Jumat, 26 Juli 2013

JAGALAH KEHORMATAN SAUDARAMU

♡♡ "JAGALAH KEHORMATAN SAUDARAMU" ♡♡

Telah berkata Al-imam ibnu qoyyim al-jauziyyah:
Dan diantara perkara yang mengherankan bahwa umumnya manusia bisa menjaga diri-diri mereka dari memakan makanan yang haram, berbuat dzholim, berzina, mencuri, minum khomr, dari memandang suatu yang diharamkan ataupun selainnya. AKAN TETAPI sangat disayangkan mereka sangat susah untuk menjaga gerakan-gerakan lisannya. Sampai ada seseorang yang dikenal dia sebagai ahli ibadah, orang yang zuhud, dan gemar beribadah, akan tetapi mereka sering berbicara dgn ucapan yang dimurkai oleh ALLAH, yang dengan sebab ucapannya ia dilempar keneraka jahannam yg jaraknya lebih jauh dari jarak antara timur dan barat. Betapa banyak orang yang demikian, engkau melihat dia sebagai org yg wara', meninggalkan kekejian, kedzoiman, AKAN Tetapi lisannya dibiarkan olehnya kesana-kemari utk MENJATUHKAN KEHORMATAN SESEORANG baik orang tersebut masih hidup ataupun yg telah wafat.. tanpa mempedulikan lagi kata-kata yg diucapkannya.
(Kitab Ad-Daa' wad Dawaa', hal: 226-227)
Semoga pelajaran malam yang cerah ini memberikan manfaat terutama utk diri saya pribadi & kepada ikhwah sekalian. Dan semoga ALLAH سبحانه وتعالى memberikan kemudahan kpd kita semua utk senantiasa menjaga lisan-lisan kita dari perkara-perkara yang dimurkai oleh ALLAH serta memudahkan lisan kita untuk mengucapkan sesuatu yg di ridho'i oleh ALLAH سبحانه وتعالى

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Ahmad Ferry Nasution/Abu Urwah - حفظه الله تعالى (Mahad Ummahatul Mu'minin-Tangerang)

✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈

Pujian dan Celaan Tdk Akan Merubah Hakekat Dirimu Di Hadapan Allah

Pujian dan Celaan Tdk Akan Merubah Hakekat Dirimu Di Hadapan Allah

Untuk apa engkau ujub dan bangga dengan pujian manusia... Apakah pujian tersebut akan merubah hakekatmu....? Sedikitpun tidak akan mengangkat derajatmu di sisi Allah...., jika memang engkau rendah di sisi Allah
Buat apa pula engkau terlalu bersedih dengan celaan karena penilaian manusia...? Toh celaan tersebut tak akan merendahkanmu di sisi Allah jika memang engkau mulia di sisi-Nya
Carilah keridoan Allah... jangan pernah mencari keridoan manusia...
Bagaimanapun engkau dipuji orang pasti ada orang lain yang mencelamu....
Sebagaimana - bagaimanapun engkau dicela pasti ada saja yang sayang dan memujimu...
Ingatlah perkataan Imam Asy-Syafii rahimahullah
رضا الناس غاية لا تدرك
"Keridoan manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah tercapai"

Ditulis oleh: أُسْتَاذُ Firanda Andirja, Lc. MA -حفظه الله تعالى

*•☆°• •°☆•**•☆°• •°☆•**•☆*•☆°• •°☆•

Rabu, 24 Juli 2013

Ku Tunggu Pinanganmu, Akhi

“Ku Tunggu Pinanganmu, Akhi”


Duhai Akhi, jangan kau puja puji aku bila pujiannmu hanyalah janji-janji yang tak menentu.. Yang hanya akan membuatku terlena dan terbuai hingga aku lupa bahwa kita sedang bermaksiat.. Kau puji diriku, tapi kau hanya ingin membuatku tersenyum dan makin terbuai dengan rayuanmu.. Tidak.. tidak Akhi.. aku hanya ingin kau puji setelah kau halal bagiku.. Maka datangilah waliku akhi.. Ku tunggu pinanganmu..

Tak akan aku langgar iffahku dengan ajakan khalwat darimu.. Engkau pun sebenarnya tahu, hal itu hanya akan menimbulkan badai kelabu yang membuat aku tak berdaya karena pihak ketiga yaitu syetan yang ada di dekatku.... Maka datangilah waliku Akhi.. Ku tunggu pinanganmu..

Jagalah sikapmu padaku, maka aku akan jaga sikapku padamu.. Aku lemah akan sanjunganmu.. Kecintaanku kelak akan ku persembahkan hanya untuk suamiku nanti.. Cinta kasih ini yang akan aku tuai untuk mencari keredhaan suami kelak.. Jadi bagaimana mungkin ku mencintai padahal yang tidak halal bagiku.. Tentu Allah SWT tidak akan redha padaku.. Maka datangilah waliku Akhi..

Jilbabku utuk melindungi kehormatanku... Santunku utuk menjaga iffah ku.. Jangan kau lenakan aku agar kau lepas kan kehormatan di hadapan mu..sebelum engkau halal Bagiku.. Sungguh ku ingin engkau pun ikut menjaga kehormatan ku dengan menjagaku, bukan malah membawaku pada kenistaan.. Agar kau mampu menjaga ku secara utuh.. maka datangilah waliku akhi.. Ku tunggu pinanganmu..

Aku memang tak sesempurna Aisyah yang dalam kecerdasan nya ataupun Fatimah dengan kelembutannya.. Tapi aku akan berusahanya cerdas layaknya Aisyah dalam naunganmu dan ku akan berusaha selembut Fatimah dalam menenangkanmu.. Maka datangilah waliku Akhi.. Ku tunggu pinanganmu..

Kau memang tak sehebat Ali ataupun sekuat Umar, tetapi kau akan menjadi hebat seperti Ali ketika kau menjaga ku dalam kelemahanku, dan kau akan sekuat Umar agar ku tidak selalu menjadi tulang yang bengkok.. Sungguh ku memerlukan imam yang mampu menjaga keimanan ku

(*) BBG Al-Ilmu Remaja (*)

 

-✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈

Dimana semangatmu?

✉ Ðΐmªήɑ̈ ∙̣̣̣̇̇̇S∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇E∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇M∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇A∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇N∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇G∙̣̇∙̣̣̇̇∙̣̣̣̇̇̇A∙̣̣̣̇̇̇T∙̣̣̣̇̇̇mu? ✉
Oleh : أُسْتَاذُ Dr. Syafiq Reza Basalamah MA - حفظه الله تعالى


Akhi/ukhti
Tidak terasa hari-hari berlalu begitu cepatnya...
Kita hampir memasuki pertengahan Ramadhan...
Apakah bacaan qur'anmu sudah mendekati surah al Isra'
Atau kau masih jauh dari target...?
Sebagian semangatnya masih membara
Sebagian sudah mulai loyo...
Semangatlah...
Satu huruf 10 pahala...
Luangkan waktunya untuk 1 hari yang sama dengan 1000 tahun...
Ayo... Tancap gas untuk berpacu dengan hamba2 kekasih Allah
Ramadhan belum usai!

✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈

Penjagaan Allah Ketika Keluar Rumah

Penjagaan Allah Ketika Keluar Rumah

Hendak keluar rumah..?
Baik akan menuntut ilmu, menjemput rizki, mencari nafkah, berlibur bersama keluarga maupun aktivitas lainnya.
Janganlah lupa membaca doa.
A. Setan Menjauh.
Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Barangsiapa yang mengucapkan -yaitu ketika keluar rumah-
بِسْمِ اللَّهِ، تَوَكَّلْتُ عَلَى اللَّهِ، لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ
“Bismillah, Dengan Nama Allah, Aku berserah diri kepada Allah. Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah”
يُقَالُ لَهُ: كُفِيتَ، وَوُقِيتَ، وَتَنَحَّى عَنْهُ الشَّيْطَانُ.
dikatakan kepadanya, “engkau telah diberi kecukupan dan diberi penjagaan serta setan akan menjauh darinya…”
(Shahih, HR Abu Daud: 5095, Tirmidzy: 3426, Ibnu Hibban: 822)
B. Perlindungan Dari Beragam Keburukan.
Tatkala kaki melangkah keluar rumah, di saat itu pula beragam keburukan yg kita terjaga saat berada di rumah mulai mengancam.
Karena itu, kita berdoa kepada Yang Maha Pelindung.
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata, “Tidaklah sekalipun Nabi shallallahu’alaihi wasallam keluar dari rumahku kecuali beliau mengarahkan pandangannya ke langit kemudian mengucapkan,
“اللَّهُمَّ! أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلَيَّ…
“Ya Allah, aku berlindung kepadaMu dari berbuat kesesatan atau disesatkan, dari berbuat kesalahan tanpa sengaja atau dengan sengaja, dari berbuat kedzhaliman atau didzhalimi, dari berbuat kebodohan atau dibodohi…”
(Shahih, HR Abu Daud: 5094, an-Nasa’i: 5486, 5539, Ibnu Majah: 3884)
Ada doa dan pengharapan pahala di balik setiap langkah…

@sahabatilmu

*•☆°• •°☆•**•☆°• •°☆•**•☆*•☆°• •°☆•

Kesalahan-kesalahan Seputar Berbuka Puasa

Kesalahan-kesalahan Seputar Berbuka Puasa
⁠Oleh :
أُسْتَاذُ Kholid Syamhudi⁠ ⁠Lc - حفظه الله تعالى


1. Tidak menyegerakan berbuka puasa, padahal waktunya telah tiba.

2. Menanti waktuberbuka puasa dengan kegiatan yang sia-sia, bahkan melanggar syariat.
Ngabuburit. Inilah istilah yang sekarang umum digunakan untuk menggambarkan kegiatan di saat menanti waktu berbuka puasa. Mulai dari sekedar nongkrong, berkumpul bersama teman-teman, jalan-jalan, berburu makanan untuk berbuka, dll. Ngabuburit bahkan sudah dikemas menjadi acara-acara khusus yang diisi berbagai macam kegiatan. Jika isi kegiatan adalah hal positif yang tidak melanggar syariat, tentunya tak mengapa. Tapi, kebanyakan ngabuburit yang dilakukan orang-orang sekarang banyak mengandung hal yang sia-sia atau bahkan melanggar syariat.

Misalnya: ikhtilat (bahkan dijadikan ajang pacaran), hiburan dengan musik, nongkrong dan “cuci mata”, ngobrol dan bercanda berlebihan, dll.
Saudariku, bukankah sebelum berbuka itu berarti kita masih dalam keadaan berpuasa? Ingatlah bahwa puasa tidak akan sempurna, bahkan akan menjadi sia-sia jika kita tidak menjaga diri dari kemaksiatan dan hal yang sia-sia. Misalnya: menundukkan pandangan serta menahannya dari pandangan-pandangan liar, menjaga lisan, menjaga pendengaran dari mendengarkan setiap yang haram atau yang tercela, menjaga anggota tubuh lainnya dari perbuatan dosa, dll.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan yang terlarang, maka Allah tidak butuh (atas perbuatannya meskipun) meninggalkan makan dan minumnya.” (HR. Bukhari)

“Puasa bukanlah dari makan, minum semata, tetapi puasa itu menahan diri dari perbuatan sia-sia dan keji.” (HR. Ibnu Khuzaimah dan Al-Hakim)

3. Makan dan Minum dengan Berlebihan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita untuk berbuka puasa dengan makanan yang sederhana. Seadanya saja. Tidak berlebihan-lebihan, atau bahkan sampai memaksakan diri.

Memang, adakala tidak mengapa menghadirkan hidangan istimewa di kala berbuka. Apalagi bila hal itu dilakukan untuk membahagiakan keluarga atau agar anak-anak lebih bersemangat untuk berpuasa. Akan tetapi, hendaknya hal itu tidak dijadikan kebiasaan. Ingatlah! Bahwa salah satu hikmah berpuasa adalah agar kita turut merasakan kesusahan yang dialami fakir miskin. Maka, kita juga perlu mendidik anak-anak kita untuk memupuk jiwa sosial mereka. Tidak hanya saat kita berpuasa, tetapi juga saat berbuka puasa.

Allah Ta’ala berfirman, yang artinya, “Makan dan minumlah, dan jangan berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak Menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (Qs. Al-A’raf: 31)
Saat berbuka juga bukan berarti waktunya ‘balas dendam’. Semua dimakan sampai kekenyangan. Ingatlah, perut yang kenyang akan membuat malas ibadah.

4. Melalaikan adab makan.
Saudariku, bersegera untuk berbuka puasa bukan berarti boleh lalai berdoa sebelum makan. Bukan berarti boleh makan dan minum dengan tergesa-gesa. Saat kita berbuka puasa, berusahalah untuk tetap menjaga adab dan sunnah dalam makan dan minum. Seperti berdoa, duduk ketika makan-minum, tidak meniup makanan, dll.

5. Melalaikan shalat maghrib.

6. Mengisi acara berbuka dengan maksiat.
Makan bersama (makan berjama’ah) memang merupakan bagian dari sunnah Rasulullah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Berkumpullah kalian dalam menyantap makanan kalian (bersama-sama), (karena) di dalam makan bersama itu akan memberikan berkah kepada kalian.” (HR. Abu Dawud. Hasan)

Akan tetapi, kita harus tetap berusaha membingkai acara buka bersama tersebut dalam bingkai syariat. Sebagaimana ngabuburit, acara buka bersama yang banyak dilakukan sekarang ini banyak berisi kemaksiatan dan penyimpangan. Misalnya ikhtilat, pacaran, musik, makanan yang berlebihan, sampai dengan melalaikan waktu shalat Maghrib.


-✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈

Rupa Nan Elok

Rupa Nan Elok


Kita dapati, para ulama’ ahli hadits memiliki keteduhan di wajah mereka.
Saat memandang, terasa kenyamanan menyelimuti jiwa.
Merekalah kaum yang telah didoakan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam,
نَضَّرَ اللهُ امْرَءاً سَمِعَ مِنَّا حَدِيْثاً فَحَفِظَهُ — وَفِيْ لَفْظٍ: فَوَعَاهَا وَحَفِظَهَا — حَتَّى يُبَلِّغَهُ
“Semoga Allah mencerahkan wajah seseorang yang mendengar hadits dariku, kemudian dia menghapalnya (dalam riwayat lain: memahami dan menghapalnya),lalu ia pun menyampaikannya (kepada orang lain)..”
(HR Abu Dawud: 3660, at-Tirmidzi: 2656, Ibnu Majah: 230, Silsilah ash- Shahihah: 1/761)
Ingin wajah cerah tanpa “make up”…?
Dengar, pahami, hapalkan, amalkan, dan sampaikan hadits Nabi shallallahu’alaihi wasallam..
Umur berapa ya kita sekarang..?
Bila sekitar 40-an berarti sudah hapal 40-an hadits al-arbain an-Nawawiyyah ya…?
Semoga..


@sahabatilmu

◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦◦"̮◦