Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Abu Riyadl Nurcholis Majid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Abu Riyadl Nurcholis Majid. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Juni 2015

Hakikat ilmu

 Hakikat ilmu
✏ Oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

Dalam kitab shohih bukhori dan muslim diriwayatkan dari ‘Abdullah bin ‘Amr dari Nabi shalallahu alaihiwasalam bahwa beliau bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu itu sendiri dari dalam diri manusia, tetapi pencabutan-Nya dengan mematikan para ulama. Dan jika tidak tersisa seorang alim pun, maka manusia akan mengangkat para pemimpin yang sangat bodoh, lantas mereka ditanyai lalu memberi fatwa tanpa dasar ilmu, sehingga mereka sesat dan menyesatkan.”

‘Ubadah bin ash-Shamit pernah ditanya mengenai makna hadits tersebut ia berkata, “Kalau aku berkehendak, niscaya aku akan memberitahukanmu mengenai ilmu yang pertamakali akan lenyap dari diri manusia: yaitu kekhusyu’an.”

Sesungguhnya alasan mengapa ‘Ubadah mengatakan hal tersebut, karena ilmu itu ada dua macam:
salah satunya ialah ilmu yang hasilnya bisa dirasakan dalam hati manusia, yaitu mengetahui tentang Allah azzawajalla sehingga menumbuhkan rasa takut dan harap serta cinta kpdNya, dari sisi nama-nama-Nya, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya yang bisa menjadikan seseorang khusyu’ kepada-Nya, merasa takut kepada-Nya, mengagungkan-Nya, mencintai-Nya, berharap kepada-Nya, bertawakal kepada-Nya, dan inilah yang disebut sebagai ilmu yang bermanfaat, sebagaimana yang dituturkan oleh Ibnu Mas’ud, “Sesungguhnya ada beberapa kaum yang membaca al-Qur-an, bacaan mereka tidak melewati kerongkongan mereka, namun bila bisa merasuk ke dalam hati maka akan terpatri dan bermanfaat bagi pemiliknya.”

Adapun ilmu yg kedua adalah ilmu yang ada dilisan dalam berdalil dan berhujjah.

Al-Hasan [al-Bashri] rohimahullah berkata :“Ilmu itu ada dua macam: Ilmu yang ada pada lisan dan ilmu yang ada pada hati. Ilmu yang merasuk ke dalam hati adalah ilmu yang bermanfaat, sedangkan ilmu yang hanya sebatas pada lisan kelak anak Adam tersebut akan di mintai pertanggung jawabannya.

Wallahu a'lam bishowab.

¤¤(*)¤¤

Selasa, 09 Juni 2015

KISAH PENCURI DI RUMAH ‘ULAMA… SUNGGUH MENGHARUKAN…

KISAH PENCURI DI RUMAH ‘ULAMA… SUNGGUH MENGHARUKAN…

Oleh: Ustadz Abu Riyadl, حفظه الله تعالى

SUBHANALLAH INDAHNYA AKHLAQ ORANG YANG BERILMU…

Akhlak yang mulia dan budi pekerti luhur itu memang lebih menyentuh daripada untaian kalimat. Nasihat dengan keteladanan lebih mengena daripada ucapan lisan. Itulah yang dipraktikkan oleh seorang ulama Rabbani, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah. Selain menasihati umat dengan lisan dan tulisan, beliau juga membuat hati manusia tunduk dan jiwa-jiwa terketuk dengan keteladanan. Di antara contoh yang sangat mengagumkan dari keteladanan beliau adalah bagaimana beliau memperlakukan seorang pencuri yang tertangkap basah menyatroni rumahnya.

Salah seorang penuntut ilmu menceritakan:

Saat aku beri’tikaf di Masjid al-Haram di 10 hari terakhir bulan Ramadhan, aku menghadiri majelisnya Syaikh Ibnu Utsaimin yang diadakan setelah shalat subuh usai. Ada seseorang bertanya kepada beliau tentang suatu permasalahan yang menurutnya terdapat kerancuan dan bagaimana pandangan Syaikh Ibnu Baz terhadap kasus tersebut. Syaikh Ibnu Utsaimin pun menanggapi si penanya dan memuji Syaikh Ibnu Baz rahimahumallahu jami’an.

Saat aku sedang hanyut dalam pembahasan pelajaran, tiba-tiba seorang laki-laki di sampingku –mungkin usianya akhir 30-an- sedang berurai air mata. Kemudian isak tangisnya mulai merambat ke telinga para peserta kuliah subuh itu.

Ketika pelajaran usai, kulemparkan pandanganku kepada laki-laki yang menangis tadi. Kulihat ia tengah memegang mush-haf dan tenggelam dalam kesedihannya. Kudekati dia meskipun terlihat ia tampak menghindar. Kuucapkan salam padanya dan kemudian aku bertanya, “Kaifa haaluka yaa akhi? Maa yubkiika?” (Apa kabarmu saudaraku? Apa yang membuatmu menangis?) Ia menjawab dengan suara parau yang tidak jelas. Terdengar hanya jazaakallahu khair (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan).

Aku pun mengulangi pertanyaanku, “Maa yubkiika akhi?” (Apa yang membuatmu menangis?).

Dengan wajah bersunggut-sunggut kesedihan ia menjawab, “Laa laa syai-a, innama tadzakkartu Ibnu Baz, fabakaitu” (Tidak, tidak ada apa-apa. Aku hanya teringat Ibnu Baz. Kemudian aku pun menangis.).

Aku menangkap logatnya, aku tahu ia adalah seorang yang berasal dari Pakistan walaupun ia mengenakan pakaian Saudi. Akhirnya ia pun bercerita:

Dulu aku mengalami sebuah kejadian bersama beliau. Sekitar 10 tahun yang lalu, aku bekerja sebagai seorang satpam di salah satu pabrik di Kota Thaif. Kemudian sepucuk surat dari Pakistan sampai kepadaku. Surat ini membawa kabar bahwa ibuku dalam keadaan sekarat/koma. Dokter menyatakan harus segera dilakukan operasi transplantasi ginjal. Dan biayanya sebesar 7.000 Riyal Saudi. Sedangkan aku hanya memiliki 1.000 Riyal. Tidak kutemui seorang pun yang dapat membantuku demikian juga dari perusahaan.

Jika operasi tidak dilakukan dalam waktu satu pekan, kemungkinan ibuku akan meninggal. Keadaannya benar-benar tinggal menghitung hari. Aku menangisi ibuku. Karena dialah yang mengasuhku. Yang bergadang di malam hari untuk menjagaku. Situasi kepepet ini pun membuatku nekad. Akhirnya aku melompat masuk ke salah satu rumah di dekat pabrik tempatku bekerja. Kumasuki tempat itu pukul dua dini hari.

Setelah aku berhasil meloncati pagar rumah itu, beberapa saat kemudian tanpa kusadari petugas keamanan telah menangkapku. Mereka melemparku ke dalam mobil. Saat itu, betapa gelap dunia ini kurasakan.

Kemudian, menjelang shalat subuh, datanglah seorang polisi. Ia mengembalikanku ke rumah yang kusatroni tadi. Yang hendak kujarah barangnya. Polisi itu menempatkanku di suatu tempat, lalu ia pergi berlalu.

Beberapa saat kemudian datang seorang pemuda dengan membawa makanan. Ia berkata, “Kul! Bismillah” (Makanlah dengan menyebut nama Allah).

Aku heran dan bingung. Sebenarnya aku sedang berada dimana?

Saat adzan fajar berkumandang, orang-orang di rumah itu berkata kepadaku, “Tawadhdha’ lish shalah” (Wudhulah untuk shalat). Rasa khawatir dan takut menggerayangi tubuhku.

Lalu muncullah seorang laki-laki yang sudah sepuh. Ia dituntun oleh seorang pemuda menuju padaku. Laki-laki tua itu menyalamiku kemudian mengucapkan salam. “Hal akalta?” (Sudah makan?) tanyanya. “Na’am” jawabku. Ia pun meraih tangan kananku lalu menggandengku pergi bersama ke masjid untuk shalat subuh berjamaah.

Setelah shalat, kulihat laki-laki tua yang memegang tanganku itu duduk di sebuah kursi di baris depan masjid. Para jamaah dan pelajar pun mendekat, duduk di sekelilingnya. Mulailah Syaikh itu menyampaikan pelajaran.

Seketika itu kuletakkan kedua tanganku di kepala. Aku malu dan aku juga takut. “Ya Allaaah.. apa yang sudah aku lakukan??? Aku mencoba mencuri di rumah Syaikh Ibnu Baz” gumamku. Aku tahu, nama Syaikh Ibnu Baz karena beliau begitu tenar di negaraku Pakistan.

Setelah pelajaran usai, Syaikh kembali membawaku ke rumahnya. Dengan hangat, ia kembali menggapai tanganku dan mengajakku sarapan pagi. Sarapan yang dihadiri banyak orang-orang. Ia dudukkan aku di sampingnya. Sambil menyantap sarapan beliau bertanya, “Masmuka?” (Siapa namamu?) “Murtadha.” Jawabku.

Aku pun menceritakan kisahku kepadanya. Beliau menanggapi, “Hasanan.. sanu’thika 9.000 Riyal.” (Baik, akan kami berikan 9.000 Riyal untukmu). “Al-mathlub 7.000 Riyal” (Yang dibutuhkan hanya 7.000 Riyal).

Beliau menanggapi, “Sisanya ambillah untukmu. Tetapi jangan kau ulangi lagi perbuatan mencuri itu wahai anakku”. Aku pun mengambil uang itu. Kuucapkan terima kasih kepadanya. Dan kudoakan kebaikan untuknya.

Setelah itu aku pulang ke Pakistan untuk membiayai operasi ibuku. Alhamdulillah ibuku bisa kembali sembuh.

Lima bulan kemudian, aku kembali ke Saudi. Dan langsung menuju Riyadh. Aku mencari Syaikh dan kukunjungi kediamannya. Aku sudah mengenalnya sekarang. Begitu pula beliau, tidak lupa padaku. Beliau bertanya tentang ibuku. Lalu aku berikan kepada beliau 1500 Riyal. Segera beliau bertanya, “Maa hadza?” (Apa ini?) “Al-Baaqi” (Sisanya) jawabku. Lalu beliau berkata, “Huwa laka” (Uang itu untukmu).

Aku kembali mengajukan permintaan kepada Syaikh, “Syaikh, aku ada permintaan”. “Apa itu wahai anakku?” katanya.

“Aku ingin bekerja padamu. Jadi pembantu atau yang lainnya. Aku mohon Syaikh, jangan tolak permintaanku. Semoga Allah senantiasa menjagamu”. Pintaku. “Hasanan” (Baiklah) jawabnya.

Lalu aku pun bekerja di rumah Syaikh hingga beliau rahimahullah wafat.

Salah seorang yang dekat dengan Syaikh mengabarkan kepadaku, “Tahukah engkau, saat kau melompati pagar rumah beliau. Beliau sedang shalat malam dan mendengar suara gaduh di halaman rumahnya. Lalu beliau menekan bel yang biasa ia gunakan untuk membangunkan orang-orang di rumahnya saat-saat shalat wajib saja. Mereka semua terbangun dan merasakan ada suatu kejanggalan. Lalu beliau memberi tahu bahwa ada suara ribut-ribut di halaman. Mereka pun menyampaikannya ke satpam, lalu satpam menelpon polisi. Tanpa menunggu lama mereka pun menangkapmu.

Syaikh pun bertanya apa yang terjadi. Orang-orang di rumahnya mengatakan ada pencuri, dan polisi telah menggelandangnya. Syaikh pun marah, lalu berkata, “Jangan, jangan.. bebaskan dia sekarang dari kantor polisi. Aku yakin dia tidak mencuri kecuali karena sangat terdesak. Kemudian kejadiannya sebagaimana yang sudah engkau ketahui”.

Aku (yang bertanya) berkata kepada sahabatku (yang bercerita), “Sekarang matahari telah terbit (sudah pagi). Seluruh umat ini terasa berat dan menangisi perpisahan dengan beliau. Berdirilah sekarang, marilah kita shalat dua rakaat dan berdoa untuk Syaikh rahimahullah.
—–

Semoga Allah senantiasa merahmati Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz dan menempatkannya di surga yang penuh dengan kenikmatan.. Amin..

Sumber:
http://forum.islamstory.com/

●●●●●●●●

Selasa, 13 Mei 2014

Bertambah Baik Kualitas Ibadah Seiring Bertambahnya Ilmu Agama

Bertambah Baik Kualitas
Ibadah Seiring Bertambahnya Ilmu Agama



Ketahuilah wahai saudaraku bahwa yang menjadi tujuan kita
bukanlah sekedar banyaknya ilmu akan tetapi kualitas amalnya.
Karena seharusnya semakin bertambah ilmu agama semakin
bertambah baik kualitas
ibadahnya kepada Allah yang didorong rasa takut kepada Nya
dengan rasa takut yang tidak membuat putus asa.

Anas Bin Malik berkata,
“Rasulullah pernah
menyampaikan khutbah kepada kami dengan satu khutbah yang
belum pernah aku dengar sama sekali, nabi berkata (di dalam
khutbah tersebut): “Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (berupa kengerian akherat, indahnya surga dan
menakutkannya neraka) pasti kalian sedikit tertawa dan banyak menangis.”

Anas berkata:
“Para sahabat
Rasulullah ketika itu langsung menundukkan wajah-wajah mereka dan mereka menangis
terisak-isak.”
(HR. Bukhari Muslim, riyadhus shalihin no.
401)

Syaikh Salim Al Hilaly
berkata:
“Seorang mu’min setiap
kali bertambah ilmunya tentang kebesaran dan keagungan Allah serta kemuliaan Nya bertambah pula rasa takutnya terhadap
siksa-Nya, sebagaimana pula bertambah ambisinya terhadap
pahala dari Allah Ta’ala, lalu dia meninggalkan maksiat dan
memperbanyak ketaatan”

Beliau juga berkata: “Diantara sifat seorang mu’min adalah takut dan hormat kepada Allah,
akan tetapi tidak sampai putus asa dan menyerah dari kasih sayang Allah.” (Bahjatun Nazhirin
(1/343-347))

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc ~ حفظه الله تعال


°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•

Selasa, 06 Mei 2014

ANTARA MEMBACA AL QUR’AN DAN BB YANG MENGGODA

::: ANTARA MEMBACA AL QUR’AN DAN BB YANG MENGGODA :::

Ketika anda sedang dirumah, atau lagi ngangur…

Luangkan waktu untuk meletakkan bb dan sejenisnya kemudian ambilah mushaf tuk baca qur’an..

Karena bacaan Alqur’an merupakan dzikir yg terindah..

Ingatlah wahai saudaraku bahwa waktu yg habis buat obrolan belaka itu akan merugikan kita diakhirat..

ingatlah tujuan hidup ini.. Kebahagian akhirat adalah hasil akhir yg kita mimpikan..

bb yg ditangan sering melalaikan.. Mari kita kendalikan dg bijak..

Umur setiap detik pastilah berkurang.. gunakan sisa waktu yg telah Allah tetapkan ajalnya ini untuk mengejar amalan yg teringgal..

Anda akan rasakan perbedaannya jika sering anda gunakan rumah ini untuk ibadah…

Niscaya gelisah dan rasa penatnya hati serta fikiran dalam urusan dunia akan banyak terobati..

Mari kita simak apa sabda nabi shalallahu’alaihiwasalam tentang rumah idaman ini:

عَنْ أَبِي مُوسَى رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَثَلُ الْبَيْتِ الَّذِي يُذْكَرُ اللهُ فِيهِ وَالَّذِي لَا يُذْكَرُ اللهُ قِيْهِ كَمَثَلِ الْحَيِّ وَالْمَيِّتِ

Dari Abu Musa radhiAllahu’anhu , dari Nabi shalallahu’alaihiwasalam bersabda;

“Perumpamaan rumah yang disebut nama Allah di dalamnya dan rumah yang tidak disebut nama Allah di dalamnya, seperti perumpamaan orang hidup dan mati.” Al-Bukhari (6407).

Rumah yg tak dilantunkan Alqur’an maka ia seperti quburan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ

Dari Abu Hurairah radhiAllahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu’alaihiwasalam bersabda,

“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian pekuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya surat Al-Baqarah.”
Shahih, diriwayatkan Muslim (780).


Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc ~ حفظه الله تعال


°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•

Rabu, 16 April 2014

Memanfaatkan Nilai Waktu

Memanfaatkan Nilai Waktu


Rasulullah Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam  bersabda:

((اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ, حَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ, وَصِحَّتَكَ قَبْلَ سَقْمِكَ, وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شَغْلِكَ, وَشَبَابِكَ قَبْلَ هَرْمِكَ, وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ)) “

Jagalah lima perkara sebelum datang lima perkara lainnya: masa hidupmu sebelum masa matimu, masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, masa mudamu sebelum masa tuamu dan masa cukupmu sebelum masa fakirmu.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’(1077))

Generasi salaf (pendahulu umat ini) telah memberikan contoh kongkrit dalam memanfaatkan nilai-nilai waktu. Waktu bagi mereka laksana mutiara berharga yang harus dijaga tanpa disia-siakan.

Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Sungguh aku telah berjumpa dengan beberapa kaum (para shahabat Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam ), mereka sangat bersemangat dalam menjaga waktu-waktu mereka melebihi semangat kalian dalam menjaga harta benda kalian.”

Dalam kesempatan yang lain beliau menuturkan:
 “Wahai anak Adam! Sesungguhnya engkau adalah hari-harimu. Bila hilang salah satu harimu hilang sebagian dirimu.”
Ibnu Uqail Al-Hanbali berkata: “Sesungguhnya aku tidak menghalalkan bagi diriku untuk menyia-nyiakan sesaatpun dari umurku..

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc ~ حفظه الله تعال


°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•

Beberapa Pucuk Surat Dari Pengancur Kelezatan…

Beberapa Pucuk Surat Dari Pengancur Kelezatan…


Badan yang dulunya kuat sekarang sudah mulai gampang lelah..

Gigi yang dulunya kuat seperti baja sekarang sudah mulai ngilu dan berlubang..

Kaki yang dulunya kuat berjalan dan tidak mudah lelah, sekarang mudah capek dan jika berdiri lama terkadang nyeri dan kesemutan..

Dulu kala takala bagun pagi badan sangat ringan.. Namun sekarang sudah tidak seperti dulu lagi..

Rambut dikala itu bersih hitam dan bersinar..ia telah mulai berwarna cerah dan gampang patah serta mulai tidak secerah dulu..

Surat surat cinta ini kiriman dari sang pengahancur kelezatan..
Surat surat rindu dari lobang lahat yang menunggu dipelukannya..

Surat surat itu semakin hari semakin bertambah saja..
berjalannya waktu serasa ia semakin dekat kepada kita..

Namun alangkah bodoh diri ini yang sering menganggapnya remeh.. Dan mengatakan:
” Nikmati aja hidup ini, kan cuma sekali”

Atau:

“Udahlah kan bisa taubat nanti”
Padahal ia merupakan kepastian yang pasti datang tanpa permisi waktu dan tempatnya..

Akankah saya atau anda selalu menyadarinya disetiap waktu…?

Cukuplah bagi seorang mukmin akan datangnya ajal sebagai nasehat yang sangat berharga..

Saudara..
Sebelum anda bertindak hendaklah engkau timbang dan engkau fikir masak-masak akan untung/ruginya pada kehidupan akhiratmu


Ditulis oleh: أُسْتَاذُ  Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى


°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•

Cinta Melalui Dunia Maya

Cinta Melalui Dunia Maya

Dunia maya tidak akan menggambarkan hakikat sifat dan agama seseorang yang antum belum kenal..

Banyak hal yang tidak anda dapati di dunia nyatanya..

Wahai ikhwan wa akhwat.. ingatlah dunia maya ini jangan sampai menjerumuskan kedalam kubangan cinta tak jelas..
Banyak kejadian suami menceraikan istrinya karena kejerat tali kasih di dunia maya..

Berapa banyak wanita yang hilang hormatnya kepada suami karena kata manis kekasihnya dumay.

Begitu banyak penyesalan jalan menuju jodoh lewat dunia maya..

Jangan tergoda indahnya kata tulisan..

Mana ada seorang pemuda sholeh atau pemudi sholihah yang saling menebar pujian kelawan jenis atau tebar pesona..

Seorang muslim yang bijak hendak berfikir dulu sebelum beranjak..

Ayam saja bisa lari jika mau disembelih krn melihat kawannya disembelih majikannya..

Kenapa kita kurang ambil pelajaran..

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ  Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Jangan Biarkan

Jangan Biarkan oleh: أُسْتَاذُ Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc ~ حفظه الله تعال


Jangan biarkan para wanita. Bekerja diluar negri.. walaupun di negara islam..

Karena pergi kesana adalah perbuatan haram.. safar tanpa mahram..

Wal hasil sebagian mereka banyak yang asyik bisa kerja sampingan..

Jadi PSK buat orang orang Banglades, India, dll.. bahkan para teman laki bangsa sendiri pun ikut pingin ngerasain.

Lihat video ini..

Begitu tragis jika wanita berkeliaran jauh diluar negri. Tidak malu dengan orang kampungnya.. karena memang paham orang kampungya adalah bu haji..

Tonton
“( كل بنغالي يطلع انا مبسوط) على لسان بنغالي جرار !!”

di YouTube

°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•

Harta Dunia Seperti Pisau Bermata Dua

Harta Dunia Seperti Pisau Bermata Dua


Jadikan ia sebagai bekalmu..
Dan jangan jadikan ia sebagai penghalangmu..

Sa’id bin Jubair menuturkan:

“Kesenangan( harta) yang menipu, apa yang menjadikanmu lalai terhadap akhirat,

Sedangkan sesuatu (harta) yang tidak melalaikanmu ia bukan termasuk kesenangan yang menipu, tetapi kesenangan yang menghantarkanmu menuju sesuatu yang lebih baik darinya (yakni bekal akhirat).”

Antara dunia dan akhirat ibarat seseorang yang memiliki neraca yang jika ia berat disisi satunya maka akan ringan disisi lainnya..
Jika ia berat di sisi akhirat maka akan terasa enteng melihat dunia..
Maka hilanglah rasa bakhil, rasa malas, rasa tidak peduli halal haram.. dll



Ditulis oleh: أُسْتَاذُ  Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى


°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•

Pernahkah Anda Menyimak Pembicaraan Orang ?

Pernahkah Anda Menyimak Pembicaraan Orang ?

Bagaimana perasaan anda, jika pembicara menjadikan obyek pembicaraan adalah dirinya sendiri.

Awalnya sih mungkin kagum.. lama lama kok menjengkelkan ya?

Begitulah wahai sobat.. ketika seseorang yang sering mengucapakan kalimat saya, ana, aku, mungkin sering menghias bibir kita..

Ah betapa naifnya kalimat tersebut jika ingin mempublikasikan diri sebagai orang yang berjasa, berpengaruh.. bermakna didepan masyarakat.. dia berusaha untuk diakui eksistensinya..

Ia sering mengatakan kalimat
AKU dulu..
AKU adalah… dan
AKU yang pernah begini dan begitu.. dan
Kalau AKU sih begini begitu..

Ibnu Qoyyim mengatakan:
” hendaknya dijauhi sekuat tenaga kalimat keburukan dari kata “AkU” “punyaku” ” padaku”. Karena tiga kata tersebut merupakan kalimat yang menghancurkan iblis dan fir’aun..

Siapa yang diantara kita sering mengucapkan kata AKU.. ?

Coba dihitung dirinya kalo pas ngobrol..

Ternyata diri manusia ingin di beri jempoL..


Ditulis oleh: أُسْتَاذُ  Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى


°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•

Perjalanan Kehidupan

Perjalanan Kehidupan


Obrolan Harun Ar Rosyid dengan Abu Al ‘Atahiyah mengenai jalan hidup..

Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dalam Raudhathul ‘Uqalaa` (hal. 248), dengan di sandarkan kepada Abi Al ‘Atahiyah ia berkata:

“Aku masuk ke dalam kediaman amirul mukminin Harun ar-Rasyid, ketika beliu melihatku,
dia berkata:
Inikah Abu Al ‘Atahiyah?’,
aku jawab : iya, aku Abu Al’Atahiyah’,
dia berkata lagi: apa engkau orang yang biasa melantunkan syair?’,
aku jawab: iya, aku adalah penyair’,
beliau berkata lagi : tolong nasihatilah aku dengan bait-bait syairmu yang ringkas serta sarat dengan makna”

Maka aku pun melantunkan syair untuk beliau:

Engkau tidak akan selamat dari  kematian di suatu ujung dan juga jiwa..

Walaupun engkau menghindarinya dengan suatu pembatas dan penjagan jua..

Ketahuilah bahwasanya busur kematian itu akan mengenai siapa yang dihadapinya..

Walaupun ia mengenakan baju besi atau berada di benteng kokoh yang nyata..

Engkau mengharapkan keselamatan namun engkau tiada berjalan diatasnya..

Sesungguhnya perahu itu tidak akan mampu berlayar ditempat yang kering bagaimanpun jua..

Semoga bermanfaat..



Ditulis oleh: أُسْتَاذُ  Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى


┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Keyakinan (Iman) Yang Benar Adalah…

Keyakinan (Iman) Yang Benar Adalah…


Ibnu Mas’ud radhiallahu anhu berkata: “Keyakinan (iman) yang benar itu adalah:

1. jangan engkau meraih kerelaan manusia melalui kemurkaan Allah

2. jangan merasa iri terhadap seseorang atas apa yang telah Allah beri rezeki kepadanya.

3. janganlah engkau mencela seorang pun atas sesuatu yang belum Allah berikan kepadamu. Sesungguhnya rezeki Allah tidak dikendalikan oleh ketamakan orang yang tamak, dan tidak pula dicegah oleh kebencian orang yang benci.

Sesungguhnya Allah dengan keadilanNya, ilmuNya, dan hikmah-Nya menjadikan ruh beserta rasa bahagia pada rasa keyakinanmu dan keridhaanmu, serta menjadikan rasa gelisah dan sedih pada rasa bencimu dan keraguanmu.”

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ  Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc  حفظه الله تعالى




Pentingnya Peran Media Massa

Dizaman arab jahiliah.. peran media sangat penting.. namun media tersebut berbentuk puisi (syair) yang maknanya dapat memengaruhi pemikiran masyarakat..

Mereka bisa tergiring kepada suatu politik tertentu dan ketersohoran seseorang yang dimuat dalam syair tsb..

Pada masa khilafah bani umayyah dan abasyiyah pun juga demikian.. pengaruh media ini sangat dapat bermanfaat untuk memberi info.. bahkan info keilmuan sekalipun..

Adapaun sekarang media tsb telah berubah bentuk menjadi tv, radio dan alat telekomunikasi lainnya baik jejaring sosial dll.

Nah sangat disayangkan.. pemilik stasiont televisi yang pengaruhnya sangat kuat tidak dikuasai oleh muslim yang sejati..

Pembentukan opini dan pemikiran dari segi keyakinan, muamalat, akhlaq, politik dll bukan ditangan kita wahai sahabatku..

Rata rata manusia itu awam..
Mereka hanya tau dari apa yang mereka lihat dan dengar..

Kata pepatah jawa:
Tresno songko kulino..

Monggo mari kita berfikir untuk ini.. bagi yang bermodal besar marilah berupaya mewujudkan impian ini.. sehingga masyarakat luas dapat memanfaatkannya. Dan menjadi amal jariyah di akhirat kelak..


Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Abu Riyadl, Lc حفظه الله تعال

~~»»•««~~

Kenali Kawanmu

Wahai saudaraku..

pilihlah dg benar siapa yang kau jadikan kawan..

Krn engkau akan seperti akhlaq temanmu..

Bedakan kawan akrab dan kawan jauh..
pilihlah dg benar kawan akrab yang biasa engkau bergaul dgnya..

Bisa jd engkau akan bangkit dari alam kubur dekat dengannya..

Jika ia keneraka maka engkau terseret kesana..

Jika ia kesurga minimal engkau akan mendapat syafaat bisa dekat bersamanya..

Sekali lagi..
Kenali kawanmu..
 



..͡▹ Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc ~ حفظه الله تعال

16 Jumadats Tsani 1435H / 16 April 2014


°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°` `°•.¸¸.•°``°.•°•..•°•.•°•.•°•

Hadiah

Jika memberi hadiah kepada teman dan tetangga itu dianjurkan.. karena dapat menumbuhkan ukhuwah dan kasih sayang..
Maka sangat berhak bagi seorang istri untuk mendapat hadiah dari sang suami..

Wahai para suami....sesekali berikan hadiah buat istrimu.. secara kejutan.. tanpa ia minta..

Mungkin walau sekedar coklat atau apa saja yang ia suka... tak seberapalah harganya..
Atau kau hadiahkan perhiasan yang biasa wanita sukai..
tulis kata cinta didalamnya..
Itu akan melanggengkan kasih sayang kalian berdua..

Siapakah yang ingin istrinya tetap berwajah ceria dan senyum mesra padanya?

Siapakah yang ingin istrinya selalu tulus untuknya..

Istrimu membutuhkan siraman cinta.. walau sederhana..

Pohon itu akan tumbuh segar sampai akhir masanya..

Siapakah yang akan untung? Tentu kenikmatan tsb akan kembali kepdamau wahai suami..

Wanita jika engkau tanami satu kebaikan ia mungkin akan membalas dg ribuan kebaikan untukmu..

Dan kita telah menjadi orang yang terbaik dari kaum muslimin.

Tapi ingat ini hanya buat pasutri..
Awas.. kalo buat orang lain..!!! Jangan sampai membuat zina hati..
.

Khoirukum khoirukum liahlihi...

Sebaik baik kalian adalah yang terbaik untuk berbuat baik kpd istrinya..

Semoga bermanfaat tuk mengisi liburan pekan ini..

Barakallahu fikum..

Ditulis oleh: Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc - حفظه الله تعالى


⌣̊┈»̶·̵̭̌✽����✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Taukah anda?

Taukah anda?

Mengapa akhwat yang sudah sering ngaji..
Malah berilmu setelah kuliah di Universitas Islam yang membahas banyak ilmu agama..
Sebagian mereka tetap berani safar dalam jarak 80 km keatas tanpa mahram..

Dan jika kita tanya..
Katanya aman dan katanya ini adalah caraku dalam berjuang tuk agamaku..
Apakah ini alasan yang benar?

Seharusnya semakin paham agama semakin ta'at..

Ibnu Mas'ud رضي الله عنه berkata : Ilmu itu rasa takut kpd Allah..

Itulah ilmu sesungguhnya..wahai akhwat..
Antunna akan bertanggungjawab atas amalan sendiri..

Ingatlah..
Maksiat jika dibenarkan dg akal..
Ia tidak akan berubah status..
Maksiat safar tanpa mahrom ini tidak akan menjadikan kebahagiaan diakhirat..

Sesungguhnya rusaknya umat ini jika para akhwatnya gak bisa dikendalikan oleh syariah yang haq..
Ujian berat bagi bani isroil adalah wanita..
Islam juga kena ujian terberat adalah pada wanita..
Sadarlah..

Tahukah anda?
Kapan saja seorang wanita boleh melakukan safar tanpa mahram? Berikut kami bawakan ucapan Asy-Syaikh Muhammad bin Saleh Al-Utsaimin rahimahullah.
Beliau berkata :

“Semua safar walaupun jaraknya dekat, maka seorang wanita wajib ditemani oleh mahramnya. Kecuali pada empat keadaan :

Pertama : Jika mahramnya meninggal di tengah perjalanan, sementara dia telah jauh meninggalkan tempat asalnya.

Kedua : Jika wanita itu wajib berhijrah.

Ketiga : Jika dia berzina sehingga dia dihukum dengan pengasingan (pengusiran), sementara dia tidak mempunyai mahram.

Keempat : Jika hakim mengharuskan untuk mendatangkan dia setelah tuduhan dijatuhkan kepadanya, sementara dia tidak berada di situ ketika itu.”

[Diterjemahkan dari Al-Muntaqa Min Fara`id Al-Fawa`id hal. 44-45]

Janganlah banyak berdalih untuk mengatakan boleh safar tanpa mahram..

Ditulis oleh: Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc - حفظه الله تعالى


⌣̊┈»̶·̵̭̌✽����✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

…..Anak ku..!!

…..Anak ku..!!
Ditulis oleh: Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Madjid, Lc - حفظه الله تعالى

Ketika aku semakin tua, aku berharap kamu memahami dan memiliki kesabaran untuk ku..
Suatu ketika aku..
Memecahkan piring atau menumpahkan sup diatas meja karena penglihatanku berkurang,
Aku harap kamu tidak memarahiku
Orang tua itu sensitif…selalu merasa bersalah jika kamu berteriak..

Ketika pendengaranku semakin memburuk,aku harap kamu tidak berkata” TULI..!! “
Mohon ulangi apa yg kau katakan..

Maaf,anak ku…!!
Aku semakin tua….
Aku mohon jgn bosan denganku ketika aku mengulangi apa yg kukatakan, seperti dongeng sebelum tidurmu dulukala,aku harap kamu selalu mendengarkan aku,tolong jangan mengejek ku atau bosan mendengarkanku…
Apakah kamu ingat ketika kamu kecil dan
Kamu mengulangi apa yg kamu baru bisa ucapkan.. aku dulu senang mendengarnya..

Maafkan aku wahai anakku tentang bau ku, tercium seperti org yg tua ya… aku mohon jangan memaksaku untuk mandi, atau menyinggungku…..aku harap aku tidak terlihat kotor bagimu…apakah kamu ingat ketika kamu masih kecil? Aku sllu mengejar2 kamu ketika kamu tidak ingin mandi…
Aku sabar dalam memandikanmu..

Aku harap kamu bisa bersabar dengan ku ketika aku rewel…ini semua bagian dari menjadi tua…kamu akan mengerti ketika kamu tua…dan jika kamu memiliki waktu luang,aku harap kita bisa bicara bahkan utk beberapa menit..aku selalu sendiri sepanjang waktu dan tidak memiliki seseorangpun tuk diajak bicara…aku tau kamu sibuk dengan pekerjaanmu
Ketika saatnya tiba dan aku hanya bisa terbaring…sakit dan sakit,aku harap kamu memiliki kesabaran tuk merawatku..
Semoga kelak kita dapat berkumpul disurga..

Pesan dari saya wahai saudaraku:
Jikalau orang tua kita telah semakin sepuh.. maka hati hatilah dalam berbicara.. ia merupakan kunci surgamu..
Sensitif dari segala ucapan seorang anak.. entah salah atau benar.. bukan menjadi suatu alasan..
Yang jelas mereka berdua telah menyayangimu..
Jagalah kalimat apapun yang dapat menyinggungnya..
Bila engkau dapat bertutur kata manis kepada atasanmu dan engkau akan murah senyum padanya..itu hanya karena gajimu ada ditangannya..
Maka inilah orang tua kita… mereka berdua memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari sekedar atasanmu..
Jangan karena engkau telah lama hidup bersamanya.. sehingga hormatmu padanya hanya hormat biasa.. atau ketika engkau beda pendapat dengannya.. bantahanmu langsung keluar dengan mudahnya..
Rendahkan sayapmu untuknya..jika engkau bersayap..
Sesungguhnya burung tidak dapat terbang jika mereka merendahkan sayapnya..



⌣̊┈»̶·̵̭̌✽����✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Minggu, 16 Februari 2014

Sekilas tentang TAlangan Haji Dan sanggahan terhadap fatwa yang menghalalkannya.

Sekilas tentang TAlangan Haji
Dan sanggahan terhadap fatwa yang menghalalkannya.


Bag 1.
Talangan haji adalah pinjaman (qardh) dari bank syariah kepada nasabah untuk menutupi kekurangan dana guna memperoleh kursi (quota) haji pada saat pelunasan BPIH (Biaya Perjalanan Ibadah Haji). Nasabah kemudian wajib mengembalikan sejumlah uang yang dipinjam itu dalam jangka waktu yang telah disepakati.

Fatwa DSN (Dewan Syariah Nasional) MUI Nomor No. 29/DSN-MUI/VI/2002 tentang pembiayaan pengurusan haji oleh LKS (lembaga keuangan syariah), sebagai dasar hukum bagi praktik pembiayaan talangan haji, inti fatwa tersebut berbunyi sebagai berikut:

1. Dalam pengurusan haji bagi nasabah, LKS dapat memperoleh imbalan jasa (ujrah) dengan menggunakan prinsip al-ijarah sesuai fatwa DSN-MUI nomor 9/DSN-MUI/IV/2000.

2. LKS akan membantu menalangi pembayaran BPIH nasabah dengan menggunakan prinsip al-Qardh sesuai fatwa DSN-MUI nomor 19/DSN-MUI/IV/2001.

3. Jasa pengurusan haji yang dilakukan LKS tidak boleh dipersyaratkan dengan pemberian talangan haji.
Besar imbalan jasa al-ijarah tidak boleh didasarkan pada jumlah talangan al-Qardh yang diberikan LKS kepada nasabah.

Menurut fatwa tsb ada dua obyek aqad yaitu: Pertama, akad Al-qard (pinjaman) dengan obyek uang, di sini nasabah hanya mengembalikan sejumlah yang dipinjam, tidak boleh lebih dalam mengembalikan.

Kedua, akad ijarah al-amal (sewa jasa), yaitu jasa pengurusan haji. Yang mana Al-ijarah ada dua jenis, yakni ijarah al-maal (sewa barang) dan ijarah al-amal (sewa jasa). Dan yang dimaksud oleh Fatwa MUI di atas adalah ijarah al-amal. LKS yang mengurus dan membantu nasabah untuk memperoleh porsi haji dari pihak otoritas berhak mendapatkan ujrah atas pekerjaan yang berupa pelayanan tersebut berdasarkan akad ijarah. Sehingga nama Fatwanya adalah pembiayaan pengurusan, bukan pinjaman dana haji. Inilah menurut fatwa tsb.

Sanggahan:

1. Mengapa pinjaman yang diberikan Kepda calhaj bisa disebut sebagai jasa pengurusan? Bukankah itu hanyalah sebuah qord(pinjaman) ?

2. Kita lihat sedikit ketimpangan antara makna jasa dan makna peminjaman.. dikarenakan jika calhaj membayar harga untuk mendapat quota secara lunas maka ia tidak dibebani biaya tsb.. sehingga hal tsb bukanlah suatu jasa atas pekerjaan pengurusan. Namun bisa kita katakan jasa memberi pinjaman uang.

3. Dalam qaidah fiqh: setiap peminjaman yang disitu ambil untung maka ia adalah Riba.

Semoga Allah Ta'ala membukakan hati kita untuk dapat membuka mata hati kita agar berhati hati dalam menilai suatu hukum..
Semoga bermanfaat..

Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc - حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Untuk bisa membaca Alqur'an dg lancar adalah Krn terbiasa..

Untuk bisa membaca Alqur'an dg lancar adalah Krn terbiasa..

Untuk bisa benar bacanya adalah belajar ke guru ngaji..

Untuk ikhlas dalam tilawatul qur'an usahakan bacaanmu tidak dipamerkan..apalagi dibuat laporan ibadah kpd sebuah komunitas..

Tiada orang yang sangat merugi diakhirat nanti kecuali mereka yang mendapati amalannya ternyata hanya debu yang berterbangan..

Malang nian nasibnya..

Keikhlasan itu menyembunyikan ibadahmu seperti engkau menyembunyikan aibmu..

Semoga Allah karuniakan keikhlasan pada diri kita..

Jadikan rumahmu terang dg qur'anmu dan keikhlasanmu..

Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Abdul Majid , Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Cara Jangan Marah

Cara Jangan Marah
Anda Wong galak?
Keras seperti permen dapros?
Atau gampang muringan..!!
Atau tempramen..?

Tenang..
Walau itu bawaan orok tapi bisa berubah..
Suatu hari anda menjadi orang yang penyabar dan kalem..insyaAllah..
Tapi butuh pelatihan..
Latihannya dg menahan diri tuk tidak bersuara jika anda marah.. dan ingatlah dosa jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan jika anda muring muring..
Istighfar..
Wudhu..
Pindah posisi..
Kalo masih saja.. duduk atau berbaringlah.. sampai reda..
Jika telah reda.. ingatlah
apa hak anda untuk marah.. sedangkan Allah maha pemaaf..

Semua perlu latihan.. seperti anjuran nabi muhammad shalalhu alaiwasalam..:

"Sesungguhnya ilmu itu hanyalah didapat dengan belajar dan sifat kalem gak gampang marah (penahan emosi) hanyalah didapatkan dengan melatih diri untuk memiliki sifat tersebut, barangsiapa yang berusaha untuk melatih dirinya melakukan kebaikan maka dia akan dapatkan dan barangsiapa yang berusaha untuk menghindari keburukan maka dia dihindarkan dari keburukan tersebut." HR. Bukhari dalam Adabul Mufrad

Ditulis oleh: Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid , Lc - حفظه الله تعالى

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽����✽·̵̭̌«̶┈⌣̊