Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba'. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba'. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Mei 2014

Hukum Rokok Dan Syisya




Hukum RokokDan Syisya



Ditulis oleh: Ustadz Fuad Hamzah Baraba, Lc - حفظه الله تعالى

مسألة في حكم شرب الشيشة والدخان
Masalah Hukum Menghisap Syisya dan Merokok

ما حكم شرب الشيشة؟ وهل حكمها حكم الدخان؟ وهل تعتبر الشيشة والدخان من المخدرات المحرمة؟

Apa hukum menghisap syisya? Apakah hukumnya sama sperti merokok? Apakah syisya dan rokok termasuk narkoba Чαπƍ diharamkan?

شرب الشيشة والدخان بأنواعه من جملة المحرمات؛ لما فيهما من الأضرار الكثيرة، وقد أوضح الأطباء العارفون بذلك كثرة أضرارهما، وقد حرم الله على المسلمين أن يستعملوا ما يضرهم.

Menghisap syisya dan rokok serta berbagai macam jenisnya termasuk hal-hal Чαπƍ diharamkan; karena mengandung bahaya Чαπƍ banyak, para dokter ahli Чαπƍ paham tentang hal itu menjelaskan akan banyaknya bahaya keduanya, sungguh Allah telah mengharamkan kaum muslimin menggunakan apa-apa Чαπƍ membahayakan mereka.

فالواجب على كل من يتعاطهما تركهما والحذر منهما؛ لقول الله عز وجل في سورة المائدة يخاطب نبيه صلى الله عليه وسلم: يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِل لَهُمْ قُلْ أُحِل لَكُمُ الطيِّبَاتُ،

Wajib bagi Чαπƍ suka menghisap syisya dan rokok untuk meninggalkan keduanya dan berhati-hati dari keduanya; berdasarkan firman Allah ‘Azza wa Jalla dalam surat al-Maidah berfirman kepada Nabi-Nya صلى الله عليه و سلم:

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِل لَهُمْ قُلْ أُحِل لَكُمُ الطيِّبَاتُ

“Mereka bertnya kepadamu (makanan) bagaimanakah yang dihalalkan bagi mereka ? katakanlah : dihalalkan bagimu makanan yang baik-baik”. (QS. Al-Maidah:4)



وقوله سبحانه في سورة الأعراف في وصف نبيه محمد صلى الله عليه وسلم: وَيُحِل لَهُمُ الطيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ, الآية.

Dan firman-Nya Subhanahu Wa Ta’ala dalam surat al-A’raf ketika mensifati Nabi-Nya Muhammad صلى الله عليه و سلم:

وَيُحِل لَهُمُ الطيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَآئِثَ

“Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”. (QS. Al-A’raf:157).

وجميع أنواع التدخين والشيشة من جملة الخبائث الضارة بالإنسان، فتكون جميع أنواعهما محرمة بنص هاتين الآيتين وما جاء في معناهما.

Dan semua jenis rokok dan syisya termasuk sesuatu buruk Чαπƍ membahayakan manusia, sehingga semua jenisnya haram berdasarkan dua ayat ini, dan ayat-ayat Чαπƍ semakna.

ونسأل الله أن يهدي المسلمين لما فيه صلاحهم ونجاتهم، وأن يعيذهم مما يضرهم في الدنيا والآخرة؛ إنه خير مسئول.

Dan kami memohon kepada Allah agar memberikan petunjuk kepada kaum muslimin terhadap apa Чαπƍ dapat bermanfaat dan menyelamatkan mereka, serta melindungi mereka dari apa-apa Чαπƍ membahayakan mereka δ¡ dunia maupun δ¡ akherat; sesungguhnya Dia sebaik-baik Чαπƍ diminta.

نشر في كتاب (فتاوى إسلامية)، من جمع/ محمد المسند، ج3، ص: 443 – مجموع فتاوى ومقالات متنوعة المجلد الثالث والعشرون.

Disebarkanluaskan dalam kitab (Fatawa Islamiyah), kumpulan Muhammad
al-Musnid, jilid 3, halaman 443 – Majmu’ Fatawa Wa Maqolat Mutanawwi’ah jilid 23


♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧

Minggu, 16 Februari 2014

Sadarkah Manusia??! (Muhasabah Atas Berbagai Musibah)

Sadarkah Manusia??! (Muhasabah Atas Berbagai Musibah)
Ditulis oleh: Ustadz Fuad Hamzah Baraba, Lc - حفظه الله تعالى

MUSIBAH TAK KUNJUNG USAI…

Salah siapa?

Siapa Чαπƍ disalahkan kawan?!

Tidak ada kecuali diri sendiri, Allah Ta’ala berfirman:



وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ



“Dan apa saja musibah yang menimpa maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan – kesalahanmu).“ (QS. asy-Syuraa:30).



Dan Allah Ta’ala berfirman:



وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَق عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمرْنَاهَا تَدْمِيرًا



“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. al-Isra:16).



فَكُلا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الأرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا وَمَا كَانَ اللهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ



“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, Maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak Menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang Menganiaya diri mereka sendiri.” (QS. al-Ankabut:40).



وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلا قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ وَلَقَدْ جَاءَهُمْ رَسُولٌ مِنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ الْعَذَابُ وَهُمْ ظَالِمُونَ (النحل : 112 – 113)



“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk)nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah memberikan mereka rasa kelaparan dan ketakutan, seperti pakaian yang meliputinya, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat. Dan Sesungguhnya telah datang kepada mereka seorang Rasul dari mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan azab dan mereka adalah orang-orang yang zalim.” (QS. an–Nahl:112–113).

Hampir-hampir langit pecah, bumi belah, dan gunung-gunung runtuh karena ucapan itu, karena mereka mendakwahkan Allah yang maha pemurah mempunyai anak.

88- Dan mereka berkata: “Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak .89- Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar, 90- hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi belah, dan gunung-gunung runtuh, 91- karena mereka mendakwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. 92- Dan tidak layak bagi Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak. (QS. Maryam 88-92).

Sebagian hamba-Mu mempertuhankan Isa, mempertuhankan Ali, para Imam, para Dewa, para pendeta, para wali, kuburan, benda mati, jimat, keris dll. Sungguh keterkaitan yang jelas, 25 Des, 1 Jan, 14 Feb, dan kemaksiatan-kemaksiatan lainnya, sehingga datang banjir, gempa, gunung meletus…dll



Sadarkah Manusia??!

Banyaknya dosa, maksiat kepada Rabb ‘Alam Semesta, dan kemungkaran-kemungkaran Чαπƍ merajalela membuat kita ditimpa bencana.



Sadarkah Manusia??!

Dengan dosa-dosanya…

Bertaubatlah wahai Manusia Kepada Allah Jalla wa ‘Alaa

Yaa Rabb ampuni dosa-dosa hamba-Mu… Yaa Rabb selamatkan Kami dari bencana dan musibah…



┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Minggu, 09 Februari 2014

Istihadhoh

Istihadhoh

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى



قال الشيخ ابن باز المستحاضة هي التي يكون معها دم لايصلح حيضا ولا نفاسا وحكمها حكم الطاهرات تصوم وتصلي وتحل لزوجها وتتوضأ لكل صلاة (10/211).



Syekh bin Baz -rahimahullah- berkata: "Wanita Чαπƍ istihadhoh yaitu wanita Чαπƍ keluar darah bukan darah haidh ataupun nifas, dan hukumnya sama dengan hukum wanita Чαπƍ bersih, dia harus puasa, shalat, halal bagi suaminya (untuk jima)', dan (dia) berwudhu untuk setiap shalat. (10/211).


 ♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧

Sabtu, 08 Februari 2014

Apakah Masih Lalai Tuk Bertaubat?

Apakah Masih Lalai Tuk Bertaubat?

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى


Apakah Masih Lalai Tuk Bertaubat, Padahal Allah Ta'ala akan menerima taubat para hamba-Nya sampai datangnya Hari Kiamat. Nabi صلى الله عليه و سلم menjelaskan dalam hadits riwayat Muslim,

قال صلى الله عليه و سلم: إن اللهَ عزّ وجل يبسطُ يده بالليل ليتوب مسيءُ النهار ويبسطُ يده بالنهار ليتوب مسيءُ الليلِ حتى تطلع الشمس من مغربِها صحيح مسلم: (٢٧٥٩)

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda: "Sesungguhnya Allah 'Azza wa Jalla membentangkan tangan-Nya δi waktu malam untuk menerima taubat orang Чαπƍ berbuat dosa δi waktu siang, dan membentangkan tangan-Nya δi waktu siang untuk menerima taubat orang Чαπƍ berbuat dosa δi waktu malam, sampai matahari terbit dari sebelah barat (hari kiamat). (HR. Muslim:2759).

Semoga bermanfaat...

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Rabu, 29 Januari 2014

JURUS JITU PELEMBUT HATI

JURUS JITU PELEMBUT HATI




   عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛ أَنَّ رَجُلاً شَكَا إِلَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَسْوَةَ قَلْبِهِ ، فَقَالَ لَهُ : إِنْ أَرَدْتَ أَنْ يَلِينَ قَلْبُكَ فَأَطْعِمِ الْمِسْكِينَ ، وَامْسَحْ رَأْسَ الْيَتِيمِ “. (السلسلة الصحيحة) 2/533
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Seorang laki-laki mengadu kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam akan hatinya yang keras. Maka Rasulullah bersabda: Jika engkau ingin lembut hatinya beri makan orang-orang miskin dan usaplah kepala anak yatim (Silsilah ash-Shahihah 2/533)
Faidah hadits:
1.Yatim adalah anak kecil yang ditinggal mati oleh bapaknya sebelum usia baligh, jika sudah baligh bukan disebut yatim.
2. Hadits ini sebagai petunjuk nabi bagi siapa saja yang mendapati hatinya keras agar memberi makan orang miskin dan menyentuh kepala anak yatim agar hatinya menjadi lembut, karena dengan menyentuh kepala anak yatim kita bisa merasakan keterasingan anak kecil ini dan perasaan takut akan kehilangan orang yang mengasuhnya, sehingga kita berusaha membahagaikannya, memelihara dan membantunya. Dengan melihat keadaan anak kecil ini akan membuat hati kita yang keras menjadi lembut.
Demikian pula ketika kita memberi makan orang miskin, kita akan mensyukuri nikmat yang Allah berikan, dengan melihat keadaan orang yang kurang (keadaan ekonominya) daripada kita. Berbeda jika kita melihat orang yang lebih kaya, ini akan membuat kita mengingkari atau menghina nikmat yang telah Allah berikan.

Allah berfirman:
وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى
“Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Thaha:20)
Rasulullah bersabda:
انْظُرُوا إِلَى مَنْ أَسْفَلَ مِنْكُمْ وَلَا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ فَإِنَّهُ أَجْدَرُ أَنْ لَا تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ
“Lihatlah kepada orang yang kurang daripada kamu dan jangan kamu melihat kepada orang yang di atas kamu! Karena yang demikian adalah lebih layak untuk kamu tidak menghinakan nikmat Allah kepadamu”. (HR. Ahmad)Wallahu Ta’ala A’lam

By: Ari Mardiah Joban
Muroja’ah:  أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى

 ♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧

Selasa, 07 Januari 2014

Anta ma'a man ahbabta

Anta ma'a man ahbabta
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى



Cinta adalah perasaan yg pasti dirasakan oleh setiap insan, dlm mencintai seseorg akan sangat berpengaruh kelak pada hari kiamat, karena seseorg akan bersama org yg dicintainya. Perhatikan sabda Nabi صلى الله عليه وسلم :

“Anas bin Malik رضي الله عنه bercerita: “Pernah seorg lelaki datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم , lalu dia bertanya: “Wahai Rasulullah, kapan hari kiamat?”, beliau bersabda:
“Apa yg telah kamu siapkan u/ hari kiamat ? ”, org tsb menjwb: “Kecintaan kpd Allah & Rasul-Nya”, beliau bersabda: “Sesungguhnya kamu bersama yg engkau cintai”, Anas berkata:
“Kami tdk pernah gembira setelah masuk Islam lebih gembira disebabkan sabda nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم “Ssghnya kamu bersama yg engkau cintai, mk aku mencintai Allah, Rasul-Nya, Abu Bakar & Umar, & berharap aku bersama mereka meskipun aku tdk beramal spt amalan mereka.” (HR. Muslim).

Namun yg sangat menyedihkan kita menyaksikan betapa banyak kaum muslimin terutama para pemuda, mereka sangat mencintai org2 kafir (terutama para artis/sang idola), bahkan foto org2 kafir tsb mereka pajang di kamar2 mereka, bahkan mereka meniru gaya berpakaian & berbicara org2 kafir tsb.

yg lebih sangat menyedihkan lagi, ternyata tingkat kecintaan mereka thd org2 kafir tsb sudah sangat mendalam & merasuk jiwa mereka.

Hingga demikiankah cinta mereka thd org2 kafir tsb? Bgmnkah nasib mereka kelak? Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda “Seseorg (dikumpulkan diakhirat kelak) bersama yg ia cintai” ?!

Dg siapa Anda mencintai..?

 ♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧

Kamis, 19 Desember 2013

Orang Yang Mencela Sahabat Nabi Adalah Orang Yang Dilaknat





ORANG YANG MENCELA SAHABAT NABI صلى الله عليه و سلم ADALAH ORANG YANG DILAKNAT ALLAH TA'ALA, PARA MALAIKAT-NYA, DAN SELURUH MANUSIA

Tidak samar bagi kita, bahwa orang-orang syi'ah suka mencela dan melaknat para sahabat, padahal yang demikiani itu menyebabkan mereka mendapat laknat Allah Ta'ala, laknat para Malaikat, dan laknat dari seluruh manusia.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

من سب أصحابي فعليه لعنة الله و الملائكة و الناس أجمعين

"Barangsiapa mencela para sahabatku maka baginya laknat Allah, laknat para Malaikat, dan laknat manusia semuanya". (Dishahihkan syekh al-Albani dalam ash-Shahihah:2340)

Tidakkah mereka takut dari laknat-laknat tersebut?

Tidakkah mereka berhenti dari mencela para sahabat Nabi صلى الله عليه و سلم ?



Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى


⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡.

Jumat, 22 November 2013

Jauhilah Zhan (Prasangka)

Jauhilah Zhan (Prasangka)

إضاءة قرآنية

Cahaya al-Quran

قال -تعالى- :

(يا أيها الذين آمنوا اجتنبوا كثيرا من الظن إن بعض الظن إثم، ولا تجسسوا ولا يغتب بعضكم بعضا...).

Allah Ta'ala berfirman:

"Wahai orang-orang Чαπƍ beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnua sebagian prasangka itu dosa, dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain, dan janganlah ada diantara kamu Чαπƍ mengunjing sebagian Чαπƍ lain...". (QS. Al-Hujurat:12)

(اجتنبوا كثيرا من الظن) : فإن الإنسان إذا ظن بأخيه شيئًا = (تجسس عليه)
وإذا تجسس عليه (اغتابه)!..

(Jauhilah banyak dari prasangka) :
Sesungguhnya manusia, apabila berprasangka sesuatu terhadap saudaranya maka dia akan (mencari-cari kesalahannya) dan apabila dia mencari-cari kesalahan (saudaranya) maka dia akan (menggunjingnya)!..

[شرح رياض الصالحين- لابن عثيمين]

(Syarah Riyadhus Shalihin - Ibnu Utsaimin).



 Oleh : 
أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى


 
♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧

Kamis, 21 November 2013

Sebab-Sebab Kerasnya Hati Dan Bagaimana Cara Terbebas Darinya

Sebab-Sebab Kerasnya Hati Dan Bagaimana Cara Terbebas Darinya



::: أسباب قسوة القلب وكيفية التخلص منها :::

::: Sebab-Sebab Kerasnya Hati Dan Bagaimana Cara Terbebas Darinya :::

كيف يتخلص الإنسان من قسوة القلب وما هي أسبابه؟

Bagaimana sesorang dapat terbebas dari kerasnya hati, dan apa penyebab (keras)nya (hati)?

أسباب قسوة القلب الذنوب والمعاصي، وكثرة الغفلة، وصحبة الغافلين والفساق،

Sebab kerasnya hati adalah perbuatan dosa dan maksiat, banyak lalai, berteman dengan orang yang lalai dan fasik.

كل هذه الخلال من أسباب قسوة القلوب،

Hal-hal ini merupakan penyebab kerasnya hati.

ومن لين القلوب وصفائها وطمأنينتها طاعة الله جل وعلا، وصحبة الأخيار، وحفظ الوقت بالذكر وقراءة القرآن والاستغفار،

Dan sebab lembutnya hati, bening dan tenangannya adalah dengan taat kepada Allah 'Azza Wa Jalla, berteman dengan orang-orang baik (shalih), menjaga waktu dengan berdzikir, membaca al-Quran dan beristighfar,

ومن حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن، وصحبة الأخيار، والبعد عن صحبة الغافلين والأشرار، يطيب قلبه ويلين،

Barangsiapa Чαπƍ menjaga waktunya dengan berdzikir kepada Allah, membaca al-Quran, berteman dengan orang-orang baik (shalih) dan menjauhi teman-teman yang lalai dan jahat, maka hatinya akan baik dan lembut.

قال تعالى: أَلا بِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِن الْقُلُوبُ.

Allah Ta'ala berfirman:

"Ketahuilah hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang." (QS. Ar-Ra'd: 28)

سماحة الشيخ / عبد العزيز بن باز - رحمه الله تعالى -

Syaikh Abdul 'Aziz bin Baaz -rahimahullah-

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/1760



Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى


-------๑๑•°♥°•๑๑-------


Senin, 18 November 2013

Keutamaan Berwudhu Чαπƍ Dilanjutkan Dengan Shalat

Keutamaan Berwudhu Чαπƍ Dilanjutkan Dengan Shalat


Terdapat keutamaan Чαπƍ besar bagi siapa Чαπƍ berwudhu, kemudian dilanjutkan dengan shalat, yaitu diampuni dosanya antara shalat itu dengan shalat setelahnya.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda:

لا يتوضأ رجل مسلم فيحسن الوضوء فيصلي صلاة إلا غفر الله له ما بينه وبين الصلاة التي تليها رواه البخاري ومسلم

"Tidaklah seorang muslim berwudhu dan dia membaguskan wudhunya, kemudian shalat, kecuali Allah akan mengampuni dosa δ¡ antara shalat itu dengan shalat berikutnya".
(HR. Al-Bukhari & Muslim).

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى

⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡

Nasehat_Umi_Untuk_Ananda yang Dilanda Asmara

Nasehat_Umi_Untuk_Ananda yang Dilanda Asmara

Anakku...

Umi tahu kamu sedang jatuh cinta

Perasaan cinta itu pasti dialami setiap manusia

Akan tetapi, manusia itu berbeda-beda dalam menyikapi.

Orang yang sedang jatuh cinta pasti akan mengikuti apa saja yang diperintahkan orang yang disayangnya.

Kalau orang yang sedang dilanda asmara itu disuruh memilih antara kesukaan pujaannya itu dengan kesukaan Allah, pasti ia akan memilih yang pertama,

ia pun lebih merindukan perjumpaan dengan kekasihnya itu daripada pertemuan dengan Allah Yang Maha Kuasa

Lebih dari itu, angan-angannya untuk selalu dengan sang kekasih lebih dari keinginannya untuk dekat dengan Allah.

Apakah Ananda cinta kepada Allah?

Jika cinta kepada Allah maka jauhilah segala laranganNya, karena larangan yang Allah perintahkan kita untuk menjauhinya itulah yang terbaik untuk diri kita, karena Allah yang menciptakan kita, tentu Allah lebih tahu mana yang terbaik untuk kita

Orang yang mengaku cinta kepada Allah, maka ia akan selalu mengikuti segala perintahNya dan menjauhi segala laranganNya.

Orang yang beriman semua anggota tubuhnya akan tunduk patuh pada perintah Allah.

Anakku....

Cinta bisa membuat bahagia atau membawa petaka

Janganlah terlena dengan cinta yang semu.

Karena cinta yang semu hanyalah sesaat.

Raihlah cinta yang hakiki karena itulah cinta yang abadi.

By: Ummu Ahmad Ari Mardiah Joban

(BC dari 
أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى


⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡. )

Minggu, 10 November 2013

Apakah Tazkiyatun Nafs adalah perbuatan Allah Ta’ala atau perbuatan Hamba?

Apakah Tazkiyatun Nafs adalah perbuatan Allah Ta’ala atau perbuatan Hamba?

Sesungguhnya para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

“Sungguh beruntung orang yang mensucikan jiwanya”. (QS. asy-Syams:9).

Apakah yang mensucikan dalam ayat ini adalah Allah yang mensucikan hambanya, atau hamba itu yang mensucikan dirinya?

Para ulama dalam penafsiran ayat ini ada dua pendapat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menguatkan pendapat bahwa Tazkiyah dalam ayat ini adalah dari hambanya, dan bahwasanya dialah yang mensucikan dirinya dengan melakukan ketaatan, dan ini sesuai dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى

“Sungguh beruntung orang yang mensucikan dirinya”. (QS. al-A’laa:14).
Maka Tazkiyah di sini adalah dari hamba dengan melakukan ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, akan tetapi tidak boleh dilupakan bahwa seorang hamba yang mensucikan dirinya itu atas berkat taufik dan karunia Allah ‘Azza wa Jalla, oleh karena itu Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَلَوْ لاَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَداً وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmatnya kepadamu, niscaya tidak seorangpun diantara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”. (QS. an-Nur:21).

Tidak diragukan bahwa seorang hamba memiliki pengaruh dalam mensucikan dirinya, dan itu tidak secara keseluruhan dilakukan oleh dirinya, akan tetapi dengan karunia dari Allah ‘Azza wa Jalla. Kalau bukan karena karunia dan rahmat dari Allah niscaya tidak seorangpun dari hamba-hambanya yang bersih.
Dan ini mengingatkan kita akan masalah yang besar yaitu, bahwa manusia membutuhkan Rabbnya ‘Azza wa Jalla setiap saat untuk mensucikan jiwanya, oleh karena itu ada sebuah hadits:

اَللَّهَّمَ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا

“Ya Allah anugerahkanlah ketakwaan pada jiwaku dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Dzat yang mensucikannya”. (HR. Muslim: 2722).

(Maroji’: Tazkiyatun Nafs, Mafhuumuhaa, wa Marootibuhaa, wa Asbaabuhaa: Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir ar-Ruhaily, hal: 22-23).


Oleh : أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Selasa, 05 November 2013

Tanda-tanda Hidayah

Tanda-tanda Hidayah


Tanda seorang hamba mendapatkan taufik dan hidayah adalah :
jika bertambah tinggi kedudukannya, maka ia bertambah tawadhu',
jika bertambah hartanya, dia bertambah dermawan,
jika bertambah umurnya, dia bertambah semangat dalam IBADAHNYA.

(Himam Samawiyah).

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى

♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷̴⌣♈̷

Puasa ‘Asyura, Tahun Baru Hijriah dan Muhasabah

Puasa ‘Asyura, Tahun Baru Hijriah dan Muhasabah
♥ Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله


Segala puji bagi Allah pemelihara seluruh alam, shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi dan Rasul mulia, Nabi kita Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya. Wa ba’du.
Di antara nikmat Allah Ta’ala yang diberikan atas hamba-hamba-Nya, adalah perguliran musim-musim kebaikan yang datang silih berganti, mengikuti gerak perputaran hari dan bulan. Supaya Allah Ta’ala mencukupkan ganjaran atas amal-amal mereka, serta menambahkan limpahan karunia-Nya.
Dan tidaklah musim haji yang diberkahi itu berlalu, melainkan datang sesudahnya bulan yang mulia, yaitu bulan muharam. Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab shahihnya dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل . رواه مسلم في صحيحه
Puasa yang paling utama setelah puasa bulan ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalian sebut bulan muharam, dan sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam. (HR.Muslim)
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam menamai bulan muharam dengan bulan Allah, ini menunjukan akan kemuliaan dan keutamaannya. Sesungguhnya Allah Ta’ala mengkhususkan sebagian makhluk-Nya terhadap sebagian yang lainnya, serta mengutamakannya dari sebagian yang lainnya.
Hasan al-Bashri rahimahullahu Ta’ala berkata, “Sesungguhnya Allah Ta’ala membuka tahun dengan bulan haram dan mengakhirinya dengan bulan haram, dan tidak ada bulan dalam setahun yang lebih mulia disisi Allah melebihi bulan ramadhan, karena sangat haramnya bulan tersebut.
Di bulan muharam ada satu hari yang pada hari itu terjadi peristiwa besar serta kemenangan yang gemilang. Saat di mana kebenaran menang atas kebatilan, yaitu ketika Allah Ta’ala menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis sholatu was salaam beserta kaumnya, dan menenggelamkan fir’aun beserta bala tentaranya. Ia adalah hari yang memiliki keutamaan yang agung dan kehormatan sejak dahulu. Ketahuilah, hari itu adalah hari yang kesepuluh dari bulan muharam, yang biasa disebut hari ‘Asyura.
Keutamaan Hari Asyura dan Berpuasa Pada Hari Itu
Banyak hadits-hadits shahih yang bersumber dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai keutamaan hari ‘asyura serta anjuran berpuasa pada hari tersebut, kami akan sebutkan beberapa contoh, di antaranya sebagai berikut:
في الصحيحين عن ابن عباس – رضي الله عنه – أنه سئل عن يوم عاشوراء فقال: ” ما رأيت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يوماً يتحرى فضله على الأيام إلا هذا اليوم – يعني يوم عاشوراء – وهذا الشهر يعني رمضان “.
Dalam shahihain, dari Ibnu Abas radiyallahu ‘anhuma, bahwasanya beliau pernah ditanya tentang hari ‘Asyura, maka beliau menjawab: Aku tidak pernah melihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam begitu menjaga keutamaan satu hari diatas hari-hari lainnya, melebihi hari ini (maksudnya, hari ‘asyura) dan bulan yang ini (maksudnya, bulan ramadhan).
Sebagaimana telah kami sebutkan di atas, bahwa hari ‘asyura memiliki keutamaan yang agung serta kehormatan sejak dahulu. Nabi Musa ‘alaihis sholatu was salaam berpuasa pada hari itu dikarenakan keutamaannya. Bahkan Ahlul Kitabpun melakukan puasa pada hari itu, demikian pula kaum Quraisy pada masa jahiliyah mereka berpuasa padanya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tatkala berada di Makkah, beliau berpuasa pada hari ‘asyura, namun tidak memerintahkan manusia. Ketika tiba di Madinah kemudian menyaksikan Ahlul kitab berpuasa serta memuliakan hari tersebut, dan beliau senang untuk mengikuti mereka terhadap apa-apa yang tidak diperintahkan dengannya, maka beliaupun berpuasa dan memerintahkan manusia untuk berpuasa. Setelah itu beliau pertegas perintah tersebut, serta memberi anjuran dan dorongan atasnya, hingga anak-anakpun diajak ikut berpuasa. Diriwayatkan dalam shahihain, dari Ibnu Abas radiyallahu ‘anhuma berkata,
” قدم رسول الله – صلى الله عليه وسلم – المدينة فوجد اليهود صياماً يوم عاشوراء، فقال لهم رسول الله – صلى الله عليه وسلم -:{ ما هذا اليوم الذي تصومونه } قالوا: ( هذا يوم عظيم أنجى الله فيه موسى وقومه، وأغرق فرعون وقومه، فصامه موسى شكراً لله فنحن نصومه)، فقال – صلى الله عليه وسلم -: { فنحن أحق وأولى بموسى منكم } فصامه رسول الله – صلى الله عليه وسلم – وأمر بصيامه “
Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tiba di Madinah, Beliau mendapati orang-orang Yahudi berpuasa pada hari ‘asyura. Maka Beliau bertanya kepada mereka, Hari apa ini hingga kalian berpuasa? Mereka menjawab: Ini adalah hari yang mulia di mana Allah menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya, serta menenggelamkan fir’aun beserta bala tentaranya. Maka sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Allah, Nabi Musa berpuasa pada hari ini, dan kamipun ikut berpuasa. Beliau lalu bersabda, “Sungguh kami lebih berhak dan lebih utama (untuk mengikuti Musa) dari pada kalian.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam kemudian berpuasa dan memerintahkan untuk berpuasa pada hari itu.
Diriwayatkan pula dalam shahihain, dari Rubayya’ binti Mu’awwidz berkata,
” أرسل رسول الله – صلى الله عليه وسلم – غداة عاشوراء إلى قرى الأنصار التي حول المدينة: { من كان أصبح منكم صائماً فليتم صومه، ومن كان أصبح منكم مفطراً فليتم بقية يومه }. فكنا بعد ذلك نصوم ونصوّم صبياننا الصغار منهم، ونذهب إلى المسجد فنجعل لهم اللعبة من العهن، فإذا بكى أحدهم على الطعام أعطيناه إياها حتى يكون عند الإفطار “. وفي رواية: ” فإذا سألونا الطعام أعطيناهم اللعبة نلهيهم حتى يتموا صومهم “.
“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam mengirim utusan pada pagi hari ‘asyura ke kampung-kampung kaum anshor di sekitar Madinah, dan berseru: Barang siapa yang berpuasa pada pagi ini, hendaklah menyempurnakan puasanya, dan barang siapa yang tidak berpuasa, hendaklah berpuasa pada sisa harinya. Maka kami berpuasa serta mengajak anak-anak untuk ikut berpuasa. Lalu kami beranjak menuju masjid dan membuatkan mereka mainan dari bulu, jika salah seorang dari mereka menangis minta makanan, kami berikan mainan tersebut agar mereka lalai hingga tiba waktu berbuka.” Dan dalam riwayat lain: Jika mereka minta makanan, kami berikan mainannya agar tidak memikirkan lagi untuk makan, hingga dapat menyempurnakan puasanya.
Namun tatkala puasa ramadhan telah diwajibkan, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam meninggalkan perintah atas para sahabatnya untuk puasa ‘asyura dan tidak lagi menegaskan perintahnya. Hal ini sebagaimana diriwayatkan dalam shahihain dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhuma berkata,
صام النبي – صلى الله عليه وسلم – عاشوراء وأمر بصيامه فلما فرض رمضان ترك ذلك – أي ترك أمرهم بذلك وبقي على الاستحباب
Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan puasa ‘asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. Ketika puasa ramadhan diwajibkan, Rasulullah meninggalkan hal tersebut- yakni berhenti mewajibkan mereka mengerjakan dan hukumnya menjadi mustahab (sunah).”
Diriwayatkan pula dalam shahihain, dari Mu’awiyah radiyallahu ‘anhuma berkata,
سمعت رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يقول:  هذا يوم عاشوراء ولم يكتب الله عليكم صيامه وأنا صائم، فمن شاء فليصم ومن شاء فليفطر
Aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Hari ini adalah hari ‘asyura. Allah tidak mewajibkan atas kalian berpuasa padanya, tetapi Aku berpuasa, maka barang siapa yang ingin berpuasa, maka berpuasalah. Dan barang siapa yang ingin berbuka (tidak berpuasa) maka berbukalah. “
Hadits ini merupakan dalil akan dihapusnya kewajiban menunaikan puasa ‘asyura dan hukumnya menjadi sunah.
Di antara keutamaan bulan muharam, bahwa puasa pada hari ‘asyura dapat menghapus dosa-dosa setahun yang lalu. Imam Muslim meriwayatkan dalam shohihnya, dari Abu Qotadah,
أن رجلاً سأل النبي – صلى الله عليه وسلم – عن صيام يوم عاشوراء فقال:  أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله
“Seorang laki-laki datang bertanya kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tentang pahala puasa hari ‘asyura. Maka Rasulullah menjawab: Aku berharap kepada Allah agar menghapus dosa-dosa setahun yang lalu.”
Saudara muslimku… saudari muslimahku:
Pada akhir hayatnya, Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam bertekad untuk tidak berpuasa pada hari ‘asyura saja, tetapi menambahkan dengan puasa sehari lagi, agar menyelisihi puasanya Ahli Kitab. Dalam shahih Muslim, dari Ibnu Abasradiyallahu ‘anhuma berkata:
” حين صام رسول الله – صلى الله عليه وسلم – عاشوراء وأمر بصيامه، قالوا: يا رسول الله إنه يوم تعظمه اليهود والنصارى “، فقال – صلى الله عليه وسلم -: { فإذا كان العام المقبل إن شاء الله صمنا التاسع } [أي مع العاشر مخالفةً لأهل الكتاب] قال: ( فلم يأت العام المقبل حتى توفي رسول الله – صلى الله عليه وسلم – ).
Ketika Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa ‘asyura dan menganjurkan para sahabatnya untuk berpuasa, mereka berkata: Wahai Rasulullah sesungguhnya ini adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani, Maka beliau bersabda: Kalau begitu tahun depan Insya Allah kita akan berpuasa (pula) pada hari kesembilan (tasu’a). (yakni, bersamaan dengan puasa ‘asyura, untuk menyelisihi Ahli kitab). Ibnu Abas berkata: belum sampai tahun berikutnya, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam telah wafat.
Ibnul Qoyyim rahimahullahu Ta’ala berkata dalam kitabnya, Zaadu al-Ma’aad (II/76):
.مراتب الصوم ثلاثة: أكملها أن يصام قبله يوم وبعده يوم، ويلي ذلك أن يصام التاسع والعاشر، وعليه أكثر الأحاديث، ويلي ذلك إفراد العاشر وحده بالصوم “
والأحوط أن يصام التاسع والعاشر والحادي عشر حتى يدرك صيام يوم عاشوراء.
Tingkatan puasa pada bulan muharam ada tiga: Tingkatan paling sempurna, yaitu berpuasa pada hari ‘asyura ditambah puasa sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya.[1] Tingkatan setelahnya, adalah berpuasa pada hari kesembilan (tasu’a) dan kesepuluh (‘asyura), sebagai mana yang diterangkan dalam banyak hadits.[2] Kemudian tingkatan terakhir adalah berpuasa pada hari kesepuluh (‘asyura) saja.
Namun untuk lebih berhati-hati, lebih utama berpuasa pada hari kesembilan, kesepuluh dan kesebelas, hingga bisa mendapatkan (keutamaan) puasa hari ‘asyura tersebut.

Beberapa Bid’ah dan Penyimpangan Yang Terjadi Pada Hari Ini
Ketauhuilah wahai saudaraku, sesungguhnya tidak disyariatkan bagimu melakukan suatu amal yang bukan berasal dari Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Di antara penyimpangan yang dilakukan sebagian orang pada hari ‘asyura, adalah memakai celak mata, menyemir (jenggot atau rambut) dengan pohon inai, mandi, melapangkan kebutuhan keluarga dan orang-orang yang berada dalam tanggungannya, serta menyiapkan makanan khusus yang dihidangkan pada hari itu.[3] Seluruh perbuatan tersebut, pada hakekatnya hanya didasari oleh hadits-hadits maudhu’ (palsu) dan dhoif.
Adapula bid’ah lain yang banyak dilakukan orang-orang pada hari ‘asyura, diantaranya: mengkhususkan hari tersebut dengan doa tertentu, atau melakukan apa yang dikenal pada kalangan ahli bid’ah dengan nama ruqyah ‘asyura.Demikian juga perkara-perkara yang banyak dilakukan oleh firqoh rofidhoh (syiah) pada hari ‘asyura, yang sebenarnya sama sekali tidak ada asal tuntunan syariatnya. Termasuk dalam kemungkaran ini, menggelar acara peringatan Tahun Baru Hijriah, membagi-bagikan bingkisan dan bunga serta menjadikannya sebagai hari raya tahunan.
Tahun Baru dan Muhasabah
Seiring datangnya Tahun Baru Hijriah, sudah sepantasnya bagi seorang muslim untuk melakukan muhasabah dan introspeksi diri. Hal ini merupakan jalan menuju petunjuk dan keselamatan. Orang cerdik itu, adalah mereka yang selalu menimbang dirinya serta beramal untuk bekal perjalanan setelah meninggal. Dan orang yang berakal, adalah mereka yang membiasakan dirinya menapaki jalan kebaikan dan melazimkan dirinya dengan syariat.
Manusia itu tidak terlepas dari dua keadaan, jika ia seorang yang muhsin (yang banyak berbuat kebaikan), (dengan muhasabah) akan bertambah kebaikannya, adapun jika ia seorang yang banyak lalai, maka ia akan menyesal dan segera bertaubat. Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan setiap diri memperkatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)…” (QS. Al-Hasyr: 18).
Ibnu katsir berkata tentang tafsir ayat ini, “Yaitu, hendaklah kalian menghitung-hitung diri kalian sebelum kalian dihisab (pada hari kiamat), dan perhatikan apa yang telah kalian persiapkan berupa amal kebaikan sebagai bekal kembali dan menghadap kepada Rabb kalian.”
Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah telah menerangkan metode dan cara yang tepat untuk muhasabah. Beliau berkata:
Semua itu dimulai dengan muhasabah diri terhadap amalan-amalannya yang wajib, jika ia menemui kekurangan padanya, hendaklah berusaha menggantinya, baik dengan cara mengqodho atau dengan memperbaikinya. Selanjutnya muhasabah diri terhadap hal-hal yang dilarang, jika ia mendapatkan dirinya pernah terjerumus di dalamnya, hendaklah menyesalinya dengan bertaubat dan istigfar serta mengerjakan amal kebaikan sebagai penghapus dosa-dosa tersebut. Setelah itu muhasabah diri yang berkenaan dengan kelalaian yang pernah dibuat, jika selama ini ia lalai akan maksud dan tujuan penciptaannya, maka ia segera menutupinya dengan dzikir dan menghadapkan diri seutuhnya kepada Allah Ta’ala.
Wahai saudaraku seiman seiring terbitnya fajar tahun baru ini, segerakan taubat dan hadapkan diri sepenuhnya kepada Allah Ta’ala. Lembaran-lembaran yang ada dihadapanmu masih dalam keadaan putih bersih, tanpa goresan sedikitpun. Maka berhati-hatilah jangan sampai kalian nodai dengan maksiat dan dosa. Segeralah melakukan introspeksi diri sebelum kalian dihisab, perbanyak dzikir dan istigfar kepada Allah, dan pilihlah teman-teman shaleh yang selalu menunjukanmu jalan kebaikan. Semoga Allah menjadikan tahun ini sebagai tahun kebaikan bagi islam dan kaum muslimin. Dan semoga pula Allah memanjangkan umur kita dalam ketaatan, kebaikan dan jauh dari perbuatan maksiat, serta menjadikan kita sebagai pewaris surga yang mengalir dibawahnya sungai-sungai.
Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga serta para shahabatnya.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Bulan al-Muharram Bukan Bulan Muharram

Bulan al-Muharram Bukan Bulan Muharram
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى


Alhamdulillah kita berada δ¡ bulan mulia, bulan Чαπƍ dimuliakan Allah Ta’ala. Yaitu bulan al-Muharram. Dan hendaknya kita selalu berusaha untuk menggunakan waktu-waktunya pada hal-hal Чαπƍ bermanfaat baik bagi diri kita, keluarga, masyarakat dan agama.

Diantara kesalahan dan kekeliruan Чαπƍ menyebar pada kaum muslimin adalah penyebutan lafazh “Muharram” untuk nama awal bulan hijriah tanpa memakai “al”. Hal ini banyak sekali kita dapati baik pada tulisan makalah δ¡ majalah, buletin, internet (FB, Tweet, dll), ataupun tulisan δ¡ spanduk, pamflet dll. Padahal Чαπƍ benar adalah “al-Muharram”. Hal ini berdasarkan hadits Nabi صلى الله عليه و سلم Чαπƍ menyebutkan bulan tersebut dengan menggunakan “al” seperti hadits berikut:Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

أفضل الصيام بعد شهر رمضان شهر الله الذي تدعونه المحرم، وأفضل الصلاة بعد الفريضة قيام الليل . رواه مسلم في صحيحه

“Puasa yang paling utama setelah puasa bulan ramadhan adalah puasa pada bulan Allah yang kalian sebut bulan al-Muharam, dan sholat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.“ (HR.Muslim).

Dan orang-orang arab tidak menyebut bulan ini baik dalam ucapan-ucapan dan sya’ir-sya’ir mereka kecuali dengan menggunakan “al”. Padahal bulan-bulan lain tidak ada Чαπƍ menggunakan “al”. Sehingga penamaan bulan ini adalah sama’i (apa Чαπƍ kita dengar dari orang arab) bukan qiyasi (secara qiyas).Dan bulan al-Muharram adalah bulan Чαπƍ mulia, dimana Rasulullah صلى الله عليه و سلم menisbatkannya kepada Allah Ta’ala, yaitu bulan Allah. Hal ini menunjukkan akan kemuliaan dan keutamaan bulan tersebut.

Oleh karena itu hendaknya kita membiasakan diri untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita, termasuk dalam penyebutan bulan al-Muharram tanpa menggunakan “al”. Dan ini juga sekaligus sebagai ralat dari kesalahan-kesalahan ana Чαπƍ terdahulu dalam penyebutan al-Muharram tanpa penggunaan “al”.

Mari kita muliakan bulan ini dengan berlomba-lomba untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan kita Чαπƍ terdahulu.Mudah-mudahan Allah Ta’ala mengampuni dosa-dosa kita baik Чαπƍ disengaja ataupun tidak.

آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦

Senin, 28 Oktober 2013

Apakah Tazkiyatun Nafs Adalah Perbuatan Allah Ta’ala Atau Perbuatan Hamba ?

Apakah Tazkiyatun Nafs Adalah Perbuatan Allah Ta’ala Atau Perbuatan Hamba ?
Ditulis oleh:  : أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى



Sesungguhnya para ulama berbeda pendapat dalam menafsirkan firman Allah Ta’ala:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا

“Sungguh beruntung orang Чαπƍ mensucikan jiwanya”. (QS. asy-Syams:9).

Apakah Чαπƍ mensucikan dalam ayat ini adalah Allah Чαπƍ mensucikan hambanya, atau hamba itu Чαπƍ mensucikan dirinya?

Para ulama dalam penafsiran ayat ini ada dua pendapat. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menguatkan pendapat bahwa Tazkiyah dalam ayat ini adalah dari hambanya, dan bahwasanya dialah Чαπƍ mensucikan dirinya dengan melakukan ketaatan, dan ini sesuai dengan firman Allah ‘Azza wa Jalla:

قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى

“Sungguh beruntung orang Чαπƍ mensucikan dirinya”. (QS. al-A’laa:14).

Maka Tazkiyah ‎​δ¡ sini adalah dari hamba dengan melakukan ketaatan kepada Allah ‘Azza wa Jalla, akan tetapi tidak boleh ‎​δ¡lupakan bahwa seorang hamba Чαπƍ mensucikan dirinya itu atas berkat taufik dan karunia Allah ‘Azza wa Jalla, oleh karena itu Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:

وَلَوْ لاَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَى مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَداً وَلَكِنَّ اللَّهَ يُزَكِّى مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ

“Kalau bukan karena karunia Allah dan rahmatnya kepadamu, niscaya tidak seorangpun diantara kamu bersih (dari perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa Чαπƍ Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mendengar, Maha Mengetahui”. (QS. an-Nur:21).

Tidak ‎​δ¡ragukan bahwa seorang hamba memiliki pengaruh dalam mensucikan dirinya, dan itu tidak secara keseluruhan dilakukan oleh dirinya, akan tetapi dengan karunia dari Allah ‘Azza wa Jalla. Kalau bukan karena karunia dan rahmat dari Allah niscaya tidak seorangpun dari hamba-hambanya Чαπƍ bersih.
Dan ini mengingatkan kita akan masalah Чαπƍ besar yaitu, bahwa manusia membutuhkan Rabbnya ‘Azza wa Jalla setiap saat untuk mensucikan jiwanya, oleh karena itu ada sebuah hadits:

اَللَّهَّمَ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا

“Ya Allah anugerahkanlah ketakwaan pada jiwaku dan sucikanlah ia, karena Engkaulah sebaik-baik Dzat yang mensucikannya”. (HR. Muslim: 2722).

(Maroji’: Tazkiyatun Nafs, Mafhuumuhaa, wa Marootibuhaa, wa Asbaabuhaa: Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir ar-Ruhaily, hal: 22-23).

-------๑๑•°♥°•๑๑-------

Jumat, 18 Oktober 2013

Makan Dan Minumlah Dan Janganlah Berlebih-Lebihan

Makan Dan Minumlah Dan Janganlah Berlebih-Lebihan
 
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله

Saudara-saudaraku, kita sekarang berada pada hari-hari tasyrik, hari-hari yang kita dilarang berpuasa, dan dianjurkan untuk makan dan minum serta banyak berzikir dan mengingat Allah Ta'ala.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa Idul Adha dan hari tasyriq adalah hari kaum muslimin untuk menikmati makanan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari-hari tasyriq adalah hari menikmati makanan dan minuman.” (HR. Muslim)

Beliau juga bersabda:
وَأَيَّامُ مِنًى أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

“Hari Mina (hari tasyriq) adalah hari menikmati makanan dan minuman.” (HR. Muslim:

Yang dimaksud hari Mina adalah ayyam ma’dudaat, Allah Ta'ala berfirman:
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang.” (QS. Al-Baqarah:203).

Dan hari-hari makan dan minum bukan berarti kita makan dan minum tanpa batas, atau berlebih-lebihan, karena sifat berlebih-lebihan itu tidakah baik dan Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

Namun ikutilah rambu-rambu al-Quran tentang makan dan minum, Allah Ta'ala berfirman:
وكُلُواْ وَاشْرَبُواْ وَلاَ تُسْرِفُواْ إِنَّهُ لاَ يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ

“Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”.
(QS. Al-A`raaf:31).

Selamat makan dan minum yaaaah!!!

⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴✽̶┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈┈⌣̊┈̥-̶̯͡.

Selasa, 15 Oktober 2013

Batas Akhir Penyembelihan Qurban

Batas Akhir Penyembelihan Qurban
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى
     

وقت الأضاحي يذهب بغروب شمس اليوم الثالث عشر من شهر ذي الحجة

Waktu penyembelihan kurban habis bersamaan dengan terbenamnya matahari hari ketiga belas bulan dzulhijjah.

امرأة ميسورة الحال، انشغلت ولم تنو الأضحية إلا في اليوم الخامس عشر من شهر ذي الحجة، فذبحت أضحية. فهل تصبح أضحية أم لا؟

Seorang wanita Чαπƍ mampu, sibuk dan belum berniat kurban kecuali pada hari kelima belas dzulhijjah, kemudian ia menyembelih kurban. Apakah itu dianggap kurban atau bukan?

الذبيحة المذكورة لا تكون أضحية؛ لأن وقت الأضاحي ذهب بغروب الشمس في اليوم الثالث عشر من شهر ذي الحجة، ولكنها تعتبر صدقة،

Sembelihan Чαπƍ tersebut tidak menjadi kurban, karena waktu berkurban telah habis dengan tenggelamnya matahari pada hari ketiga belas dzulhijjah, akan tetapi sembelihannya itu dianggap sedekah

تأكل منها وتتصدق على الفقراء، وتهدي منها لمن أحبت من الجيران والأقارب، والله ولي التوفيق.

Ia boleh makan, sedekah kepada fakir miskin, menghadiahkan kepada siapa Чαπƍ dia sukai baik tetangga, ataupun kerabat. Allahu waliyyuttaufiq.

سماحة الشيخ / عبدالعزيز بن باز -رحمه الله تعالى-

Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah Ta’ala.



♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧

Senin, 07 Oktober 2013

Keutamaan Hari Arofah

Keutamaan Hari Arofah
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى


Mungkin sebagian kita sudah tau akan keutamaan hari Arofah, hari Чαπƍ jatuh pada tanggal 9 dzulhijjah ini merupakan hari Чαπƍ begitu masyhur dengan banyaknya pahala, dan pengampunan dosa-dosa.

Hari Чαπƍ terbaik untuk memanjatkan doa, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

أفضل الدعاء دعاء يوم عرفة

“Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arofah”. (HR. at-Tirmidzi).

Pada hadits Чαπƍ lain:

و أفضل ما قلت أنا و النبيون قبلي: لا إله إلا الله وحده لا شريك له

“Dan sebaik-baik Чαπƍ aku ucapkan, dan para Nabi sebelumku adalah: Laa Ilaaha Illallahu wahdahu laa syarika lahu”. (HR. at-Tirmidzi).

Hari Чαπƍ dimana para jamaah haji melakukan wukuf ‎​δ¡ Arofah, Чαπƍ merupakan rukun paling agung dan menentukan dalam pelaksanaan ibadah haji, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

الحج عرفة

“Inti ibadah Haji adalah wukuf ‎​δ¡ Arofah”. (HR. Ahmad, dan Ahlus sunan).

Maka dari itu hari Arofah disebut dengan hari Haji Akbar.

Hari Arofah merupakan hari Чαπƍ disaksikan, Чαπƍ Allah Ta’ala bersumpah dengannya dalam al-Quran:

Allah Ta’ala berfirman:

و شاهد و مشهود

“Dan Чαπƍ menyaksikan dan Чαπƍ disaksikan”. (QS. al-Buruj:3).

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda menjelaskan ayat tersebut:

اليوم الموعود يوم القيامة، و اليوم المشهود يوم عرفة

“Hari Чαπƍ dijanjikan itu adalah hari kiamat, dan hari Чαπƍ disaksikan itu adalah hari Arofah”. (HR. at-Tirmidzi).

Ikhwan fillah ketahuilah bahwa berpuasa pada hari itu dapat menghapuskan dosa-dosa selama dua tahun, satu tahun Чαπƍ lalu, dan satu tahun Чαπƍ akan datang. Nabi صلى الله عليه و سلم menjelaskan ketika ditanya tentang puasa arofah:

يكفر السنة الماضية والباقية

“Dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan yang akan datang”. (HR. Muslim dan at-Tirmidzi).

Hari Arofah merupakan hari Чαπƍ м̤̈αηα Allah Ta’ala mengambil perjanjian dari anak keturunan Adam untuk mentauhidkannya, Nabi صلى الله عليه و سلم menjelaskan:

إن الله أخذ الميثاق من ظهر آدم بنعمان يوم عرفة

“Sesungguhnya Allah Ta’ala mengambil perjanjian dari punggung Adam disatu tempat Чαπƍ bernama Nu’man pada hari Arofah”. (HR. Ahmad dan an-Nasai).

Dan pada hari itu Allah Ta’ala membanggakan orang-orang Чαπƍ berada ‎​δ¡ Arofah dihadapan para malaikatnya, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

إن الله يباهي بأهل عرفات أهل السماء، فيقول لهم: انظروا إلى عبادي هؤلاء جاؤوني شعثا غبرا

“Sesungguhnya Allah Ta’ala membanggakan orang-orang Чαπƍ berada ‎​δ¡ Arofah dihadapan penduduk langit (malaikat), Allah mengatakan kepada mereka: ‘Lihatlah hamba-hambaku, mereka datang kepadaku dalam keadaan kusut dan berdebu’”. (HR. Ibnu Hibban dan al-Hakim).

Pada hari itu pula Allah Ta’ala banyak membebaskan hambanya dari api neraka, Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:

ما من يوم أكثر من أن يعتق الله فيه عبدا أو أمة من النار من يوم عرفة،…

“Tidak ada hari Чαπƍ padanya Allah Ta’ala banyak membebaskan hambanya Чαπƍ laki-laki dan perempuan, dari api neraka melebihi hari Arofah,…”. (HR. Muslim).

Demikian agung hari Arofah, maka dari itu janganlah kita sia-siakan begitu saja, karena boleh jadi kita tidak menjumpainya lagi.

Ya Allah mudahkanlah kami untuk memperbanyak amal shalih, dan melakukan
keta’atan kepadamu.


♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧♧°˚˚˚°♧


Selasa, 01 Oktober 2013

Jangan Lalai ‎​δ¡ Hari-hari penuh Berkah

Jangan Lalai ‎​δ¡ Hari-hari penuh Berkah
Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى

Nabi صلى الله عليه و سلم bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام – يعني أيام العشر – قالوا : يا رسول الله ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ثم لم يرجع من ذلك بشيء
“Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu: Sepuluh awal bulan dzulhijjah. Mereka bertanya: Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab: Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”. (HR. al-Bukhari).
عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ما من أيام أعظم ولا احب إلى الله العمل فيهن من هذه الأيام العشر فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid”. (HR. Ahmad).
Sesungguhnya banyak diantara kita Чαπƍ belum mengetahui akan kemuliaan sepuluh awal dzulhijjah, padahal hari-hari ini lebih utama bahkan dari pada ramadhan, berdasarkan sabda Nabi صلى الله عليه و سلم :
أفضل أيام الدنيا أيام العشر
“Sebaik-baik hari dunia adalah sepuluh awal bulan dzulhijjah”. (HR. al-Bazzar, al-Baihaqi, dihasankan Imam as-Suyuthi dan Syaikh al-Albani).
Чαπƍ seharusnya kita ketahui, bahsa setiap orang membutuhkan tambahan untuk bersungguh-sungguh melawan setan dan hawa nafsu pada sepuluh awal bulan dzulhijjah ini, agar dapat mengambil kesempatan Чαπƍ baik ini dengan memperbanyak amal shalih.
Tidak aneh kalau seandainya kita menyaksikan banyak orang Чαπƍ begitu bersungguh-sungguh dalam amal kebaikan seperti membaca al-Quran, sedekah, dan menjauhi tempat-tempat maksiat pada bulan ramadhan, karena pada bulan itu setan-setan dibelenggu. Adapun pada sepuluh awal bulan dzulhijjah ini setan tidak dibelenggu, oleh karena itu kita butuh tambahan energi dan semangat dalam melaksanakan segala amal baik.
Kita dituntut untuk memberi nasehat kepada saudara kita Чαπƍ lain, agar mereka tidak lalai dari kebaikan Чαπƍ begitu berlimpah. Dan kita hendaknya mengenang kembali amal-amal baik Чαπƍ telah kita kerjakan selama bulan ramadhan, untuk kita kerjakan kembali pada hari-hari Чαπƍ mulia ini, seperti qiyamullail dan lain sebagainya,
أما قيام ليالي العشر فمستحب، فقد كان سعيد بن جبير و هو الذي روى هذا الحديث عن ابن عباس رضي الله عنهما إذا دخل العشر اجتهد اجتهاداً حتى ما يكاد يقدر عليه ، و روي عنه أنه قال: لا تطفئوا سرجكم ليالي العشر
“Qiyamul lail sepuluh hari pertama dzulhijjah mustahab. Sa’id bin Jubair Чαπƍ meriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas رضي الله عنه , jika masuk sepuluh hari dzulhijjah, ia sangat bersungguh-sungguh (melakukan amal ibadah) hingga ia hampir tidak mampu melakukannya. Dia mengatakan, “Jangan matikan lampu kalian di malam-malam sepuluh awal bulan dzulhijjah”.
Maka dari itu wahai saudaraku, janganlah kau sia-siakan kesempatan Чαπƍ baik dan mulia ini serta penuh berkah hilang begitu saja tanpa melakukan ketaatan kepada Allah Ta’ala, namun sibukkan dengan amal baik dan ketaatan kepada-Nya. Karena hari-hari ini adalah sebaik-baik hari dunia. Dan jangan biarkan diri kita terhalang dari sifat dan amal baik ‎​δ¡ hari-hari mulia, karena hal itu tidak akan kembali selama-lamanya.

-------๑๑•°♥°•๑๑-------