JANJI TEGUH NAN SAKRAL
Oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq bin Riza bin Hasan bin Abdul Qadir bin Salim Basalamah, MA - حفظه الله تعالى
Perkawinan atau pernikahan bukan hanya sekedar ikatan di atas buku hijau dengan stempel KUA.
Ia bukan hanya ucapan ijab dan qobul antara wali dan mempelai pria plus mahar dan dua saksi. Namun pernikahan adalah mahkota kehormatan yang terjalin di atas perjanjian yang sangat kuat, Allah menyebutnya dengan kalimat "MIITSAAQAN GHALIDHAN".
Penamaan seperti ini telah Allah sebutkan di dalam Al Qur'an sebanyak tiga kali untuk tiga perjanjian yang berbeda, namun semuanya adalah perjanjian-perjanjian yang agung dan luhur.
Yang pertama: perjanjian Allah dengan para utusannya agar mereka menyeru umat manusia kepada tauhid. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
{وَإِذْ أَخَذْنَا مِنَ النَّبِيِّينَ مِيثَاقَهُمْ وَمِنْكَ وَمِنْ نُوحٍ وَإِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا}
"Dan ingatlah ketika Kami mengambil perjanjian dari Nabi-nabi dan dari kamu (sendiri), dari Nuh, Ibrahim, Musa dan 'Isa putera Maryam, dan Kami telah memgambil dari mereka per-janjian yang teguh." [QS. Al-Ahzaab: 7]
Yang kedua: perjanjian Allah dengan Bani Israil agar mereka patuh kepada Allah dan menjalankan hukum-hukum Taurat. Allah berfirman:
وَرَفَعْنَا فَوْقَهُمُ الطُّورَ بِمِيثَاقِهِمْ وَقُلْنَا لَهُمُ ادْخُلُوا الْبَابَ سُجَّدًا وَقُلْنَا لَهُمْ لَا تَعْدُوا فِي السَّبْتِ وَأَخَذْنَا مِنْهُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا "Dan telah Kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan kami perintahkan kepada mereka: "Masuklah pintu gerbang itu sambil bersujud", dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka: "Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh. [QS. An-Nisaa': 154]
Yang ketiga: perjanjian yang diambil oleh para perempuan dari suami-suami mereka. Allah jalla jalaluhu berfirman:
وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
"Dan istri-istri kalian telah mengambil dari kalian suatu perjanjian yang kuat" [QS. An-Nisaa': 21]
Mengenai Mitsaaqan Ghalidhan dijelaskan dalam sebuah kitab, "Yakni mereka telah mengambil perjanjian yang berat yang ditekankan dengan penekanan tambahan, dengannya sulit melanggarnya, seperti sebuah baju yang tebal yang sulit merobeknya." [Mahasin Ta'wil 3/57]
Nabi shallallahu 'alaihi wasalam telah bersabda,
فَاتَّقُوا اللَّهَ فِى النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُوهُنَّ بِأَمَانِ اللَّهِ وَاسْتَحْلَلْتُمْ فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ وَلَكُمْ عَلَيْهِنَّ أَنْ لاَ يُوطِئْنَ فُرُشَكُمْ أَحَدًا تَكْرَهُونَهُ
"Bertaqwalah kepada Allah dalam perkara perempuan-perempuan itu, sesungguhnya kalian telah mengambil mereka dengan amanah Allah, dan halal bagi kalian kemaluan mereka dengan kalimat Allah." [HR. Muslim no: 1218]
Akhi..coba renungkanlah betapa agungnya pernikahan. Bagaimana mungkin tidak disebut berpindahnya kepemilikan itu sebagai perjanjian yang teguh dan kuat ketika urusannya adalah berpindahnya surga seseorang kepada orang lain yang tidak pernah punya andil dalam merawat dan membesarkannya.
Orang tuanya telah menyerahkan putrinya kepadamu sepenuhnya..
Padahal, kau tidak pernah turut andil dalam melahirkannya ke dunia ini..
Ibunya selama 9 bulan dengan penuh lemah di atas kelemahannya mengandung istrimu itu..
Kau tidak pernah turut campur dalam memberikan perhatian dan kasih sayang..
Kau juga tidak pernah merasakan suka duka dalam membesarkan perempuan yang sekarang menjadi istrimu..
Tatkala dia sakit, tatkala dia menangis, tatkala ia bersedih, tatkala ia berduka, kau tak pernah hadir pada hari-hari itu..
Kemudian kau datang untuk meminangnya, momen itu adalah peristiwa yang cukup berat bagi orang tuanya..
Anak yang dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang akan dilepas dari dekapan mereka, dikeluarkan dari istana mereka..
Diserahkan kepadamu, yang merekapun tak dapat memastikan, bagaimana kelak hidupnya bersamamu..
Namun karena perintah Ilahi dan amaran Rabbi, dengan segala resiko yang harus diterima, kaupun dinikahkan..
Dengan satu harapan sebagai suami kau dapat menggantikan posisi keduanya, merawat, menjaga, mencintai dan membuatnya bahagia..
Pada hakikatnya kau telah mengambil perjanjian yang akan kau pertanggungjawabkan di dunia sebelum di akhirat..
Bukan sekedar kertas hijau biasa yang dapat kau gandakan di percetakan, dan bisa hilang, terbakar atau kau buang kapan kau bosan dengannya..
MITSAAQAN GHALIDHAN..
■☆□☆■☆□☆■☆□☆■☆□☆■☆□☆■☆□
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Basalamah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Basalamah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 13 April 2016
Kamis, 11 Juni 2015
Resume Kajian : 🌿Akhirnya Juga Sama 🌿
Resume Kajian :
🌿Akhirnya Juga Sama 🌿
Ust Syafiq Riza Basalamah , Lc , MA
Sabtu , 19 Sya’ban 1436H
Masjid Nurul Iman Blok M Square
Materi :
》Semua orang juga akan mati tidak peduli orang kaya , orang miskin juga akhirnya juga sama akan mati
Dunia adalah keindahan yang menipu
》Dalam setiap usaha kita , sering kali kita tidak memasukkan opsi kematian padahal itu pasti.
Dimanapun kalian berada kematian itu akan tetap mendatangi kalian
Semua yang bernyawa pasti merasakan kematian…
》Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mengajarkan kita agar kematian senantiasa dimasukkan dalam opsi kita karena itu pasti.
HR : Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”
(HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).
Maka mengingat kematian adalah KEHARUSAN.
HR : "Ketika ada mayat ketika itu Rasululllah bersabda :
“Orang ini istirahat atau orang lain istirahat dari dia. Seorang hamba yang beriman dia akan beristirahat dari keletihan dunia dan dari gangguan dunia menuju ke rahmat Allah. Jika yang meninggal itu orang jahat maka yang akan beristirahat, negerinya selamat, pohon pohon selamat.
Imam Ad-Daqqaq, seorang ulama salaf berkata (Imam al-Qurtubi, al-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umuri al-Akhirah) :
“Barangsiapa memperbanyak mengingat mati, dia dikaruniai 3 PERKARA :
1. Mensegerakan taubat
2. Qanaah di hatinya (senantiasa bersyukur)
3. Dikaruniai semangat beribadah
Orang yang tidak ingat mati maka ia akan memperoleh 3 HAL pula:
1. Tidak mensegerakan taubat
2. Tidak qanaah dengan apa yang Allah berikan padanya
3. Malas beribadah
》Dikasih banyak atau sedikit = SAMA, karena ia senantiasa mencari dunia
Malas beribadah
Dari Sahabat Ibn Umar radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda sambil memegang pundak Ibnu Umar :
--> “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau penyeberang jalan.”
--> Ibnu Umar rodhiallahu ‘anhu berkata, “Jika kamu berada di sore hari, jangan menunggu pagi hari, dan jika engkau di pagi hari janganlah menunggu sore, manfaatkanlah masa sehat. Sebelum datang masa sakitmu dan saat hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Bukhari)
Al baqarah 148 :……..
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ………..
Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
》Allah "tidak" memerintahkan berbuat baik tapi "berlomba lomba" melakukan kebaikan.
Makanya para ulama me-makhrukhkan orang yang memberikan shaf pertama kepada orang lain.
Kehidupan yang sebenarnya adalah akhirat, disana ada azab yang pedih atau ampunan.
HR : aku pernah sholat ashar dibelakang Rasulullah shallallahu alaihi wassalam . Setelah selesai sholat beliau langsung pergi bersegera pergi dan masuk ke rumah istrinya, setelah selesei urusannya beliau masuk masjid kembali. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda : “Aku ingat ada emas/perak yang ada di rumah, aku tidak ingin ia mengikatku (di riwayat lain : aku tidak mau ia bermalam di rumahku) maka aku menyuruh untuk membagikannya.
HR dari Jabir bin Abdillah : Seseorang berkata kepada Rasulullah shallahu alaihi wassalam ketika perang uhud : “Yaa Rasulullah jika aku terbunuh dimana tempatku?” Kemudian Rasulullah berkata : “fii jannah” kemudian ia melempar kurma-kurma di genggamannya dan maju perang serta syahid disana.
Jangan menunda nunda sedekah.
HR : Ada sahabat yang bertanya sedekah apa yang paling baik “Engkau bersedekah dalam kondisi engkau sehat dan pelit, kau takut miskin , kau merasa kekurangan. Jangan kau menanti sampai ajal akan menjemput baru engkau menyedekahkan hartamu”
Ali imran : 133 – 134
133 : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
134 : (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
135 : Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Dari ayat diatas maka penghuni syurga adalah orang yang :
Menafkahkan hartanya baik lapang atau sempit
Menahan amarahnya
HR : Bukanlah orang yang perkasa adalah bukan orang yang bisa mengalahkan orang lain dalam gulat tapi yang bisa menahan dirinya ketika marah.
Memaafkan kesalahan orang lain
Abu Bakr pernah bersumpah untuk tidak lagi memberi santunan kepada ponakannya karena ikut memfitnah aisyah kemudian Allah menegur nya : “hendaknya Muhajirin dan Anshar saling memaafkan . Apakah mereka tidak mau dosanya diampuni?”. Kemudian abu bkar membayar kafarat atas sumpahnya kemudian ia memaafkannya.
Bersegera bertaubat ketika melakukan kesalahan
Tidak terus2an berbuat dosa.
Beberapa ucapan para salafusshalih
Al qamar berkata kepada Yazid seorang tabi’in :
“Kau betapa sering mengadzab tubuhmu ini? “Kemudian ia berkata : “Kenyamanan itu tidak akan didapat kecuali berletih-letih″
Ibn qayyim :
“Orang-orang yang berakal sepakat bahwa kenikmatan tidak akan didapat dengan kenikmatan. Barang siapa ia mementingkan istirahat maka ia akan kehilangan istirahat yang sesungguhnya.”
Diriwayatkan dari Imam Ahmad : seorang berkata : “Kapan kita beristirahat kita senantiasa beribadah?”. Beliau berkata : “Nanti istirahat ketika kau telah menginjakkan sebagian kakimu di syurga”
Dikatakan kepada masyruk yang senantiasa beribadah, istrinya berkata : “Celaka wahai masyruk apakah tidak ada yang menyembah Allah selain engkau , apakah neraka hanya diciptakan untukmu?”… Ia berkata : “wahai fairuz , orang yang mencari syurga itu tidak akan pernah jenuh, dan yang lari dari neraka tidak akan pernah tidur”
Abu Darda ketika menghibur istrinya karena tidak bisa membeli barang barang :
“Wahai istriku bersabarlah , di depan kita ada jalan susah untuk dilalui, tidak ada yang lewat kecuali yang bawaannya sedikit ”
📩 Abu Hazim lewat di pasar buah : ”Kau akan bertemu aku di syurga” kemudian ia lewat di pasar daging dan berkata : “aku akan menunda jiwaku nanti untuk di akhirat ”
⚠ SEMUA akhirnya SAMA, kematian adalah pasti, maka kita harus senantiasa bersiap-siap menghadapinya.
🌾Tanya Jawab
🍁 Apakah yang meninggal hari Jum’ah itu benar akan terbebas dari adzab kubur?
🔹Memang ada hadits nya, tapi tetap amalnya yang diperhitungkan meski memang menjadi tanda wafat di hari jum’at adalah tanda khusnul khatimah. Syaratnya orang itu khusnul khotimah di hari jumat adalah orang mukmin yang beramal baik, bukan orang kafir atau fasik. Lalu bagaimana jika seorang penjahat yang mati ditembak polisi di hari jumat? Ketahuilah, bahwa Rasulullah meninggal di hari senin, dan beliau dijamin surganya.
🍁 Apa hukum mengucapkan almarhum.
🔹Maksud dari almarhum adalah yang dihormati/dikasihi Allah (pasti, kepastian) . Jika maksudnya doa, tidak mengapa tapi jika itu sebuah pernyataan (pasti) maka tidak boleh.
🔹Ucapan yang lebih baik adalah "Rahimahullah" (semoga Allah merahmati) karena maknanya memang doa.
🍁Bagiamana cara terus mengingat mati.
🔹Kita senantiasa mengingat mati dengn doa-doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Bangun tidur, setelah makan, dll
🔹Ziarah kubur
🔹Membaca surah-surah tentang hari akhir/kiamat
🔹Berkumpul dengan orang orang miskin
🍁 Ada yang cerita seorang yang ahli ibadah akhirnya masuk neraka. Tapi seorang pelacur yang memberi minum anjing masuk syurga.
🔹 Masuk syurga itu susah-susah gampang.
📖 HR : Seorang sahabat bertanya : “Yaa Rasulullah beri tahu aku perkara yang bisa memasukkan aku ke syurga dan jauh dr neraka”. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda : “Yang kau tanyakan adalah perkara yang besar tapi jadi mudah jika Allah mudahkan”
🔹 Ahli ibadah bisa masuk neraka karena niatnya tidak ikhlas. Bukankan 3 korek api neraka juga adalah ahli ibadah?.
🔹 Pelacur itu bisa masuk syurga karena niatnya karena Allah. Ibnu Qayyim menjelaskan : Disana padang pasir, dia berpayah-payah mengambil air di sumur memberi minum anjing, tidak ada yang melihat kecuali Allah maka Allah mengampuni dosanya. Karena itu Allah memberi taufik / hidayah kepadanya untuk bertaubat.
🔹 Karena hidayah Allah tersebut, tentulah pelacur tersebut setelahnya memberi minum anjing, tidak terus menerus fasik. Dengan hidayah Allah, pelacur menjadi orang yang bertaqwa.
¤¤(*)¤¤
🌿Akhirnya Juga Sama 🌿
Ust Syafiq Riza Basalamah , Lc , MA
Sabtu , 19 Sya’ban 1436H
Masjid Nurul Iman Blok M Square
Materi :
》Semua orang juga akan mati tidak peduli orang kaya , orang miskin juga akhirnya juga sama akan mati
Dunia adalah keindahan yang menipu
》Dalam setiap usaha kita , sering kali kita tidak memasukkan opsi kematian padahal itu pasti.
Dimanapun kalian berada kematian itu akan tetap mendatangi kalian
Semua yang bernyawa pasti merasakan kematian…
》Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mengajarkan kita agar kematian senantiasa dimasukkan dalam opsi kita karena itu pasti.
HR : Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda : “Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan”, yaitu kematian”
(HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Tirmidzi).
Maka mengingat kematian adalah KEHARUSAN.
HR : "Ketika ada mayat ketika itu Rasululllah bersabda :
“Orang ini istirahat atau orang lain istirahat dari dia. Seorang hamba yang beriman dia akan beristirahat dari keletihan dunia dan dari gangguan dunia menuju ke rahmat Allah. Jika yang meninggal itu orang jahat maka yang akan beristirahat, negerinya selamat, pohon pohon selamat.
Imam Ad-Daqqaq, seorang ulama salaf berkata (Imam al-Qurtubi, al-Tadzkirah fi Ahwal al-Mauta wa Umuri al-Akhirah) :
“Barangsiapa memperbanyak mengingat mati, dia dikaruniai 3 PERKARA :
1. Mensegerakan taubat
2. Qanaah di hatinya (senantiasa bersyukur)
3. Dikaruniai semangat beribadah
Orang yang tidak ingat mati maka ia akan memperoleh 3 HAL pula:
1. Tidak mensegerakan taubat
2. Tidak qanaah dengan apa yang Allah berikan padanya
3. Malas beribadah
》Dikasih banyak atau sedikit = SAMA, karena ia senantiasa mencari dunia
Malas beribadah
Dari Sahabat Ibn Umar radhiyallahu anhu, Rasulullah bersabda sambil memegang pundak Ibnu Umar :
--> “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau penyeberang jalan.”
--> Ibnu Umar rodhiallahu ‘anhu berkata, “Jika kamu berada di sore hari, jangan menunggu pagi hari, dan jika engkau di pagi hari janganlah menunggu sore, manfaatkanlah masa sehat. Sebelum datang masa sakitmu dan saat hidupmu sebelum datang kematianmu.”
(HR. Bukhari)
Al baqarah 148 :……..
فَاسْتَبِقُوا الْخَيْرَاتِ………..
Maka berlomba-lombalah (dalam membuat) kebaikan. Di mana saja kamu berada pasti Allah akan mengumpulkan kamu sekalian (pada hari kiamat). Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
》Allah "tidak" memerintahkan berbuat baik tapi "berlomba lomba" melakukan kebaikan.
Makanya para ulama me-makhrukhkan orang yang memberikan shaf pertama kepada orang lain.
Kehidupan yang sebenarnya adalah akhirat, disana ada azab yang pedih atau ampunan.
HR : aku pernah sholat ashar dibelakang Rasulullah shallallahu alaihi wassalam . Setelah selesai sholat beliau langsung pergi bersegera pergi dan masuk ke rumah istrinya, setelah selesei urusannya beliau masuk masjid kembali. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda : “Aku ingat ada emas/perak yang ada di rumah, aku tidak ingin ia mengikatku (di riwayat lain : aku tidak mau ia bermalam di rumahku) maka aku menyuruh untuk membagikannya.
HR dari Jabir bin Abdillah : Seseorang berkata kepada Rasulullah shallahu alaihi wassalam ketika perang uhud : “Yaa Rasulullah jika aku terbunuh dimana tempatku?” Kemudian Rasulullah berkata : “fii jannah” kemudian ia melempar kurma-kurma di genggamannya dan maju perang serta syahid disana.
Jangan menunda nunda sedekah.
HR : Ada sahabat yang bertanya sedekah apa yang paling baik “Engkau bersedekah dalam kondisi engkau sehat dan pelit, kau takut miskin , kau merasa kekurangan. Jangan kau menanti sampai ajal akan menjemput baru engkau menyedekahkan hartamu”
Ali imran : 133 – 134
133 : Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa,
134 : (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
135 : Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
Dari ayat diatas maka penghuni syurga adalah orang yang :
Menafkahkan hartanya baik lapang atau sempit
Menahan amarahnya
HR : Bukanlah orang yang perkasa adalah bukan orang yang bisa mengalahkan orang lain dalam gulat tapi yang bisa menahan dirinya ketika marah.
Memaafkan kesalahan orang lain
Abu Bakr pernah bersumpah untuk tidak lagi memberi santunan kepada ponakannya karena ikut memfitnah aisyah kemudian Allah menegur nya : “hendaknya Muhajirin dan Anshar saling memaafkan . Apakah mereka tidak mau dosanya diampuni?”. Kemudian abu bkar membayar kafarat atas sumpahnya kemudian ia memaafkannya.
Bersegera bertaubat ketika melakukan kesalahan
Tidak terus2an berbuat dosa.
Beberapa ucapan para salafusshalih
Al qamar berkata kepada Yazid seorang tabi’in :
“Kau betapa sering mengadzab tubuhmu ini? “Kemudian ia berkata : “Kenyamanan itu tidak akan didapat kecuali berletih-letih″
Ibn qayyim :
“Orang-orang yang berakal sepakat bahwa kenikmatan tidak akan didapat dengan kenikmatan. Barang siapa ia mementingkan istirahat maka ia akan kehilangan istirahat yang sesungguhnya.”
Diriwayatkan dari Imam Ahmad : seorang berkata : “Kapan kita beristirahat kita senantiasa beribadah?”. Beliau berkata : “Nanti istirahat ketika kau telah menginjakkan sebagian kakimu di syurga”
Dikatakan kepada masyruk yang senantiasa beribadah, istrinya berkata : “Celaka wahai masyruk apakah tidak ada yang menyembah Allah selain engkau , apakah neraka hanya diciptakan untukmu?”… Ia berkata : “wahai fairuz , orang yang mencari syurga itu tidak akan pernah jenuh, dan yang lari dari neraka tidak akan pernah tidur”
Abu Darda ketika menghibur istrinya karena tidak bisa membeli barang barang :
“Wahai istriku bersabarlah , di depan kita ada jalan susah untuk dilalui, tidak ada yang lewat kecuali yang bawaannya sedikit ”
📩 Abu Hazim lewat di pasar buah : ”Kau akan bertemu aku di syurga” kemudian ia lewat di pasar daging dan berkata : “aku akan menunda jiwaku nanti untuk di akhirat ”
⚠ SEMUA akhirnya SAMA, kematian adalah pasti, maka kita harus senantiasa bersiap-siap menghadapinya.
🌾Tanya Jawab
🍁 Apakah yang meninggal hari Jum’ah itu benar akan terbebas dari adzab kubur?
🔹Memang ada hadits nya, tapi tetap amalnya yang diperhitungkan meski memang menjadi tanda wafat di hari jum’at adalah tanda khusnul khatimah. Syaratnya orang itu khusnul khotimah di hari jumat adalah orang mukmin yang beramal baik, bukan orang kafir atau fasik. Lalu bagaimana jika seorang penjahat yang mati ditembak polisi di hari jumat? Ketahuilah, bahwa Rasulullah meninggal di hari senin, dan beliau dijamin surganya.
🍁 Apa hukum mengucapkan almarhum.
🔹Maksud dari almarhum adalah yang dihormati/dikasihi Allah (pasti, kepastian) . Jika maksudnya doa, tidak mengapa tapi jika itu sebuah pernyataan (pasti) maka tidak boleh.
🔹Ucapan yang lebih baik adalah "Rahimahullah" (semoga Allah merahmati) karena maknanya memang doa.
🍁Bagiamana cara terus mengingat mati.
🔹Kita senantiasa mengingat mati dengn doa-doa yang diajarkan Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Bangun tidur, setelah makan, dll
🔹Ziarah kubur
🔹Membaca surah-surah tentang hari akhir/kiamat
🔹Berkumpul dengan orang orang miskin
🍁 Ada yang cerita seorang yang ahli ibadah akhirnya masuk neraka. Tapi seorang pelacur yang memberi minum anjing masuk syurga.
🔹 Masuk syurga itu susah-susah gampang.
📖 HR : Seorang sahabat bertanya : “Yaa Rasulullah beri tahu aku perkara yang bisa memasukkan aku ke syurga dan jauh dr neraka”. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda : “Yang kau tanyakan adalah perkara yang besar tapi jadi mudah jika Allah mudahkan”
🔹 Ahli ibadah bisa masuk neraka karena niatnya tidak ikhlas. Bukankan 3 korek api neraka juga adalah ahli ibadah?.
🔹 Pelacur itu bisa masuk syurga karena niatnya karena Allah. Ibnu Qayyim menjelaskan : Disana padang pasir, dia berpayah-payah mengambil air di sumur memberi minum anjing, tidak ada yang melihat kecuali Allah maka Allah mengampuni dosanya. Karena itu Allah memberi taufik / hidayah kepadanya untuk bertaubat.
🔹 Karena hidayah Allah tersebut, tentulah pelacur tersebut setelahnya memberi minum anjing, tidak terus menerus fasik. Dengan hidayah Allah, pelacur menjadi orang yang bertaqwa.
¤¤(*)¤¤
Rabu, 10 Juni 2015
Bertemu Kembali dengan Ramadhān
••• Bertemu Kembali dengan Ramadhān •••
Oleh : Ust. DR. Syafiq Reza Basalamah hafidzhahullaah
من جدّ وجد
"Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkan (kesuksesan)."
من صبر ظفر
"Barangsiapa yang bersabar, maka dia akan beruntung."
من سار على الدرب وصل
"Barangsiapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai (pada tujuannya)."
Bagaimana kita mengaplikasikan 3 hal ini dalam Ramadhān, bahkan dalam seluruh kehidupan kita ?
••• PERTAMA •••
من جدّ وجد
"Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkan (kesuksesan)."
Kita dituntut sungguh-sungguh dalam setiap perilaku kita, tapi itu tidak akan terjadi kecuali kita punya niat dan tujuan. Kesungguhan itu beriringan dengan niat.
√ Dalil :
ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Dari 'Umar radhiyallāhu 'anhu, bahwa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, "Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.
Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allāh dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah."
(HR. Bukhari, Muslim, dan empat Imam Ahli Hadits)
Ramadhān sudah berkali-kali kita lalui, niat kita apa ?
Apa yang kita akan lakukan di bulan Ramadhān ?
>> Tiga tipe orang dalam menghadapi Ramadhān :
❶ Menjadikan puasa Ramadhān sebagai tradisi.
❷ Menjadikan puasa Ramadhān hanya lahirnya saja, tidak batinnya. Puasa dari makan, minum dan jima' di siang hari tetapi tetap melakukan perbuatan yang haram, berdusta, dll.
Sehingga puasanya tidak bernilai sedikit pun walau sudah melakukan puasa Ramadhān puluhan kali.
√ Dalil :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allāh tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”
(HR. Bukhari no. 1903)
Hukum makan dan minum asalnya halal, tetapi diharamkan di bulan Ramadhān.
Adapun perbuatan dusta dan menipu sebelum Ramadhān sudah haram, tetapi memasuki bulan Ramadhān, yang haram dilakukan dan yang halal ditinggalkan. Ini tidak pas.
❸ Menjadikan puasanya lahir dan batin. Orang seperti ini sudah menunggu-nunggu kedatangan bulan Ramadhān dan mempersiapkan segala sesuatunya.
Apabila puasanya bersungguh-sungguh dan niatnya benar, maka In syā Allāh apa yang dia inginkan akan tercapai.
Jika dia ingin menjadi orang yang bertaqwa, maka akan tercapai.
Allāh Jalla Jalāluh berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertaqwa."
(Qs. Al-Baqarah : 183)
Lihatlah pada puasa-puasa anda selama ini, mengapa belum menjadi orang yang bertaqwa ? Karena siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan dapatkan.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami.
Dan sesungguhnya Allāh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."
(Qs. Al-'Ankabūt : 69)
Hidayah itu tidak datang begitu saja, tetapi harus ada usaha bagi hamba untuk menjemput hidayah itu. Memang terkadang hidayah itu menyapa kita, tinggal bagaimana kesiapan diri kita. Jika kita bersungguh-sungguh untuk meraih hidayah dan ketaqwaan, maka akan sukses.
Oleh karena itu, hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam menghadapi bulan Ramadhān, karena ini urusan antara Surga dan Neraka.
Agar lebih semangat untuk bersungguh-sungguh, pelajarilah imbalan pahala apa yang akan didapatkan saat bulan Ramadhān. Dalam bulan Ramadhān ini banyak sekali "hadiah" yang Allāh akan berikan :
• Hadiah pintu Surga Ar-Rayyān
• Hadiah akan dihapuskan dosa-dosa
• Dan masih banyak yang lainnya.
Tapi bersungguh-sungguh saja tidaklah cukup, butuh kesabaran.
••• KEDUA •••
من صبر ظفر
"Barangsiapa yang bersabar, maka dia akan beruntung."
Allāh berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."
(Qs. Al-Baqarah : 155)
Hanya yang bersabar yang mendapatkan kabar gembira, yang bersungguh-sungguh akan Allāh kasih jalan, tetapi kesungguhan butuh kesabaran karena dalam kehidupan jalannya tidak landai. Sebagaimana orang hidup bagaikan di atas perahu di atas laut, terkadang datang ombak besar dan menemui batu karang.
Apapun musibah yang kita hadapi, kita harus sabar, bahkan bulan Ramadhān disebut "Syahrush Shabr" (bulan kesabaran), karena orang menahan makan, minum, nafsu dan emosinya.
Kita diajarkan untuk tidak makan yang haram dengan cara tidak makan yang halal di bulan Ramadhān.
√ Dalil bahwa Surga diberikan untuk orang-orang yang bersabar :
❶ Al-Mu'minūn 111 :
إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا
"Sesungguhnya Aku memberikan imbalan mereka hari ini (hari di Padang Mahsyar) karena kesabaran mereka."
❷ Al-Furqān 75 :
أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا
"Mereka itu akan diberi kamar / bangunan yang tinggi (dalam Surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam."
❸ Al-Qashāsh 54 :
أُولَٰئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا
"Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka."
❹ Al-Insān 12 :
وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
"Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) Surga dan (pakaian) sutera."
Sabar adalah menjaga diri kita dari menolak taqdir Allāh.
❺ Al-A'raf 137 :
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُوا۟ ۖ َ
"Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka."
الصبر كالصبر مر في مذاقه # لكن عواقبه أحلى من العسل
Sabar bagaikan jadam pahit rasanya # Namun hasil / akibatnya lebih manis dari madu
••• KETIGA •••
من سار على الدرب وصل
"Barangsiapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai (pada tujuannya)"
Banyak orang sudah bersungguh-sungguh puasa dan bersabar tapi tidak sampai-sampai kepada ketaqwaan, berarti puasanya masih salah, tidak sesuai tuntunan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Yang diketahuinya hanyalah "tidurnya orang puasa adalah ibadah"
Maka perlu ilmu tentang puasa, apakah sunnah-sunnah puasa, wajib-wajib puasa dan lainnya.
Programkanlah Ramadhān, ingin apa 1 bulan ini, misal :
√ Ingin khatam Al-Qurān 5 kali
√ I'tikaf di 10 hari terakhir
√ Mencari lailatul qadr
------------------------------
Pertanyaan-01 :
Bagaimana i'tikaf yang sempurna ?
Jawaban : I'tikaf yang sempurna adalah sejak malam 21 sampai adzan maghrib 1 Syawwal, full ibadah di masjid. Jika tidak bisa karena kerja, misal i'tikaf malam ganjil sejak habis maghrib sampai shubuh.
Imam Syāfi'i menjelaskan bagaimana bersungguh-sungguh ibadah di malam Lailatul Qadr adalah sejak malam beribadah sampai pagi harinya sebelum matahari terbit, jangan tidur karena ada pahala umrah dan haji yaitu shalat Isyraq, jangan setelah shalat Shubuh langsung tidur.
----------
Pertanyaan-02 :
Bagaimana jika memotivasi anak dengan hadiah ?
Jawaban : Tidak mengapa, karena aslinya anak ghairu mukallaf (belum dibebani syari'at), karena anak-anak keimanannya mungkin belum sempurna seperti orang dewasa, di mana orang dewasa sudah percaya adanya Surga dan Neraka.
----------
Pertanyaan-03 :
Bagaimana dengan pernyataan "Puasa jangan seperti puasanya pedagang, tapi benar-benar mengharap ridha dan wajah Allāh.
Dan jangan karena takut Neraka atau mengharap Surga" ?
Jawaban : Allāh selalu memberi iming-iming Surga dan mengancam dengan Neraka.
Hal ini tidak bertentangan, karena kita juga masuk Surga hanya karena rahmat dan ridha Allāh.
--- Copas kiriman grup WA Bimbingan Islam.
Oleh : Ust. DR. Syafiq Reza Basalamah hafidzhahullaah
من جدّ وجد
"Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkan (kesuksesan)."
من صبر ظفر
"Barangsiapa yang bersabar, maka dia akan beruntung."
من سار على الدرب وصل
"Barangsiapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai (pada tujuannya)."
Bagaimana kita mengaplikasikan 3 hal ini dalam Ramadhān, bahkan dalam seluruh kehidupan kita ?
••• PERTAMA •••
من جدّ وجد
"Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka dia akan mendapatkan (kesuksesan)."
Kita dituntut sungguh-sungguh dalam setiap perilaku kita, tapi itu tidak akan terjadi kecuali kita punya niat dan tujuan. Kesungguhan itu beriringan dengan niat.
√ Dalil :
ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Dari 'Umar radhiyallāhu 'anhu, bahwa Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam bersabda, "Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.
Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allāh dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah."
(HR. Bukhari, Muslim, dan empat Imam Ahli Hadits)
Ramadhān sudah berkali-kali kita lalui, niat kita apa ?
Apa yang kita akan lakukan di bulan Ramadhān ?
>> Tiga tipe orang dalam menghadapi Ramadhān :
❶ Menjadikan puasa Ramadhān sebagai tradisi.
❷ Menjadikan puasa Ramadhān hanya lahirnya saja, tidak batinnya. Puasa dari makan, minum dan jima' di siang hari tetapi tetap melakukan perbuatan yang haram, berdusta, dll.
Sehingga puasanya tidak bernilai sedikit pun walau sudah melakukan puasa Ramadhān puluhan kali.
√ Dalil :
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّورِ وَالْعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ لِلَّهِ حَاجَةٌ فِى أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta malah mengamalkannya, maka Allāh tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.”
(HR. Bukhari no. 1903)
Hukum makan dan minum asalnya halal, tetapi diharamkan di bulan Ramadhān.
Adapun perbuatan dusta dan menipu sebelum Ramadhān sudah haram, tetapi memasuki bulan Ramadhān, yang haram dilakukan dan yang halal ditinggalkan. Ini tidak pas.
❸ Menjadikan puasanya lahir dan batin. Orang seperti ini sudah menunggu-nunggu kedatangan bulan Ramadhān dan mempersiapkan segala sesuatunya.
Apabila puasanya bersungguh-sungguh dan niatnya benar, maka In syā Allāh apa yang dia inginkan akan tercapai.
Jika dia ingin menjadi orang yang bertaqwa, maka akan tercapai.
Allāh Jalla Jalāluh berfirman :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kamu bertaqwa."
(Qs. Al-Baqarah : 183)
Lihatlah pada puasa-puasa anda selama ini, mengapa belum menjadi orang yang bertaqwa ? Karena siapa yang bersungguh-sungguh, maka dia akan dapatkan.
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami.
Dan sesungguhnya Allāh benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."
(Qs. Al-'Ankabūt : 69)
Hidayah itu tidak datang begitu saja, tetapi harus ada usaha bagi hamba untuk menjemput hidayah itu. Memang terkadang hidayah itu menyapa kita, tinggal bagaimana kesiapan diri kita. Jika kita bersungguh-sungguh untuk meraih hidayah dan ketaqwaan, maka akan sukses.
Oleh karena itu, hendaknya kita bersungguh-sungguh dalam menghadapi bulan Ramadhān, karena ini urusan antara Surga dan Neraka.
Agar lebih semangat untuk bersungguh-sungguh, pelajarilah imbalan pahala apa yang akan didapatkan saat bulan Ramadhān. Dalam bulan Ramadhān ini banyak sekali "hadiah" yang Allāh akan berikan :
• Hadiah pintu Surga Ar-Rayyān
• Hadiah akan dihapuskan dosa-dosa
• Dan masih banyak yang lainnya.
Tapi bersungguh-sungguh saja tidaklah cukup, butuh kesabaran.
••• KEDUA •••
من صبر ظفر
"Barangsiapa yang bersabar, maka dia akan beruntung."
Allāh berfirman :
وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَىْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar."
(Qs. Al-Baqarah : 155)
Hanya yang bersabar yang mendapatkan kabar gembira, yang bersungguh-sungguh akan Allāh kasih jalan, tetapi kesungguhan butuh kesabaran karena dalam kehidupan jalannya tidak landai. Sebagaimana orang hidup bagaikan di atas perahu di atas laut, terkadang datang ombak besar dan menemui batu karang.
Apapun musibah yang kita hadapi, kita harus sabar, bahkan bulan Ramadhān disebut "Syahrush Shabr" (bulan kesabaran), karena orang menahan makan, minum, nafsu dan emosinya.
Kita diajarkan untuk tidak makan yang haram dengan cara tidak makan yang halal di bulan Ramadhān.
√ Dalil bahwa Surga diberikan untuk orang-orang yang bersabar :
❶ Al-Mu'minūn 111 :
إِنِّي جَزَيْتُهُمُ الْيَوْمَ بِمَا صَبَرُوا
"Sesungguhnya Aku memberikan imbalan mereka hari ini (hari di Padang Mahsyar) karena kesabaran mereka."
❷ Al-Furqān 75 :
أُولَٰئِكَ يُجْزَوْنَ الْغُرْفَةَ بِمَا صَبَرُوا وَيُلَقَّوْنَ فِيهَا تَحِيَّةً وَسَلَامًا
"Mereka itu akan diberi kamar / bangunan yang tinggi (dalam Surga) atas kesabaran mereka, dan di sana mereka akan disambut dengan penghormatan dan salam."
❸ Al-Qashāsh 54 :
أُولَٰئِكَ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُوا
"Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka."
❹ Al-Insān 12 :
وَجَزَاهُمْ بِمَا صَبَرُوا جَنَّةً وَحَرِيرًا
"Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabarannya (berupa) Surga dan (pakaian) sutera."
Sabar adalah menjaga diri kita dari menolak taqdir Allāh.
❺ Al-A'raf 137 :
وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُوا۟ ۖ َ
"Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka."
الصبر كالصبر مر في مذاقه # لكن عواقبه أحلى من العسل
Sabar bagaikan jadam pahit rasanya # Namun hasil / akibatnya lebih manis dari madu
••• KETIGA •••
من سار على الدرب وصل
"Barangsiapa berjalan pada jalannya, maka dia akan sampai (pada tujuannya)"
Banyak orang sudah bersungguh-sungguh puasa dan bersabar tapi tidak sampai-sampai kepada ketaqwaan, berarti puasanya masih salah, tidak sesuai tuntunan Rasūlullāh shallallāhu 'alayhi wa sallam.
Yang diketahuinya hanyalah "tidurnya orang puasa adalah ibadah"
Maka perlu ilmu tentang puasa, apakah sunnah-sunnah puasa, wajib-wajib puasa dan lainnya.
Programkanlah Ramadhān, ingin apa 1 bulan ini, misal :
√ Ingin khatam Al-Qurān 5 kali
√ I'tikaf di 10 hari terakhir
√ Mencari lailatul qadr
------------------------------
Pertanyaan-01 :
Bagaimana i'tikaf yang sempurna ?
Jawaban : I'tikaf yang sempurna adalah sejak malam 21 sampai adzan maghrib 1 Syawwal, full ibadah di masjid. Jika tidak bisa karena kerja, misal i'tikaf malam ganjil sejak habis maghrib sampai shubuh.
Imam Syāfi'i menjelaskan bagaimana bersungguh-sungguh ibadah di malam Lailatul Qadr adalah sejak malam beribadah sampai pagi harinya sebelum matahari terbit, jangan tidur karena ada pahala umrah dan haji yaitu shalat Isyraq, jangan setelah shalat Shubuh langsung tidur.
----------
Pertanyaan-02 :
Bagaimana jika memotivasi anak dengan hadiah ?
Jawaban : Tidak mengapa, karena aslinya anak ghairu mukallaf (belum dibebani syari'at), karena anak-anak keimanannya mungkin belum sempurna seperti orang dewasa, di mana orang dewasa sudah percaya adanya Surga dan Neraka.
----------
Pertanyaan-03 :
Bagaimana dengan pernyataan "Puasa jangan seperti puasanya pedagang, tapi benar-benar mengharap ridha dan wajah Allāh.
Dan jangan karena takut Neraka atau mengharap Surga" ?
Jawaban : Allāh selalu memberi iming-iming Surga dan mengancam dengan Neraka.
Hal ini tidak bertentangan, karena kita juga masuk Surga hanya karena rahmat dan ridha Allāh.
--- Copas kiriman grup WA Bimbingan Islam.
Senin, 08 Juni 2015
APA SIH MAKNA PERNIKAHAN...?
APA SIH MAKNA PERNIKAHAN…?
Oleh: Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى
Akhi Ukhti…
Aku ingin mengajakmu untuk merenung
* Apasih makna sebuah pernikahan?
* Bila sebelumnya engkau telah menyentuh pasanganmu
* Engkau telah duduk bersanding dengannya
* Engkau telah berpelukan erat dengannya
* Engkau telah berjalan berduaan dengannya
* Engkau telah bersembunyi di balik tabir menutup pintu dari pandangan manusia bersamanya
* Yang lebih parah lagi engkau sudah pernah tidur di atas kasur berduaan dengannya
* Lalu apa artinya akad nikah?
Apa gunanya resepsi?
Apa gunanya saksi dan wali
Apa gunanya mengumumkan kepada khalayak ramai pernikahanmu?
Kalau semua orang telah mengetahui hubunganmu dengannya?
Dan Sang Pencipta telah melihat kelakuanmu selama ini
* Apa masih ada yang sakral dari pernikahan yang seperti ini?
* Hanya sekedar untuk mendapatkan buku hijau….namun semuanya sudah dilakukan sebelum akad nikah
* Jangan membohongi dirimu sendiri dengan berpura-pura menikah
Memulai lembaran baru sebagai pasutri
Yang dahulunya haram menjadi halal
Yang dahulu dilarang menjadi sebuah anjuran
Padahal sebelum akad nikah kau sudah menghalalkan semuanya
* Islam adalah agama yang menghargai wanita
* Menghormati dan menjaga putri Adam
* Wanita di dalam Islam bukan barang dagangan yang bisa kau pegang-pegang sebelum kau menikahinya
* Dia bukan pakaian yang bisa kau coba-coba untuk melihat keselarasannya
* Dia bukan makanan yang bisa kau cicipi rasanya
* Namun dia adalah mutiara indah di dalam cangkang kerang
Yang hanya boleh disentuh, dipegang, dibuka dan dibawa oleh yang telah melakukan ijab qabul
* Itulah keindahan pernikahan di dalam Islam
Kesakralan akad nikah
Itulah guna seorang wali dan saksi
Bukan hanya sekedar mendatangkan penghulu dan bertanda tangan di buku
* Sebagian manusia merasa berakal
Merasa berperadaban
Merasa lebih baik dari binatang
Namun perilakunya tak ubahnya seperti binatang
* Lihatlah ayam betina
Di mana bertemu pejantan dia dinaiki olehnya
Sebagian wanita hanya dengan kedipan mata
Atau rayuan gombal dia lupa harga dirinya
* Entah siapa yang salah, si laki atau si perempuan?
Kalau binatang itu suatu kewajaran
Apakah sampai seburuk itu perilaku manusia?
Allah berfirman
وَلَقَدْ ذَرَأْنا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِها وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِها وَلَهُمْ آذانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِها أُولئِكَ كَالْأَنْعامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولئِكَ هُمُ الْغافِلُونَ (١٧٩)
“Dan telah kami ciptakan sebagai penghuni neraka jahanam dari bangsa Jin dan manusia, mereka memiliki hati namun tidak berpikir dengannya, memiliki mata namun tidak melihat dengannya, memiliki telinga namun tidak mendengar dengannya, mereka ibarat binatang ternak, bahkan mereka lebih tersesat, mereka adalah orang-orang yang lalai”
* Kalau tidak ingin seperti binatang, cobalah berpikir dengan hatimu, dengarkan dengan telingamu, pandanglah dengan matamu, Allah tidak menciptakanmu sia-sia, Belajarlah agamamu kalau masih ingin disebut insan
* Kemarin aku habis menghadiri sebuah Walimah pernikahan di tengah ibu kota
Jakarta ……
* Suatu Walimah yang penuh makna
* Pasangan pengantinya belum pernah bersentuh tangan
* Belum pernah di atas motor berboncengan
* Belum pernah duduk berduaan
* Sentuhan mereka adalah sentuhan yang dibalut mawaddah dan Rahmah
Bersandingnya mereka karena perintah dan Ridha yang pencipta
Pelukan mereka bernilai sedekah
* Sungguh indah dan penuh berkah
* Semoga mereka berdua dan bersama keluarganya senantiasa dijaga Allah
Itulah pernikahan yang sebenarnya
* Untukmu yang menikah dengan tuntunan syariah, aku ucapkan
بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما في خير
¤¤(*)¤¤
Oleh: Ustadz Syafiq Basalamah, حفظه الله تعالى
Akhi Ukhti…
Aku ingin mengajakmu untuk merenung
* Apasih makna sebuah pernikahan?
* Bila sebelumnya engkau telah menyentuh pasanganmu
* Engkau telah duduk bersanding dengannya
* Engkau telah berpelukan erat dengannya
* Engkau telah berjalan berduaan dengannya
* Engkau telah bersembunyi di balik tabir menutup pintu dari pandangan manusia bersamanya
* Yang lebih parah lagi engkau sudah pernah tidur di atas kasur berduaan dengannya
* Lalu apa artinya akad nikah?
Apa gunanya resepsi?
Apa gunanya saksi dan wali
Apa gunanya mengumumkan kepada khalayak ramai pernikahanmu?
Kalau semua orang telah mengetahui hubunganmu dengannya?
Dan Sang Pencipta telah melihat kelakuanmu selama ini
* Apa masih ada yang sakral dari pernikahan yang seperti ini?
* Hanya sekedar untuk mendapatkan buku hijau….namun semuanya sudah dilakukan sebelum akad nikah
* Jangan membohongi dirimu sendiri dengan berpura-pura menikah
Memulai lembaran baru sebagai pasutri
Yang dahulunya haram menjadi halal
Yang dahulu dilarang menjadi sebuah anjuran
Padahal sebelum akad nikah kau sudah menghalalkan semuanya
* Islam adalah agama yang menghargai wanita
* Menghormati dan menjaga putri Adam
* Wanita di dalam Islam bukan barang dagangan yang bisa kau pegang-pegang sebelum kau menikahinya
* Dia bukan pakaian yang bisa kau coba-coba untuk melihat keselarasannya
* Dia bukan makanan yang bisa kau cicipi rasanya
* Namun dia adalah mutiara indah di dalam cangkang kerang
Yang hanya boleh disentuh, dipegang, dibuka dan dibawa oleh yang telah melakukan ijab qabul
* Itulah keindahan pernikahan di dalam Islam
Kesakralan akad nikah
Itulah guna seorang wali dan saksi
Bukan hanya sekedar mendatangkan penghulu dan bertanda tangan di buku
* Sebagian manusia merasa berakal
Merasa berperadaban
Merasa lebih baik dari binatang
Namun perilakunya tak ubahnya seperti binatang
* Lihatlah ayam betina
Di mana bertemu pejantan dia dinaiki olehnya
Sebagian wanita hanya dengan kedipan mata
Atau rayuan gombal dia lupa harga dirinya
* Entah siapa yang salah, si laki atau si perempuan?
Kalau binatang itu suatu kewajaran
Apakah sampai seburuk itu perilaku manusia?
Allah berfirman
وَلَقَدْ ذَرَأْنا لِجَهَنَّمَ كَثِيراً مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِها وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِها وَلَهُمْ آذانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِها أُولئِكَ كَالْأَنْعامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُولئِكَ هُمُ الْغافِلُونَ (١٧٩)
“Dan telah kami ciptakan sebagai penghuni neraka jahanam dari bangsa Jin dan manusia, mereka memiliki hati namun tidak berpikir dengannya, memiliki mata namun tidak melihat dengannya, memiliki telinga namun tidak mendengar dengannya, mereka ibarat binatang ternak, bahkan mereka lebih tersesat, mereka adalah orang-orang yang lalai”
* Kalau tidak ingin seperti binatang, cobalah berpikir dengan hatimu, dengarkan dengan telingamu, pandanglah dengan matamu, Allah tidak menciptakanmu sia-sia, Belajarlah agamamu kalau masih ingin disebut insan
* Kemarin aku habis menghadiri sebuah Walimah pernikahan di tengah ibu kota
Jakarta ……
* Suatu Walimah yang penuh makna
* Pasangan pengantinya belum pernah bersentuh tangan
* Belum pernah di atas motor berboncengan
* Belum pernah duduk berduaan
* Sentuhan mereka adalah sentuhan yang dibalut mawaddah dan Rahmah
Bersandingnya mereka karena perintah dan Ridha yang pencipta
Pelukan mereka bernilai sedekah
* Sungguh indah dan penuh berkah
* Semoga mereka berdua dan bersama keluarganya senantiasa dijaga Allah
Itulah pernikahan yang sebenarnya
* Untukmu yang menikah dengan tuntunan syariah, aku ucapkan
بارك الله لك وبارك عليك وجمع بينكما في خير
¤¤(*)¤¤
KEWAJIBAN MENGIKUTI SUNNAH NABI Shallallahu Alaihi Wasallam SAMPAI MATI
(*) KEWAJIBAN MENGIKUTI SUNNAH NABI Shallallahu Alaihi Wasallam SAMPAI MATI (*)
Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
Bismillah. Mengikuti dan berpegang teguh pada Sunnah Nabi shallallahu alaihi wassalam adalah suatu kewajiban atas setiap individu muslim dan muslimah yang senantiasa mendambakan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Yang dimaksudkan dengan Sunnah Nabi ialah petunjuk dan tuntunan apa saja yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wassalam kepada kita dengan jalan periwayatan yang shohih (valid dan otentik), baik berkaitan dengan perkara aqidah, ibadah, mu'amalah, akhlak & adab, maupun selainnya dari perkara-perkara agama Islam.
Diantara dalil-dalil syar'i yang menunjukkan kewajiban mengikuti dan berpegang teguh pada Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam setiap urusan agama ialah sebagai berikut:
»1. Firman Allah ta'ala:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah (wahai Rasulullah): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku (ikutilah tuntunan dan petunjukku), niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali ‘Imran: 31).
● Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini berkata: “Ayat yang mulia ini merupakan hakim (pemberi hukum) bagi semua orang yang mengaku mencintai Allah 'Azza wa Jalla, padahal dia tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka orang tersebut (dianggap) berdusta dalam pengakuannya (mencintai Allah Azza wa Jalla), sampai dia mau mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaan Beliau shallallahu alaihi wasallam”. Oleh karena itulah sebagian dari para ulama ada yang menamakan ayat ini sebagai “Ayatul Imtihan” (Ayat untuk menguji benar/tidaknya pengakuan cinta seseorang kepada Allah Azza wa Jalla).
»2. Dan firman-Nya pula:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim (pemutus perkara dan penetap hukum) dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. An-Nisaa: 65).
»3. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin Mas‘ud Radhiyallahu anhu, ia berkata:
خَطَّ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا بِيَدِهِ، ثُمَّ قَالَ: هَذَا سَبِيْلُ اللهِ مُسْتَقِيْمًا، وَخَطَّ خُطُوْطًا عَنْ يَمِيْنِهِ وَشِمَالِهِ، ثُمَّ قَالَ: هذِهِ سُبُلٌ ]مُتَفَرِّقَةٌ[ لَيْسَ مِنْهَا سَبِيْلٌ إِلاَّ عَلَيْهِ شَيْطَانٌ يَدْعُوْ إِلَيْهِ، ثُمَّ قَرَأَ قَوْلَهُ تَعَالَى: وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membuat satu garis (lurus) dengan tangannya, kemudian bersabda: ‘Ini jalan Allah yang lurus.’ Lalu beliau membuat garis-garis di sebelah kanan dan kiri garis tersebut, kemudian beliau bersabda: ‘Ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat), tidak satupun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat syetan yang menyeru kepadanya.’ Selanjutnya beliau membacakan firman Allah Azza wa Jalla: ‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-berai-kan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.’” (QS. Al-An’aam: 153).
»4. Dan diriwayatkan dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
: " لَا يُؤْمِن أَحَدكُمْ حَتَّى يَكُون هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْت بِهِ
“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hashim dalam kitab As-Sunnah, Al-Hakam bin Sufyan dalam kitab Al-Arba'in, dan imam An-Nawawi dalam kitab Hadits Arab'in, dan beliau menilai derajatnya Hasan Shohih).
● Al-Hafizh Ibnu Rojab rahimahullah berkata: "Makna hadits ini ialah bahwa seseorang tidaklah beriman dengan iman yang sempurna sehingga hawa nafsu dan kecintaannya mengikuti apa saja yang datang dari Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, baik berupa perintah, larangan maupun selainnya. Maka, ia wajib mencintai apa yang beliau perintahkan dengannya, dan membenci apa yang beliau larang darinya. Dan di dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang maknanya seperti hadits ini (seperti surat An-Nisa' ayat 65, dan surat Al-Ahzaab ayat 36)." (Lihat kitab Jami'ul 'Uluum Wal Hikam).
★ Adapun atsar (perkataan) para ulama as-salafus sholih dari kalangan para sahabat, tabi'in dan generasi sesudahnya yang menunjukkan kewajiban mengikuti Sunnah Nabi shallallahu alaihi wassalam ialah sebagai berikut:
»5. ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata:
اِتَّبِعُوْا وَلاَ تَبْتَدِعُوْا فَقَدْ كُفِيْتُمْ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.
“Hendaklah kalian mengikuti (Sunnah Nabi) dan janganlah kalian berbuat bid’ah. Sungguh kalian telah dicukupi dengan Islam ini, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (Diriwayatkan oleh ad-Darimi (I/69), al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (I/96 no. 104), ath-Thabrani dalam Mu’jaamul Kabiir (no. 8770), dan Ibnu Baththah dalam al-Ibaanah (no. 175)).
»6. Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat tahun 157 H) mengatakan:
اِصْبِرْ نَفْسَكَ عَلَى السُّنَّةِ، وَقِفْ حَيْثُ وَقَفَ الْقَوْمُ، وَقُلْ بِمَا قَالُواْ، وَكُفَّ عَمَّا كُفُّوْا عَنْهُ، وَاسْلُكْ سَبِيْلَ سَلَفِكَ الصَّالِحِ، فَإِنَّهُ يَسَعُكَ مَا وَسِعَهُمْ.
“Bersabarlah dirimu di atas As-Sunnah, tetaplah tegak di atasnya sebagaimana para Sahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan As-Salafush Sholih, karena ia (Sunnah Nabi) akan mencukupimu sebagaimana ia telah mencukupi mereka.” (Lihat Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah I/174 no. 315).
»7. Imam Al-Auza'i rahimahullah juga mengatakan:
عَلَيْكَ بِآثَارِ مَنْ سَلَفَ وَإِنْ رَفَضَكَ النَّاسُ، وَإِيَّاكَ وَآرَاءَ الرِّجَالِ وَإِنْ زَخْرَفُوْهُ لَكَ بِالْقَوْلِ.
“Hendaklah engkau berpegang kepada atsar-atsar (riwayat/perkataan) dari para ulama generasi As-Salafush Sholih meskipun orang-orang menolaknya. Dan jauhkanlah dirimu dari pendapat orang-orang meskipun mereka menghiasi pendapatnya dengan kata-kata yang indah.” (Diriwayatkan oleh Imam al-Ajurri dalam asy-Syarii’ah (I/445, no. 127) dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Mukhtasharul ‘Uluww lil Imaam adz-Dzahabi (hal. 138), Siyar A’laamin Nubalaa’ (VII/120) dan Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (II/1071, no. 2077).
»8. Muhammad bin Sirin rahimahullah (wafat tahun 110 H) berkata:
كَانُوْا يَقُوْلُوْنَ: إِذَا كَانَ الرَّجُلُ عَلَى اْلأَثَرِ فَهُوَ عَلَى الطَّرِيْقِ.
“Mereka (para sahabat dan tabi'in) mengatakan: "Jika ada seseorang berada di atas atsar (Sunnah Nabi), maka sesungguhnya ia berada di atas jalan yang lurus.’” (HR. Ad-Darimi (I/54), Ibnu Baththah dalam al-Ibaanah ‘an Syarii’atil Firqatin Naajiyah (I/356, no. 242). Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah oleh al-Lalika-i (I/98 no. 109).
»9. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (wafat tahun 241 H) berkata:
أُصُوْلُ السُّنَّةِ عِنْدَنَا: التَّمَسُّكُ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاْلإِقْتِدَاءُ بِهِمْ وَتَرْكُ الْبِدَعِ وَكُلُّ بِدْعَةٍ فَهِيَ ضَلاَلَةٌ.
“Prinsip (Aqidah dan manhaj) Ahlus Sunnah menurut kami adalah berpegang teguh dengan apa yang dilaksanakan oleh para Sahabat Radhiyallahu anhum dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (Lihat Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa‘ah oleh al-Lalika-i (I/176, no. 317).
»10. Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:
اِتَّبِعْ طُرُقَ الْهُدَى وَلاَ يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِيْنَ وَإِيَّاكَ وَطُرُقَ الضَّلاَلَةِ وَلاَ تَغْتَرْ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِيْنَ.
“Ikutilah jalan-jalan petunjuk (Sunnah Nabi), tidak akan membahayakanmu sedikitnya orang yang menempuh jalan tersebut. Jauhkan dirimu dari jalan-jalan kesesatan dan janganlah engkau tertipu dengan banyaknya orang yang menempuh jalan kebinasaan.” (Lihat al-I’tishaam oleh imam Asy-Syathibi (I/112).
Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan semoga Allah memberikan taufiq dan kemudahan kepada kita agar senantiasa mengikuti dan berpegang teguh dengan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wassalam hingga akhir hayat. Amiin. (Jakarta, 8 Juni 2015)
# Grup BB & WA Majlis Hadits.
(*) Blog Dakwah Sunnah dan Pesantren Tahfizhul Quran Al-Ittiba' Klaten - Jawa Tengah, KLIK:
Http://abufawaz.wordpress.com
¤¤(*)¤¤
Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz
Bismillah. Mengikuti dan berpegang teguh pada Sunnah Nabi shallallahu alaihi wassalam adalah suatu kewajiban atas setiap individu muslim dan muslimah yang senantiasa mendambakan keselamatan dan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat.
Yang dimaksudkan dengan Sunnah Nabi ialah petunjuk dan tuntunan apa saja yang datang dari Nabi shallallahu alaihi wassalam kepada kita dengan jalan periwayatan yang shohih (valid dan otentik), baik berkaitan dengan perkara aqidah, ibadah, mu'amalah, akhlak & adab, maupun selainnya dari perkara-perkara agama Islam.
Diantara dalil-dalil syar'i yang menunjukkan kewajiban mengikuti dan berpegang teguh pada Sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam dalam setiap urusan agama ialah sebagai berikut:
»1. Firman Allah ta'ala:
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah (wahai Rasulullah): “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, maka ikutilah aku (ikutilah tuntunan dan petunjukku), niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu”, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Ali ‘Imran: 31).
● Imam Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah ketika menafsirkan ayat ini berkata: “Ayat yang mulia ini merupakan hakim (pemberi hukum) bagi semua orang yang mengaku mencintai Allah 'Azza wa Jalla, padahal dia tidak mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka orang tersebut (dianggap) berdusta dalam pengakuannya (mencintai Allah Azza wa Jalla), sampai dia mau mengikuti petunjuk dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dalam semua ucapan, perbuatan dan keadaan Beliau shallallahu alaihi wasallam”. Oleh karena itulah sebagian dari para ulama ada yang menamakan ayat ini sebagai “Ayatul Imtihan” (Ayat untuk menguji benar/tidaknya pengakuan cinta seseorang kepada Allah Azza wa Jalla).
»2. Dan firman-Nya pula:
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
"Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim (pemutus perkara dan penetap hukum) dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (QS. An-Nisaa: 65).
»3. Dan diriwayatkan dari Abdullah bin Mas‘ud Radhiyallahu anhu, ia berkata:
خَطَّ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَطًّا بِيَدِهِ، ثُمَّ قَالَ: هَذَا سَبِيْلُ اللهِ مُسْتَقِيْمًا، وَخَطَّ خُطُوْطًا عَنْ يَمِيْنِهِ وَشِمَالِهِ، ثُمَّ قَالَ: هذِهِ سُبُلٌ ]مُتَفَرِّقَةٌ[ لَيْسَ مِنْهَا سَبِيْلٌ إِلاَّ عَلَيْهِ شَيْطَانٌ يَدْعُوْ إِلَيْهِ، ثُمَّ قَرَأَ قَوْلَهُ تَعَالَى: وَأَنَّ هَٰذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam pernah membuat satu garis (lurus) dengan tangannya, kemudian bersabda: ‘Ini jalan Allah yang lurus.’ Lalu beliau membuat garis-garis di sebelah kanan dan kiri garis tersebut, kemudian beliau bersabda: ‘Ini adalah jalan-jalan yang bercerai-berai (sesat), tidak satupun dari jalan-jalan ini kecuali di dalamnya terdapat syetan yang menyeru kepadanya.’ Selanjutnya beliau membacakan firman Allah Azza wa Jalla: ‘Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) karena jalan-jalan itu mencerai-berai-kan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan oleh Allah kepadamu agar kamu bertaqwa.’” (QS. Al-An’aam: 153).
»4. Dan diriwayatkan dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin Al-Ash radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
: " لَا يُؤْمِن أَحَدكُمْ حَتَّى يَكُون هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْت بِهِ
“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hashim dalam kitab As-Sunnah, Al-Hakam bin Sufyan dalam kitab Al-Arba'in, dan imam An-Nawawi dalam kitab Hadits Arab'in, dan beliau menilai derajatnya Hasan Shohih).
● Al-Hafizh Ibnu Rojab rahimahullah berkata: "Makna hadits ini ialah bahwa seseorang tidaklah beriman dengan iman yang sempurna sehingga hawa nafsu dan kecintaannya mengikuti apa saja yang datang dari Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, baik berupa perintah, larangan maupun selainnya. Maka, ia wajib mencintai apa yang beliau perintahkan dengannya, dan membenci apa yang beliau larang darinya. Dan di dalam Al-Quran terdapat ayat-ayat yang maknanya seperti hadits ini (seperti surat An-Nisa' ayat 65, dan surat Al-Ahzaab ayat 36)." (Lihat kitab Jami'ul 'Uluum Wal Hikam).
★ Adapun atsar (perkataan) para ulama as-salafus sholih dari kalangan para sahabat, tabi'in dan generasi sesudahnya yang menunjukkan kewajiban mengikuti Sunnah Nabi shallallahu alaihi wassalam ialah sebagai berikut:
»5. ‘Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu anhu berkata:
اِتَّبِعُوْا وَلاَ تَبْتَدِعُوْا فَقَدْ كُفِيْتُمْ وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ.
“Hendaklah kalian mengikuti (Sunnah Nabi) dan janganlah kalian berbuat bid’ah. Sungguh kalian telah dicukupi dengan Islam ini, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (Diriwayatkan oleh ad-Darimi (I/69), al-Lalika-i dalam Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah (I/96 no. 104), ath-Thabrani dalam Mu’jaamul Kabiir (no. 8770), dan Ibnu Baththah dalam al-Ibaanah (no. 175)).
»6. Imam al-Auza’i rahimahullah (wafat tahun 157 H) mengatakan:
اِصْبِرْ نَفْسَكَ عَلَى السُّنَّةِ، وَقِفْ حَيْثُ وَقَفَ الْقَوْمُ، وَقُلْ بِمَا قَالُواْ، وَكُفَّ عَمَّا كُفُّوْا عَنْهُ، وَاسْلُكْ سَبِيْلَ سَلَفِكَ الصَّالِحِ، فَإِنَّهُ يَسَعُكَ مَا وَسِعَهُمْ.
“Bersabarlah dirimu di atas As-Sunnah, tetaplah tegak di atasnya sebagaimana para Sahabat tegak di atasnya. Katakanlah sebagaimana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan As-Salafush Sholih, karena ia (Sunnah Nabi) akan mencukupimu sebagaimana ia telah mencukupi mereka.” (Lihat Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah I/174 no. 315).
»7. Imam Al-Auza'i rahimahullah juga mengatakan:
عَلَيْكَ بِآثَارِ مَنْ سَلَفَ وَإِنْ رَفَضَكَ النَّاسُ، وَإِيَّاكَ وَآرَاءَ الرِّجَالِ وَإِنْ زَخْرَفُوْهُ لَكَ بِالْقَوْلِ.
“Hendaklah engkau berpegang kepada atsar-atsar (riwayat/perkataan) dari para ulama generasi As-Salafush Sholih meskipun orang-orang menolaknya. Dan jauhkanlah dirimu dari pendapat orang-orang meskipun mereka menghiasi pendapatnya dengan kata-kata yang indah.” (Diriwayatkan oleh Imam al-Ajurri dalam asy-Syarii’ah (I/445, no. 127) dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Mukhtasharul ‘Uluww lil Imaam adz-Dzahabi (hal. 138), Siyar A’laamin Nubalaa’ (VII/120) dan Jaami’ Bayaanil ‘Ilmi wa Fadhlihi (II/1071, no. 2077).
»8. Muhammad bin Sirin rahimahullah (wafat tahun 110 H) berkata:
كَانُوْا يَقُوْلُوْنَ: إِذَا كَانَ الرَّجُلُ عَلَى اْلأَثَرِ فَهُوَ عَلَى الطَّرِيْقِ.
“Mereka (para sahabat dan tabi'in) mengatakan: "Jika ada seseorang berada di atas atsar (Sunnah Nabi), maka sesungguhnya ia berada di atas jalan yang lurus.’” (HR. Ad-Darimi (I/54), Ibnu Baththah dalam al-Ibaanah ‘an Syarii’atil Firqatin Naajiyah (I/356, no. 242). Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa’ah oleh al-Lalika-i (I/98 no. 109).
»9. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (wafat tahun 241 H) berkata:
أُصُوْلُ السُّنَّةِ عِنْدَنَا: التَّمَسُّكُ بِمَا كَانَ عَلَيْهِ أَصْحَابُ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاْلإِقْتِدَاءُ بِهِمْ وَتَرْكُ الْبِدَعِ وَكُلُّ بِدْعَةٍ فَهِيَ ضَلاَلَةٌ.
“Prinsip (Aqidah dan manhaj) Ahlus Sunnah menurut kami adalah berpegang teguh dengan apa yang dilaksanakan oleh para Sahabat Radhiyallahu anhum dan mengikuti jejak mereka, meninggalkan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (Lihat Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jamaa‘ah oleh al-Lalika-i (I/176, no. 317).
»10. Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:
اِتَّبِعْ طُرُقَ الْهُدَى وَلاَ يَضُرُّكَ قِلَّةُ السَّالِكِيْنَ وَإِيَّاكَ وَطُرُقَ الضَّلاَلَةِ وَلاَ تَغْتَرْ بِكَثْرَةِ الْهَالِكِيْنَ.
“Ikutilah jalan-jalan petunjuk (Sunnah Nabi), tidak akan membahayakanmu sedikitnya orang yang menempuh jalan tersebut. Jauhkan dirimu dari jalan-jalan kesesatan dan janganlah engkau tertipu dengan banyaknya orang yang menempuh jalan kebinasaan.” (Lihat al-I’tishaam oleh imam Asy-Syathibi (I/112).
Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat. Dan semoga Allah memberikan taufiq dan kemudahan kepada kita agar senantiasa mengikuti dan berpegang teguh dengan Sunnah Nabi shallallahu alaihi wassalam hingga akhir hayat. Amiin. (Jakarta, 8 Juni 2015)
# Grup BB & WA Majlis Hadits.
(*) Blog Dakwah Sunnah dan Pesantren Tahfizhul Quran Al-Ittiba' Klaten - Jawa Tengah, KLIK:
Http://abufawaz.wordpress.com
¤¤(*)¤¤
Minggu, 07 Juni 2015
Akhirnya Juga Sama
بسم الله الرحمان الرحيم
✏ Ustadz DR. Syafiq Riza Bassalamah, MA -hafidzahullah-
"Akhirnya Juga Sama"
Kajian Hari Sabtu 18 Sya’ban 1436 H/ 6 Juni 2015
Tempat : Masjid Nurul Iman, Mall Blok M Square, Lantai 7 Jakarta Selatan
Waktu : Ba’da Maghrib – Selesai
Mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hasungan untuk banyak mengingatnya. Beliau bersabda dalam hadits yang disampaikan lewat shahabatnya yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذمِ اللَّذَّاتِ . “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).” (HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, “Hasan shahih.”)
Dalam hadits di atas ada beberapa faedah: – Disunnahkannya setiap muslim yang sehat ataupun yang sedang sakit untuk mengingat mati dengan hati dan lisannya, serta memperbanyak mengingatnya hingga seakan-akan kematian di depan matanya. Karena dengannya akan menghalangi dan menghentikan seseorang dari berbuat maksiat serta dapat mendorong untuk beramal ketaatan. . – Mengingat mati di kala dalam kesempitan akan melapangkan hati seorang hamba. Sebaliknya, ketika dalam kesenangan hidup, ia tidak akan lupa diri dan mabuk kepayang. Dengan begitu ia selalu dalam keadaan bersiap untuk “pergi.” (Bahjatun Nazhirin, 1/634)
Ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas adalah ucapan yang singkat dan ringkas, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (kematian).”
didalamnya terkumpul peringatan dan sangat mengena sebagai nasihat, karena orang yang benar-benar mengingat mati akan merasa tiada berartinya kelezatan dunia yang sedang dihadapinya, sehingga menghalanginya untuk berangan-angan meraih dunia di masa mendatang.
Sebaliknya, ia akan bersikap zuhud terhadap dunia. Namun bagi jiwa-jiwa yang keruh dan hati-hati yang lalai, perlu mendapatkan nasihat panjang lebar dan kata-kata yang panjang.
disertai firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ “Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati,” sudah mencukupi bagi orang yang mendengar dan melihat. Alangkah bagusnya ucapan orang yang berkata:
اذْكُرِ الْمَوْتَ تَجِدُ رَاحَةً، فِي إِذْكَارِ الْمَوْتِ تَقْصِيْرُ اْلأَمَلِ “Ingatlah mati niscaya kau kan peroleh kelegaan, dengan mengingat mati akan pendeklah angan-angan.” أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1384)
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Ad-Daqqaq berkata,
‘Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: .
1) Bersegera untuk bertaubat,
2) Hati merasa cukup,
3) Giat/semangat dalam beribadah. .
Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: .
1) Menunda taubat,
2) Tidak ridha dengan perasaan cukup dan
3) Malas dalam beribadah. .
Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?” (At-Tadzkirah, hal. 9)
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata, “Tidaklah hati seorang hamba sering mengingat mati melainkan dunia terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang ada di atas dunia ini hina baginya.”
¤¤(*)¤¤
✏ Ustadz DR. Syafiq Riza Bassalamah, MA -hafidzahullah-
"Akhirnya Juga Sama"
Kajian Hari Sabtu 18 Sya’ban 1436 H/ 6 Juni 2015
Tempat : Masjid Nurul Iman, Mall Blok M Square, Lantai 7 Jakarta Selatan
Waktu : Ba’da Maghrib – Selesai
Mengingat mati akan melembutkan hati dan menghancurkan ketamakan terhadap dunia. Karenanya, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan hasungan untuk banyak mengingatnya. Beliau bersabda dalam hadits yang disampaikan lewat shahabatnya yang mulia Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu:
أَكْثِرُوْا ذِكْرَ هَاذمِ اللَّذَّاتِ . “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (yakni kematian).” (HR. At-Tirmidzi no. 2307, An-Nasa`i no. 1824, Ibnu Majah no. 4258. Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata tentang hadits ini, “Hasan shahih.”)
Dalam hadits di atas ada beberapa faedah: – Disunnahkannya setiap muslim yang sehat ataupun yang sedang sakit untuk mengingat mati dengan hati dan lisannya, serta memperbanyak mengingatnya hingga seakan-akan kematian di depan matanya. Karena dengannya akan menghalangi dan menghentikan seseorang dari berbuat maksiat serta dapat mendorong untuk beramal ketaatan. . – Mengingat mati di kala dalam kesempitan akan melapangkan hati seorang hamba. Sebaliknya, ketika dalam kesenangan hidup, ia tidak akan lupa diri dan mabuk kepayang. Dengan begitu ia selalu dalam keadaan bersiap untuk “pergi.” (Bahjatun Nazhirin, 1/634)
Ucapan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas adalah ucapan yang singkat dan ringkas, “Perbanyaklah kalian mengingat pemutus kelezatan (kematian).”
didalamnya terkumpul peringatan dan sangat mengena sebagai nasihat, karena orang yang benar-benar mengingat mati akan merasa tiada berartinya kelezatan dunia yang sedang dihadapinya, sehingga menghalanginya untuk berangan-angan meraih dunia di masa mendatang.
Sebaliknya, ia akan bersikap zuhud terhadap dunia. Namun bagi jiwa-jiwa yang keruh dan hati-hati yang lalai, perlu mendapatkan nasihat panjang lebar dan kata-kata yang panjang.
disertai firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ “Setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati,” sudah mencukupi bagi orang yang mendengar dan melihat. Alangkah bagusnya ucapan orang yang berkata:
اذْكُرِ الْمَوْتَ تَجِدُ رَاحَةً، فِي إِذْكَارِ الْمَوْتِ تَقْصِيْرُ اْلأَمَلِ “Ingatlah mati niscaya kau kan peroleh kelegaan, dengan mengingat mati akan pendeklah angan-angan.” أَكْثَرُهُمْ لِلْمَوْتِ ذِكْرًا وَأَحْسَنُهُمْ لِمَا بَعْدَهُ اسْتِعْدَادًا، أُولَئِكَ أَكْيَاسٌ “Orang yang paling banyak mengingat mati dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati. Mereka itulah orang-orang yang cerdas.” (HR. Ibnu Majah no. 4259, dihasankan Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu dalam Ash-Shahihah no. 1384)
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata, “Ad-Daqqaq berkata,
‘Siapa yang banyak mengingat mati, ia akan dimuliakan dengan tiga perkara: .
1) Bersegera untuk bertaubat,
2) Hati merasa cukup,
3) Giat/semangat dalam beribadah. .
Sebaliknya, siapa yang melupakan mati ia akan dihukum dengan tiga perkara: .
1) Menunda taubat,
2) Tidak ridha dengan perasaan cukup dan
3) Malas dalam beribadah. .
Maka berpikirlah, wahai orang yang tertipu, yang merasa tidak akan dijemput kematian, tidak akan merasa sekaratnya, kepayahan, dan kepahitannya. Cukuplah kematian sebagai pengetuk hati, membuat mata menangis, memupus kelezatan dan menuntaskan angan-angan. Apakah engkau, wahai anak Adam, mau memikirkan dan membayangkan datangnya hari kematianmu dan perpindahanmu dari tempat hidupmu yang sekarang?” (At-Tadzkirah, hal. 9)
Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu berkata, “Tidaklah hati seorang hamba sering mengingat mati melainkan dunia terasa kecil dan tiada berarti baginya. Dan semua yang ada di atas dunia ini hina baginya.”
¤¤(*)¤¤
SEMUA PUNYA DALIL
✅ SEMUA PUNYA DALIL
(Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)
Tidak ada satu sekte sesat ...
di muka bumi ini ...
yang menisbatkan dirinya kpd islam ...
kecuali mereka memiliki dalil ...
Tidak ada satu bid’ah ...
dari bid’ah yang dilakukan ...
melainkan pelakunya mempunyai dalil ...
dari dhahir ~ dhahir ayat Al Qur’an atau sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ...
Tatkala syi’ah ...
mengajak kpd imamnya yg dua belas ...
mengkafirkan para shahabat Nabi & istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ... menghalalkan mut’ah ...
merekapun mempersembahkan dalil ~ dalil kpd ummat ...
Tatkala ahmadiyah ...
menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi setelah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ...
maka merekapun mendatangkan dalil ~ dalilnya ....
Tatkala liberal ...
menyatakan Al Qur’an perlu direvisi ...
Al Qur’an yang ada sudah tidak sesuai dengan masa kini ...
homoseks diperbolehkan ... pornoaksi & pornografi halal ...
maka merekapun tidak omong kosong ...
mereka mendatangkan dalil ~ dalilnya dari Al Qur’an & sunnah ...
yang menguatkan pemahaman mereka ...
Tatkala sekelompok shufi ...
dengan berbagai macam cara ibadah mereka ...
bahkan sampai ada yang menyatakan Allah dapat menyatu dengan mahluknya ...
mereka juga menuliskan dalil ~ dalilnya ...
dlm lembaran ~ lembaran buku yang banyak ...
Terus apakah dengan mendatangkan dalil ~ dalil tersebut ... mereka dapat melegalkan ajaran mereka ...?
karena mereka bersandar kepada dalil ~ dalil dari Al Qur’an & sunnah ??? ...
Kalau seperti itu ...
akan dibawa kemana umat ini ...?
kalau ternyata semuanya memiliki dalil ...
Bahkan orientalis ...
yang mengatakan islam adalah agama bangsa arab ...
hadits itu bikinan para ulama’ dll ...
merekapun juga mendatangkan dalil dari Al Qur’an & sunnah ...
Imam Syatibi berkata :
”Oleh karena itu ...
tidaklah kamu mendapati salah satu sekte ...
dari sekte ~ sekte sesat ...
atau tidak satu orangpun ...
yang menyelisihi pendapatmu ...
dalam hukum ~ hukum ...
baik itu furu’iah ...
atau yang prinsipil ...
yang tidak mampu untuk berdalil atas kebenaran mazhabnya ...
dengan dhohir ~ dhohir dalil…
Bahkan kami mendapati orang ~ orang fasik yang berdalil ...
dalam perkara ~ perkara kefasikan ...
dengan dalil ~ dalil yang ia sandarkan ...
kepada syariat yang suci ...
Bahkan orang ~ orang nashrani ...
menguatkan ajaran mereka ...
dengan Al Qur’an ...
Oleh karena itu ...
selazimnya bagi yang mengkaji suatu dalil syar’i ...
untuk memperhatikan pemahaman orang2 :
1) Para sahabat
2) Pengamalan mereka dengan dalil itu ...
karena itu lebih layak ...
untuk menepati kebenaran ...
& lebih lurus dalam berilmu ...
& beramal”.
( Al Muwafaqat 3 / 288 ~ 289 ).
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah memberikan solusi ...
tapi kadang berat hati ini ...
utk mengikutinya ...
karena sebagian hidup di lingkungan yang sudah turun ~ temurun meyakini hal itu ..
atau karena termakan tulisan2 ...
yang tidak dapat dipertanggung jawabkan ...
disamping ilmu agama yang minim ...
Apa solusi itu …???
فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Maka sungguh, siapa yang hidup di antara kalian akan menyaksikan perselisihan yang banyak, maka wajib hendaklah kalian mengikuti sunnahku & sunnah Al-Khulafa yg mendapat bimbingan petunjuk (para sahabat nabi) pegang eratlah sunnah itu & gigitlah dengan geraham-geraham kalian.” (HR. Abu Dawud no. 4607 & At ~ Tirmidzi no. 2676)
Maka demi kejayaan islam ...
Demi persaudaraan islam ...
Saatnya kita kembali kepada sunnah ...
Dlm urusan agama ...
cukuplah kita mengamalkan ... apa yang mereka amalkan ...
Yang tidak ...
ya tidak perlu dibahas ...
tidak perlu dibikin ruwet ...
Kita terus meniti jalan mereka ...
sampai kita berjumpa dengan Allah ...
Insya Allah ...
kita akan dihimpun ...
bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam & para sahabatnya ...
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
***
(Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah, M.A.)
Tidak ada satu sekte sesat ...
di muka bumi ini ...
yang menisbatkan dirinya kpd islam ...
kecuali mereka memiliki dalil ...
Tidak ada satu bid’ah ...
dari bid’ah yang dilakukan ...
melainkan pelakunya mempunyai dalil ...
dari dhahir ~ dhahir ayat Al Qur’an atau sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ...
Tatkala syi’ah ...
mengajak kpd imamnya yg dua belas ...
mengkafirkan para shahabat Nabi & istri-istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ... menghalalkan mut’ah ...
merekapun mempersembahkan dalil ~ dalil kpd ummat ...
Tatkala ahmadiyah ...
menyatakan bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah Nabi setelah Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ...
maka merekapun mendatangkan dalil ~ dalilnya ....
Tatkala liberal ...
menyatakan Al Qur’an perlu direvisi ...
Al Qur’an yang ada sudah tidak sesuai dengan masa kini ...
homoseks diperbolehkan ... pornoaksi & pornografi halal ...
maka merekapun tidak omong kosong ...
mereka mendatangkan dalil ~ dalilnya dari Al Qur’an & sunnah ...
yang menguatkan pemahaman mereka ...
Tatkala sekelompok shufi ...
dengan berbagai macam cara ibadah mereka ...
bahkan sampai ada yang menyatakan Allah dapat menyatu dengan mahluknya ...
mereka juga menuliskan dalil ~ dalilnya ...
dlm lembaran ~ lembaran buku yang banyak ...
Terus apakah dengan mendatangkan dalil ~ dalil tersebut ... mereka dapat melegalkan ajaran mereka ...?
karena mereka bersandar kepada dalil ~ dalil dari Al Qur’an & sunnah ??? ...
Kalau seperti itu ...
akan dibawa kemana umat ini ...?
kalau ternyata semuanya memiliki dalil ...
Bahkan orientalis ...
yang mengatakan islam adalah agama bangsa arab ...
hadits itu bikinan para ulama’ dll ...
merekapun juga mendatangkan dalil dari Al Qur’an & sunnah ...
Imam Syatibi berkata :
”Oleh karena itu ...
tidaklah kamu mendapati salah satu sekte ...
dari sekte ~ sekte sesat ...
atau tidak satu orangpun ...
yang menyelisihi pendapatmu ...
dalam hukum ~ hukum ...
baik itu furu’iah ...
atau yang prinsipil ...
yang tidak mampu untuk berdalil atas kebenaran mazhabnya ...
dengan dhohir ~ dhohir dalil…
Bahkan kami mendapati orang ~ orang fasik yang berdalil ...
dalam perkara ~ perkara kefasikan ...
dengan dalil ~ dalil yang ia sandarkan ...
kepada syariat yang suci ...
Bahkan orang ~ orang nashrani ...
menguatkan ajaran mereka ...
dengan Al Qur’an ...
Oleh karena itu ...
selazimnya bagi yang mengkaji suatu dalil syar’i ...
untuk memperhatikan pemahaman orang2 :
1) Para sahabat
2) Pengamalan mereka dengan dalil itu ...
karena itu lebih layak ...
untuk menepati kebenaran ...
& lebih lurus dalam berilmu ...
& beramal”.
( Al Muwafaqat 3 / 288 ~ 289 ).
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam telah memberikan solusi ...
tapi kadang berat hati ini ...
utk mengikutinya ...
karena sebagian hidup di lingkungan yang sudah turun ~ temurun meyakini hal itu ..
atau karena termakan tulisan2 ...
yang tidak dapat dipertanggung jawabkan ...
disamping ilmu agama yang minim ...
Apa solusi itu …???
فَإِنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيَرَى اخْتِلَافًا كَثِيرًا فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الْمَهْدِيِّيْنَ تَمَسَّكُوا بِهَا وَعَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ
“Maka sungguh, siapa yang hidup di antara kalian akan menyaksikan perselisihan yang banyak, maka wajib hendaklah kalian mengikuti sunnahku & sunnah Al-Khulafa yg mendapat bimbingan petunjuk (para sahabat nabi) pegang eratlah sunnah itu & gigitlah dengan geraham-geraham kalian.” (HR. Abu Dawud no. 4607 & At ~ Tirmidzi no. 2676)
Maka demi kejayaan islam ...
Demi persaudaraan islam ...
Saatnya kita kembali kepada sunnah ...
Dlm urusan agama ...
cukuplah kita mengamalkan ... apa yang mereka amalkan ...
Yang tidak ...
ya tidak perlu dibahas ...
tidak perlu dibikin ruwet ...
Kita terus meniti jalan mereka ...
sampai kita berjumpa dengan Allah ...
Insya Allah ...
kita akan dihimpun ...
bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam & para sahabatnya ...
آمِيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ
***
Minggu, 31 Mei 2015
Andai aku tidak menikah dengannya
Berikut ini ringkasan ceramah dari Ustadz Dr. Syafiq R. Basalamah حفظه الله تعالى, doktor lulusan Universitas Islam Madinah, saudi arabia, tentang "Andai aku tidak menikah dengannya"
Istri adalah amanat bagi suami. Suami menjadi qowwam (pemimpin) bagi wanita.
Pemimpin (qowwam) ini harus memenuhi:
1) Mengarahkan istrinya
2) Mengayomi istrinya
3) Melindungi istrinya
Pernikahan merupakan ibadah yg rentan digoda oleh syaitan. Maka, sangat penting bagi suami utk memahami tabiat wanita. Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yg paling bengkok, yg jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok, maka Rasulullah pun tdk menyuruh lelaki utk mengubahnya,
Pada saat suami mendapati hal yang tdk disukainya dari istri, maka harus bersabar, dan berpikir baik2 ttg firman Allah yg menyatakan, bahwa boleh jadi dalam keburukan istri kita itu terdapat kebaikan2 lainnya yg banyak. Jangan sampai keburukan akhlak dari suami menyampaikan sang istri pd satu situasi dmn ia sangat menyesal dan berkata: “Andai aku tak menikah dengannya”. Padahal suatu pengandaian itu hanya akan membuka pintu syaithan.
Tabiat2 Wanita diantaranya adalah:
1) Pencemburu
2) Perasa
3) Suka Perhiasan
4) Istri membutuhkan pujian/sanjungan dari suami
5) Sempatkan waktu untuk bermain-main dengan istri.
Merupakan nasihat bagi suami, apabila ada masalah dengan istri, maka:
1) Maafkan dia (tidak memberikan sanksi atas kesalahan)
2) Tidak menjelek2an dgn perkataan
3) Lupakan dan buka lembaran baru
4) Wanita menikah untuk mendapatkan kebahagiaan, sakinah, ketenangan, bukan hanya kebutuhan biologis dan uang.
Wasiat untuk suami dan istri:
“Jadilah manusia terbaik! Dimana manusia yang terbaik adl yg terbaik kpd istri dan keluarganya”
Wasiat untuk istri:
“Jadilah wanita yg terbaik! Yg bila dipandang menyenangkan dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suami. Suami adl Surga dan Neraka kita”
Syarat kriteria seorang suami yang baik untuk dipilih menurut Rasulullah adl berdasarkan Agamanya dan Akhlaqnya. Tidak hanya salah satunya, namun harus keduanya.
Wallahu’a'lam.
Semoga yang sederhana ini bermanfaat untukku dan untukmu.
¤¤(*)¤¤
Istri adalah amanat bagi suami. Suami menjadi qowwam (pemimpin) bagi wanita.
Pemimpin (qowwam) ini harus memenuhi:
1) Mengarahkan istrinya
2) Mengayomi istrinya
3) Melindungi istrinya
Pernikahan merupakan ibadah yg rentan digoda oleh syaitan. Maka, sangat penting bagi suami utk memahami tabiat wanita. Karena wanita diciptakan dari tulang rusuk yg paling bengkok, yg jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok, maka Rasulullah pun tdk menyuruh lelaki utk mengubahnya,
Pada saat suami mendapati hal yang tdk disukainya dari istri, maka harus bersabar, dan berpikir baik2 ttg firman Allah yg menyatakan, bahwa boleh jadi dalam keburukan istri kita itu terdapat kebaikan2 lainnya yg banyak. Jangan sampai keburukan akhlak dari suami menyampaikan sang istri pd satu situasi dmn ia sangat menyesal dan berkata: “Andai aku tak menikah dengannya”. Padahal suatu pengandaian itu hanya akan membuka pintu syaithan.
Tabiat2 Wanita diantaranya adalah:
1) Pencemburu
2) Perasa
3) Suka Perhiasan
4) Istri membutuhkan pujian/sanjungan dari suami
5) Sempatkan waktu untuk bermain-main dengan istri.
Merupakan nasihat bagi suami, apabila ada masalah dengan istri, maka:
1) Maafkan dia (tidak memberikan sanksi atas kesalahan)
2) Tidak menjelek2an dgn perkataan
3) Lupakan dan buka lembaran baru
4) Wanita menikah untuk mendapatkan kebahagiaan, sakinah, ketenangan, bukan hanya kebutuhan biologis dan uang.
Wasiat untuk suami dan istri:
“Jadilah manusia terbaik! Dimana manusia yang terbaik adl yg terbaik kpd istri dan keluarganya”
Wasiat untuk istri:
“Jadilah wanita yg terbaik! Yg bila dipandang menyenangkan dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suami. Suami adl Surga dan Neraka kita”
Syarat kriteria seorang suami yang baik untuk dipilih menurut Rasulullah adl berdasarkan Agamanya dan Akhlaqnya. Tidak hanya salah satunya, namun harus keduanya.
Wallahu’a'lam.
Semoga yang sederhana ini bermanfaat untukku dan untukmu.
¤¤(*)¤¤
BANGKAI HIDUP
BANGKAI HIDUP 🙈
-ustadz syafiq riza basalamah, MA-
.
.
(Ringkasan kajian sabtu, 23 Mei 2015. Kalau ada yang mau ditambahkan boleh ditambahkan 😊😊)
.
Manusia itu bermacam-macam dan kualitas manusia juga berbeda-beda. .
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya manusia seperti unta sebanyak seratus, hampir-hampir tidaklah engkau dapatkan diantara unta-unta tersebut, seekor pun yang layak untuk ditunggangi” (Muttafaqun ‘alaih)
.
walaupun jumlah unta tersebut banyak, namun jika Anda ingin memilih darinya satu unta saja, yang kuat membawa barang bawaan banyak dan kuat ditunggangi untuk menempuh perjalanan yang jauh, pulang-pergi, hampir-hampir Anda tidak mendapatkannya.
.
Tidak semua yang bernyawa itu hidup, juga sebaliknya. lihat pohon-pohon, mereka tidak bernyawa tetapi bertasbih kepada Allah. Bebatuan juga bisa bertasbih. Yang dilangit dan dibumi smua bertasbih tapi gak sedikit manusia yang menjadi bangkai hidup.
.
Ada sebagian yang bisa naik motor, makan dan minum tapi sebenarnya mereka adalah bangkai hidup. Ada yang telah dikubur tapi ternyata dia masih hidup bersama kita yaitu amalan-amalannya mereka.
.
yang akan dibahas adalah:
1. manusia bangkai hidup
2. manusia yang sudah mati dan masih hidup amalannya
keterangan pertama, manusia bangkai hidup, mereka adalah:
.
1. orang-orang kafir.
yang masih percaya kepada patung-patung dll
.
2. orang yang tidak berdzikir, mereka muslim tapi tidak berdzikir. .
Dari Abu Musa , ia berkata: Telah bersabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ”Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dan yang tidak berdzikir, (ialah) seperti orang yang hidup dan mati.” (HR Bukhari)
.
Mereka seperti bangkai yang hidup. padahal mereka gak hidup. Karena hidup yang sebenarnya adalah hidupnya hati karena Allah.
.
Sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46)
.
seseorang yang buta bisa menghafal quran, kita yang bisa melihat ada yang tidak menghafal quran. .
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah:
Seberapa jauh dia melakukan dzikir kepada Allah, maka sejauh itu pula kedekatannya dengan Allah, dan seberapa jauh dia lalai melakukan dzikir, maka sejauh itu jarak yang memisahkannya dengan Allah.
3. orang yang meninggalkan amar maruf nahi mungkar. .
Seharusnya dimana kita diletakkan atau berada, kita bisa mewarnai, bukan diwarnai. .
Hudzaifah bin Al-Yaman berkata;
siapakah bangkai hidup itu? mereka yang tidak tahu yg maruf, hatinya gak hidup. .
Ada suami-suami yang bangkai hidup, istrinya dibiarkan kluar tanpa jilbab, cupika cupiki dengan lelaki dibiarkan dll
.
ada ortu yang membiarkan kemungkaran dikeluarganya. anak prempuannya dibawa anak laki-laki dibiarkan, berganti ganti2 terus yang menjemputnya. org tua seperti ini adalah bangkai hidup.
.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.”(HR. Muslim no. 49)
.
“tiga orang yang telah Allah Tabaraka wa Ta’ala haramkan atas mereka surga: “Pecandu khamr, seorang yang durhak (kepada orangtuanya), lelaki dayyuts yang membiarkan keburukan (terjadi) ditengah keluarganya.” HR. Ahmad .
hakekatnya yang membiarkan kemungkaran terjadi adalah bangkai hidup.
.
4. orang yang tidak mau menuntut ilmu. tentunya ilmu agama, bukan dunia. karena jika ilmu dunya, orang banyak yang berlomba mengejarnya.
.
iman syafi'i berkata....
Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.
Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar,
Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya,
Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.
.
orang jika sudah berusia 40th hrs sudah tobattt, sudah banyak blajar... sudah hrs siap2....
5. orang yang durhaka kpd ortu. .
semua ortu mengharapkan anak2 nya hidup pintar dan sukses. tetapi banyak yang malah pada akhirnya anak2 nya mjd bangkai hidup. .
anak jika sudah 40th biasanya ia sudah mapan, sudah nikah, sudah punya anak tapi mereka lupa dengan ortu mereka. Padahal ridha Allah adalah ridha ortu.
apabila salah satu dari ortumu sudah tua dan sepuh, ktika itu lah ortu lebih perlu kepadamu daripada ktika mereka belum sepuh/tua. .
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berjihad, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya.
أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ: نَعَمْ. “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih.”
.
Beliau pun bersabda
فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ. “Maka pada keduanya, hendaklah engkau berjihad (berbakti).’” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
.
.
BAGAIMANA agar kita tidak menjadi BANGKAI HIDUP :
.
1. berdoa, minta kpd Allah.
Allah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan menghidupkan yang mati dari yang hidup. .
agar kita mau teruuus menuntut ilmu agar gak jadi bangkai hidup. Kalau kita berdoa, pasti Allah akan menjawab. Allah tidak akan ingkar janji
2. Melaksanakan perintah Allah dan RasulNya.
.
perintah2 Allah itu sebenarnya untuk menghidupkan kita.
ktika ada perintah, kita amalkan, kerjakan semampunya. .
firman Allah,
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286)
.
3. Jangan tertipu dengan angan2 panjang.
Karna orang yang menjadi bangkai hidup adalah orang yang tidak percaya dengan hari akhir. Mereka tidak sadar akan dibangkitkan nanti. .
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka ALLAH akan memberikan kekayaan pada hatinya dan ALLAH akan memudahkan segala urusannya di dunia serta dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.
Dan barangsiapa yang menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya, maka ALLAH akan jadikannya kemiskinan/kefakiran terpampang dimatanya, dan ALLAH akan jadikan segala urusannya berantakan, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa-apa yang sudah dituliskan baginya". .
4. Agar hati hidup, harus belajar, menuntut ilmu. .
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah selalu membawa Pena Dan tinta (untuk mencatat hadits n faedah ilmiyah, pent) meskipun Beliau telah lanjut usia. Maka Ada seseorang yg bertanya kepadanya: “sampai kapankah engkau berbuat demikian?” Beliau jawab: “Hingga aku masuk ke liang kubur.”. .
Nabi Sallalahu Alaihi wa salam tidak pernah meminta tambahan kepada Allah kecuali tambahan ilmu..
BAGAIMANA tatkala kita sudah jadi BANGKAI tapi kita masih hidup
.
.
1. beramal shaleh. .
2. melakukan kebaikan.
.
Yang mengikuti mayit ke kuburnya ada tiga, lalu dua kembali dan yang tinggal bersamanya hanya satu; yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya, lalu kembali keluarga dan hartanya, dan yang tinggal hanya amalnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]
.
3. bersedekah.
Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang diambil manfaatnya, [3] anak sholih yang mendo’akan orang tuanya.”
.
4.ilmu yg dimanfaatkan terus.
usahakan kita mempunyai ilmu yang bisa kita ajarkan.
.
5. mendidik anak yg shaleh.
Jangan jadikan anak seperti bangkai hidup dikeluarga dengan membiarkan anak dibawa dengan yang bukan mahram.
¤¤(*)¤¤
-ustadz syafiq riza basalamah, MA-
.
.
(Ringkasan kajian sabtu, 23 Mei 2015. Kalau ada yang mau ditambahkan boleh ditambahkan 😊😊)
.
Manusia itu bermacam-macam dan kualitas manusia juga berbeda-beda. .
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya manusia seperti unta sebanyak seratus, hampir-hampir tidaklah engkau dapatkan diantara unta-unta tersebut, seekor pun yang layak untuk ditunggangi” (Muttafaqun ‘alaih)
.
walaupun jumlah unta tersebut banyak, namun jika Anda ingin memilih darinya satu unta saja, yang kuat membawa barang bawaan banyak dan kuat ditunggangi untuk menempuh perjalanan yang jauh, pulang-pergi, hampir-hampir Anda tidak mendapatkannya.
.
Tidak semua yang bernyawa itu hidup, juga sebaliknya. lihat pohon-pohon, mereka tidak bernyawa tetapi bertasbih kepada Allah. Bebatuan juga bisa bertasbih. Yang dilangit dan dibumi smua bertasbih tapi gak sedikit manusia yang menjadi bangkai hidup.
.
Ada sebagian yang bisa naik motor, makan dan minum tapi sebenarnya mereka adalah bangkai hidup. Ada yang telah dikubur tapi ternyata dia masih hidup bersama kita yaitu amalan-amalannya mereka.
.
yang akan dibahas adalah:
1. manusia bangkai hidup
2. manusia yang sudah mati dan masih hidup amalannya
keterangan pertama, manusia bangkai hidup, mereka adalah:
.
1. orang-orang kafir.
yang masih percaya kepada patung-patung dll
.
2. orang yang tidak berdzikir, mereka muslim tapi tidak berdzikir. .
Dari Abu Musa , ia berkata: Telah bersabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ”Permisalan orang yang berdzikir kepada Allah dan yang tidak berdzikir, (ialah) seperti orang yang hidup dan mati.” (HR Bukhari)
.
Mereka seperti bangkai yang hidup. padahal mereka gak hidup. Karena hidup yang sebenarnya adalah hidupnya hati karena Allah.
.
Sesungguhnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (Al-Hajj: 46)
.
seseorang yang buta bisa menghafal quran, kita yang bisa melihat ada yang tidak menghafal quran. .
Ibnul Qayyim al-Jauziyyah:
Seberapa jauh dia melakukan dzikir kepada Allah, maka sejauh itu pula kedekatannya dengan Allah, dan seberapa jauh dia lalai melakukan dzikir, maka sejauh itu jarak yang memisahkannya dengan Allah.
3. orang yang meninggalkan amar maruf nahi mungkar. .
Seharusnya dimana kita diletakkan atau berada, kita bisa mewarnai, bukan diwarnai. .
Hudzaifah bin Al-Yaman berkata;
siapakah bangkai hidup itu? mereka yang tidak tahu yg maruf, hatinya gak hidup. .
Ada suami-suami yang bangkai hidup, istrinya dibiarkan kluar tanpa jilbab, cupika cupiki dengan lelaki dibiarkan dll
.
ada ortu yang membiarkan kemungkaran dikeluarganya. anak prempuannya dibawa anak laki-laki dibiarkan, berganti ganti2 terus yang menjemputnya. org tua seperti ini adalah bangkai hidup.
.
Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda, “Barang siapa di antara kamu yang melihat kemungkaran, maka hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan tangannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah (mengingkari) dengan lisannya, jika tidak mampu hendaklah ia merubah dengan hatinya, dan itulah keimanan yang paling lemah.”(HR. Muslim no. 49)
.
“tiga orang yang telah Allah Tabaraka wa Ta’ala haramkan atas mereka surga: “Pecandu khamr, seorang yang durhak (kepada orangtuanya), lelaki dayyuts yang membiarkan keburukan (terjadi) ditengah keluarganya.” HR. Ahmad .
hakekatnya yang membiarkan kemungkaran terjadi adalah bangkai hidup.
.
4. orang yang tidak mau menuntut ilmu. tentunya ilmu agama, bukan dunia. karena jika ilmu dunya, orang banyak yang berlomba mengejarnya.
.
iman syafi'i berkata....
Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru.
Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya.
Barangsiapa belum merasakan pahitnya belajar walau sebentar,
Ia akan merasakan hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.
Dan barangsiapa ketinggalan belajar di masa mudanya,
Maka bertakbirlah untuknya empat kali karena kematiannya.
.
orang jika sudah berusia 40th hrs sudah tobattt, sudah banyak blajar... sudah hrs siap2....
5. orang yang durhaka kpd ortu. .
semua ortu mengharapkan anak2 nya hidup pintar dan sukses. tetapi banyak yang malah pada akhirnya anak2 nya mjd bangkai hidup. .
anak jika sudah 40th biasanya ia sudah mapan, sudah nikah, sudah punya anak tapi mereka lupa dengan ortu mereka. Padahal ridha Allah adalah ridha ortu.
apabila salah satu dari ortumu sudah tua dan sepuh, ktika itu lah ortu lebih perlu kepadamu daripada ktika mereka belum sepuh/tua. .
Dari ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘anhuma, dia berkata, “Ada seorang laki-laki yang meminta izin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk berjihad, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya.
أَحَيٌّ وَالِدَاكَ؟ قَالَ: نَعَمْ. “Apakah kedua orang tuamu masih hidup?’ Dia menjawab, ‘Ya, masih.”
.
Beliau pun bersabda
فَفِيهِمَا فَجَاهِدْ. “Maka pada keduanya, hendaklah engkau berjihad (berbakti).’” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
.
.
BAGAIMANA agar kita tidak menjadi BANGKAI HIDUP :
.
1. berdoa, minta kpd Allah.
Allah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan menghidupkan yang mati dari yang hidup. .
agar kita mau teruuus menuntut ilmu agar gak jadi bangkai hidup. Kalau kita berdoa, pasti Allah akan menjawab. Allah tidak akan ingkar janji
2. Melaksanakan perintah Allah dan RasulNya.
.
perintah2 Allah itu sebenarnya untuk menghidupkan kita.
ktika ada perintah, kita amalkan, kerjakan semampunya. .
firman Allah,
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah: 286)
.
3. Jangan tertipu dengan angan2 panjang.
Karna orang yang menjadi bangkai hidup adalah orang yang tidak percaya dengan hari akhir. Mereka tidak sadar akan dibangkitkan nanti. .
Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda: "Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka ALLAH akan memberikan kekayaan pada hatinya dan ALLAH akan memudahkan segala urusannya di dunia serta dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.
Dan barangsiapa yang menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya, maka ALLAH akan jadikannya kemiskinan/kefakiran terpampang dimatanya, dan ALLAH akan jadikan segala urusannya berantakan, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa-apa yang sudah dituliskan baginya". .
4. Agar hati hidup, harus belajar, menuntut ilmu. .
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah selalu membawa Pena Dan tinta (untuk mencatat hadits n faedah ilmiyah, pent) meskipun Beliau telah lanjut usia. Maka Ada seseorang yg bertanya kepadanya: “sampai kapankah engkau berbuat demikian?” Beliau jawab: “Hingga aku masuk ke liang kubur.”. .
Nabi Sallalahu Alaihi wa salam tidak pernah meminta tambahan kepada Allah kecuali tambahan ilmu..
BAGAIMANA tatkala kita sudah jadi BANGKAI tapi kita masih hidup
.
.
1. beramal shaleh. .
2. melakukan kebaikan.
.
Yang mengikuti mayit ke kuburnya ada tiga, lalu dua kembali dan yang tinggal bersamanya hanya satu; yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya, lalu kembali keluarga dan hartanya, dan yang tinggal hanya amalnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]
.
3. bersedekah.
Jika manusia itu mati, maka akan putus amalannya kecuali dari tiga perkara: [1] sedekah jariyah, [2] ilmu yang diambil manfaatnya, [3] anak sholih yang mendo’akan orang tuanya.”
.
4.ilmu yg dimanfaatkan terus.
usahakan kita mempunyai ilmu yang bisa kita ajarkan.
.
5. mendidik anak yg shaleh.
Jangan jadikan anak seperti bangkai hidup dikeluarga dengan membiarkan anak dibawa dengan yang bukan mahram.
¤¤(*)¤¤
Senin, 23 Juni 2014
LENTERAKU MULAI REDUP
Tema "LENTERAKU MULAI REDUP"
Pemateri: أُسْتَاذُ Dr.Syafiq Riza Basalamah MA hafizhahullah
Sabtu, 23 Sya'ban 1435H / 21 Juni 2014 @Masjid Ar-Rahmat, Jl. Anggrek Cendrawasih, Slipi, Jakarta Barat:
Bismillah.
Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimushshalihat.
Syaikh al albani rahimahullah:
Perjalanan kita jauuh, tidak penting sampai dimana jarak yang ditempuh, Yang utama kita masih di jalur-Nya.
Jalan ke surga itu terjal dan menanjak. Maka perlu kesungguhan,istiqamah dan waspada disetiap langkah dengan memohon pertolongan kepada Allah azza wa jalla.
Kita perlu cahaya dari Allah ta'ala untuk menentukan jalan yang benar dan lurus. dengan menuntut ilmu syar'i terus menerus.
Bila ada masalah besar, angin besar yang menerjang, maka cahaya/lentera iman kita akan meredup hingga kadang mati.
Maka perlu ada kesiapan korek api tuk menyalakan lagi cahaya yang padam tersebut.
Ibarat lain lentera adalah baterei hape yang perlu di charge ulang setiap mendekati low bat. jangan sampai batre hape tersebut sekarat,tidak bisa di charge lagi. Allahul musta'an.
Musuh-musuh Allah selalu berusaha menghalangi kita menuju surga dengan langkah mulus. Namun mereka selalu mematikan lentera yang menunjuki jalan ke surga dengan berbagai cara dan menyeret kita secara perlahan agar mengikuti agama mereka.
Islam adalah cahaya Allah azza wa jalla.
Iman diibaratkan pakaian yang bisa usang bila dipakai terus menerus .Maka perlu diperbaharui.
Juga iman diibaratkan rembulan. Disaat purnamapun akan gelap bila tertutup mendung tebal.
Demikianlah iman bertambah dengan amal shalih dan berkurang dengan perbuatan dosa.
Hidup didunia tak lepas dari ujian. Bergilir, setelah bahagia,datang masa berduka, airmata berubah jadi tawa, susah senang bergantian tiap episode yang terjalani.
Tanda-tanda Lentera mulai redup:
1. Terjerumus kepada kemaksiatan / berbuat dosa.
2. Merasakan kerasnya hati
3. Ibadahnya tidak sempurna / tidak khusyu'
4. Malas yang menjadi-jadi
5. Hati menjadi sempit / cepat marah
6. Tidak terpengaruh dengan ancaman-ancaman Allah ta'ala
7. Lalai dari dzikrullah.
8. Ketika ditimpa musibah, mereka bingung,panik,tidak bersabar,
9. Bakhil, kikir untuk berbagi.
10.Hubud dunya/cinta dunia.
11.Tidak perduli urusan umat islam
Faktor penyebab iman lemah:
1. Jauh dari lingkungan pendukung keimanan
2. Putus dari menuntut ilmu syar'i
3. Berada ditengah-tengah pelaku kemaksiatan.
4. Panjang angan-angan
5. Banyak makan minum dan bergaul.
Cara menghidupkan lentera yang meredup:
1. Tadabbur al qur'an
2. Menghidupkan dalam hati mengagungkan Allah ta'ala
3. Sering hadir ke majelis ilmu
4. Ziarah kubur
5. Bervariasi dalam beribadah/menambah amalan-amalan sunnah
6. Takut su'ul hatimah
7. Berdzikir yang banyak
8. Loyalitas pada umat islam dan berlepas diri dari orang kuffar
9. Tawaddu' , jangan sombong
10. Muhasabah / menghisab diri
11. Berkunjung ke orang-orang shalih..minimal dapat nasehat dan ilmu Beliau.
12. Berkunjung ke rumah sakit. akan menambah rasa syukur kpd Allah azza wa jalla
13.Refreshing.
14.Berdoa kepada Allah azza wa jalla
Agama itu mudah, jiwa itu butuh refreshing, hiburlah dengan hal yang mubah asal tidak berlebihan.
Mu’adz bin Jabal berkata :
"Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu,
sesungguhnya mempelajari ilmu (dengan ikhlash) karena Allah merupakan kasyyah ,
mengkajinya merupakan ibadah,
mengingatnya merupakan tasbih,
dan membahasnya merupakan jihad“
[Ibnul-Qayyim - Miftah Daaris-Sa’adah 1/131-132; Maktabah Al-Misykah]
Wallahu ta'ala a'lam.
Semoga bermanfaat.
٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇
Pemateri: أُسْتَاذُ Dr.Syafiq Riza Basalamah MA hafizhahullah
Sabtu, 23 Sya'ban 1435H / 21 Juni 2014 @Masjid Ar-Rahmat, Jl. Anggrek Cendrawasih, Slipi, Jakarta Barat:
Bismillah.
Alhamdulillahilladzi bini'matihi tatimushshalihat.
Syaikh al albani rahimahullah:
Perjalanan kita jauuh, tidak penting sampai dimana jarak yang ditempuh, Yang utama kita masih di jalur-Nya.
Jalan ke surga itu terjal dan menanjak. Maka perlu kesungguhan,istiqamah dan waspada disetiap langkah dengan memohon pertolongan kepada Allah azza wa jalla.
Kita perlu cahaya dari Allah ta'ala untuk menentukan jalan yang benar dan lurus. dengan menuntut ilmu syar'i terus menerus.
Bila ada masalah besar, angin besar yang menerjang, maka cahaya/lentera iman kita akan meredup hingga kadang mati.
Maka perlu ada kesiapan korek api tuk menyalakan lagi cahaya yang padam tersebut.
Ibarat lain lentera adalah baterei hape yang perlu di charge ulang setiap mendekati low bat. jangan sampai batre hape tersebut sekarat,tidak bisa di charge lagi. Allahul musta'an.
Musuh-musuh Allah selalu berusaha menghalangi kita menuju surga dengan langkah mulus. Namun mereka selalu mematikan lentera yang menunjuki jalan ke surga dengan berbagai cara dan menyeret kita secara perlahan agar mengikuti agama mereka.
Islam adalah cahaya Allah azza wa jalla.
Iman diibaratkan pakaian yang bisa usang bila dipakai terus menerus .Maka perlu diperbaharui.
Juga iman diibaratkan rembulan. Disaat purnamapun akan gelap bila tertutup mendung tebal.
Demikianlah iman bertambah dengan amal shalih dan berkurang dengan perbuatan dosa.
Hidup didunia tak lepas dari ujian. Bergilir, setelah bahagia,datang masa berduka, airmata berubah jadi tawa, susah senang bergantian tiap episode yang terjalani.
Tanda-tanda Lentera mulai redup:
1. Terjerumus kepada kemaksiatan / berbuat dosa.
2. Merasakan kerasnya hati
3. Ibadahnya tidak sempurna / tidak khusyu'
4. Malas yang menjadi-jadi
5. Hati menjadi sempit / cepat marah
6. Tidak terpengaruh dengan ancaman-ancaman Allah ta'ala
7. Lalai dari dzikrullah.
8. Ketika ditimpa musibah, mereka bingung,panik,tidak bersabar,
9. Bakhil, kikir untuk berbagi.
10.Hubud dunya/cinta dunia.
11.Tidak perduli urusan umat islam
Faktor penyebab iman lemah:
1. Jauh dari lingkungan pendukung keimanan
2. Putus dari menuntut ilmu syar'i
3. Berada ditengah-tengah pelaku kemaksiatan.
4. Panjang angan-angan
5. Banyak makan minum dan bergaul.
Cara menghidupkan lentera yang meredup:
1. Tadabbur al qur'an
2. Menghidupkan dalam hati mengagungkan Allah ta'ala
3. Sering hadir ke majelis ilmu
4. Ziarah kubur
5. Bervariasi dalam beribadah/menambah amalan-amalan sunnah
6. Takut su'ul hatimah
7. Berdzikir yang banyak
8. Loyalitas pada umat islam dan berlepas diri dari orang kuffar
9. Tawaddu' , jangan sombong
10. Muhasabah / menghisab diri
11. Berkunjung ke orang-orang shalih..minimal dapat nasehat dan ilmu Beliau.
12. Berkunjung ke rumah sakit. akan menambah rasa syukur kpd Allah azza wa jalla
13.Refreshing.
14.Berdoa kepada Allah azza wa jalla
Agama itu mudah, jiwa itu butuh refreshing, hiburlah dengan hal yang mubah asal tidak berlebihan.
Mu’adz bin Jabal berkata :
"Wajib atas kalian untuk menuntut ilmu,
sesungguhnya mempelajari ilmu (dengan ikhlash) karena Allah merupakan kasyyah ,
mengkajinya merupakan ibadah,
mengingatnya merupakan tasbih,
dan membahasnya merupakan jihad“
[Ibnul-Qayyim - Miftah Daaris-Sa’adah 1/131-132; Maktabah Al-Misykah]
Wallahu ta'ala a'lam.
Semoga bermanfaat.
٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭ ♌ ♧ ٭̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̣̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇̇
Jumat, 09 Mei 2014
CINTAI AKU WAHAI SUAMIKU
CINTAI AKU WAHAI SUAMIKU
Oleh : أُسْتَاذُ DR.Syafiq Reza Basalamah MA, حفظه الله تعال
Cinta seorang suami terhadap istrinya
adalah seperti kerja dalam proses
Membentuk, Membangun, Merawat keluarga menjadi Keluarga Sholeh.
Cinta adalah akad dan perjanjian...
Cinta adalah airnya kehidupan bahkan ia adalah rahasia kehidupan.....
Cinta adalah kelezatan kehidupan bahkan ia adalah ruh kehidupan....
Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan....
akan cerah kehidupan...
akan menari hati....
dan....
akan bersih qolbu...
Dengan cinta semua kesalahan akan di maafkan....
dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan...
dengan cinta akan di besarkan makna kebaikan...
Kalaulah bukan dengan cinta.....
maka tdk akan saling meliuk satu dahan dengan dahan lainnya...
Kalaulah bukan dengan cinta....
tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya...
tdk akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam...
dan........
bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi...
Sekiranya lautan memiliki pantai.....
sekiranya sungai mempunyai muara...
sekiranya jalan mempunyai tapal batasnya...
maka.......
lautan cinta tidak brpantai.....
sungai cinta tidak bermuara.....
serta jalan cinta tidak terbatas.......
(dinukil dari buku saku kar.ustadz Armen Rahimahullah Buhul Cinta upaya melestarikan cinta pasutri sampai ke surga)
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵·̵┈·̵⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Oleh : أُسْتَاذُ DR.Syafiq Reza Basalamah MA, حفظه الله تعال
Cinta seorang suami terhadap istrinya
adalah seperti kerja dalam proses
Membentuk, Membangun, Merawat keluarga menjadi Keluarga Sholeh.
Cinta adalah akad dan perjanjian...
Cinta adalah airnya kehidupan bahkan ia adalah rahasia kehidupan.....
Cinta adalah kelezatan kehidupan bahkan ia adalah ruh kehidupan....
Dengan cinta menjadi terang semua kegelapan....
akan cerah kehidupan...
akan menari hati....
dan....
akan bersih qolbu...
Dengan cinta semua kesalahan akan di maafkan....
dengan cinta semua kelalaian akan diampunkan...
dengan cinta akan di besarkan makna kebaikan...
Kalaulah bukan dengan cinta.....
maka tdk akan saling meliuk satu dahan dengan dahan lainnya...
Kalaulah bukan dengan cinta....
tidak akan merunduk rusa betina kepada pejantannya...
tdk akan menangis tanah yang kering terhadap awan yang hitam...
dan........
bumi tidak akan tertawa terhadap bunga pada musim semi...
Sekiranya lautan memiliki pantai.....
sekiranya sungai mempunyai muara...
sekiranya jalan mempunyai tapal batasnya...
maka.......
lautan cinta tidak brpantai.....
sungai cinta tidak bermuara.....
serta jalan cinta tidak terbatas.......
(dinukil dari buku saku kar.ustadz Armen Rahimahullah Buhul Cinta upaya melestarikan cinta pasutri sampai ke surga)
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵┈·̵·̵┈·̵⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Rabu, 07 Mei 2014
MENEBAR DUSTA MERAIH BAHAGIA
MENEBAR DUSTA MERAIH BAHAGIA
Oleh: Ustadz DR. Syafiq Basalamah حفظه الله
Akhi Ukhtii moga selalu dalam lindungan Allah
“Tinggalkanlah dusta, karena dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan kepada neraka”.
Kiranya seperti itulah makna salah satu pesan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun ternyata ada dusta yang boleh, bahkan itu adalah bumbu penyedap untuk kehidupan suami istri.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
لا يصلح الكذب إلا في ثلاث: يحدث الرجل امرأته ليرضيها والكذب في الحرب والكذب ليصلح بين الناس
”Tidak dibenarkan berdusta kecuali dalam tiga hal:”Seorang laki-laki yang berbicara kepada istrinya demi menyenangkan hatinya, dusta dalam peperangan dan dusta untuk memperbaiki hubungan manusia (yang sedang berseteru).”(HR. Tirmidzi no. 1939, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2834)
Tapi perlu digaris bawahi, bahwa kebolehan ini bukan secara mutlak, yang diperbolehkan adalah dusta yang tujuannya memperbaiki hubungan dan menyenangkan hati, seperti seorang suami yang mengatakan kepada istrinya:
KAU ADALAH PEREMPUAN TERINDAH UNTUKKU
RONA WAJAHMU SELALU MEMBAYANGI JALAN-JALANKU
AKU TAK KUASA BILA TAK MELIHAT WAJAHMU
AKU AKAN SELALU ADA UNTUKMU, SAYANG!!!
MASAKANMU TIADA YANG MENANDINGINYA
Begitu pula sang istri kepada suaminya.
Inilah dusta yang seharusnya dipelajari oleh para pasutri, karena di dalamnya mengandung banyak hikmah, dan inilah gombal yang kadang kala sebagian suami sulit untuk mengungkapkannya, oleh karena itu harus ada latihan
7 Rajab 1435H / 7 Mei 2014
-------๑๑•°°•๑๑-------
Oleh: Ustadz DR. Syafiq Basalamah حفظه الله
Akhi Ukhtii moga selalu dalam lindungan Allah
“Tinggalkanlah dusta, karena dusta akan mengantarkan kepada kejahatan dan kejahatan akan mengantarkan kepada neraka”.
Kiranya seperti itulah makna salah satu pesan Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, namun ternyata ada dusta yang boleh, bahkan itu adalah bumbu penyedap untuk kehidupan suami istri.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,
لا يصلح الكذب إلا في ثلاث: يحدث الرجل امرأته ليرضيها والكذب في الحرب والكذب ليصلح بين الناس
”Tidak dibenarkan berdusta kecuali dalam tiga hal:”Seorang laki-laki yang berbicara kepada istrinya demi menyenangkan hatinya, dusta dalam peperangan dan dusta untuk memperbaiki hubungan manusia (yang sedang berseteru).”(HR. Tirmidzi no. 1939, dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 2834)
Tapi perlu digaris bawahi, bahwa kebolehan ini bukan secara mutlak, yang diperbolehkan adalah dusta yang tujuannya memperbaiki hubungan dan menyenangkan hati, seperti seorang suami yang mengatakan kepada istrinya:
KAU ADALAH PEREMPUAN TERINDAH UNTUKKU
RONA WAJAHMU SELALU MEMBAYANGI JALAN-JALANKU
AKU TAK KUASA BILA TAK MELIHAT WAJAHMU
AKU AKAN SELALU ADA UNTUKMU, SAYANG!!!
MASAKANMU TIADA YANG MENANDINGINYA
Begitu pula sang istri kepada suaminya.
Inilah dusta yang seharusnya dipelajari oleh para pasutri, karena di dalamnya mengandung banyak hikmah, dan inilah gombal yang kadang kala sebagian suami sulit untuk mengungkapkannya, oleh karena itu harus ada latihan
7 Rajab 1435H / 7 Mei 2014
-------๑๑•°°•๑๑-------
Senin, 05 Mei 2014
Indahnya duduk bersama Ulama'...
Indahnya duduk bersama Ulama'...
Oleh: Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA -hafizhahullahu ta'ala-
Disebutkan dalam kitab al Mukhtar fi Fara-idil Uquul wal Akhbaar (hal 55)
Telah berkata Abdullah bin Abi Musa Tusturi,
"pernah ada yang berkata kepadaku, "Di mana pun kamu berada, berusahalah untuk berada di dekat orang yang alim".
Maka aku pergi ke Bairut dan di sana aku mendatangi Majlis Imam Awza'i, pada suatu hari tatkala aku berada bersamanya, tiba-tiba ia bertanya tentang aku, maka aku menjelaskan kepadanya tentang diriku. (di mana dahulunya ia adalah orang Majusi lalu memeluk islam).
Kemudian beliau bertanya, "Apakah ayahmu masih hidup?".
"Iya, aku meninggalkannya di Irak dalam kondisi masih beragama majusi", jawabku.
"Bisakah Kamu pulang kepada ayahmu, moga Allah memberinya hidayah lewat kamu". Kata beliau.
"Apakah kamu memandang bahwa hal itu baik?, tanyaku.
"iya, jawab beliau".
Maka aku kembali ke Irak menjumpai ayahku, ternyata aku mendapatinya dalam kondisi sakit. Dia berkata kepadaku, "Wahai ananda, ajaran apa yang kamu ikuti?".
Maka aku terangkan kepadanya, bahwa aku telah masuk islam. Lalu ia berkata, "Jelaskan kepadaku tentang agamamu itu!.
Aku pun menguraikan tentang agama islam dan orang-orang islam, lalu ia berkata, "Aku mempersaksikanmu bahwa aku telah masuk islam".
Subhnalllah, tidak berapa lama setelah itu ia meninggal dunia... dan setelah aku menguburkannya, aku kembali ke Bairut dan di sana aku ceritakan kepada Awza'i tentang apa yang telah terjadi.
Akhi/Ukhti...sudah saatnya kita melihat dengan siapa kita bersahabat dan berkumpul ???.
-------๑๑•°
°•๑๑-------
Oleh: Ustadz Dr Syafiq Riza Basalamah, MA -hafizhahullahu ta'ala-
Disebutkan dalam kitab al Mukhtar fi Fara-idil Uquul wal Akhbaar (hal 55)
Telah berkata Abdullah bin Abi Musa Tusturi,
"pernah ada yang berkata kepadaku, "Di mana pun kamu berada, berusahalah untuk berada di dekat orang yang alim".
Maka aku pergi ke Bairut dan di sana aku mendatangi Majlis Imam Awza'i, pada suatu hari tatkala aku berada bersamanya, tiba-tiba ia bertanya tentang aku, maka aku menjelaskan kepadanya tentang diriku. (di mana dahulunya ia adalah orang Majusi lalu memeluk islam).
Kemudian beliau bertanya, "Apakah ayahmu masih hidup?".
"Iya, aku meninggalkannya di Irak dalam kondisi masih beragama majusi", jawabku.
"Bisakah Kamu pulang kepada ayahmu, moga Allah memberinya hidayah lewat kamu". Kata beliau.
"Apakah kamu memandang bahwa hal itu baik?, tanyaku.
"iya, jawab beliau".
Maka aku kembali ke Irak menjumpai ayahku, ternyata aku mendapatinya dalam kondisi sakit. Dia berkata kepadaku, "Wahai ananda, ajaran apa yang kamu ikuti?".
Maka aku terangkan kepadanya, bahwa aku telah masuk islam. Lalu ia berkata, "Jelaskan kepadaku tentang agamamu itu!.
Aku pun menguraikan tentang agama islam dan orang-orang islam, lalu ia berkata, "Aku mempersaksikanmu bahwa aku telah masuk islam".
Subhnalllah, tidak berapa lama setelah itu ia meninggal dunia... dan setelah aku menguburkannya, aku kembali ke Bairut dan di sana aku ceritakan kepada Awza'i tentang apa yang telah terjadi.
Akhi/Ukhti...sudah saatnya kita melihat dengan siapa kita bersahabat dan berkumpul ???.
-------๑๑•°
Jumat, 02 Mei 2014
Raihlah cahaya dengan membuka Al-quran
Raihlah cahaya dengan membuka Al-quran
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Hasan Basalamah MA - حفظه الله تعالى
Akhi/ Ukhti...
Moga Allah menjagamu selalu
Tak terasa sudah berlalu beberapa jam dari kehidupan kita di hari ini...
Sebagian sudah tenggelam dalam aktivitasnya
Ada yg sibuk dengan dunianya
Ada yg sibuk dengan urusan rumah
Dan yg sebagainya...
Tapi sudahkan kita membuka Kitabulllah
Tuk sedikit membaca kalamullah
Walaupun hanya satu ayat...
Al Qur'an adalah petunjuk
Petunjuk yg membimbingmu untuk berjalan secara benar dalam semua aktivitasmu
Al Qur'an adl Cahaya
Cahaya yg menerangi jalan dan hatimu
Al Qur'an adl Penyembuh
Penyembuh dari segala penyakit yg hampir semua dari kita memilikinya
Al Qur'an adl kasih sayang Allah
Apa kiranya kita tidak butuh dengan kasih sayangNya
Kalau kau belum membuka Kitabullah, sampai saat kau membaca bc Ini
Maka saatnya kau menutup BBmu sejenak...
1 atw 2 menit...
Untuk meraih hidayah, nur, syifa' dan Rahmat Ilahi
Lewat KalamNya
Moga Allah menerima amalan kita
Mengampuni dosa kita
Mempertemukan kita di surga
Bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Hasan Basalamah MA - حفظه الله تعالى
Akhi/ Ukhti...
Moga Allah menjagamu selalu
Tak terasa sudah berlalu beberapa jam dari kehidupan kita di hari ini...
Sebagian sudah tenggelam dalam aktivitasnya
Ada yg sibuk dengan dunianya
Ada yg sibuk dengan urusan rumah
Dan yg sebagainya...
Tapi sudahkan kita membuka Kitabulllah
Tuk sedikit membaca kalamullah
Walaupun hanya satu ayat...
Al Qur'an adalah petunjuk
Petunjuk yg membimbingmu untuk berjalan secara benar dalam semua aktivitasmu
Al Qur'an adl Cahaya
Cahaya yg menerangi jalan dan hatimu
Al Qur'an adl Penyembuh
Penyembuh dari segala penyakit yg hampir semua dari kita memilikinya
Al Qur'an adl kasih sayang Allah
Apa kiranya kita tidak butuh dengan kasih sayangNya
Kalau kau belum membuka Kitabullah, sampai saat kau membaca bc Ini
Maka saatnya kau menutup BBmu sejenak...
1 atw 2 menit...
Untuk meraih hidayah, nur, syifa' dan Rahmat Ilahi
Lewat KalamNya
Moga Allah menerima amalan kita
Mengampuni dosa kita
Mempertemukan kita di surga
Bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.
°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•
Rabu, 30 April 2014
LIMA TIPS UNTUK PUTRI-PUTRI ADAM YANG TELAH MENIKAH
LIMA TIPS UNTUK PUTRI-PUTRI ADAM YANG TELAH MENIKAH
Ustadz Syafiq Reza Basalamah, MA حفظه الله تعال
(disadur dari kitab Jaddidi hayataki az Zaujiyah 151-1520)
1- UNTUK MENJAGA KECERAHAN KULIT WAJAHMU
Jangan sibuk mencoba cream ini dan itu.
Cuci muka di salon setiap minggu
Masker bengkoang atau bawang setiap mau tidur…
Cobalah cara berikut itu, ga pakai biaya:
Jadikanlah CINTA dan KASIH SAYANG motor penggerak semua aktivitas dan kegiatan yang kau lakukan di keluargamu,
jauhi pesimisme, pandanglah hidup dengan kaca mata optimisme,
berbaik sangkalah pada Allah Yang Pengasih dan Penyayang,
terimalah realita dengan dada yang lapang,
dengan itu kau akan menjaga kecerahan wajahmu
sepanjang hayat di kandung badan.
Banyak-banyaklah mengucapkan Alhamdulillah, insyaAllah, dengan itu walaupun umurmu terus berlalu, pesona wajahmu takkan pernah pudar.
2-UNTUK MENJAGA KILAUAN MATAMU
Pandanglah suamimu secara langsung
Pandanglah kekasih dan pendampingmu
Fokuskan pandangan matamu ke matanya, pandangan yang penuh cinta dan kasih
Pusatkan pandanganmu agar kau dapat merasuk dan menembus ke dalam hatinya, organ yang paling indah di tubuhnya, untuk mengisi hatinya dengan kehangatan hatimu, agar ia bangkit menyongsong kehidupan ini dengan kekuatan yang baru.
Dari mata ke hati Lakukanlah latihan ini, minimal dua kali sehari
Sebelum dia meninggalkan rumah dan ketika dia kembali ke rumah
***
3-AGAR BIBIRMU TETAP SENSUAL
Jangan terperangkap dengan lipstik dan Lip balm, itu kadang dibutuhkan
Tapi gunakanlah kata-kata indah yang berbalut cinta
Rendahkanlah suaramu bila berbicara dengannya mendekatlah darinya sehingga kau tak perlu mengangkat suaramu yang kadang membuat tetangga terjaga dari tidurnya
Membuat tukang sayur berhenti sejenak
Membuat orang yang lewat depan rumah, mempercepat langkahnya
Ukhti…Rangkailah kata-kata indah sebagimana kau merangkai bunga melati
Bubuhkan aroma wangi yang penuh kelembutan
Semua itu akan membuat suasana yang keruh menjadi jernih
Gelombang lautanpun akan tunduk dan damai
Karena bibir yang sensual, yang dibasahi dengan
kelembutan, cinta dan suara yang penuh kerendahan
AGAR TANGAN DAN JEMARIMU TIDAK KERIPUT
Bila ombak di samudera kehidupanmu mengamuk
Badai menghantam bahtera rumah tanggamu
Mengombang-ambingkanmu, sehingga kau tidak tahu ke arah mana akhir dari perjalananmu.
Maka lakukanlah latihan berikut ini :
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻨِﺴَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ؟ﻗُﻞْﻧَﺎ ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ
ﺍﻟﻠﻪ ﻛُﻞُّ ﻭَﺩُﻭْﺩٍ ﻭَﻟُﻮْﺩٍ، ﺇِﺫَﺍ ﻏَﻀِﺒَﺖْ ﺃَﻭْ ﺃُﺳِﻲْﺀَ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﻏَﻀِﺐَ ﺯَﻭْﺟُﻬَﺎ، :ْﺖَﻻَﻗ ﻫَﺬِﻩِ ﻳَﺪِﻱْ ﻓِﻲ ﻳَﺪِﻙَ، ﻻَ ﺃَﻛْﺘَﺤِﻞُ ﺑِﻐَﻤْﺾٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺮْﺿَﻰ
“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?”
Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!”
Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
“Wanita yang penyayang lagi subur.
Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata:
“Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.”
(HR. Thabarani, Lihat Shahihah hadits no. 3380)
YANG TERAKHIR UNTUK MENJAGA TELINGAMU
Gunakanlah cotton buds dengan rutin, namun berhati-hatilah jangan sampai nyangkut di dalam telinga.
Tapi yang lebih penting, saringlah apa yang masuk ke telingamu
Tidak semua yang di dengar harus disampaikan
Jauhkanlah dari mendengar yang tidak diridhai Allah.
Dan bila suamimu sedang berbicara
Jadilah pendengar yang setia…
Jangan putus perkataannya
Dengarkanlah dengan baik
Lebih banyaklah mendengar, karena Allah menciptakan bagimu 2 telinga dan satu mulut.
Selamat mencoba Ukhti…
Semoga dengannya kau tetap awet muda, bersahaja, menyedapkan mata menyejukkan jiwa.
(disadur dari kitab Jaddidi hayataki az Zaujiyah 151-1520)
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Ustadz Syafiq Reza Basalamah, MA حفظه الله تعال
(disadur dari kitab Jaddidi hayataki az Zaujiyah 151-1520)
1- UNTUK MENJAGA KECERAHAN KULIT WAJAHMU
Jangan sibuk mencoba cream ini dan itu.
Cuci muka di salon setiap minggu
Masker bengkoang atau bawang setiap mau tidur…
Cobalah cara berikut itu, ga pakai biaya:
Jadikanlah CINTA dan KASIH SAYANG motor penggerak semua aktivitas dan kegiatan yang kau lakukan di keluargamu,
jauhi pesimisme, pandanglah hidup dengan kaca mata optimisme,
berbaik sangkalah pada Allah Yang Pengasih dan Penyayang,
terimalah realita dengan dada yang lapang,
dengan itu kau akan menjaga kecerahan wajahmu
sepanjang hayat di kandung badan.
Banyak-banyaklah mengucapkan Alhamdulillah, insyaAllah, dengan itu walaupun umurmu terus berlalu, pesona wajahmu takkan pernah pudar.
2-UNTUK MENJAGA KILAUAN MATAMU
Pandanglah suamimu secara langsung
Pandanglah kekasih dan pendampingmu
Fokuskan pandangan matamu ke matanya, pandangan yang penuh cinta dan kasih
Pusatkan pandanganmu agar kau dapat merasuk dan menembus ke dalam hatinya, organ yang paling indah di tubuhnya, untuk mengisi hatinya dengan kehangatan hatimu, agar ia bangkit menyongsong kehidupan ini dengan kekuatan yang baru.
Dari mata ke hati Lakukanlah latihan ini, minimal dua kali sehari
Sebelum dia meninggalkan rumah dan ketika dia kembali ke rumah
***
3-AGAR BIBIRMU TETAP SENSUAL
Jangan terperangkap dengan lipstik dan Lip balm, itu kadang dibutuhkan
Tapi gunakanlah kata-kata indah yang berbalut cinta
Rendahkanlah suaramu bila berbicara dengannya mendekatlah darinya sehingga kau tak perlu mengangkat suaramu yang kadang membuat tetangga terjaga dari tidurnya
Membuat tukang sayur berhenti sejenak
Membuat orang yang lewat depan rumah, mempercepat langkahnya
Ukhti…Rangkailah kata-kata indah sebagimana kau merangkai bunga melati
Bubuhkan aroma wangi yang penuh kelembutan
Semua itu akan membuat suasana yang keruh menjadi jernih
Gelombang lautanpun akan tunduk dan damai
Karena bibir yang sensual, yang dibasahi dengan
kelembutan, cinta dan suara yang penuh kerendahan
AGAR TANGAN DAN JEMARIMU TIDAK KERIPUT
Bila ombak di samudera kehidupanmu mengamuk
Badai menghantam bahtera rumah tanggamu
Mengombang-ambingkanmu, sehingga kau tidak tahu ke arah mana akhir dari perjalananmu.
Maka lakukanlah latihan berikut ini :
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:
ﺃَﻻَ ﺃُﺧْﺒِﺮُﻛُﻢْ ﺑِﻨِﺴَﺎﺋِﻜُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔِ؟ﻗُﻞْﻧَﺎ ﺑَﻠَﻰ ﻳَﺎ ﺭَﺳُﻮْﻝَ
ﺍﻟﻠﻪ ﻛُﻞُّ ﻭَﺩُﻭْﺩٍ ﻭَﻟُﻮْﺩٍ، ﺇِﺫَﺍ ﻏَﻀِﺒَﺖْ ﺃَﻭْ ﺃُﺳِﻲْﺀَ ﺇِﻟَﻴْﻬَﺎ ﺃَﻭْ ﻏَﻀِﺐَ ﺯَﻭْﺟُﻬَﺎ، :ْﺖَﻻَﻗ ﻫَﺬِﻩِ ﻳَﺪِﻱْ ﻓِﻲ ﻳَﺪِﻙَ، ﻻَ ﺃَﻛْﺘَﺤِﻞُ ﺑِﻐَﻤْﺾٍ ﺣَﺘَّﻰ ﺗَﺮْﺿَﻰ
“Maukah kalian aku beritahu tentang istri-istri kalian di dalam surga?”
Mereka menjawab: “Tentu saja wahai Rasulullaah!”
Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab:
“Wanita yang penyayang lagi subur.
Apabila ia marah, atau diperlakukan buruk atau suaminya marah kepadanya, ia berkata:
“Ini tanganku di atas tanganmu, mataku tidak akan bisa terpejam hingga engkau ridha.”
(HR. Thabarani, Lihat Shahihah hadits no. 3380)
YANG TERAKHIR UNTUK MENJAGA TELINGAMU
Gunakanlah cotton buds dengan rutin, namun berhati-hatilah jangan sampai nyangkut di dalam telinga.
Tapi yang lebih penting, saringlah apa yang masuk ke telingamu
Tidak semua yang di dengar harus disampaikan
Jauhkanlah dari mendengar yang tidak diridhai Allah.
Dan bila suamimu sedang berbicara
Jadilah pendengar yang setia…
Jangan putus perkataannya
Dengarkanlah dengan baik
Lebih banyaklah mendengar, karena Allah menciptakan bagimu 2 telinga dan satu mulut.
Selamat mencoba Ukhti…
Semoga dengannya kau tetap awet muda, bersahaja, menyedapkan mata menyejukkan jiwa.
(disadur dari kitab Jaddidi hayataki az Zaujiyah 151-1520)
⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊
Sabtu, 08 Februari 2014
Andai Aku Tidak Menikah Dengannya
Andai Aku Tidak Menikah Dengannya
Bismillaah...
Sebenarnya kajian ini kebanyakan ditujukan untuk para suami, kaum lelaki.
Pernikahan adalah suatu perjanjian yang besar, suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki-laki yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersamanya dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya.
Istri adalah suatu amanat bagi suami.
Suami karena menjadi qowwam (pemimpin) bagi wanita.
Pemimpin (qowwam) ini harus memenuhi 3 fungsi, yaitu :
1) Mengarahkan istrinya.
2) Mengayomi istrinya.
3) Melindungi istrinya.
Suatu penikahan yang merupakan suatu ibadah itu kuat sekali digoda oleh syaitan agar rumah tangganya karam.
Oleh karena itu sangat-sangat penting bagi seorang suami untuk memahami tabiat wanita.
Karena wanita itu bukan diciptakan dari baja yang bisa meleleh, bukan pula dari batu yang bisa hancur berkeping-keping jadi kerikil, tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok, yang jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok, oleh karena itu Rasulullah pun tidak menyuruh lelaki untuk mengubahnya,namun Beliau berwasiat:
''JAGALAH WANITA-WANITA ITU''.
Pelan-pelan dan berlemah lembutlah pada wanita. Sehingga setelah memahami tabiatnya,kemudian memperlakukannya dengan ma'ruf, dengan sebaik-baiknya, seperti firman Allah :
"Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata.
Dan bergaullah dengan mereka secara patut.
Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."
QS. An-Nisaa (4) : 19
Pada saat seorang suami mendapati hal yang tidak disukainya dari seorang istri, maka harus bersabar, dan berpikir baik-baik tentang firman Allah yang menyatakan bahwa boleh jadi dalam keburukan istri kita itu terdapat kebaikan-kebaikan lainnya yang banyak.
Jangan sampai keburukan akhlaq dari suami menyampaikan sang istri pada satu situasi dimana ia sangat menyesal dan berkata :
"ANDAI AKU TIDAK MENIKAH DENGANNYA".
Padahal suatu pengandaian itu hanya akan membuka pintu syaithan.
Tabiat-tabiat Wanita diantaranya adalah :
1) Pencemburu.
Baik kepada ibu sang suami, saudara/saudari sang suami, wanita-wanita lain, dll.
2) Perasa.
Perasaannya melebihi akalnya sehingga kadang-kadang mudah marah.
3) Suka Perhiasan.
4) Istri membutuhkan pujian/sanjungan dari suami.
Hargai pendapatnya, jangan egois.
5) Sempatkan waktu untuk bermain-main dengan istri.
Suami berhias atau bersolek untuk istri.
6) Memberi istri hadiah.
7) Main tarik ulur.
Bersabar, jgn tergesa-gesa.
Setelah istri menunaikan kewajiban, penuhilah hak-haknya, karena kalau tidak, dia akan mencari haknya di tempat lain.
Istri itu seprti wadah yang akan kekeringan jika tidak terus diisi air.
Karena jika ia kekeringan, ia akan mencari di tempat lain yang bisa menghapus dahaganya.
Ia akan mencari tempat curhat lain selain suami.
Firman Allah :
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anak mu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kau terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
QS. At-Taghobun (64) : 14
Merupakan nasihat bagi suami apabila ada masalah dengan istri maka :
1) Maafkan dia (tidak memberikan sangsi atas kesalahan)
2) Tidak menjelek-jelekkan dgn perkataan.
3) Lupakan (maghfirah). Buka lembaran baru.
4) Seorang wanita menikah untuk mendapatkan kebahagiaan, sakinah, ketenangan, bukan hanya kebutuhan biologis, bukan pula hanya uang.
Hidup ini sangat singkat, jangan sampai di akhirat datang dengan keadaan tulang rusuk yang terjatuh.
Wasiat untuk suami dan istri :
JADILAH MANUSIA TERBAIK.
Dimana manusia yang terbaik adalah YANG TERBAIK KEPADA ISTRINYA, DAN KELUARGANYA.
Wasiat untuk istri :
JADILAH WANITA YANG TERBAIK, yang bila dipandang menyenangkan, dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suami. Suami adalah SURGA DAN NERAKA kita.
Syarat kriteria seorang lelaki yang baik untuk dipilih ~menurut Rasulullah~ untuk menjadi suami ada 2, yaitu : Agamanya dan Akhlaqnya.
Tidak hanya salah satunya, namun harus keduanya.
Wallahu'alam.
Semoga yang sederhana ini bermanfaat untuk ku dan untukmu (saudara-saudara ku seiman)
Pemateri: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Basalamah, MA - حفظه الله تعالى
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Bismillaah...
Sebenarnya kajian ini kebanyakan ditujukan untuk para suami, kaum lelaki.
Pernikahan adalah suatu perjanjian yang besar, suatu pertanggungjawaban yang berat bagi seorang laki-laki yang mana dia mengambil seorang wanita dari kedua orangtuanya untuk hidup bersamanya dalam sebuah bahtera yang bernama rumah tangga yang dipimpin olehnya.
Istri adalah suatu amanat bagi suami.
Suami karena menjadi qowwam (pemimpin) bagi wanita.
Pemimpin (qowwam) ini harus memenuhi 3 fungsi, yaitu :
1) Mengarahkan istrinya.
2) Mengayomi istrinya.
3) Melindungi istrinya.
Suatu penikahan yang merupakan suatu ibadah itu kuat sekali digoda oleh syaitan agar rumah tangganya karam.
Oleh karena itu sangat-sangat penting bagi seorang suami untuk memahami tabiat wanita.
Karena wanita itu bukan diciptakan dari baja yang bisa meleleh, bukan pula dari batu yang bisa hancur berkeping-keping jadi kerikil, tetapi wanita diciptakan dari tulang rusuk yang paling bengkok, yang jika diubah akan patah, namun jika tidak diubah akan tetap bengkok, oleh karena itu Rasulullah pun tidak menyuruh lelaki untuk mengubahnya,namun Beliau berwasiat:
''JAGALAH WANITA-WANITA ITU''.
Pelan-pelan dan berlemah lembutlah pada wanita. Sehingga setelah memahami tabiatnya,kemudian memperlakukannya dengan ma'ruf, dengan sebaik-baiknya, seperti firman Allah :
"Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata.
Dan bergaullah dengan mereka secara patut.
Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak."
QS. An-Nisaa (4) : 19
Pada saat seorang suami mendapati hal yang tidak disukainya dari seorang istri, maka harus bersabar, dan berpikir baik-baik tentang firman Allah yang menyatakan bahwa boleh jadi dalam keburukan istri kita itu terdapat kebaikan-kebaikan lainnya yang banyak.
Jangan sampai keburukan akhlaq dari suami menyampaikan sang istri pada satu situasi dimana ia sangat menyesal dan berkata :
"ANDAI AKU TIDAK MENIKAH DENGANNYA".
Padahal suatu pengandaian itu hanya akan membuka pintu syaithan.
Tabiat-tabiat Wanita diantaranya adalah :
1) Pencemburu.
Baik kepada ibu sang suami, saudara/saudari sang suami, wanita-wanita lain, dll.
2) Perasa.
Perasaannya melebihi akalnya sehingga kadang-kadang mudah marah.
3) Suka Perhiasan.
4) Istri membutuhkan pujian/sanjungan dari suami.
Hargai pendapatnya, jangan egois.
5) Sempatkan waktu untuk bermain-main dengan istri.
Suami berhias atau bersolek untuk istri.
6) Memberi istri hadiah.
7) Main tarik ulur.
Bersabar, jgn tergesa-gesa.
Setelah istri menunaikan kewajiban, penuhilah hak-haknya, karena kalau tidak, dia akan mencari haknya di tempat lain.
Istri itu seprti wadah yang akan kekeringan jika tidak terus diisi air.
Karena jika ia kekeringan, ia akan mencari di tempat lain yang bisa menghapus dahaganya.
Ia akan mencari tempat curhat lain selain suami.
Firman Allah :
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anak mu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kau terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
QS. At-Taghobun (64) : 14
Merupakan nasihat bagi suami apabila ada masalah dengan istri maka :
1) Maafkan dia (tidak memberikan sangsi atas kesalahan)
2) Tidak menjelek-jelekkan dgn perkataan.
3) Lupakan (maghfirah). Buka lembaran baru.
4) Seorang wanita menikah untuk mendapatkan kebahagiaan, sakinah, ketenangan, bukan hanya kebutuhan biologis, bukan pula hanya uang.
Hidup ini sangat singkat, jangan sampai di akhirat datang dengan keadaan tulang rusuk yang terjatuh.
Wasiat untuk suami dan istri :
JADILAH MANUSIA TERBAIK.
Dimana manusia yang terbaik adalah YANG TERBAIK KEPADA ISTRINYA, DAN KELUARGANYA.
Wasiat untuk istri :
JADILAH WANITA YANG TERBAIK, yang bila dipandang menyenangkan, dan bila ditinggalkan menjaga kehormatan dan harta suami. Suami adalah SURGA DAN NERAKA kita.
Syarat kriteria seorang lelaki yang baik untuk dipilih ~menurut Rasulullah~ untuk menjadi suami ada 2, yaitu : Agamanya dan Akhlaqnya.
Tidak hanya salah satunya, namun harus keduanya.
Wallahu'alam.
Semoga yang sederhana ini bermanfaat untuk ku dan untukmu (saudara-saudara ku seiman)
Pemateri: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Basalamah, MA - حفظه الله تعالى
♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥
Senin, 27 Januari 2014
KEBEBASAN WANITA EMANSIPASI GENDER
KEBEBASAN WANITA
EMANSIPASI
GENDER
AKHI UKHTI
itulah beberapa slogan yg dilontarkan oleh kelompok2 yg mengatasnamakan kaum wanita
Mereka menuduh bahwa wanita muslimah dibelenggu
Dipenjara
Sehingga mereka ingin menyelamatkan kaum wanita
menjadi hero
namun pada hakekatnya
yg mrk inginkan bukanlah kebebasan wanita
tapi KEBEBASAN UNTUK BISA MENIKMATI WANITA
yg selama ini dilindungi dengan kasih sayang ARRAHMAN
dibalut dgn selendang kehormatan
dan kasih sayang
ukhti muslimah
sudah saatnya memandang segala sesuatu dgn kaca mata yg benar
MOGA ALLAH MEMBIMBING KITA KE JALAN KEBENARAN
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Hasan Basalamah MA - حفظه الله تعالى
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
EMANSIPASI
GENDER
AKHI UKHTI
itulah beberapa slogan yg dilontarkan oleh kelompok2 yg mengatasnamakan kaum wanita
Mereka menuduh bahwa wanita muslimah dibelenggu
Dipenjara
Sehingga mereka ingin menyelamatkan kaum wanita
menjadi hero
namun pada hakekatnya
yg mrk inginkan bukanlah kebebasan wanita
tapi KEBEBASAN UNTUK BISA MENIKMATI WANITA
yg selama ini dilindungi dengan kasih sayang ARRAHMAN
dibalut dgn selendang kehormatan
dan kasih sayang
ukhti muslimah
sudah saatnya memandang segala sesuatu dgn kaca mata yg benar
MOGA ALLAH MEMBIMBING KITA KE JALAN KEBENARAN
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Hasan Basalamah MA - حفظه الله تعالى
┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈
Sabtu, 25 Januari 2014
Musibah menghapus dosa.
Akhi ukhti...
Tatkala kita mengetahui besarnya jumlah utang kita
Dan kita mengetahui pula bahwa jumlah aset kita tidak cukup untuk melunasinya
Bahkan kalau kita mempekerjakan diri kita dan keluarga kita untuk menebus hutang
Maka kita tergolong orang yang bangkrut, pailit.
sekarang coba bayangkan, dalam setiap harinya, berapa banyak dosa yang kita lakukan
Kita tidak pernah menghitungnya, kalau amal kebajikan insyaAllah dihitung...
sebagian tidak merasa berbuat dosa, karena memang ia tidak mengetahui mana yang dosa dan mana yang bukan...
Lepas dari semua itu, Allah, ar Rahman ar Rahiem...
Yang Maha mengetahui dengan segala kekurangan hambanya, telah membuat suatu sistem pelunasan dosa yang sangat indah...
Yaitu, dengan menurunkan berbagai macam musibah
مَا يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ
مِنْ وَصَبٍ ؛ وَلَا نَصَبٍ ؛ وَلَا هَمٍّ ؛ وَلَا حَزَنٍ ؛ وَلَا غَمٍّ ؛ وَلَا أَذًى
- حَتَّى الشَّوْكَةُ يَشَاكُهَا - إلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah menimpa seorang mukmin berupa rasa sakit (yang terus menerus), rasa capek, kekhawatiran (pada pikiran), sedih , kesusahan hati atau sesuatu yang menyakiti sampai pun duri yang menusuknya melainkan akan dihapuskan dosa-dosanya.” (HR. Bukhari no.5641 dan Muslim no. 2573)
Jadi yang lagi sakit, pada hakekatnya dia sedang melunasi hutang-hutangnya
Maka tiada kata yang lebih pantas diucapkan pada waktu itu kecuali bersyukur kepada Allah
Salah satu ulama' salaf berkata:
لولا مصائب الدنيا
لوردنا الآخرة مفلسين
"Andai kata bukan karena musibah-musibah dunia, niscaya kita akan datang pada hari kiamat dalam keadaan bangkrut".
Bagi akhi ukhti yang sedang dapat musibah...
saatnya menjadikan musibah itu sebagai ladang pelunasan dosa...
Dengan menata hati,
Bersabar
Meridhoi takdir ilahi
Bersyukur kepada Rabbi
Selamat mengamalkan
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Basalamah, MA - حفظه الله تعالى
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥.
Jumat, 03 Januari 2014
RABB MAHA BESAR
RABB MAHA BESAR
Akhi Ukhti...
Bila ada suatu permasalahan pelik yang menimpamu...Bila dirimu dililit problematika yang besar...
Besar sekali...
Sehingga menurutmu engkau tidak mampu menghadapinya...
Pada waktu itu, biasanya kita akan mengetuk pintu langit...
Menengadah ke atas seraya berkata...
“WAHAI RABBY, AKU MEMILIKI PERMASALAHAN YANG BESAR”...
Namun seyogyanya juga kau berkata kepada permasalahan itu...
“WAHAI PERMASALAHAN, SESUNGGUHNYA AKU MEMILIKI RABB YANG MAHA BESAR”...
BAGI RABB KU TIADA YANG BESAR...
DIA DAPAT MENGHIDUPKAN YANG MATI
MEMATIKAN YANG HIDUP...
DIA DAPAT MEMBUAT WANITA YANG MANDUL BERANAK
MEMBUAT YANG BUTA MELIHAT...
Tatkala Nabi Zakaria yang sudah tua renta dengan istri yang mandul diberi kabar gembira akan datangnya seorang anak, beliau takjub, merasa hal itu adalah sesuatu yang sulit dicerna, maka Allah berkata kepadanya
قَالَ كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا
“Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.(Maryam 8-9).
Begitu pula Maryam tatkala diberi kabar gembira akan datangnya seorang anak tanpa bapak, maka Jibril menjawab keterkejutannya
قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّن
Demikianlah. Rabb-mu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku;
Maka saatnya, menatap semuanya dengan optimis dan berkata
“WAHAI PERMASALAHAN, SESUNGGUHNYA AKU MEMILIKI RABB YANG MAHA BESAR”..
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Basalamah, MA - حفظه الله تعالى
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥.
Akhi Ukhti...
Bila ada suatu permasalahan pelik yang menimpamu...Bila dirimu dililit problematika yang besar...
Besar sekali...
Sehingga menurutmu engkau tidak mampu menghadapinya...
Pada waktu itu, biasanya kita akan mengetuk pintu langit...
Menengadah ke atas seraya berkata...
“WAHAI RABBY, AKU MEMILIKI PERMASALAHAN YANG BESAR”...
Namun seyogyanya juga kau berkata kepada permasalahan itu...
“WAHAI PERMASALAHAN, SESUNGGUHNYA AKU MEMILIKI RABB YANG MAHA BESAR”...
BAGI RABB KU TIADA YANG BESAR...
DIA DAPAT MENGHIDUPKAN YANG MATI
MEMATIKAN YANG HIDUP...
DIA DAPAT MEMBUAT WANITA YANG MANDUL BERANAK
MEMBUAT YANG BUTA MELIHAT...
Tatkala Nabi Zakaria yang sudah tua renta dengan istri yang mandul diberi kabar gembira akan datangnya seorang anak, beliau takjub, merasa hal itu adalah sesuatu yang sulit dicerna, maka Allah berkata kepadanya
قَالَ كَذَلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْئًا
“Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesungguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali”.(Maryam 8-9).
Begitu pula Maryam tatkala diberi kabar gembira akan datangnya seorang anak tanpa bapak, maka Jibril menjawab keterkejutannya
قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّن
Demikianlah. Rabb-mu berfirman, ‘Hal itu adalah mudah bagi-Ku;
Maka saatnya, menatap semuanya dengan optimis dan berkata
“WAHAI PERMASALAHAN, SESUNGGUHNYA AKU MEMILIKI RABB YANG MAHA BESAR”..
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Basalamah, MA - حفظه الله تعالى
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥.
Rabu, 18 Desember 2013
Apa yang sudah kita siapkan?
Apa yang sudah kita siapkan?
Saudaraku…
Kenapa kita takut untuk menghadapi kematian ?
Padahal kita semua yakin bahwa suatu hari ia akan datang menjemput kita
Mau tidak mau, suka tidak suka… pasti !
Kenapa kita takut untuk menghadapi sesuatu yang pasti ?
Saya rasa semua memiliki jawaban yang bermacam-macam:
Amalnya masih kurang ?
Masih banyak dosa ?
Kesihan sama anak-anak ?
Belum menikah ?
Belum mencapai cita-cita ?
Pada suatu hari seorang tabi’in Abu Hazim Salamah bin Dinar ditanya oleh Khalifah pada masa itu: Sulaiman bin Abdil Malik.
يا أبا حازم ما لنا نكره الموت؟
قال: لأنكم عمرتم دنياكم وخربتم آخرتكم فأنتم تكرهون أن تنتقلوا من العمران إلى الخراب؟
“Wahai Aba Hazim, kenapa kita membenci kematian ?
Maka beliau berkata, “Karena kalian memakmurkan dunia kalian dan merusak akhirat kalian, sehingga kalian benci untuk berpindah dari tempat yang makmur ke tempat yang rusak dan terbengkalai”.
SubhanAllah!
Itulah realitanya….
Kita sibuk-sibuk untuk membangun dunia kita
Dari pagi sampai sore, sampai malam untuk dunia
Mau tidurpun masih dunia
Bangun tidur tetap dunia…
Sehingga kita memiliki rumah, mobil, keluarga dan tabungan yang banyak
Sedangkan untuk yang setelah kematian…
Hanya sedikit dari harta kita…sedikit sekali dibanding dengan yang kita simpan
Dilihat dari waktu yang kita gunakan untuk membangun akhirat kita
Sangat sedikit sekali, dibanding dengan waktu kita untuk dunia kita…
Kalau seperti itu…
Pastilah kita takut, untuk berpindah ke rumah yang belum jadi
Tiada taman
Tiada kawan
Tiada makanan
Bahkan yang ada adalah azab dan siksa
Karena kita mencuekinnya…
Tidak merawatnya
Tidak membangunnya
Sepertinya, kita sudah harus mulai merenung kembali kehidupan kita.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Basalamah, MA - حفظه الله تعالى
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥
Saudaraku…
Kenapa kita takut untuk menghadapi kematian ?
Padahal kita semua yakin bahwa suatu hari ia akan datang menjemput kita
Mau tidak mau, suka tidak suka… pasti !
Kenapa kita takut untuk menghadapi sesuatu yang pasti ?
Saya rasa semua memiliki jawaban yang bermacam-macam:
Amalnya masih kurang ?
Masih banyak dosa ?
Kesihan sama anak-anak ?
Belum menikah ?
Belum mencapai cita-cita ?
Pada suatu hari seorang tabi’in Abu Hazim Salamah bin Dinar ditanya oleh Khalifah pada masa itu: Sulaiman bin Abdil Malik.
يا أبا حازم ما لنا نكره الموت؟
قال: لأنكم عمرتم دنياكم وخربتم آخرتكم فأنتم تكرهون أن تنتقلوا من العمران إلى الخراب؟
“Wahai Aba Hazim, kenapa kita membenci kematian ?
Maka beliau berkata, “Karena kalian memakmurkan dunia kalian dan merusak akhirat kalian, sehingga kalian benci untuk berpindah dari tempat yang makmur ke tempat yang rusak dan terbengkalai”.
SubhanAllah!
Itulah realitanya….
Kita sibuk-sibuk untuk membangun dunia kita
Dari pagi sampai sore, sampai malam untuk dunia
Mau tidurpun masih dunia
Bangun tidur tetap dunia…
Sehingga kita memiliki rumah, mobil, keluarga dan tabungan yang banyak
Sedangkan untuk yang setelah kematian…
Hanya sedikit dari harta kita…sedikit sekali dibanding dengan yang kita simpan
Dilihat dari waktu yang kita gunakan untuk membangun akhirat kita
Sangat sedikit sekali, dibanding dengan waktu kita untuk dunia kita…
Kalau seperti itu…
Pastilah kita takut, untuk berpindah ke rumah yang belum jadi
Tiada taman
Tiada kawan
Tiada makanan
Bahkan yang ada adalah azab dan siksa
Karena kita mencuekinnya…
Tidak merawatnya
Tidak membangunnya
Sepertinya, kita sudah harus mulai merenung kembali kehidupan kita.
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ DR. Syafiq Riza Basalamah, MA - حفظه الله تعالى
♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥♡♡♡♥♥
Langganan:
Postingan (Atom)










