Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Ustadz Aris Munandar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Ustadz Aris Munandar. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 November 2013

Bagaimana Pandangan KH. Hasyim Asy’ari Terhadap Syi'ah?

Bagaimana Pandangan KH. Hasyim Asy’ari Terhadap Syi'ah?

Selain fatwa Syaikh Muhammad Hasyim bin Asy'ari Al-Jumbani alias KH Hasyim Asy'ari -rahimahullah- yang mevonis sesat Syi'ah, Syaikh Muhammad Arsyad bin 'Abdullah Al-Banjari -penulis Sabilul Muhtadin, juga mengeluarkan fatwa yang senada.

Dan berikut copas fatwa KH Hasyim Asy'ari:

Fatwa KH. Hasyim Asy’ari rahmatullah ‘alaih, pendiri Nahdhatul ‘Ulama (wafat th. 1947) tentang Syi’ah Râfidhah Beliau berkata,

“Di antara mereka juga ada golongan Rafidhah yang mencaci maki Sayyidina Abu Bakr dan ‘Umar, membenci para Shahabat Nabi dan berlebihan dalam mencintai sayyidina ‘Ali, ~semoga Allah meridhoi mereka semua~.

Berkata Sayyid Muhammad dalam Syarah Qamus, sebagian mereka bahkan sampai pada tingkatan kafir dan zindiq, semoga Allah melindungi kita dan umat Islam dari aliran ini.

Berkata Al-Qadhi ‘Iyadh dalam kitab As-Syifa bi Ta’rif Huquq Al-Musthafa, “Dari Abdillah ibn Mughafal, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Takutlah kepada Allah, takutlah kepada Allah mengenai sahabat-sahabatku. Janganlah kamu menjadikan mereka sebagai sasaran caci-maki sesudah aku tiada. Barangsiapa yang mencintai mereka, maka semata-mata karena mencintaiku. Dan barangsiapa yang membenci mereka, maka berarti semata-mata membenciku. Dan barangsiapa menyakiti mereka berarti telah menyakiti aku, dan barangsiapa menyakiti aku berarti dia telah menyakiti Allah. Dan barangsiapa telah menyakiti Allah dikhawatirkan Allah akan menghukumnya. (HR. Al-Tirmidzi dalam Sunan Al-Tirmidzi Juz V/hal. 696 hadits No. 3762).”

[Risalah Ahli Sunnah wal Jama'ah, hal.9-10 -diadopsi dari Buku Panduan MUI "Mengenal & Mewaspadai Penyimpangan Syi'ah hal. 135-136]

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ
  Ustadz Aris Munandar, M.PI
- حفظه الله تعالى

⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡.

Jumat, 18 Oktober 2013

Beda Istri Shalihah figur suami & Selebriti public figur

Beda Istri Shalihah figur suami & Selebriti public figur
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Aris Munandar, MA - حفظه الله تعالى

Selebriti:
Begitu mau keluar rumah dandan secantik mungkin, parfum wangi semerbak, baju seseksi mungkin, berjalan berlenggak-lenggok, lalu "disuguhkan" ke khalayak bak diobral. Sampai di rumah copot semua, cuci muka, baju alakadarnya, tinggal capeknya, lalu disuguhkan ke suaminya. Semua orang hampir berdesir kagum hatinya,...

Wanita sholehah:
Mau keluar rumah baju tertutup rapat, gak pakai parfum, berjalan dengan wajar & menundukkan pandangan, gak "disuguhkan" di hadapan laki-laki asing. Sampai di rumah copot semua, cuci muka, berpakaian cantik & seseksi mungkin, dandan secantik mungkin, pakai parfum wangi semerbak nan menggoda, lalu disuguhkan ke suaminya. Hanya suami yg berdesir,....

Secara akal sehat & realita,
Manakah yg lebih baik & bisa mencegah percekcokan Rumah Tangga ???
Afala ta'qiluun ? Tidakkah kalian berpikir?

⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡.