Minggu, 11 Agustus 2013

Bicara Atau Pindah


Bicara Atau Pindah.


Salah satu manfaat shalat sunnah ialah penyempurna kekurangan yang dilakukan saat shalat wajib.
Yang mengiringi shalat wajib, ada shalat qabliyah (sebelum) juga ba'diyah (sesudah)
Bagi kita yang hendak shalat ba'diyah, dianjurkan berbicara atau berpindah sebelum melaksanakannya.
Mu’awiyyah radhiyallahu ‘anhu berkata kepada as-Saaib ibnu Yazid,
“Apabila engkau selesai shalat Jum’at, janganlah menyambung dengan shalat lainnya sebelum berbicara atau pindah dari tempat shalat.
Demikianlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan kami.
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam,
أَنْ لاَ تُوصَلَ صَلاَةٌ حَتَّى نَتَكَلَّمَ أَوْ نَخْرُجَ
“Janganlah menyambung shalat yang satu dengan shalat lainnya, sebelum kita berbicara atau berpindah dari tempat shalat...” (HR. Muslim: 883)
Berlaku pula di shalat wajib, bukan hanya shalat Jum'at saja.
Sering melihat orang berpindah tempat saat hendak shalat sunnah ba'diyah...?
Ternyata ada dalilnya ya..

@sahabatilmu

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Doa Setelah Shalat Subuh.


Doa Setelah Shalat Subuh.

Pagi hari merupakan saat yang menyegarkan. Pikiran masih jernih, belum tersentuh masalah.
Hendaklah saat tersebut dimanfaatkan untuk memperbanyak dzikir dan doa, sebagai nutrisi menjalani hari.
Ummu Salamah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa Nabi shallallahu 'alaihi wasallam selepas mengucapkan salam selesai shalat subuh, beliau membaca (do'a): "اللهم إني أسألك علما نافعا ورزقا طيبا وعملا متقبلا ...
"Allahumma inni as'aluka 'ilman naafi'an wa rizqan thayyiban wa 'amalan mutaqabalan..."
Artinya: "Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepadaMu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima..." (Shahih, HR Ibnu Majah: 925)
Tiga perkara yang sangat dibutuhkan sebelum memulai beraktivitas sepanjang hari.
Sudahkah kita membacanya di subuh tadi...?!
Pahami juga arti dan makna doa yang dipanjatkan, agar tidak sekedar meluncur dari lidah, tanpa membekas di jiwa...
@sahabatilmu

*•☆°• •°☆•**•☆°• •°☆•**•☆*•☆°• •°☆•

Batas hari Jum'at adalah hingga matahari terbenam

Batas hari Jum'at adalah hingga matahari terbenam


gembira di hari raya boleh saja... kumpul bersama keluarga tidak mengapa...
Namun jangan lupa, sunnah-sunnah di hari Jum'at. Membaca surat al-Kahfi, berdoa setelah Ashr dan perbanyak shalawat...
Mari manfaatkan waktu yang tersisa...
Jangan sampai asyik mereguk nikmat Allah tapi lupa bersyukur padaNya.
@SahabatIlmu

♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥

Lumbung Pahala Dibalik Kehilangan Pembantu


Lumbung Pahala Dibalik Kehilangan Pembantu
» Oleh: أُسْتَاذُ Muhammad Nuzul Dzikry, Lc -- حفظه الله تعالى «


Saudariku... Apakah tumpukan piring kotor anda menjulang? Lalu pakaian kotor menggunung? Rumah bak kapal pecah!? Sedangkan pembantu meninggalkan anda mudik k kampung halaman.
Jangan meratap dan berkeluh kesah!!
Simaklah solusi nabawi bagi seorang ibu yang ditinggal mudik oleh pembantunya.
Ali bin Abi Thalib -radhiyallaahu anhu- berkata: "Fathimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang dirasakan tangannya. Maka Fathimah pun mendatangi Nabi guna meminta seorang pembantu dari beliau, namun saat tiba di rumah beliau tidak ada seorangpun yang dapat ia temui kecuali Aisyah. Lalu ia mengutarakan maksud kedatangannya kepada Aisyah.
Dan pada saat Nabi pulang, Aisyah memberitahu beliau perihal kedatangan putri beliau Fathimah. Maka beliaupun mendatangi kami (Ali & Fatimah) pada saat kami hendak tidur.
Akupun secara spontan berdiri, namun beliau berkata: "Tetaplah di tempatmu". Lalu beliau duduk ditengah-tengah kami, hingga aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku.
Beliau berkata: "Ketahuilah, aku akan ajarkan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari apa yg kalian minta kepadaku, "Jika kalian hendak tidur maka bertakbirlah 34x, bertasbihlah 33x dan bertahmidlah 33x, maka itu lebih baik bagi kalian daripada seorang pembantu". (HR Bukhari)
Wahai saudariku... Inilah solusi nabawi saat fatimah merasa capek karena banyaknya pekerjaan rumah yang harus ia selesaikan, karena dzikir yang dilafazhkan dengan lisan dan diresapi di dalam qolbu serta diamalkan dengan anggota badan akan memberikan kekuatan ke dalam jiwa dan raga kita saat kita mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah kita. Kita akan lebih bersemangat dan bertenaga serta mengerjakan seluruh tugas kita dengan penuh keikhlasan.
Ingatlah seberat-berat sebuah pekerjaan, jika kita lakukan dengan ikhlas maka akan terasa ringat dan nikmat.

Hadits inipun memberikan pelajaran kepada kita bahwa amalan akhirat jauh lebih berharga dibanding amalan dunia.
Nikmat dapat beribadah di bulan Ramadhan lalu ditutup dengan kemenangan pada hari raya iedul fitri jauh lebih berharga daripada hanya sekedar kehilangan pembantu dalam beberapa hari saja. Maka janganlah kita penuhi pikiran kita dengan keluhan ditinggal mudik pembantu kita atau kekhawatiran ia tidak akan kembali.
Marilah kita isi pikiran ini dengan merenungi betapa besar anugerah ALLAH saat kita dapat merasakan indahnya ramadhan dan hari raya.
Referensi: Hasyiah assindi ala shahih bukhari Fathul bari Syarah shahih bukhari libni batthal, dll.

.•°•..•°•.•°•..•°•.


Selesai Ramadhan bukan selesai puasa ( ibadah )

Selesai Ramadhan bukan selesai puasa ( ibadah )
Ditulis oleh : أُسْتَاذُ Fuad Hamzah Baraba', Lc - حفظه الله تعالى
Wahai saudaraku ramadhan yang penuh berkah telah berlalu meninggalkan kita, indahnya ibadah masih terasa hangat, namun betapa banyak orang yang telah melupakannya, Seakan-akan mereka tak mengalaminya.
Di bulan mulia kita giat beribadah, namun setelahnya kita bermalas-malasan. Padahal ibadah tidaklah mengenal waktu. Bukan berarti dengan selesainya ramadhan berarti selesai pula seluruh ibadah kita yang di bulan ramadhan dilakukan dengan semangatnya.
Masih ada shalat lima waktu, masih ada ibadah-ibadah sunnah lainnya, puasa syawal telah menanti kita, pahala besar siap tuk kita raih. Nabi Shallahu 'alaihi wasallam bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّال كانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
"Barang siapa yang berpuasa di bulan ramadhan, kemudian dia ikuti dengan puasa enam hari di bulan syawal, maka seperti puasa sepanjang masah. (HR. Muslim, Ahmad).
Demikian dengan ibadah-ibadah lainnya yang kita rajin melakukannya selama ramadhan hendaknya bisa kita jaga, terlebih bisa kita tingkatkan.
Mu'alla bin Fadl mengatakan, “Dahulu, selama enam bulan sebelum datangnya bulan Ramadan, para Salaf berdoa agar Allah mempertemukan mereka dengan bulan Ramadan. Kemudian, selama enam bulan sesudah Ramadan, mereka berdoa agar Allah menerima amal mereka ketika di bulan Ramadan.”
Mudah-mudahan ibadah kita selama bulan ramadhan diterima oleh Allah Ta'ala.
آمين يَا رَبَّ العَـــالَمِيْنَ

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Berterima kasih adalah wajib


Berterima kasih adalah wajib
Oleh : أُسْتَاذُ Abu Yahya Badrusalam, Lc - حفظه الله تعالى

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Siapa yang berbuat baik kepadamu maka balaslah, jika tidak ada sesuatu untuk membalas kebaikannya, maka do'akanlah sampai kamu memandang bahwa kamu telah membalasnya". (HR Ahmad dan dishahihkan oleh syaikh al bani dalam irwaul galil no 1617).
Sudahkah kita berterima kasih kepada orang yang telah berbuat baik kepada kita ??
Sudahkah kita berterima kasih kepada guru dan ustadz kita?
Imam Ahmad berkata: "Aku senantiasa mendo'akan imam syafi'I semenjak 30 tahun yang lalu..

*•☆°• •°☆•**•☆°• •°☆•**•☆*•☆°• •°☆•

BAGAIMANA UCAPAN IDUL FITHRI YANG SESUAI SUNNAH...???

"BAGAIMANA UCAPAN IDUL FITHRI YANG SESUAI SUNNAH...???"

Assalamu'alaikum. Sehubungan dgn akan datangnya Idhul Fitri 1434 H, sering kita dengar tersebar ucapan: “MOHON MAAF LAHIR & BATHIN ”.
Seolah2 saat Idhul Fithri hanya khusus utk minta maaf.
Sungguh sebuah kekeliruan, krn Idhul Fithri bukanlah wkt khusus utk saling maaf memaafkan. Memaafkan bisa kapan saja tdk terpaku dihari Idhul Fitri. Demikian Rasul mengajarkan kita.
Tidak ada satu ayat Qur'an ataupun suatu Hadist yg menunjukan keharusan mengucapkan “ Mohon Maaf Lahir dan Batin ” disaat2 Idhul Fitri.
Satu lagi, saat Idhul Fithri, yakni pengucapan : "MINAL 'AIDIN WAL FAIZIN".
Arti dari ucapan tersebut adlh : “ Kita kembali dan meraih kemenangan ”
KITA MAU KEMBALI KEMANA ?Apa pada ketaatan atau kemaksiatan ?
Meraih kemenangan ? Kemenangan apa ? Apakah kita menang melawan bln Ramadhan sehingga kita bisa kembali berbuat keburukan ?
Satu hal lagi yg mesti dipahami, setiap kali ada yg ucapkan “ Minal ‘Aidin wal Faizin ” lantas diikuti dgn kalimat “ Mohon Maaf Lahir dan Batin ”. Krn mungkin kita mengira artinya adlh kalimat selanjutnya.
Ini sungguh KELIRU luar biasa.
Coba saja sampaikan kalimat itu pd saudara2 seiman kita di Pakistan, Turki, Saudi Arabia atau negara2 lain....PASTI PADA BINGUNG!.
Sebagaimana diterangkan di atas, dari sisi makna kalimat ini keliru sehingga sudah sepantasnya kita HINDARI.
Ucapan yg lebih baik & dicontohkan langsung oleh para sahabat ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ , yaitu :
“Taqobbal Allahu minna wa minkum " ( Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian )
Lebih baik, ucapan / SMS /BBM kita :
" Selamat Hari Raya Idhul Fitri. Taqobbal Allahu minna wa minkum " ( Semoga Allah menerima amalku dan amal kalian )
Semoga risalah ini bermanfaat & saling berbagi niat utk meluruskan kekeliruan yg selama ini terjadi...Silahkan disebarkan.
Sumber:
http://m.salamdakwah.com/baca-artikel/bagaimana-ucapan-iedul-fitri-yang-sesuai-sunnah-.html

✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈♡♡♡✽̈