Minggu, 17 November 2013

Jaga Mata

Jaga Mata





Berlibur boleh saja, namun hendaknya tetap menjaga pandangan mata.

Bila dilepas, niscaya penyesalan yang didapat.

A. Akan Dimintai Pertanggungjawaban

Allah Azza wa Jalla berfirman,

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَٰئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban”
(QS Al-Israa’: 36)

B. Ada Bagian Zina

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Setiap anak Adam telah mendapatkan bagian zina yang tidak akan bisa dihindari,

فَالْعَيْنَانِ زِيْنَا هُمَا النَّظَرُ، وَاْلأُذُنَانِ زِيْنَا هُمَا الاسْتِمَاعُ، وَاللِّسَانُ زِيْنَاهُ الْكَلاَمُ، وَالْيَدُ زِيْنِاهَا الْبَطْشُ، وَالرِّجْلُ زِيْنَاهَا الْخُطَا، وَالْقَلْبُ يَهْوِى وَيَتَمَنَّى، وَيُصَدِّقُ ذَلِكَ الْفَرْجُ وَيُكَذِّ بُهُ

Zina pada mata adalah melihat.
Zina pada telinga adalah mendengar.
Zina lidah adalah berucap kata.
Zina tangan adalah meraba.
Zina kaki adalah melangkah.
Hati berangan-angan, dan kemaluanlah yang membenarkan atau mendustakan semuanya…”
(HR Bukhari: 6612, Muslim: 2657)

Berawal dari pandangan mata, berakhir dengan penyesalan tak berhingga…

Fudhail bin Iyadh rahimahullah ta’ala berkata:

“Aku mengetahui ada Dzat yang lebih cepat memandangku, dari pada gerak mataku memandang sesuatu yang hendak kupandang…”


@sahabatilmu


-------๑๑•°♥°•๑๑-------

Tidak ada komentar:

Posting Komentar