Bangunkanlah suamimu untuk mengerjakan shalat malam, anjurkan dia untuk berpuasa sunnah dan ingatkan kembali dia tentang keutamaan berinfaq serta janganlah engkau melarangnya untuk berbuat baik kepada orang tuanya.
6. Perbanyaklah istighfar untuk dirimu, suamimu, orang tuamu dan semua kaum muslimin dan berdoalah selalu agar diberikan keturuna yang shaleh dan shalehah agar dirimu memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Semoga memberikan manfaat serta dapat diamalkan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Rujukan: kitab keluarga sakinah oleh ust yazid jawas, dengan beberapa tambahan.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷
Kamis, 19 Desember 2013
KAMAR TERINDAH DISURGA
"KAMAR TERINDAH DISURGA"
Wahai saudara-saudariku, renungkanlah hadits yang mulia ini, semoga kita dapat memahaminya, merenunginya serta dapat diamalkan, terutama untuk kita sendiri, keluarga kita dan umumnya kaum muslimin...
Dari Ali radhiyallahu anhu,
Nabi صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ bersabda;
Di Surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.
Kemudian seorang Badu'I bertanya, "kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa wahai Rasulullah?" Beliaupun bersabda:
Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang:
1. Tutur katanya yang baik.
2. Memberikan makanan yang. membutuhkan.
3. Rajin berpuasa.
4. Shalat malam karena ALLAH, ketika manusia terlelap tidur.
(Tirmidzi: 1984)
Yaa Rabb...
kami memohon kepadaMu agar kami dimudahkan untuk mengerjakan amal-amal tersebut, diberikan kekuatan pada hati kami untuk mengerjakannya serta menjauhkan kami dari sifat malas dalam beribadah kepadaMu
Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosa kita semua.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Wahai saudara-saudariku, renungkanlah hadits yang mulia ini, semoga kita dapat memahaminya, merenunginya serta dapat diamalkan, terutama untuk kita sendiri, keluarga kita dan umumnya kaum muslimin...
Dari Ali radhiyallahu anhu,
Nabi صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ bersabda;
Di Surga terdapat kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luar.
Kemudian seorang Badu'I bertanya, "kamar-kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa wahai Rasulullah?" Beliaupun bersabda:
Kamar tersebut diperuntukkan untuk siapa saja yang:
1. Tutur katanya yang baik.
2. Memberikan makanan yang. membutuhkan.
3. Rajin berpuasa.
4. Shalat malam karena ALLAH, ketika manusia terlelap tidur.
(Tirmidzi: 1984)
Yaa Rabb...
kami memohon kepadaMu agar kami dimudahkan untuk mengerjakan amal-amal tersebut, diberikan kekuatan pada hati kami untuk mengerjakannya serta menjauhkan kami dari sifat malas dalam beribadah kepadaMu
Semoga ALLAH mengampuni dosa-dosa kita semua.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
(Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧
Rabu, 11 Desember 2013
DIMANAKAH KEDUDUKANMU DIDUNIA INI?
DIMANAKAH KEDUDUKANMU DIDUNIA INI?
Telah bersabda Rasulullah صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ :
Sesungguhnya dunia hanyalah diperuntukkan untuk 4 orang:
1. Seorang hamba yang ALLAH berikan ilmu dan harta, kemudian dia bertakwa kepada ALLAH dalam hartanya, dengannya ia menyambung silaturahmi serta mengetahui hak ALLAH didalamnya. Maka orang tersebut kedudukannya paling utama/baik (disisi ALLAH).
2. Seorang hamba yang ALLAH berikan ilmu namun tidak diberikan harta, namun ia memiliki niat yang jujur dan ia berkata: "Seandainya aku memiliki harta, aku pasti akan mengerjakan seperti apa yg dikerjakan si fulan, maka dgn niatnya itu, pahala keduanya adalah sama.
3. Seorang hamba yang ALLAH berikan harta namun tidak diberikan ilmu kepadanya. Lalu ia menggunakan hartanya seenaknya tanpa ilmu, tidak bertakwa kepada ALLAH dgn hartanya, tdk menyambung silaturahmi dgnnya, dan tidak mengetahui bahwa ALLAH memiliki hak dalam harta tersebut. Keudukan orang ini adalah yang paling buruk [disisi ALLAH].
4. Seorang hamba yang tidak ALLAH berikan harta dan juga ilmu kepadanya, lalu ia berkata: "Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yg dikerjakan sifulan. Maka dgn niatnya itu, maka keduanya mendapatkan dosa yang sama.
Shahih: Riwayat Tirmidzi :2325, Ibnu majah: 4228
Semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua, serta bisa sebagai acuan untuk senantiasa memperbaiki amal kita diatas sunnah Nabi صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى (Mahad Tahfidz Ummahatul Mu'minin)
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Telah bersabda Rasulullah صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ :
Sesungguhnya dunia hanyalah diperuntukkan untuk 4 orang:
1. Seorang hamba yang ALLAH berikan ilmu dan harta, kemudian dia bertakwa kepada ALLAH dalam hartanya, dengannya ia menyambung silaturahmi serta mengetahui hak ALLAH didalamnya. Maka orang tersebut kedudukannya paling utama/baik (disisi ALLAH).
2. Seorang hamba yang ALLAH berikan ilmu namun tidak diberikan harta, namun ia memiliki niat yang jujur dan ia berkata: "Seandainya aku memiliki harta, aku pasti akan mengerjakan seperti apa yg dikerjakan si fulan, maka dgn niatnya itu, pahala keduanya adalah sama.
3. Seorang hamba yang ALLAH berikan harta namun tidak diberikan ilmu kepadanya. Lalu ia menggunakan hartanya seenaknya tanpa ilmu, tidak bertakwa kepada ALLAH dgn hartanya, tdk menyambung silaturahmi dgnnya, dan tidak mengetahui bahwa ALLAH memiliki hak dalam harta tersebut. Keudukan orang ini adalah yang paling buruk [disisi ALLAH].
4. Seorang hamba yang tidak ALLAH berikan harta dan juga ilmu kepadanya, lalu ia berkata: "Seandainya aku memiliki harta, aku pasti mengerjakan seperti apa yg dikerjakan sifulan. Maka dgn niatnya itu, maka keduanya mendapatkan dosa yang sama.
Shahih: Riwayat Tirmidzi :2325, Ibnu majah: 4228
Semoga bisa memberikan manfaat untuk kita semua, serta bisa sebagai acuan untuk senantiasa memperbaiki amal kita diatas sunnah Nabi صلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى (Mahad Tahfidz Ummahatul Mu'minin)
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Senin, 02 Desember 2013
Semangat Melaksanakan Shalat Berjama’ah Di Masjid
Semangat Melaksanakan Shalat Berjama’ah Di Masjid
Yaa Rabb, Sesungguhnya aku bukanlah orang yang terbebas dari dosa, untuk itu ampunkanlah segala dosaku-dosaku...
Dan aku juga bukanlah orang yang kuat beribadah kepadaMu, untuk itu bantulah diriku untuk beribadah kepadaMu...
Dan aku senantiasa mengucapkan: Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolonganMu.
Ikhwan dan akhwat yang berbahagia diatas hidayah islam wa sunnah, kita mengetahui dan menyaksikan dalam kehidupan kita sehari-hari, bahwa beberapa orang yang kekurangan dari fisiknya namun dengan izin ALLAH, serta kekuatan hatinya yang sangat besar dalam beribadah kepadaNya dia mampu melaksanakan ibadah kepada, dan kita saksikan juga sebagian kaum muslimin yang mereka memiliki kemampuan dan fisik yang sehat namu mereka sangat berat dalam melaksanakan ibadah kepada ALLAH. Dan fenomena seperti ini sering kita lihat, seperti laki-laki yang melaksanakan shalat berjamaah dimasjid, mereka terkadang kita saksikan ada yang kurang fisiknya apakah dengan kakinya buntung, mata buta namun mereka tetap hadir dan bersemangat shalat berjamaah di masjid. Akan tetapi mereka yang sehat dengan fisik yang sempurna mereka enggan untuk berangkat ke masjid.
Ini menunjukkan kekuatan hati/ semangatnya seseorang dalam mengerjakan ibadah kepadaNya mampu mengalahkan kekurangan dari fisik seseorang...
Semoga memberikan manfaat.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
Note: sebagian penjelasan diatas dari keterangan Syaikh Abdurrazzaq حفظه الله تعالى dalam mensyarahkan kitab Riyadhusshalihin.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Yaa Rabb, Sesungguhnya aku bukanlah orang yang terbebas dari dosa, untuk itu ampunkanlah segala dosaku-dosaku...
Dan aku juga bukanlah orang yang kuat beribadah kepadaMu, untuk itu bantulah diriku untuk beribadah kepadaMu...
Dan aku senantiasa mengucapkan: Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolonganMu.
Ikhwan dan akhwat yang berbahagia diatas hidayah islam wa sunnah, kita mengetahui dan menyaksikan dalam kehidupan kita sehari-hari, bahwa beberapa orang yang kekurangan dari fisiknya namun dengan izin ALLAH, serta kekuatan hatinya yang sangat besar dalam beribadah kepadaNya dia mampu melaksanakan ibadah kepada, dan kita saksikan juga sebagian kaum muslimin yang mereka memiliki kemampuan dan fisik yang sehat namu mereka sangat berat dalam melaksanakan ibadah kepada ALLAH. Dan fenomena seperti ini sering kita lihat, seperti laki-laki yang melaksanakan shalat berjamaah dimasjid, mereka terkadang kita saksikan ada yang kurang fisiknya apakah dengan kakinya buntung, mata buta namun mereka tetap hadir dan bersemangat shalat berjamaah di masjid. Akan tetapi mereka yang sehat dengan fisik yang sempurna mereka enggan untuk berangkat ke masjid.
Ini menunjukkan kekuatan hati/ semangatnya seseorang dalam mengerjakan ibadah kepadaNya mampu mengalahkan kekurangan dari fisik seseorang...
Semoga memberikan manfaat.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى
Note: sebagian penjelasan diatas dari keterangan Syaikh Abdurrazzaq حفظه الله تعالى dalam mensyarahkan kitab Riyadhusshalihin.
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Langganan:
Postingan (Atom)
















